Compartir

Fitnah

Autor: Mommykai22
last update Fecha de publicación: 2026-06-21 23:04:21

"Apa? Untuk apa cutter itu, Susan?" Elisa berdebar.

"Untuk membalaskan semua sakit hatiku sekaligus memberimu pelajaran! Jangan pernah mencari masalah denganku karena aku akan selalu menang darimu!"

Setelah mengatakannya, Susan langsung mengarahkan cutter itu ke wajah Monella sampai Elisa memekik kaget.

"Akhh, apa yang kau lakukan, Susan? Jangan merusak lukisanku!"

Susan berhenti dan menoleh. "Kau takut? Ke mana Elisa yang berani barusan? Kau bahkan menghinaku, tapi sekarang kau takut padak
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Fitnah

    "Apa? Untuk apa cutter itu, Susan?" Elisa berdebar. "Untuk membalaskan semua sakit hatiku sekaligus memberimu pelajaran! Jangan pernah mencari masalah denganku karena aku akan selalu menang darimu!" Setelah mengatakannya, Susan langsung mengarahkan cutter itu ke wajah Monella sampai Elisa memekik kaget. "Akhh, apa yang kau lakukan, Susan? Jangan merusak lukisanku!" Susan berhenti dan menoleh. "Kau takut? Ke mana Elisa yang berani barusan? Kau bahkan menghinaku, tapi sekarang kau takut padaku kan?" "Ini di antara kita, Susan! Mengapa kau harus merusak lukisan ibuku?" "Karena kau menyayanginya! Semakin kau menyayanginya, semakin aku ingin merusaknya! Kau berhutang banyak padaku, Elisa! Bahkan kau tidak mengembalikan kalungku! Itu milikku! Kak Eddy memberikannya untukku!" Elisa menggeleng. "Kalau kau memang mau kalung itu, aku akan mengembalikannya! Aku juga tidak menginginkannya, tapi jauhkan cutter itu, Susan!" "Aku ingin kalungku kembali ...." "Baik! Kalungmu akan kembali!"

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Benda Tajam

    "Aku sudah membawanya pulang, Grandpa. Tenang saja!" Eddy langsung menelpon Darmawan begitu mobil mereka melaju pergi. Seperti biasa, ia cari muka pada Darmawan. Elisa yang mendengarnya sampai tertawa kesal. "Bagus, Eddy! Bawa dia pulang dan jangan biarkan dia pergi lagi!" Suara Darmawan terdengar. "Aku mengerti, Grandpa." Eddy pun menutup teleponnya dan melirik kaca spionnya, melirik Elisa yang duduk di jok belakang. "Kau dengar kan, Elisa? Jangan pergi lagi dan membuat semua orang cemas seperti ini!" Lagi-lagi Elisa tertawa kesal. "Memangnya kau cemas padaku? Atau cemas karena takut didepak Grandpa kalau tidak menemukan aku?" Eddy meradang. "Apa pun itu, kau istriku, tentu saja aku harus membawamu pulang! Dan satu lagi, jangan bicara yang macam-macam di depan Grandpa, apalagi tentang perceraian karena aku tidak akan pernah mau bercerai darimu, Elisa!" Elisa membuang muka, ia makin tidak nyaman dan otaknya berpikir keras. Ia harus membuat posisi Eddy sangat buruk di depan Dar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Akan Merebutnya Kembali

    Jantung Elisa memacu tidak terkendali. Seharusnya Leo yang berada di depan pintu, tapi malah pria yang tidak ingin ia lihat. Eddy ....Ya, pria di depan pintunya saat ini adalah Eddy suaminya dan Fabian, sahabat setianya. "Eddy? Kau ... bagaimana kau bisa di sini? Apa yang kau lakukan di sini?" Ekspresi Eddy terlihat sangat lega begitu menemukan Elisa, tapi bukan, bukan lega yang cemas, melainkan lega karena terlalu lelah dan kesal. "Akhirnya aku menemukanmu juga, Elisa! Kau tahu aku mencarimu seperti orang gila, hah?" Eddy langsung menghambur masuk, tapi sebelum pria itu sempat masuk, Elisa buru-buru menutup pintunya."Jangan tutup, Elisa!" seru Eddy yang sudah memasukkan satu kakinya dan menahan pintunya agar tidak tertutup. "Pergi, Eddy! Pergi!" "Tidak akan! Bantu aku, Fabian!" Elisa berusaha keras mendorong pintunya menutup, tapi Fabian membantu Eddy membuka pintunya. Dan kekuatan dua pria sama sekali bukan tandingan Elisa. "Akhh!" pekik Elisa saat akhirnya ia terdorong m

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria di Pintunya

    "Apa? Bagaimana Elisa bisa tidak pulang, hah? Ke mana dia? Dan bagaimana kau sebagai suaminya masih bisa duduk santai di sini tanpa istrimu?"Darmawan menggebrak mejanya pagi itu saat mendapati Elisa tidak ada waktu sarapan. Eddy gugup dan mencari alasan, tapi Darmawan malah makin marah."Elisa itu sedang hamil muda dan baru saja menghadapi gosip yang begitu besar. Grandpa tidak mau dia bicara macam-macam di luar sana atau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada kandungannya! Apa pun yang terjadi, bawa dia pulang, Eddy!" bentak Darmawan lagi yang membuat Eddy makin frustasi."Maafkan aku, Grandpa! Aku ... aku akan membawanya pulang!"Eddy sampai tidak melanjutkan sarapannya dan memilih keluar, lalu segera menelpon Fabian."Fabian, bantu aku mencari Elisa! Leo sialan itu! Brengsek! Temukan mereka, Fabian!" geram Eddy lagi frustasi.Tanpa ia ketahui, Elisa dan Leo masih menikmati momen berdua. H

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menyukaimu Apa Adanya

    Cahaya menyusup melalui celah jendela, membuat Elisa mengernyit dalam tidurnya yang sangat berkualitas. Setiap bersama Leo, tidurnya selalu berkualitas.Elisa pun perlahan membuka matanya dan ia mendapati dirinya ada di pelukan kokoh sang asisten. Lengan kekar Leo melingkar bahunya, membuat Elisa salah tingkah. Ditambah dada pria itu menempel ke punggung Elisa.Untuk sesaat, Elisa pun terdiam merasakan kehangatan menyenangkan ini, ia tersenyum. Namun, senyumnya sedikit menghilang saat ia sadar kalau ia sedang berselingkuh. Ya, walaupun sudah bertekad menceraikan Eddy, nyatanya status mereka masih suami istri.Elisa menikmati perselingkuhannya walau masih tetap ada rasa yang meraung-raung di hatinya.Jantung Elisa berdebar lagi, ia pun perlahan ingin membuka pelukan Leo, tapi malah berakhir membangunkan pria itu."Selamat pagi, kau sudah bangun?" Suara Leo terdengar tepat di telinga Elisa, berat dan membuatnya meremang.

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bercinta Denganmu

    "Apa? Elisa belum pulang juga?"Eddy menggeram saat pelayan memberitahu kalau Elisa tidak pulang ke rumah keluarga Wijaya. Eddy pun mencari Elisa ke rumah mereka, tapi Elisa juga tidak ada di sana."Sial! Ke mana lagi dia? Mengapa Elisa tidak bisa berhenti membuat masalah!" geram Eddy.Eddy kembali mencoba menelepon ponsel Elisa yang tidak pernah aktif."Bahkan mau mengancam dan menyuruhnya pulang saja tidak bisa karena ponselnya tidak aktif!"Eddy mengembuskan napas kesal yang penuh amarah. "Pergi ke mana dia? Bersama siapa? Apa jangan-jangan dia pergi bersama Leo?" tebak Eddy dengan sangat akurat karena saat ini Elisa dan Leo masih saling berhadapan dengan atmosfer yang sangat panas. Leo masih membungkuk di depan Elisa sambil menurunkan rok Elisa. Napas Elisa sendiri tertahan menatap Leo yang berada dalam posisi mendebarkan.Leo menelan salivanya saat rok span Elisa akhirnya turun. Elisa be

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status