Anakku Bermain dengan Siapa?

Anakku Bermain dengan Siapa?

last updateÚltima actualización : 2022-07-07
Por:  Rahma LaEn curso
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
No hay suficientes calificaciones
31Capítulos
5.2Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Sinopsis

Setelah meninggalnya anakku, ada misteri di balik semuanya. Aku dihantui oleh sosok hitam. Mungkinkah anakku masih hidup? Atau dia sudah tiada? ***

Ver más

Capítulo 1

Ketukan di Kamar Anakku

"Kasihan, ya. Mayatnya sampai gak berbentuk kayak gitu. Serem lihatnya."

Terdengar bisikan tetangga. Bukan satu kali lagi aku dengar. Sudah banyak. Itu bukan bisikan, tapi terang-terangan.

Aku masih terisak, membiarkan Mas Dion—suamiku menerima tamu. 

Meskipun sudah selesai pemakaman, tapi rasa sesak itu masih ada. Aku mengusap pipi. Menatap ke arah lain. 

"Via, ayo ke kamar. Udah sore. Tamu juga udah pulang semua."

Aku menatap Mas Dion. Dia tersenyum padaku. Tidak ada rasa sedih di matanya. Ah, atau dia hanya berpura-pura di hadapanku?

"Tapi Kia gimana, Mas? Dia sendirian di sana."

Mas Dion memelukku. "Kia udah bahagia di sana, Sayang. Sudah, ya. Jangan terlalu dipikirin, nanti kamu sakit."

Benar kata Mas Dion. Masih ada Tifa—anak keduaku yang butuh kasih sayang. Ah, aku tidak bisa terlalu terlarut dalam kesedihan. 

"Mas ke rumah sakit sebentar, ya. Jenguk Mama dulu. Kamu jangan kemana-mana, Sayang. Sama Tifa aja di rumah."

Aku menganggukkan kepala. Mengantar Mas Dion ke depan. 

"Jangan pulang malam-malam, Mas."

"Mbak, itu mobilannya!" 

Langkahku terhenti ketika mendengar teriakan Tifa. Dia sedang bermain sendirian di ruang keluarga tadi. 

Saat membuka pintu kamar, bau tidak sedap tercium. Aku menutup hidung. Tifa sedang bermain sendirian. 

Namun, tadi jelas sekali Tifa sedang mengobrol. 

Aku mengangkat bahu. Mungkin, itu hanya halusinasiku tadi. 

"Tifa, Mama ambilin makan malam dulu, ya."

Anak pertamaku meninggal secara tiba-tiba. Dia ditabrak mobil di jalan dekat rumah Mama Mas Dion. 

Tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya. Tabrak lari. Mobil yang menabrak masih dalam pencarian polisi. 

"Mama."

Jantungku berdetak kencang. Terdengar bisikan dari belakang. 

Aku menoleh, tidak ada siapa-siapa. Namun, ada bayangan hitam lewat. 

"Tifa? Nak?" 

Bukan Tifa. Tifa tidak mungkin keluar dari ruang keluarga, kalau tidak aku suruh. 

Aku menelan ludah, buru-buru mengambil piring makan Tifa, kemudian berjalan ke ruang keluarga. 

"Itu jatuh, Kak. Pelan-pelan."

Tifa sedang berbicara dengan seseorang. Aku membuka pintu sedikit. Memperhatikan dari jauh.

"Gini aja. Maka nya, Kakak bawa mainan."

"Kamu bicara sama siapa, Tifa?"

Anakku yang berusia enam tahun itu menoleh. Dia tampak kebingungan. 

"Sama Kak Kia, Ma. Mama gak lihat?" 

Astaghfirullah. Aku mengelus dada. Langsung berjalan cepat ke Tifa. 

"Sayang, Kak Kia udah meninggal. Tifa jangan bilang kayak gitu lagi, ya."

Mataku mulai berkaca-kaca. 

"Tapi tadi Tifa main bareng Kak Kia, Ma."

Tanpa bicara apa pun lagi, aku menyuapi Tifa. Mungkin, Tifa sedang berhalusinasi. 

Selesai makan, aku mengajak Tifa tidur. Kemudian menonton televisi di ruang keluarga. 

Terdengar bunyi ketukan pintu di depan. Mungkin, itu Mas Dion. 

Aku beranjak, melirik jam sebentar. Setengah dua belas malam. 

Pintu berderit. Aku diam sejenak. Tidak ada siapa-siapa di sini. Lalu siapa yang mengetuk pintu?

Saat masuk kembali, terdengar ketukan lagi. Namun, bukan dari pintu utama. Dari kamar Kia. 

Jantungku berdegup kencang. Aku mengusap leher yang berkeringat. Menelan ludah. 

"Mama." 

Terdengar bisikan pelan. Suara itu membuatku merinding. 

Tanganku terangkat. Membuka pintu kamar Kia. 

Dalam hitungan ketiga, aku akan membuka pintu kamar. Aku menghela napas pelan, berusaha menenangkan diri sendiri. 

Satu. 

Dua. 

Tiga.

Mataku membulat. Kakiku mendadak lemas. Tanganku benar-benar dingin.

"Aaa—"

***

Jangan lupa like sana komen, yaa.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
31 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status