LOGINNoong andito siya wala naman kaming naging espesyal na koneksyon, isang buwan ko siyang nakasama, inaruga at inintindi. Sa sobrang gwapo niya at di maikakailang dayuhan siya mula ulo hanggang paa, hanggang ngayon di ko alam kung ano ang dahilan ng kanyang pagkaligaw sa lugar namin at bakit ganoon ang kanyang naging sitwasyon ng mga oras na iyon at kung bakit sa dinami-daming tao sa mundo, ako ang pinagkatiwalaan niya.
View MoreBIARKAN AKU PERGI (1)
Sore itu, pekerjaan sudah usai. Namun, waktu masih ada beberapa menit menunggu jam pulang kerja. Setelah membereskan meja, aku memilih menunggu dengan berselancar di salah satu sosmed sejuta umat.
Saat aku sedang asyik menelisik satu persatu gambar dan postingan teman-temanku yang ada di beranda sosmed itu, tiba-tiba pandanganku terhenti pada sebuah foto. Keningku mengernyit saat menyadari gambar seseorang yang aku kenal. Siapa lagi kalau bukan foto Mas Bayu, lelaki yang sudah dua tahun ini menjadi suamiku.
Mataku seketika membulat bersamaan dengan degup jantung yang bergemuruh. Di sana ada gambar Mas Bayu yang sedang selfie dengan seorang wanita. Aku perbesar gambar itu, meyakinkan kalau itu benar Mas Bayu. Tentu saja benar. Bajunya, jam tangannya, model sisiran rambutnya, tentu saja itu Mas Bayu. Aku mengenal semuanya.
Tapi, siapa wanita ini? Berani sekali dia memposting dengan gaya seperti itu dengan Mas Bayu-ku?
"Fahira, sudah jam setengah lima. Waktunya pulang!" Salah satu rekan kerjaku melambaikan tangan padaku.
Aku mendongak sebentar, lalu melambaikan tangan padanya, memberi kode agar dia duluan. Sementara, mataku kembali menatap lekat gambar yang ada di depanku.
Geram rasa hati ini harus kunetralisir dengan embusan nafas berkali-kali.
Tapi, tunggu!
Aku meneliti dengan seksama akun itu. Ini bukan akun Mas Bayu. Ini adalah akun milik orang lain dengan menandai Mas Bayu.
Aku mengeja nama pemilik akun itu. Nabila? Siapakah dia?
Aku dan Mas Bayu sebenarnya tidak terlalu aktif di medsos. Dari beranda Mas Bayu dapat terlihat postingan terakhirnya adalah setahun yang lalu.
Jadi, apakah ini artinya, Mas Bayu tidak sadar kalau dirinya ditandai oleh seseorang bernama Nabila.
Dengan dada berdebar, segera aku mengeklik akun bernama Nabila itu.
Violaa, aku dapat melihat postingan Nabila yang lain yang diatur publik.
Sambil menscroll akun milik Nabila, pikiranku tiba-tiba menerawang.
Apa Nabila ini mantan Mas Bayu?
Aku mengamati setiap postingan Nabila sebelum postingan selfie dengan Mas Bayu tadi. Di postingan sebelumnya, tidak ada Mas Bayu. Pun tidak ada likes atau komentar dari Mas Bayu. Kesimpulanku, Nabila ini tidak berinteraksi dengan Mas Bayu dalam waktu yang berdekatan. Bisa jadi, foto itu adalah foto pertama dengan Mas Bayu.
Aku menikah dengan Mas Bayu karena dijodohkan. Tetapi, sebelum kami menikah, Mas Bayu telah memiliki pacar. Dan menurut pengakuannya, pacar Mas Bayu lah yang meninggalkannya dan menikah dengan orang lain.
Alasan ini pula yang membuat Mas Bayu tidak mudah menerimaku sebagai istrinya.
Awal pernikahan, hubungan kami terasa hambar. Mas Bayu hanya memperlakukanku sebatas formalitas, tanpa ada rasa cinta sedikit pun. Bahkan, kami juga sepakat tidak memiliki anak dahulu sebelum kami saling jatuh cinta.
Tetapi, rupanya apa yang banyak dikatakan orang menjadi kenyataan. Bahwa cinta akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Dan kini, kami pun merasakannya.
Bahkan, baru dua bulan terakhir aku dan Mas Bayu akhirnya berkomitmen untuk segera punya anak. Apalagi, usiaku kini sudah hampir 25 tahun, dan Mas Bayu 27 tahun. Artinya tidak ada alasan lagi untuk menunda.
Tetapi, rupanya takdir berkata lain. Baru saja aku melihat kenyataan yang menyesakkan.
Aku kembali menghela nafas.
Aku tak boleh gegabah. Aku harus mengetahui fakta yang sesungguhnya. Apakah Mas Bayu kembali pada wanita bernama Nabila itu? Atau ini hanya kebetulan saja.
Aku bergegas meninggalkan ruang kerjaku. Beberapa menit lagi biasanya Mas Bayu akan menelpon dan mengabarkan kalau dia sudah menjemputku di bawah. Aku tak mau membiarkannya menunggu terlalu lama.
--
Sesampai rumah, aku bersikap seperti biasa, seolah-olah aku tidak tahu apa-apa. Si*alnya, saat Mas Bayu sedang mandi, aku melihat ponselnya bergetar.
Sebuah notifikasi pesan masuk ke benda pipih itu. Dan, aku dapat dengan jelas membaca notifikasi itu.
[Bay, apa bisa kita ketemu sekarang? Penting!]
Aku pura-pura tidak melihat ponsel milik Mas Bayu ketika dia keluar dari kamar mandi.
Aku memilih pura-pura sibuk dengan laptop yang ada di hadapanku, meski, ekor mataku tetap mengamati dia yang segera mengambil dan membuka ponsel itu.
Keningnya sedikit berkerut sambil melirik ke arahku.
“Kenapa, Mas?” tanyaku saat pandangan kami beradu. Aku pura-pura heran melihat ekspresinya.
“Sepertinya aku harus keluar. Ada urusan,” sahutnya singkat.
Lelaki itu lalu membuka pintu lemari dan mencari baju ganti. Tak lama, dia sudah rapi dan bersiap pergi.
Kuhembuskan napas dengan kasar setelah dia keluar dari kamar.
Saat deru mobil terdengar menjauh, aku memilih membuka sosmed milik wanita bernama Nabila dari laptopku. Rasa penasaranku belum tertuntaskan.
Aku bolak-balik menggeser kursor ke atas dan ke bawah. Sayang, foto yang tadi sore tak kutemukan lagi.
Mendadak aku mulai ragu. Jangan-jangan siang tadi aku salah lihat. Jangan-jangan hanya halusinasiku?
Tiba-tiba, di kepalaku terbersit untuk log in atas nama Mas Bayu di akun aplikasi yang kini sedang kubuka. Siapa tahu ada status yang hanya bisa dilihat oleh orang yang berteman dengannya.
Sejak Mas Bayu mulai mempercayaiku, aku pun tahu apa saja pin dan password yang sering dia gunakan. Dia menggunakan kode yang hampir selalu sama dan tak terduga oleh orang lain.
Tak butuh waktu lama, aku sudah bisa masuk ke akun milik Mas Bayu.
Tak ada yang mencurigakan.
Mas Bayu memang bukan tipe orang yang suka bermedsos. Hingga, tak sampai lima belas menit, ada notifikasi di akun Mas Bayu.
Mataku membulat. Ada postingan baru yang menandai akun ini.
Buru-buru kubuka notifikasi itu.
Dadaku terasa sesak saat melihat apa yang terbuka di layar. Jantung seolah mau lepas dari tempatnya. Namun, aku harus dapat mengontrol emosiku. Meski dengan tangan bergetar, aku geser kursor hingga dapat mengamatinya dengan jelas.
Wow! Tangan dua orang yang saling bertaut. Sudah bisa kupastikan salah satu tangan itu milik Mas Bayu dari jam tangan yang dipakainya.
Dan caption-nya, cukup membuatku mual:
“Jika sudah jodoh, tak akan dapat terpisah.”
BERSAMBUNGThe sun is out and he see the ray of sunlight through his windows. He is contemplating if he is going to get up or just stay in bed for the rest of the day.But he knows he needs to get up because there’s a lot of things that needs his attention today. Like, finally meeting his future wife.Rosalia QuiavaHe knows a lot of things about her even though they’re worlds apart, thanks to all his assets and power, he can deliberately just order his people to dig some information about the woman.And now, she’s finally here. In flesh.Marrying her would give him the right to all the things that his family have work hard for. NameReputationMoneyPowerShe is vital for his future. Everyone will bow down to him the moment he will be bestowed as DIMITRI GUIDOTTI’S successor. All he got to do is marry her, make her sign the contract and the last will of his beloved brother, will be vested upon him.He doesn’t need her approval. She got no choice but to follow him and his orders.Love isn’t
“Oh, my goodnessssss! Espagetting pababa in the morning?!” She was so amaze at how her breakfast look this good. Sa instagram lang sya nakakakita ng ganito ka aesthetically pleasing na pagkain. Pasta bolognese, garlic bread, different sausages, eggs benedict and fresh squeeze juice.Napatawa ang matandang babae na maigi siyang inasikaso. Sumunod naman si Manuel na nakiupo sa hapag.“Enjoy your breakfast Mía” tugon ng Matandang Babae and she digged in. Gutom na gutom na talaga siya.She wasn’t paying attention to all the people around her as of the moment. She treats it like it’s the breakfast and her moments only. She doesn’t care if she eats like there’s no tomorrow. All she care about is her Breakfast.She glanced at Manuel and she saw amusement in his eyes. She just smiles tho she still chews her sausages.She looked at the old lady and mouthed “thank you” while still eating. The old lady just smiles and just nod her head. “Well, good thing she got a big appetite,” the old lad
Manuel heaved a sigh as he’s walking the hall of the west wing. He untangled his necktie, crumpled it and put it inside his pockets. Of all people na pwede utusan sa pagbabantay at pag accomodate kay Rosalia, bakit siya pa?“Cazzo!” He cursed out. It frustrates him even more when he finally meet her in person, the infamous Maria Rosalía Quiava. He already saw her pictures through their informants and some on social media and he won’t deny the fact that she got the looks. But her pictures didn’t do her justice when he met her finally in flesh. She is gorgeous.He scoffs of the thought. He can’t afford to meddle and gushed over a woman who is already bethrothed. And besides, it is his collegue’s property. He must not get involved.His job is done here and the business deal is already closed. He took out his phone and called someone.After few rings ... “My work here is done and I hope this is the last favor of all your favors coz man, this wasted my time.” Tumawa lang ang nasa kab
Milan Malpensa Airport ...Di maiwasang mamangha ni Rosalia ng makarating siya sa Milan sakay ang private plane ni Dimitri.Sinong mag aakala na pribadong eroplano ang masasakyan niya papuntang Italya. Di niya tuloy maiwasang magtanong sa sarili kung ano ba talaga o sino ba talaga si Dimitri Guidottí. She tried searching for his name pero ibang Guidottí ang lumalabas sa internet. Baka bilyonaryo ito at batikang business tycoon O isang sikat na artista? O baka naman isang mafia boss at drug syndicate boss?!Talamak pa naman ang ganoong kalakaran sa Europe. Di niya maiwasang mag alala. Ito na yata ang katapusan ng buhay niya. Naalala niya ang sabi ni Mr. Lorenzo noong una silang magkita, she is “officially a slave” of Dimitri Guidottí.Ang kapal talaga ng lalaking iyon, Si Dimitri na nga ang may utang sa kanya at nangakong babayaran siya tapos eto pa ngayon ang may ganang alipinin siya sa dayuhang lugar na iyon.“Makikita ng lalaking iyon ang hinahanap niya. Gusto talaga ata niya an
Hindi madali ang kanyang ginawang pagsisinungaling sa mga taong malapit sa kanya. Her Council was shocked at di makapaniwala na nag resign siya sa kanyang position. All were asking ano ang kanyang rason sa kanyang biglang pagresign. All she said is mag aabroad na siya and she couldn’t say no to t
“So? Mr. Lorenzo..”“It’s Benécito Lorenzo and I’m not gonna waste my time so let’s go to the best part.” “Rosalía Quiava, you are now officially a slave to Dimitri Guidottí” he said with formality and sarcasm.“What the fuck?” I annoyingly answer.He smirked at my remark.“Anong slave-slave pinag
“Nak, andito na ang bill ng kuryente at tubig. Jusko sabay talagang dumating.” Sabi ng nanay ko pagkaupo sa hapagkainan. Hmm goodmorning kaya muna?“Hmm magkano ba? Bukas magbabayad ako ma” eto na naman ako, akala mo may ipon at kaydaling magsabi na kayang bayaran ang tubig at kuryente, agad-agad.
“I’ll be back soon. *Thank u so much for everything. Just, wait for me.”It’s been 2 years and I haven’t heard from him since.How is he? Is he okay? Is he married already? Or turned out gay or something?I’m not sure about the gay part. He was so manly and handsome back then. But what if? Hays, th












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.