Share

Chapter 94 =Lolos Dari Kematian=

Author: daydreammm_ms
last update publish date: 2026-11-03 21:39:35

Kematian adalah peristiwa yang sangat tidak terduga. Dia berjalan mendekat ketika manusia masih menginginkan kehidupan, dan justru menjauh ketika manusia sedang mendambakannya. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Ridhika selama melewati hari-hari seperti pesakitan entah dimana.

Kesadarannya jelas tidak berada di tempat, tetapi dalam apa yang seharusnya menjadi lelap pun, Ridhika masih bisa merasakan rasa sakit menghantamnya satu demi satu secara bergantian. Kadang tubuhnya yang ngilu bekas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 96 =Ruangan di Balik Aula Utama=

    "Ingat, sebelum tengah malam, kalian sudah harus ada disana. Kami sudah pasang kamera di setiap sudut tempat itu. Kita akan siarkan pengakuan Sikha Airlangga ke seluruh negeri."Ridhika menggenggam erat kunci yang diberikan padanya oleh Nirmala ketika teringat perkataan Jordan Darling melalui telepon tersebut. Jantungnya berdebar tidak nyaman setiap terlintas dalam benaknya bahwa nanti malam terpaksa harus ada orang yang dikorbankan untuk mengelabui Sikha Airlangga agar tidak curiga. Namun, tahu bahwa tanpa pengorbanan itu maka rencana mereka tidak akan sukses, membuatnya terpaksa mengeraskan hati.Pagi-pagi sekali kemarin dia sudah diantarkan oleh sopir bayaran keluarga Nayanthara untuk kembali ke Akademi Natyadharma. Bagastya dan Amayra menyambutnya di depan Griya Nayika, disusul oleh Ibu Berlian yang juga datang dengan dalih memeriksa keadaan. Untung saja wanita itu hadir, sebab tanpanya, Ridhika tidak yakin bisa masuk ke asrama dengan tenang. Para siswi terus mengerubunginya seper

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 95 =Teman Baru (?)=

    "Kalau kau bergerak sekali lagi, aku akan membunuhmu," omel Adishra datar dengan mata mendelik ke arah Ridhika."Salep ini ... membuat kulitku gatal.""Oh, ya? Jadi, haruskah sekarang kami mencarikan ramuan ajaib untuk menyembuhkan gatal, tuan puteri?"Hampir seminggu "didampingi" untuk mengurus luka-lukanya oleh Adishra membuat Ridhika sudah terbiasa dengan sarkasme gadis itu. Namun, ada hal lain yang juga dipelajarinya melalui rutinitas sehari-hari mereka, yaitu bahwa gadis yang selalu tampak bermuka masam itu ternyata cukup berhati lembut. Entah sudah berapa kali Ridhika melihat Adishra diam-diam mengusap air mata ketika mengganti perban atau mengoleskan salep di tubuhnya."Para orangtua sedang mengobrol," ujar Amayra selagi masuk ke dalam ruangan dengan tangan membawa nampan teh dan camilan. "Sepertinya tidak lama lagi mereka akan melancarkan rencana lainnya."Amayra menyerahkan segelas teh pada Adishra, lalu membantu Ridhika untuk duduk bersandar agar bisa meminum tehnya sendiri

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 94 =Lolos Dari Kematian=

    Kematian adalah peristiwa yang sangat tidak terduga. Dia berjalan mendekat ketika manusia masih menginginkan kehidupan, dan justru menjauh ketika manusia sedang mendambakannya. Setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Ridhika selama melewati hari-hari seperti pesakitan entah dimana.Kesadarannya jelas tidak berada di tempat, tetapi dalam apa yang seharusnya menjadi lelap pun, Ridhika masih bisa merasakan rasa sakit menghantamnya satu demi satu secara bergantian. Kadang tubuhnya yang ngilu bekas dipukuli, kadang bagian dalam tubuhnya yang terasa terbakar, kadang wajahnya yang nyeri, kadang semuanya menjadi satu sekaligus.Perasaan Ridhika campur aduk antara bersyukur dia masih hidup atau mengutuk karena dia masih hiduplah maka dia harus menahan semua kesakitan itu. Selama berhari-hari, berminggu-minggu atau mungkin pula berbulan-bulan yang rasa-rasanya lebih mirip seperti sebuah keabadian, yang dilakukannya hanya menunggu saat dimana tubuhnya akhirnya mendapat kekuatan untuk bangkit dar

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 93 =Binar dan Berlian=

    Ridhika menatap nyalang ke arah Binar yang berjalan ke arahnya dengan tangan memainkan pisau. Wajah yang selalu menguarkan citra lembut dan keibuan itu tidak tampak bengis bahkan ketika dia jelas menyimpan niat membunuh. Akan tetapi, bagi Ridhika justru itu lebih menakutkan. Sebab, dia tidak bisa menebak muslihat macam apa yang sedang bermain dalam kepala wanita itu."Ckck, Ridhika yang manis pasti sekarang memiliki banyak pertanyaan, ya?" Binar berlutut di samping Ridhika, lantas menggoreskan pisaunya di pipi gadis itu. "Sikha selalu ingin merusak wajah cantikmu ini. Dia pikir, ini sangat mengganggu."Darah perlahan mengalir dari luka dangkal itu. Menambah kesan mengenaskan pada tubuh Ridhika yang sudah hampir luluh lantak. Meskipun begitu, si pemilik tubuh sudah tidak sanggup lagi melakukan perlawanan. Bahkan sekadar untuk menahan air mata saja sudah menjelma hal mustahil baginya. Sudut matanya terus mengucurkan benda itu, serupa keran air yang sudah kehilangan fungsi matinya."Jang

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 92 =Identitas Si Penguntit=

    (Warning! Terdapat Adegan Kekerasan!)Pandangan Ridhika sempat buram selama beberapa saat ketika dia baru sadarkan diri. Kendati begitu, ada banyak hal yang langsung disadarinya saat itu juga. Seperti kedua tangan dan kakinya yang nyeri karena diikat terlalu kuat, dan mulutnya yang terasa asam karena disumpal dengan kain kotor. Demikianlah dia mengetahui bahwa, kali ini, Sikha Airlangga tidak hanya sedang bermain air dengannya, melainkan berniat mendorongnya sekaligus ke dalam lautan.Tidak langsung terjadi apa-apa padanya. Ridhika menghabiskan siang dan malam di sebuah tempat yang tampak seperti pabrik tidak terpakai selama beberapa hari terlebih dahulu. Mungkin dua hari? Dia tidak bisa menghitung dengan jelas, terutama karena disana dia tidak diberi makan atau minum, dan bahkan tidak bisa tidur dengan benar karena posisinya yang tidak memungkinkan.Yang jelas bagi Ridhika adalah tempat itu selalu menakutkan setiap waktu. Dinding-dindingnya dipenuhi lumur, atapnya disarangi oleh pulu

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 91 =Penculikan=

    Sore hari ketika Ridhika dan Bagastya sedang dalam perjalanan kembali ke akademi adalah sore hari yang tenang ... dan ganjil, menurut gadis itu. Seperti awan kelabu yang perlahan datang sebagai tanda akan turunnya hujan, begitulah perasaan Ridhika terhadap sore itu. Namun, dia berusaha menekan kerisauannya dengan memperhatikan pemandangan yang berlalu cepat di sekitar mereka.Menjelang jam 5, langit yang tadinya cerah tiba-tiba benar-benar berubah mendung. Tidak perlu waktu lama bagi angkasa di atas mereka untuk memuntahkan tetesan air yang cukup deras untuk membuat keduanya terpaksa berteduh di sebuah pondok yang terletak di pinggir jalan. Ini dia, pikir Ridhika. Pasti inilah sebabnya dia merasa tidak enak hati. Rupanya peristiwa tidak terduga sungguh terjadi."Ck! Aku lupa memasukkan kembali jas hujan kita ke dalam jok!" Keluh Bagastya sambil menggaruk bagian belakang kepalanya."Tidak masalah. Kita bisa tunggu sampai hujannya reda saja."Ridhika mengancingkan cardigan rajut yang di

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 8 =Masa Orientasi=

    "Ridhi! Kamu dapat tambahan 100 poin!"Ridhika merasakan tangan Widuri mengguncang-guncang tubuhnya dengan girang. Gadis itu tampaknya sangat gembira melihat wajah Ridhika yang terpampang di layar besar. Sementara si pemilik wajah itu sendiri malah mematung di tempat.Karena seruan Widuri yang cuku

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 7 =Ranking Kecantikan=

    Sejak pagi buta, Griya Nayika sudah riuh oleh berbagai macam suara. Mulai dari perbincangan para siswi yang berlalu-lalang, troli pengantaran sarapan, hingga pengumuman berita harian Akademi. Kombinasi semua yang membuat Ridhika sulit untuk tidak segera ikut memulai hari.Keadaan di luar jendela ma

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =

    "Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =

    Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status