Share

Asmara Terlarang di Kereta Api
Asmara Terlarang di Kereta Api
Author: Liam

Bab 1

Author: Liam
Namaku Jessy, seorang eksekutif perusahaan.

Di mata orang lain, aku adalah sosok yang dingin namun memikat dengan tinggi badan 170 cm serta lekuk tubuh yang menggoda dan sangat seksi.

Namun, yang mereka tidak tahu adalah sejak kecil gairah seksualku memang sangat kuat.

Setiap kali melihat laki-laki yang tinggi dan gagah, atau sekadar mencium aroma tubuh mereka, bagian bawahku secara otomatis akan mulai basah.

Setelah menikah selama setengah tahun dengan suamiku, setiap kali kami selesai berhubungan intim di malam hari, sprei ranjang pasti akan basah kuyup di mana-mana.

Suamiku memujiku sebagai wanita yang terbuat dari air karena cairan itu terus mengalir tanpa bisa dihentikan.

Suamiku adalah seorang dokter yang sangat sibuk. Terkadang saat sampai di rumah dia sudah sangat lelah hingga langsung tertidur.

Kami sudah lebih dari setengah bulan tidak melakukannya.

Setiap larut malam, keinginan di dalam diriku selalu naik. Rasanya seperti ada ribuan semut merayap di bawah sana, gatalnya membuatku sulit menahan hasratku sendiri ....

Setiap kalinya aku hanya bisa menonton video porno sendirian di tengah malam untuk melampiaskan rasa sepi.

Beberapa malam yang lalu, setelah mandi aku berganti pakaian dengan gaun tidur renda yang tipis karena ingin suamiku memanjakanku.

Namun, saat aku keluar dari kamar mandi, dia ternyata sudah tertidur.

Aku tidak menyerah begitu saja dan memeluknya dari belakang, melilitkan kedua kakiku dengan erat di pinggangnya sambil menggesekkan dadaku yang berisi dengan lembut.

"Sayang, aku mau ...."

Bagian bawahku sudah sangat basah, tapi suamiku justru mengernyitkan dahi sambil berkata, "Sayang, aku capek banget hari ini. Besok harus bangun pagi banget, lain kali aja ya."

"Nggak ah, aku udah nggak kuat ...."

Aku masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi suamiku sudah kembali mendengkur.

Tanpa kehidupan seks di malam hari, aku merasa hubungan suami istri kami menjadi makin dingin. Itu membuatku merasa sedih.

Sahabatku yang mendengar cerita ini kemudian memberiku sebuah saran.

"Kalian itu kurang suasana baru. Aku sama suamiku tiap beberapa waktu selalu pergi jalan-jalan, ganti suasana biar enak."

"Kebetulan nanti libur, aku sudah pesan penginapan di pantai. Kita pergi bareng, yuk."

Aku agak ragu karena pekerjaan suamiku sangat sibuk dan dia jarang sekali punya kesempatan untuk jalan-jalan ke luar kota.

Aku mencoba menanyakannya secara perlahan dan di luar dugaan dia justru setuju.

Suamiku memelukku dengan rasa bersalah lalu berkata, "Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk. Kamu jadi banyak menahan."

Mataku berkaca-kaca. Aku menggeleng pelan. Sejak kuliah sampai menikah, aku tidak pernah menyalahkannya hanya karena hal seperti ini.

Sehari sebelum keberangkatan, sahabatku dengan gaya misterius memberiku sebuah kantong yang isinya ternyata adalah baju renang hitam yang sangat terbuka!

"Ini aku pilih khusus buat kamu. Nanti kalau sampai pantai kamu pakai ini, dijamin suami kamu nggak bakal bisa lepas dari kamu."

Aku merasa malu. Meski tubuhku memang istimewa dan hasratku kuat, prinsipku sebenarnya sangat kolot.

Suamiku adalah laki-laki pertamaku dan juga satu-satunya bagiku.

Aku juga tidak pernah membeli baju renang yang seseksi ini.

Sahabatku adalah tipe yang pikirannya terbuka, pria di sekitarnya tidak pernah sedikit, dan kata-katanya memberiku pencerahan.

Mungkin karena aku terlalu membosankan, suamiku jadi tidak ingin menyentuhku. Lagi pula, ini hanya baju renang.

Aku berpikir sejenak, lalu memutuskan memasukkannya ke dalam koper.

Pada hari pertama, kami sepakat untuk berkumpul pada malam hari di kereta.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Asmara Terlarang di Kereta Api   Bab 5

    Yoga melihatku tidak menghentikan tindakannya, wajahnya pun tampak sangat gembira. Dia segera menggendongku kembali ke kamar.Seperti serigala lapar menerkam mangsa, dia menekanku keras ke ranjang.Kedua tangannya merobek pakaianku dengan kasar, terus menarikku agar melekat rapat padanya.Sepanjang malam itu, aku merasa seperti perahu kecil di tengah lautan. Aku terus terombang-ambing sambil berpegangan erat pada tubuh Yoga.Hasrat yang sudah lama terpendam akhirnya terpuaskan. Dahaga di padang pasir telah diselamatkan oleh hujan. Yoga memang sekuat yang kubayangkan.Suamiku memiliki tubuh yang agak kurus. Dia tidak terlalu antusias dengan urusan ranjang. Setiap kali di tempat tidur, dia hanya melakukannya sekadarnya saja.Setelah setengah tahun menjalani semuanya, gairahnya sudah jauh berkurang.Yoga-lah yang membuatku kembali merasakan puncak kenikmatan.Setelah satu malam gila, akhirnya aku kelelahan dan langsung tertidur pulas.Saat aku membuka mata kembali, hari sudah berganti eso

  • Asmara Terlarang di Kereta Api   Bab 4

    Aku dan sahabatku berjalan menyusuri pantai. Tatapan orang-orang di sekitar langsung tertuju pada kami berdua.Terutama para laki-laki. Mereka memandangi seluruh tubuhku dengan berani. Seolah sedetik kemudian mereka akan menerjangku. Gairah yang terang-terangan itu membuatku takut sekaligus berdebar ....Tatapan pria-pria itu seperti pemicu bagiku, membuat tubuhku ikut bereaksi.Kami sampai di titik pertemuan. Ternyata suamiku sudah tidak sabar dan sudah turun untuk berenang.Hanya Yoga yang masih berbaring di kursi pantai sambil berjemur.Aku dan Anita datang menghampirinya. Aku pun merasakan tatapan Yoga tertuju padaku, seperti pria lain, matanya penuh dengan rasa takjub dan gairah.Sahabatku tidak memperhatikan tatapan Yoga. Dia sudah sangat lama ingin ke pantai, jadi begitu sampai, dia segera melepas sepatu dan lari ke laut untuk berenang.Seketika, di area itu hanya tersisa aku dan Yoga berduaan saja.Aku tidak terlalu pandai berenang. Aku tidak berniat turun ke laut, jadi aku dud

  • Asmara Terlarang di Kereta Api   Bab 3

    Bagian bawahku terasa panas. Tanpa sadar aku ingin merapatkan kedua kakiku dengan erat.Tiba-tiba lutut Yoga menekuk. Dia mengganjal gerakanku agar kakiku tetap terbuka.Yoga melihatku yang sedang kehilangan kesadaran. Dia langsung menyibak selimutku, lalu seluruh tubuhnya yang panas menindihku dengan sangat kuat.Tangannya membuat gerakan melingkar di punggungku. Dia menunduk dan berbisik lembut di telingaku, "Kak Jessy, aku pelan ya. Jangan bersuara."Aku merasa panik. Aku memang menginginkan laki-laki, tapi suamiku ada di ranjang atas, sahabatku juga ada tepat di samping kami.Jika mereka bangun, semuanya tidak bisa disembunyikan lagi.Aku buru-buru mendorong lengannya. "Kamu ... kamu jangan macam-macam ... cepat bangun, kalau mereka bangun habis kita ....""Nggak apa-apa, aku pelan kok."Yoga sama sekali tidak berniat berhenti. Gerakan tangannya justru makin bertenaga."Jangan, nggak bisa ... terlalu kuat ... ah, nggak bisa ...."Awalnya aku ingin menghentikannya. Namun. tangan Yog

  • Asmara Terlarang di Kereta Api   Bab 2

    Kami berempat membeli satu gerbong kelas ranjang, aku dan sahabatku di ranjang bawah, dua pria di ranjang atas.Suamiku datang lebih dulu, sementara aku berangkat langsung dari kantor.Di jalan macet, sampai di stasiun sudah agak terlambat. Aku tidak sempat ganti baju dan buru-buru berlari kecil.Rok kerja yang kupakai sangat pendek hingga hanya menutupi paha dengan stoking jaring hitam di kaki, serta sepatu hak tinggi merah sepuluh senti yang membuatku memancarkan aura dewi yang menggoda.Sepanjang jalan, tatapan para laki-laki tak lepas dariku. Mereka memandangi lekuk tubuhku yang kencang dengan tatapan penuh gairah yang membuatku merasa tegang sekaligus bergairah.Aku tahu aku cantik dan merupakan wanita idaman para laki-laki. Setiap kali diperhatikan dengan tatapan membara seperti itu aku merasa sangat bersemangat.Di kepalaku bahkan muncul khayalan, seolah aku akan ditindih kasar oleh seorang pria, lalu telapak tangannya yang lebar menjelajah tubuhku ....Karena berjalan terlalu c

  • Asmara Terlarang di Kereta Api   Bab 1

    Namaku Jessy, seorang eksekutif perusahaan.Di mata orang lain, aku adalah sosok yang dingin namun memikat dengan tinggi badan 170 cm serta lekuk tubuh yang menggoda dan sangat seksi.Namun, yang mereka tidak tahu adalah sejak kecil gairah seksualku memang sangat kuat.Setiap kali melihat laki-laki yang tinggi dan gagah, atau sekadar mencium aroma tubuh mereka, bagian bawahku secara otomatis akan mulai basah.Setelah menikah selama setengah tahun dengan suamiku, setiap kali kami selesai berhubungan intim di malam hari, sprei ranjang pasti akan basah kuyup di mana-mana.Suamiku memujiku sebagai wanita yang terbuat dari air karena cairan itu terus mengalir tanpa bisa dihentikan.Suamiku adalah seorang dokter yang sangat sibuk. Terkadang saat sampai di rumah dia sudah sangat lelah hingga langsung tertidur.Kami sudah lebih dari setengah bulan tidak melakukannya.Setiap larut malam, keinginan di dalam diriku selalu naik. Rasanya seperti ada ribuan semut merayap di bawah sana, gatalnya memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status