共有

Part 23

last update 公開日: 2026-05-04 20:42:42

​"Brengsek!" Ariyan mengumpat kesal melampiaskan kejengkelannya sebelum teringat sesuatu.

​Ia menyambar ponselnya dan menyadari benda itu mati total. Begitu daya dinyalakan, rentetan notifikasi langsung menyerbu masuk seperti air bah. Banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Aira. Entah itu pesan suara dan juga pesan teks.

​Ia baru saja akan menelepon balik saat matanya tertuju pada log panggilan terakhir. Ada panggilan masuk dari Aira pukul 02.15 dini hari yang berdurasi lebih kurang empat
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (6)
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
si Aira haus pujian...muak banget...
goodnovel comment avatar
Ara
pingin dimasukin lagi ke perutnya Zelena ya ka si Ariyannya kalau bisa,bener2 mending ga usah punya anak kalau kelakuannya kayak setan
goodnovel comment avatar
Ara
si Aira marah2 merajuk jdi pingin ketawa setan udah mau nenek2 kelakuan labil mengalahkan Abg ga pantas sma sekali muak banget
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 338

    Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini acara grand opening Melancholia Music Academy akhirnya terselenggara.Plang hitam dengan ukiran bertuliskan Melancholia Music Academy menyambut para tamu undangan di area serambi gedung. Papan-papan bunga ucapan selamat berjajar hingga hampir menyentuh bahu jalan.Di jajaran kursi terdepan, Abi duduk berdampingan dengan Seruni. Wajah Seruni tampak serba salah. Wanita yang dulunya mencemooh Zivanya itu kini harus menelan ludahnya sendiri menyaksikan kemegahan akademi yang berhasil dibangun sang putri. Abi mengelus punggung tangan istrinya seraya tersenyum tipis.Tidak jauh dari sana, Jeandra dan Zelena duduk dengan tenang. Di sisi lain barisan, Ariyan duduk di dekat Kaisar. Ada juga Syabila, Mita dan beberapa orang teman Zivanya dan banyak lagi yang lainnya."Pa, mana Ibu?" bisik Kaisar antusias pada Ariyan."Sebentar lagi. Sabar ya.”Dari tempat duduknya, Seruni melempar pandang pada Ariyan. Tanpa sadar bibirnya melengkung membentuk se

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 337

    Ariyan benar-benar meminta maaf pada Zivanya dan Kaisar hampir setiap hari. Entah itu melalui telepon, bertemu langsung, ataupun bunga dan hadiah-hadiah yang dikirimnya. Kendati Zivanya mengatakan bahwa ia dan Kaisar sudah memaafkannya, tetapi keesokan harinya lelaki itu tetap melakukan hal yang sama.Lelaki itu juga cukup sering berkunjung. Zivanya sudah menghindar, tetapi setiap kali resepsionis menelepon, Kaisar dengan cepat mengangkat handphone Zivanya dan mengatakan, “Kata Ibu, kasih Papa akses buat naik, Tante resepsionis.”Resepsionis yang bertugas hanya bisa tertawa. Mereka semua sudah mengenal Kaisar yang lucu dan menggemaskan. Mereka juga sudah sangat menghafal wajah Ariyan saking seringnya lelaki itu berkunjung ke sana.Hari ini lagi-lagi Ariyan mampir ke penthouse Zivanya setelah menjemput Kaisar di sekolah. Zivanya sedang sibuk di depan laptop. Progress sekolah musiknya sudah berjalan 90%. Kalau semuanya lancar, maka tidak lama lagi sekolah tersebut akan mulai beroperasi.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 336

    Tiga hari sudah Kaisar menginap di rumah Ariyan. Zivanya sengaja membiarkan agar anak itu puas dan ia juga memiliki waktu untuk dirinya sendiri.“Ibu, Kai heran deh. Kenapa Papa minta maaf tiap hari sama Kai?” beritahu Kaisar dengan suara berbisik melalui telepon sepuluh menit yang lalu. “Kata Papa, Papa banyak salah sama Kai dan Ibu. Tapi Kai, kan, udah maafin Papa. Masa Papa minta maaf terus.”Sulit bagi Zivanya menjelaskan pada putranya bahwa ingatan papa anak itu terhenti di Amsterdam.Zivanya memejamkan mata sejenak, mengembuskan napas panjang ke arah udara kosong di ruang tengahnya. Ia mencari kata yang paling pas agar anak sekecil Kaisar tidak kebingungan atau ketakutan mendengar kondisi ayahnya."Kai," panggil Zivanya pelan dan lembut. "Kai tahu, kan, kalau Papa lagi agak sakit?"“Tahu, Bu.”​"Nah, sakitnya Papa itu bikin pikiran Papa seperti papan tulis magnetik punya Kai," jelas Zivanya perlahan. "Setiap malam pas Papa tidur, papan tulis di kepala Papa terhapus bersih secara

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 335

    Zivanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin Kaisar menjadi anak yang tidak seperti anak seumurannya? Kaisar terlalu cerdas dan menggemaskan untuk ukuran seorang anak berumur enam tahun."Kai ngomong apa sih, Sayang?" ucap Zivanya setelah berhasil mengendalikan diri. “Kai mau Ibu nikah lagi sama Papa.”“Astagaaa. Kau ngerti nggak nikah itu apa? Jangan asal bilang nikah nikah aja.”“Ngerti,” jawab Kaisar penuh percaya diri. “Nikah itu artinya Papa sama Ibu tinggal di rumah yang sama, makan bareng, tidur sama Papa, terus Papa boleh meluk dan cium Ibu kapan aja tanpa kena marah," jawab Kaisar dengan ringannya.Wajah Zivanya seketika memerah sampai ke ujung telinga. "Benar, kan, Pa?" Kaisar memandang Ariyan di sebelahnya, meminta dukungan penuh dari sang papa.Ariyan menganggukkan kepala dan tersenyum penuh arti yang membuat Zivanya kesal. Lelaki itu benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.“Nikah itu nggak sesederhana yang Kai pikir. Kai masih kecil, Sayang. Nanti kalau Kai udah dewasa

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 334

    Aroma gurih dari makanan yang dimasak Zivanya menguar memenuhi penciumannya, membuatnya ikut lapar. Setelah menatanya di meja makan, ia memanggil Ariyan."Makanannya sudah siap. Makan dulu.”Ariyan menjawab dengan senyum tipis.Saat Zivanya bermaksud memanggil Kaisar, anak itu lebih dulu muncul dari arah dalam kamar dengan ransel tersandang di punggungnya.“Kai mau ke mana?” tanya Zivanya heran.“Kai mau ikut sama Papa, Ibu. Mau nginap di rumah Oma.”Satu embusan napas meluncur dari mulut Zivanya mendengarnya. Kalau Zivanya izinkan, otomatis nanti ia akan kembali bertemu dengan Ariyan saat lelaki itu mengantar Kaisar. Padahal saat ini Zivanya tidak ingin berinteraksi dengan banyak orang kecuali putra satu-satunya."Kai, Papa kan lagi kurang sehat," ujar Zivanya lembut, berusaha memberi pengertian pada putranya tanpa terkesan menolak kasar. "Nanti Papa makin capek kalau harus jaga Kai di rumah Oma."Kaisar langsung memajukan bibirnya, menatap sang ibu dengan binar mata memohon yang sul

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 333

    Sambil memasak, pikiran Zivanya tanpa sengaja melayang pada Kaivan. Sedang apa lelaki itu sekarang di saat pernikahan mereka harusnya terselenggara? Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Kenapa handphone Zivanya sunyi senyap? Maksudnya, tidakkah kedua orang tua lelaki itu merasa bersalah atau malu atas kelakuan anak mereka? Dan kenapa mereka tidak menghubungi Zivanya untuk sekadar minta maaf atau memberi penjelasan? Zivanya mengusir bayangan Kaivan dan pertanyaan-pertanyaan yang mulai menggerogoti pikirannya. Untuk apa ia memikirkannya? Kaivan saja sedikit pun tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Pelukan di belakang tubuhnya menyentak Zivanya keluar dari lamunannya. Ia benar-benar terkejut saat mengetahui Ariyanlah sosok pemeluk yang dagunya kini bertumpu di pundak Zivanya. Sendok di tangan Zivanya nyaris terlepas. Detak jantungnya berpacu liar. Bukan karena romansa, melainkan karena ia betul-betul terkejut. Dengan gerakan cepat, ia melepaskan tangan Ariyan yang melingkar di

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status