Share

Anak Sang Konglomerat Yang Hilang
Anak Sang Konglomerat Yang Hilang
Penulis: Author Mars

Chapter 1

Penulis: Author Mars
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 12:29:30

Sebuah hotel mewah di Kota S.

Seorang gadis berlari menyusuri koridor dengan napas memburu. Wajahnya pucat dipenuhi ketakutan. Di belakangnya, beberapa pria berjas hitam terus mengejar.

"Hei! Jangan lari!" teriak salah satu pria.

"Keluarganya sudah menerima uang itu. Jangan sampai dia lolos!" bentak pria lainnya.

Gadis itu segera berbelok ke koridor sebelah. Dengan tangan gemetar, ia mencoba membuka setiap gagang pintu yang dilewatinya.

Setelah beberapa kali mencoba, salah satu pintu akhirnya terbuka.

Tanpa berpikir panjang, ia segera masuk lalu menguncinya dari dalam.

Gadis itu bersandar di balik pintu sambil mengatur napas. Ia menoleh ke sekeliling. Kamar hotel itu begitu luas, tetapi gelap gulita. Tidak tampak seorang pun.

"Semoga mereka tidak menemukanku..." bisiknya pelan. "Siapa sebenarnya mereka?"

Tok... tok... tok...

Suara ketukan pintu membuat tubuhnya menegang.

Ia mundur selangkah demi selangkah.

Tiba-tiba sebuah tangan besar menarik lengannya dengan kasar.

"Ah!"

Tubuhnya terdorong hingga jatuh ke atas ranjang empuk.

Seorang pria bertubuh tinggi menindihnya. Wajahnya tidak terlihat karena cahaya kamar begitu redup.

"Siapa yang mengirimmu?" tanyanya dengan suara dingin.

"T-Tuan... ada orang yang mengejarku. Tolong... biarkan aku bersembunyi sebentar," pinta gadis itu sambil berusaha melepaskan cengkeraman di pergelangan tangannya.

Pria itu, yang wajahnya tidak terlihat karena suasana kamar yang gelap, tiba-tiba mencengkeram leher gadis itu.

"Berani masuk ke kamarku, masih banyak alasan?" ucap pria itu dengan suara dingin.

"T-Tuan, aku tidak sengaja mendekatimu. Aku sedang dikejar seseorang," kata gadis itu sambil berusaha melepaskan diri.

Tiba-tiba tubuh pria itu terasa aneh. Suhu tubuhnya meningkat dan napasnya mulai tidak teratur.

"Sial... obatnya mulai bekerja," gumamnya.

Dari luar kamar terdengar suara teriakan.

"Di mana Chloe Shen? Cepat cari sampai dapat!"

"Tuan, tolong jangan sakiti aku. Aku benar-benar tidak sengaja mengganggumu," ujar gadis itu panik. "Aku dijual oleh keluargaku sendiri, jadi aku melarikan diri. Karena pintu kamar ini tidak terkunci, aku masuk untuk bersembunyi."

"Namamu Chloe Shen?"

"I-iya."

Pria itu menatapnya tajam.

"Tidak peduli siapa dirimu, apakah kau dikirim oleh orang itu atau tidak..." ucapnya dingin. "Karena kau sudah datang ke sini, kau harus membantuku."

Pria itu mencium bibirnya dengan brutal, kedua tangannya ditahan sehingga ia tidak mampu untuk melawan.

Gadis bernama Chloe Shen itu membelalakkan matanya. Ia tetap berusaha melawan dan menjauh, tetapi pria itu masih menahannya.

Malam itu, Chloe Shen tidak pernah menyangka bahwa pelariannya justru membawanya bertemu dengan seorang pria misterius yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Akibat efek obat tersebut pria yang tidak dikenal melampiaskan hasratnya pada gadis malang itu.

Chloe yang kesakitan hanya bisa menangis pasrah. Sementara pria tersebut melakukan aksinya dan mengabaikan tangisannya.

Keesokan harinya.

Pintu kamar terbuka. Seorang pria bersetelan rapi masuk dengan langkah cepat.

"Tuan Lu!" serunya melihat pria itu yang masih belum sepenuhnya sadar.

Beberapa saat kemudian, pria itu perlahan membuka matanya. Ia mengerutkan kening lalu bangkit duduk di ranjang.

Tatapannya langsung mencari ke sekeliling kamar.

"Dia sudah pergi..." gumamnya saat menyadari gadis itu tidak ada lagi di sana.

"Siapa dia?" tanya asistennya, Jack.

Ia terdiam sejenak, mengingat kejadian malam tadi. "Seorang gadis yang bersamaku semalam. Periksa CCTV hotel dan cari tahu semua latar belakangnya," perintahnya dingin.

Jack terlihat ragu.

"Tapi, bagaimana jika dia adalah orang yang dikirim musuh kita untuk menjebak Anda?"

"Cari tahu dulu kebenarannya."

Ia menarik selimut dari tubuhnya lalu berdiri.

"Jika dia memang bagian dari rencana mereka, aku tidak akan melepaskannya. Tapi jika dia tidak terlibat... aku akan bertanggung jawab."

Saat ia merapikan pakaiannya, matanya menangkap sesuatu di sisi ranjang.

Ada sebuah bercak darah kecil di sana.

Ekspresinya langsung berubah serius.

"Ternyata dia masih perawan, kelihatannya aku salah paham padanya," ucapnya.

Jack menghampiri ranjang dan melihat sesuatu yang terjatuh di lantai.

Ia membungkuk lalu mengambil sebuah kalung kecil.

"Tuan Lu, sepertinya kalung ini milik gadis itu," ujar Jack sambil menyerahkannya kepada atasannya.

Pria itu menerima kalung tersebut. Ia membuka liontin kecil yang tergantung di sana.

Di dalamnya terdapat sebuah foto.

Foto seorang gadis muda dengan senyum cerah yang terlihat penuh kebahagiaan.

"Chloe Shen...aku akan menemukanmu."

***

Mansion Keluarga Shen.

Chloe yang baru kembali ke rumah langsung menerima tamparan keras dari ayahnya.

Plak!

"Kurang ajar! Berani sekali kau kabur dari pertemuan semalam!" bentak pria paruh baya itu. Dialah Mike Shen, ayah kandung Chloe.

Di sampingnya, ibu tiri Chloe dan putrinya, Rinny Shen, saling bertukar pandang dengan senyum puas.

Chloe mengangkat wajahnya perlahan. Bekas tamparan itu masih terasa perih.

"Pa, Papa menjual putri Papa sendiri kepada pria lain. Apa Papa tidak merasa bersalah?" tanyanya dengan mata memerah.

"Perusahaan kita sedang membutuhkan dana. Hanya satu malam saja, kenapa kau tidak mau berkorban demi keluarga ini?" bentak Mike. "Lalu, apa gunanya aku membesarkanmu selama ini?"

Chloe tertawa pahit.

"Dia juga putri Papa." Chloe menunjuk ke arah Rinny. "Kenapa selalu aku yang dijadikan korban? Masalah perusahaan tidak ada hubungannya denganku."

Sebelum Mike sempat menjawab, Rinny melangkah maju.

"Pa, sebenarnya sejak awal aku sudah bilang, biar aku saja yang berkorban. Papa sudah membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Sudah seharusnya aku membalas budi Papa."

Mike menatap Rinna dengan penuh kebanggaan.

"Lihat adikmu! Dia jauh lebih mengerti daripada dirimu. Tidak sepertimu yang hanya tahu melawan."

Mendengar pujian itu, sudut bibir Rinny terangkat tipis.

Saat itulah ibu tiri Chloe, Linda Mu. berpura-pura menyeka air matanya.

"Mike, sudah kuduga Chloe masih menyimpan dendam kepada kami berdua. Karena itulah dia tidak pernah mau membantu keluarga ini." Suaranya terdengar lirih. "Kalau kehadiran kami hanya membuatnya membenci keluarga ini, lebih baik aku dan Rinna pergi dari rumah ini."

"Linda, jangan sedih. Selama aku masih hidup, tidak ada seorang pun yang bisa mengusirmu dari rumah ini," ujar Mike sambil menepuk bahu istrinya.

Tatapannya kemudian beralih kepada Chloe.

"Chloe, kenapa kau selalu membuat mereka menangis? Apa kau masih belum puas?" bentaknya.

Chloe tertawa getir.

"Pa, mereka baru menangis sebentar saja, Papa sudah tidak tega. Lalu bagaimana denganku?" Air matanya mulai menggenang. "Papa tega menjualku kepada pria lain. Apa aku bukan putri Papa?"

Mike terdiam sesaat, tetapi wajahnya tetap dingin.

Saat itulah Rinny tanpa sengaja melihat bekas kemerahan di leher Chloe.

Matanya langsung berbinar.

"Kak, itu... apa yang ada di lehermu?" tanyanya dengan suara dibuat-buat terkejut.

Semua orang sontak menoleh ke arah leher Chloe.

Chloe panik dan buru-buru menutupi lehernya dengan tangan.

Rinny tersenyum tipis sebelum kembali bersandiwara.

"Kakak, semalam sebenarnya kau bersama pria mana?" tanyanya. "Bukankah Kakak menolak saat Papa memintamu membantu keluarga? Kenapa sekarang justru menyerahkan diri kepada pria lain?"

Ucapan itu membuat wajah Mike berubah murka.

"Kurang ajar!"

Plak!

Sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi Chloe hingga tubuhnya terhuyung.

"Kau benar-benar mempermalukan keluarga Shen!" bentak Mike dengan mata dipenuhi amarah.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 56

    Malam itu, Chloe yang sedang tertidur tiba-tiba mengalami mimpi buruk.Dalam mimpinya, ia kembali berada di sebuah klinik kecil yang gelap. Tubuhnya terbaring lemah di atas meja operasi, sementara seorang dokter dan perawat sedang melakukan operasi caesar terhadap dirinya.Kesadarannya hampir menghilang, tetapi di tengah rasa sakit yang samar, Chloe mendengar suara tangisan bayi.Tangisan itu terdengar semakin jelas.Chloe berusaha membuka matanya, tetapi tubuhnya tidak mampu bergerak.Lalu terdengar tangisan lainnya.Seolah-olah ada dua bayi yang menangis secara bersamaan.“Anakku...” ucap Chloe tanpa sadar.Tangisan bayi dalam mimpinya semakin keras. Chloe melihat dua sosok yang samar di kejauhan. Linda dan Rinny masing-masing terlihat sedang menggendong seorang bayi.“Kembalikan anak-anakku!” teriak Chloe.Di dunia nyata, tubuh Chloe mulai gelisah. Tangannya meremas sprei, sementara keringat m

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 55

    Setelah Chloe dan Vincent meninggalkan kantor polisi, Mike dan Linda masih berdiri dengan wajah cemas. Keduanya kemudian menoleh kepada polisi yang menangani kasus Rinny.“Detektif, sebenarnya hukuman apa yang akan diterima putri saya?” tanya Mike dengan suara khawatir.Polisi itu membuka berkas laporan yang berada di tangannya sebelum menjawab.“Rinny Shen telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penyerangan terhadap Nyonya Chloe Lu. Kami sudah memiliki bukti dan kesaksian yang cukup kuat,” jelas polisi tersebut.“Apakah dia akan langsung dipenjara?” tanya Linda panik.“Untuk saat ini, Rinny akan tetap ditahan selama proses hukum berlangsung. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, kasusnya akan dilimpahkan kepada jaksa dan kemudian diproses di pengadilan,” jawab polisi itu.Linda semakin pucat.“Lalu berapa lama hukuman yang mungkin diterimanya?” tanyanya.“Lama hukuman tidak bisa kami tentukan. Itu merupakan kewenangan hakim setelah mempertimbangkan seluruh bukti, ket

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 54

    “Tersangka sendiri yang melakukan penyerangan dan berhasil dihentikan oleh suami korban. Apakah ini masih dianggap jebakan?” ucap polisi itu dengan tegas.Mendengar penjelasan tersebut, Mike semakin cemas. Wajahnya terlihat pucat, bahkan tubuhnya mulai gemetar karena membayangkan kemungkinan buruk yang akan menimpa putrinya.“Apakah putri saya akan dipenjara?” tanyanya dengan suara bergetar.“Bukti dan saksi sudah lengkap, tentu saja. Hanya tinggal menunggu keputusan persidangan. Pihak korban juga melayangkan tuntutan seberat-beratnya untuk tersangka,” jawab polisi itu dengan tenang.Linda langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya dipenuhi kepanikan saat membayangkan Rinny harus mendekam di balik jeruji besi.“Tidak! Putriku tidak boleh ditahan. Dia masih muda dan harus mengejar masa depan!” kata Linda dengan suara penuh kecemasan.“Kalau begitu, ikut kami ke kantor polisi. Kami masih membutuhkan keterangan dari kalian sebagai pihak keluarga tersangka,” ujar polisi tersebut.M

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 53

    Rinny mencengkeram pisau di tangannya semakin erat. Melihat Vincent berdiri melindungi Chloe justru membuat emosinya semakin tidak terkendali.“Kenapa kau selalu melindunginya?!” teriak Rinny.Beberapa pengunjung mulai menjauh. Sebagian lainnya mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian tersebut.“Dia sudah menghancurkan keluargaku! Perusahaan kami bangkrut karena dia!” teriak Rinny dengan mata penuh kebencian.“Chloe adalah istriku. Tentu saja aku akan melindunginya,” jawab Vincent tegas.Chloe yang berdiri di samping Vincent kemudian menatap Rinny dengan tatapan dingin.“Rinny Shen, kau masih saja tidak berubah. Apa yang aku lakukan kepada kalian adalah balasan atas semua perbuatan kalian kepadaku,” kata Chloe.“Diam!” bentak Rinny. “Kau tidak berhak bicara di depanku!”Rinny menatap Chloe dengan mata penuh iri dan kebencian.“Kenapa aku harus sela

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 52

    Saat Vincent dan Chloe keluar dari mansion, di seberang jalan terlihat sebuah mobil hitam terparkir. Di balik kemudinya, Rinny sedang menunggu kesempatan untuk membalas dendam.Tatapannya tajam mengarah kepada Vincent dan Chloe yang baru saja masuk ke dalam mobil.“Chloe, aku akan membunuhmu. Semua perbuatanmu akan aku tagih hari ini juga. Aku tidak sudi hidup miskin. Perusahaan bangkrut, semuanya karena ulahmu!” gumam Rinny penuh kebencian.Tangannya mencengkeram kemudi dengan erat.Begitu mobil Vincent mulai bergerak, Rinny segera menyalakan mesin dan mengikutinya dari belakang.Tidak lama kemudian, Vincent dan Chloe tiba di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang.Setelah turun dari mobil, mereka berjalan berdampingan memasuki area pusat perbelanjaan.Chloe kemudian mengajak Vincent menuju bagian yang menjual ikan segar.“Bryan sangat suka makan ikan,” kata Vincent sambil melihat berbagai ikan yang dipajang.“Dia ingin makan ikan bakar. Nick juga sama. Aku ingin membe

  • Anak Sang Konglomerat Yang Hilang   Chapter 51

    “Chloe, maaf kalau aku berpikir seperti ini, tapi aku serius tentang hubungan kita. Bagiku, pernikahan bukan hanya tentang anak-anak, tetapi juga tentang kita. Aku berharap pendapatmu sama denganku,” ucap Vincent sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.Chloe terdiam mendengar perkataan itu. Tatapannya tampak ragu, seolah tidak tahu harus menjawab apa.Beberapa detik kemudian, dia perlahan menepis tangan Vincent.Tanpa mengatakan apa pun, Chloe berbalik dan masuk ke kamarnya. Dia segera menutup pintu di belakangnya.Chloe berdiri bersandar di balik pintu sambil terdiam. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.Perkataan Vincent terus terngiang-ngiang di kepalanya.“Baginya, pernikahan ini bukan hanya demi anak-anak... tapi juga demi kita.”Chloe memejamkan mata sejenak, berusaha menenangkan pikirannya.Sementara itu, Vincent masih berdiri di depan pintu kamar Chloe. Dia tidak mengetuk ataupun me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status