Share

Dikurung

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-07-31 10:15:20

"Lepaskan aku! Lepaskan aku!"

Susan terus memberontak saat dua anak buah Arman memegangi lengannya di kanan dan di kiri. Mereka menyeret Susan keluar dari kamar dan turun ke bawah.

"Tolong! Ayah! Jangan lakukan ini padaku!" teriak Susan lagi.

Setelah Susan dibaringkan di ranjang oleh Luki tadi, Susan masih terus berakting kesakitan. Bahkan ia sempat memberi kode pada Hilda dan setelah ibunya itu pergi, Susan masih tetap berakting.

Pelayan pun datang memberinya air hangat. Luki sempat ingin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ujian Rumah Tangga

    Elisa tidak bisa tidur lagi malam itu. Bahkan setelah suaminya pulang, ia makin tidak bisa tidur. Air matanya tidak mau berhenti mengalir walaupun Leo sudah menjelaskan semuanya dengan jujur. Leo yang melihat istrinya tidur memunggunginya sambil menangis pun merasa bersalah. Ini yang ia takutkan, membuat istrinya bersedih. Lebih baik Elisa marah, lebih baik Elisa berteriak dan menamparnya, tapi yang ada, istrinya itu malah diam. "Sayang, aku tahu kau belum tidur." Leo mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, tapi air mata Elisa mengalir makin deras. "Elisa, Sayang, maafkan aku karena ada kejadian seperti ini. Tapi aku bersumpah aku tidak merasa melakukan apa pun dengannya. Bahkan di saat seperti itu, hanya kau yang ada di pikiranku. Maafkan aku, Sayang." Leo mencium mesra bahu Elisa, tapi Elisa tetap diam dan memejamkan matanya. Ia tidak tidur, tapi juga tidak membuka matanya dan tidak bicara. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak tahu harus berkata apa. Bahkan Elisa ak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pengakuan

    "Dia sama sekali bukan pria yang mudah, Velia! Sama sekali bukan pria yang mudah!" seru Rosie begitu Leo dan timnya sudah keluar dari sana. "Aku sudah bilang sejak awal kalau ini salah kan? Tapi kalian tidak mau mendengarkan aku!" omel Terry. Velia yang masih berjalan mondar-mandir pun makin marah. "Diam! Diam semuanya! Jangan membuatku makin pusing!" bentaknya. Rosie dan Terry pun terdiam dengan napas yang masih tersengal. "Baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Velia?" "Aku tidak tahu, Rosie! Aku tidak tahu! Berhenti bertanya dan berhenti bicara! Aku makin pusing! Sial! Yang pasti aku tidak melangkah sejauh ini untuk membiarkannya begitu saja, tapi aku juga takut untuk melangkah lebih jauh! Siallll!!!"Velia masih ketakutan dan ia tidak bisa berpikir apa pun. Ia pun memastikan Heri tidak bicara dan menyuruhnya keluar saja dari hotel. Tentu saja Velia memberinya banyak uang sebagai ganti gajinya selama satu tahun. Sedangkan Leo yang seharusnya pulang besok, malah ak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ketegasan

    Elisa mimpi buruk malam itu. Dalam mimpinya, ia melihat Velia menggandeng tangan Leo pergi sampai Elisa terus menjerit. "Jangan pergi, Leo! Jangan pergi!" Elisa pun terbangun dengan kaget dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya. "Ya ampun, aku hanya bermimpi. Ah, dadaku kencang sekali." Tepat saat itu, Alden merengek pelan. Elisa pun langsung mengangkatnya dan menyusuinya. Untung saja Alden minum susu dengan tenang dan rakus sampai kedua dada Elisa yang tadinya kencang mulai terasa lega. Namun, ingatan akan mimpi tadi masih menghantuinya. "Mimpi apa itu? Pasti karena aku terlalu banyak memikirkan Leo dan Velia tadi. Bisa-bisanya Velia muncul di mimpiku. Tapi jam berapa ini?" Elisa meraih ponsel untuk melihat jam dan jam masih menunjukkan jam tiga subuh, tapi ada pesan yang dibalas oleh Leo sekitar lima menit yang lalu. "Maafkan aku, Sayang, aku tertidur tadi. Aku akan meneleponmu saat kau bangun nanti." Elisa langsung tersenyum sumringah. "Lima men

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aman

    "Ini CCTV di ballroom, Pak." Manager hotel dan petugas CCTV membantu Leo memeriksa CCTV. Mereka melihat semua alurnya sejak Leo masuk ke ballroom, tapi tidak ditemukan keanehan sama sekali. Posisi saat Velia memanggil Heri dan memberikan obat tidak terdeteksi di CCTV sehingga Leo tidak menemukan bukti apa pun. "Itu pelayan yang memberikan aku minum." "Dia memang pelayan di sini, sudah bekerja sekitar setengah tahun, tidak pernah ada masalah dengannya, Pak." "Dia juga pelayan yang membantuku naik ke kamar. Sekarang coba cek CCTV di depan kamarku." Petugas menunjukkan CCTV di depan kamar Leo, tapi CCTV-nya mati. Rosie sendiri tadi dibantu oleh orang dalam untuk mematikan CCTV dan itu dilakukan di luar pengawasan petugas CCTV."Maaf, Pak, aku belum tahu apa kesalahannya, tapi kebetulan CCTV sedang mati di lorong itu. Memang ada beberapa CCTV di lorong yang mati dan sedang dilakukan perbaikan." Rusman menggeram. "Hal seperti ini harus dilakukan segera, jangan ditunda! Kita tidak pe

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tutup Mulut

    Untuk sesaat, suasana masih hening sejenak saat Leo dan Velia bertatapan. Keduanya sama-sama tidak gentar. Namun, Leo lebih yakin pada dirinya, bukan pada cerita Velia. Leo pun segera mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di bawah lantai. Bahkan ia tidak perlu repot memakai bajunya dulu, tapi langsung meraih teleponnya dulu. Tatapan Leo sempat goyah melihat nama Elisa yang meneleponnya beberapa kali dan mengirim pesan. Leo membacanya dulu. Elisa mengirim foto anak mereka yang membuat tatapan Leo menghangat. "Anak kita sudah tidur sangat nyenyak, tapi aku masih belum tidur. Aku menunggu teleponmu, Leo." Leo mengepalkan tangannya geram, marah pada dirinya yang tidak jadi menelepon istrinya karena sedang dalam pengaruh obat tadi. "Sial!" geram Leo lagi, sebelum ia menelepon seseorang. Telepon itu tidak langsung diangkat karena sekarang sudah tengah malam, butuh waktu sebelum akhirnya teleponnya diangkat. "Halo, selamat malam, dengan Pak Rusman?" sapa Leo di teleponnya. "Maaf

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ikatan Seumur Hidup

    Velia benar-benar mengira rencananya akan berjalan sempurna. Saat Leo tidur, Velia akan merangsangnya, membuatnya bangun, dan setelah itu, Velia akan dengan mudah menyatukan dirinya dengan Leo. Namun, di luar dugaan, Leo malah bangun dan membuat Velia merasa seperti maling yang ketahuan saat ini. Bahkan Velia masih dalam pose memanjat tubuh pria itu, belum sepenuhnya duduk di atasnya. Pose yang sangat aneh dan membuatnya malu. Apalagi saat Leo mendadak bangkit berdiri dan membuat Velia terjungkal kembali ke ranjang. Velia terjungkal dengan gaya yang tidak indah. Ia sudah telanjang bulat dan kakinya terbuka. Sudah pasti miliknya di bawah sana terlihat jelas, itu pun kalau Leo melihatnya. Namun, sialnya, Leo tidak melihat apa pun karena ia sudah terlalu sibuk meraih handuknya dan melilitnya lagi ke pinggangnya. Leo pun langsung menatap Velia dengan tatapan penuh amarah. "Aku tanya sekali lagi apa yang kau lakukan di ranjangku, Velia?" bentak Leo sambil melotot marah. Leo juga tida

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status