LOGINShanda adalah istri seorang pengusaha sukses sekaligus pecinta banyak wanita. Bagi Shanda selama semua itu dilakukan dibelakangnya, dia memilih diam. Tapi kali ini seorang janda muda beranak satu, bintang iklan yang sedang naik daun, berani mengklaim dia istri dari suaminya. Perempuan itu bukan cuma memamerkan hal yang jadi ketidak adilan bagi Shanda, tapi yang membuat Shanda semakin terbakar, perempuan itu juga mengandung anak suaminya. Shanda sendiri belum hamil selama lima tahun pernikahannya, dan dia tidak mandul! Sebagai istri sah, di antara perasaan cinta dan dendam, Shanda menuntut haknya untuk hamil juga. Tercapaikah keinginan Shanda? Dan bagaimana dengan janda yang tidak tahu diri itu ?
View MoreKepulangan Agit ke Jakarta terasa seperti sebuah keputusan yang dipaksakan, meski hatinya menolak. Setelah perbincangan panjang dan telepon yang tak pernah berhenti berdengung, dia tahu tak ada lagi alasan untuk menahan diri. Kanaya membutuhkan dia, ibu membutuhkan dia, dan tanggung jawab tak bisa ditunda.Shanda dan Agit berjalan keluar dari resor itu, melangkah perlahan di sepanjang jalan yang mereka lewati dengan penuh cinta dan kebahagiaan tiga hari lalu, seakan tahu entah kapan mereka bisa menginjak pasir lembut ini lagi. Langit di atas Naha hari itu kelabu, seolah-olah tahu ada dua hati yang akan berpisah dengan luka yang tak terungkapkan. Meskipun segalanya tampak sempurna, Agit tahu takdir berkata lain. Di bandara Naha, di mana mereka harus berpisah, suasana berubah tegang. Hanya ada kesunyian yang terasa di antara mereka.Shanda dan Agit berjalan berdampingan menuju terminal keberangkatan, tapi langkah mereka begitu berat. Tak ada yang berbicara. Hening itu bukan karena
Tiga hari yang penuh kebahagiaan di resor mungil di Okinawa beach seakan menjadi surga yang tak ingin Shanda tinggalkan. Selama tiga hari itu, mereka menghabiskan waktu bersama, tanpa gangguan, tanpa beban, hanya ada mereka berdua, menikmati keindahan pantai yang tenang dan saling merasakan cinta yang kembali tumbuh. Agit dan Shanda seperti dua remaja yang baru pertama kali jatuh cinta, tidak peduli dengan dunia luar, hanya mereka berdua. Namun, seperti halnya takdir yang selalu bermain dalam kisah hidup mereka, hari itu, pagi yang seharusnya cerah, membawa perubahan yang mendalam. Shanda terlelap, menikmati tidurnya di tempat yang begitu indah. Pagi itu, ketika udara masih segar dan laut tenang, suara ketukan di pintu kamar membangunkan Agit. Shanda benar-benar pulas. Agit mengernyitkan dahi, ragu-ragu. Dia tidak ingin diganggu, apalagi setelah beberapa hari yang penuh kebahagiaan ini. Namun, kenyataan tetap datang dengan cara yang tak terduga. Keenan, tangan kanan Agi
Hari itu terasa seperti mimpi bagi Shanda. Agit, yang sebelumnya tampak begitu keras kepala dan cemas, kini tiba-tiba berubah menjadi sosok yang manja, seperti anak kecil yang ingin mendapatkan perhatian. Sejak pagi, dia memohon kepada Shanda untuk menemaninya ke Kansai. "Tolong, Shand, kamu harus ikut aku," katanya dengan nada memelas. Shanda yang sudah merasa cukup emosional karena perpisahan mereka sebelumnya, akhirnya terpaksa mengiyakan. Ia mengingatkan dirinya, mungkin Agit butuhnya lebih dari sekadar teman saat itu. Namun, tak ada yang bisa mempersiapkan Shanda untuk kejutan yang akan datang. Saat mereka tiba di Kansai dan mengangkat koper mereka untuk kembali ke Jakarta, Agit tiba-tiba menarik tangan Shanda dengan penuh semangat. "Ayo, Shand, kita pergi. Kita ke Okinawa beach!" katanya dengan antusias. Shanda menatapnya bingung, hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Agit, kamu harus kembali ke Jakarta... kamu harus ke kantor," kata Shanda dengan ragu
Keheningan terasa begitu dalam di antara mereka.Sejak semalam, Agit merasakan ada yang berbeda dari Shanda. Ada sesuatu yang menggelayut di wajah cantiknya, yang tidak bisa ia baca dengan jelas. Tapi, pagi itu, semuanya mulai terbuka.Mereka duduk di sebuah kafe kecil di pinggir jalan, dengan pemandangan Kyoto yang indah, sementara suara klakson mobil dan riuhnya kota mulai mengisi udara pagi. Shanda menatap Agit dengan wajah yang lebih tenang dari biasanya, meski di matanya ada kesedihan yang tak bisa disembunyikan."Agit," suara Shanda terdengar pelan, namun sangat jelas. "Pulanglah... Aku akan tinggal di Kyoto."Agit terdiam sejenak, bingung dengan kata-kata itu. "Shanda, apa maksudmu? Kita baru saja memulai semuanya kembali… aku tidak ingin berpisah dari kamu."Shanda menarik napas panjang, menundukkan wajahnya sejenak sebelum melanjutkan dengan suara yang bergetar. "Aku ada proyek di sini, Agit. Proyek lumayan. Aku harus tinggal lama di kota ini. Maaf kalau aku tidak cerita, ta






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.