LOGIN"พี่คิม อย่าแกล้งหนู" พริกหวานเอามือดันหน้าท้องแกร่งไว้ ก็เขานุ่งเพียงผ้าเช็ดตัวผืนบางๆ พันไว้ที่เอวสอบโชว์หน้าท้องซิกซ์แพ็ก อีกทั้งสัดส่วนของเขาดูกล้ามเนื้อแน่นสุขภาพดี ยิ่งมีน้ำเม็ดเล็กเกาะตามผิวกาย ยิ่งทำให้รูปร่างของเขาสัดส่วนสวยงามราวกับรูปปั้น "อึบ!" เธอกระดึ๊บตัวไปเหมือนตัวหนอนให้พ้นวงแขนแกร่ง จากนั้นเธอก็หยัดตัวนั่งชิดมุมโซฟา "ให้หนูเช็ดผมให้ไหมคะ" พริกหวานอาสา ที่เห็นเขาเอาแต่เสยผม ไม่ยอมเอาผ้าเช็ดผมให้แห้งสักที "เอาสิ" ว่าจบเขาหยัดตัวขึ้น พริกหวานมองงงๆ ว่าเขาจะลุกทำไม แต่แล้วเธอก็ร้องโวยวายเสียงหลง เมื่อเขาจะปลดผ้าเช็ดตัวออกจากเอวสอบ "พะ...พี่คิมทำอะไรคะ" พริกหวานถามเสียงสั่น เธอรีบยกมือใบหน้าแต่กางนิ้วออกกว้างตรงบริเวณดวงตา เมื่อเห็นเขาจะปลดผ้าออกจากเอวสอบ "อ้าว ก็ไหนหนูบอกว่าจะเช็ดผมให้พี่ไม่ใช่เหรอ" เขาทำท่าจะปลดปมผ้าออกจากเอวสอบด้วยสีหน้าเจ้าเล่ห์ "ยะ...อย่าถอดนะคะ หนูหัวใจจะวาย จริงๆ นะ" พริกหวานขยับตัวรีบเอามือไปจับมือสากไว้ด้วยมือที่สั่นระริก
View MoreHanya Aku Yang Tidak Diberi Seragam Oleh Keluarga Suamiku
**
[Bilang sama Riana, Ferdi. Kamu jadi suami kok lembek amat. Masa dia gak datang kemarin. Dua hari lagi Yumna menikah. Adek kandung kamu kawin. Jadi kamu bilangin sama bini kamu suruh datang.]
[Ia, jadi suami jangan takut sama istri. Apalagi pekerjaan kamu bagus. Gara-gara dia gak datang Ibu kemarin repot harus bayar orang lebih buat cuci piring. Ibu gak mau tahu kamu suruh dia datang dua hari lagi ke pesta pernikahan Yumna.]
[Setuju. Yumna juga kesal. Kan malu di acara lamaran juga gak datang. Mbak Riana di tanyai saudara tahu gak, Mas.]
Aku membaca satu persatu pesan-pesan yang mereka kirimkan ke grup wa. Sakit hatiku membacanya. Baru dua kali tak datang ke hajatan keluarga Mas Ferdi tapi aku udah di bicarakan seakan aku penjahat di keluarganya. Aku sengaja menyadap wa suamiku.
Percuma aku datang kalau gak dianggap. Mereka cuma butuh tenagaku saja. Sementara Mas Ferdi dan keluarganya gak pernah datang ke hajatan keluargaku sekalipun.
Waktu adekku Indri nikah dia gak mau datang. Waktu Kamil adik bungsuku di khitan dia juga gak mau datang. Pokoknya banyak acara keluargaku dia gak pernah mau datang.
Aku merasa malu sama beberapa tamu yang selalu bertanya padaku di mana suamiku. Kenapa dia gak datang?
Aku kemudian membaca pesan yang lain dari gawai Mas Ferdi. Ternyata dia masih sering berhubungan dengan mantannya. Felisha nama mantan suamiku. Membaca pesannya membuat hatiku sakit dan tercabik.
[Mas, kenapa ya kita gak jodoh. Pasti Riana bahagia hidup dengan kamu. Aku masih cinta sama kamu. Ternyata suamiku tidak sebaik kamu, Mas.]
[Ya mau bagaimana lagi. Kan kamu dulu yang ninggalin aku.]
[Aku menyesal, Mas. Aku kan udah berkali-kali minta maaf padamu. Tak sudikah kamu memaafkanku.]
[Aku butuh pembuktian bukan cuma maaf.]
[Pembuktian seperti apa yang kamu mau. Aku akan buktikan padamu.]
Nyeri rasanya dadaku membaca pesan-pesan mereka. Benar benar membuat aku sakit hati. Entah apa yang sudah di lakukannya pada mantan kekasihnya itu.
[Kamu pasti lagi tidur sama istri kamu?]
[Kenapa emang? Kamu juga lagi sama suami kamu, 'kan?]
[Enggaklah. Suamiku bikin kesal dia main gawai aja seharian. Dia pasti juga punya kekasih gelap.]
[Kalau aku lagi sama istri aku kamu cemburu gak?]
[Iyalah. Aku kan udah bilang kalau masih sayang sama kamu. Menurut kamu siapa lebih cantik. Aku atau istri kamu.]
[Sebenarnya cantikan kamu tapi kamu istri orang.]
[Emangnya istri kamu kurang cantik?]
[Biasa aja.]
[Kalau biasa. Kenapa kamu nikahin dia?]
[Namanya udah jodoh.]
Aku merasa kecewa ketika membaca pesan-pesan dari gawai Mas Ferdi. Dia meladeni saja setiap kiriman dari Felisha. Dia anggap aku apa? Padahal aku setia padanya. Aku berusaha agar menjaga kehormatan ku sebagai istri Inya dan Ibu dari anak kami, Dini yang sudah berusia lima tahun.
Aku kembali membuka chat dari keluarganya. Banyak lagi pesan masuk.
[Ferdi. Kenapa Riana gak hamil lagi? Anak kamu cuma satu aja dari tahun ke tahun. Gak malu sama keluarga yang punya banyak anak. Istri kamu itu cuma di rumah kerjanya ongkang-ongkang kaki. Sementara kamu kerja banting tulang. Harusnya kalau istri di rumah maka anak di banyakin. Mandul kali istrimu. Ganti aja udah."
Celetuk Mbak Rahmi di grup keluarga. Aku mendengkus membaca pesannya yang membuat kesal. Padahal beberapa kali aku menjaga anaknya yang tiga orang itu. Dia suka menitipkan anaknya padaku. Kalau di depan dia bermulut manis agar aku mau menjaga anaknya yang berusia 3 dan 5 tahun sementara anaknya berusia 7 tahun agak nakal. Terkadang bertengkar dengan Dini.
Suamiku anak pertama dan mempunyai dua adik perempuan dan satu adik lelaki. Adik lelakinya jarang nongol di grup wa keluarga karena masih SMA. Adiknya itu terkenal nakal dan suka tawuran.
"Riana. Kamu di tanyain sama keluargaku. Kenapa kamu gak datang di hajatan nya Yumna. Dua hari lagi hari pernikahannya. Kamu harus datang, Riana."
Mas Ferdi masuk dan aku tersentak. Aku melihat wajah kesalnya. Dia marah padaku seharusnya dia marah sama keluarganya.
"Untuk apa aku datang. Aku capek sama kamu. Kamu dan keluargamu egois semua."
"Egois apa. Berani kamu menjelekkan keluargaku!"
Mata Mas Ferdi mendelik menatapku. Aku malas untuk sementara membahas karena hatiku sakit membaca semua pesan-pesannya di grup keluarga dan belum lagi chat nya dengan Felisha.
"Mau kemana kamu, Riana. Selesaikan ini. Pokoknya dua hari lagi aku gak mau tahu kamu harus datang."
"Untuk apa aku datang. Untuk jadi tukang cuci piring. Sementara kalian berphoto dengan pakaian seragam."
"Ngomong apa kamu!"
"Udahlah, Mas. Aku tahu kalau keluargamu gak suka sama aku. Entah apa salahku sama keluargamu. Aku cuma di jadikan tukang bantu-bantu di hajatan tanpa boleh ke depan. Kamu tahu gak. Kamu sendiri gak pernah mau datang ke hajatan keluargaku apalagi keluargamu. Kenapa kamu gak pernah mau datang ke hajatan keluargaku?"
Aku menatap kesal Mas Ferdi. Dia menghela napas berusaha mencari perkataan yang tepat.
"Aku gak bisa berbaur sama keluargamu."
"Jangankan kasih uang. Datang hajatan ke keluargaku saja kamu gak mau."
"Bicara apa kamu. Kamu berharap aku kasih uang ke keluarga kamu. Mereka keluargamu dan bukan keluargaku. Bukan tugasku kasih uang sama mereka. Pikir, Riana!"
Aku semakin emosi saja mendengar ucapan Mas Ferdi. Baiklah jika dia sudah mulai hitung-hitungan sama aku.
"Mas. Aku meninggalkan pekerjaanku demi berbakti sama kamu. Karena gak ada yang jaga anak kita sementara Ibu dan adik-adikku ada di kampung. Tapi apa yang kudapat. Kamu bahkan pelit sama aku."
"Sekarang Dini sudah besar lebih baik kamu kerja saja untuk ngasih keluargamu. Itu bukan keluargaku! Ingat kamu harus datang ke acara Riana!" Dia mengancam ku.
Aku mendengkus kesal. Lihat saja. Ku permalukan keluargamu.
**
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Tentu saja mereka sudah rapi dan menggunakan seragam semua. Hanya aku yang tak di belikan oleh Ibu dan Mbak Rahmi.
"Eh, kamu datang juga ya. Akhirnya, tapi maaf gak ada seragam karena waktu rapat kerja kamu gak datang sih. Riana. Mbak kan agak sibuk gimana kalau kamu jagain Chikita dan Cantika. Kalau Miko biar dia main sendiri karena udah 7 tahun juga."
"Maaf, Mbak gak bisa. Aku lebih baik jagain anak aku!" kataku langsung menjawab ucapannya.
"Kamu nolak perintahku!" Dia mendengkus marah.
"Iya, kenapa itu kan anak kamu. Kamu gak mandul dan subur sehingga bisa punya anak banyak ya udah jaga sendiri!"
Wajah Mbak Rahmi memerah karena marah mendengar ucapanku.
"Ada apa ini. Sebentar lagi kita mau photo bareng. Riana, kamu akhirnya datang. Bantu-bantu cuci piring di belakang. Ibu cuma bayar satu orang aja tuh. Lagian pakaian kamu kok jelek banget. Malu-maluin!" Ibu mertua menyambung. Dengan tega mengatakan itu padaku.
Aku hanya diam saja malas menjawabnya. Beberapa saat kemudian tukang photo menyuruh keluarga pengantin agar datang untuk berfoto bersama.
Mereka semua bersiap-siap ke pelaminan untuk berfoto dengan Yumna dan suaminya. Mas Ferdi juga sudah bersiap-siap mengambilkan tempat untuk berfoto tetapi dia sama sekali tidak mengajak ku.
Ketika juru foto itu hendak mengambil gambar mereka tiba-tiba aku datang saja dan masuk ke pelaminan. Mereka semua heran melihatku karena pakaian ku berbeda dari mereka semua.
"Maaf, Mbak ini siapa?" tanya juru photo itu.
"Eh, Mas. Saya kakak ipar mempelai perempuan. Masa Ibu mertua nyuruh menantunya cuci piring di belakang padahal itu tugas orang kerja dan di bayar. Ogah, aku juga mau ikutan photo!"
"Apa-apaan kamu Riana!" bentak Ibu marah karena merasa malu.
Rame lanjut 🙏
ตอนพิเศษ หญิงสาวใบหน้าสวยที่นั่งอยู่บนห้องไพรเวตบาร์ชั้นสอง คืนนี้เธอรับหน้าที่มาเฝ้าคลับ แต่ทว่าตอนนี้เธอกลับรับหน้าที่อีกอย่างหนึ่งก็คือนั่งเฝ้าผู้ชายที่แอบชอบ“เขาเป็นอะไรไป ทำไมถึงได้ดื่มหนักแบบนี้” พริกหวานถามตัวเอง โดยที่สายตาของเธอจับจ้องผู้ชายในสเป็ก ที่นั่งอยู่โต๊ะโซนวีไอพีชั้นหนึ่งคนเดียวด้วยใบหน้าเครียด เขานั่งดื่มเหล้าตั้งแต่สองทุ่มจนกระทั่งเที่ยงคืน แล้วฟุบหลับคาโต๊ะกลม พริกหวานจึงให้พนักงานในร้านช่วยแบกคิมหันต์ขึ้นไปนอนพักบนชั้นสามของคลับพอคลับปิดประมาณตีสอง พริกหวานจึงเปิดประตูเข้าห้องโดยไม่ได้เปิดไฟ เธอเดินไปข้างเตียง ก่อนจะโน้มตัวแอบหอมแก้มสากหนึ่งฟอด แต่ทว่าพอจะผละตัวออกห่าง กลับโดนคนเมาฉุดกระชากล้มลงไปบนเตียง“อื้อ!” พริกหวานครางอื้อในลำคอ เมื่อโดนคนเมาหนักปล้ำจูบท่ามกลางความมืดมิดในห้องไพรเวตบาร์ อีกทั้งยังจับเธอกดจมเตียงแล้วคร่อมทาบทับ กลิ่นแอลกอฮอล์จากลิ้นร้อนคลุ้งไปทั่วปากยามถูกเกี่ยวตวัดดูดปากอย่างหนักหน่วงร่างกายอยากต่อต้าน แต่ใจกลับต้องการ ในเมื่อใจมันเรียกร้อง ร่างกายก็ไร้เรี่ยวแรงที่จะผลักไส แขนเรียวตวัดโอบกอดลำคอคนตัวสูงไว้หลวมๆ ร่างบางปล่อยใจไปตามความรู
The End @เรือนหอ“เจ้าบ่าวของหนู หล่อจังเลยค่ะ” พริกหวานที่นั่งอยู่ปลายเตียง มองสามีที่กำลังถอดชุดสูทออกจากตัวด้วยแววตาหวานเยิ้ม“เอาพี่ไหมล่ะ” เขาถอดส่วนบนพาดกับพนักเก้าอี้ แล้วเดินมาหาเมียสาวที่นั่งปลายเตียง จับเธอลุกขึ้นยืนแล้วจัดการถอดชุดราตรีออกให้ จนเหลือแค่บราและแพนตี้ตัวจิ๋วที่ห่อหุ้มร่างกาย“อะไรกันคะเนี่ย จะให้หนูเอา แต่ดันไม่ถอดกางเกง” พริกหวานยกมือลูบแผงหน้าอกแกร่งลากลงมาจนถึงขอบกางเกง จากนั้นเธอก็ปลดเข็มขัดออกจากเอวสอบ ก่อนจะถกดึงกางเกงลง จนเห็นความใหญ่โตที่แข็งขืนซุกซ่อนอยู่ใต้กางเกงในสีขาวทรงทรังค์“พี่ก็รอให้หนูเป็นคนถอดให้ไง” เขาสลัดกางเกงออกจากขา ก่อนจะล้มตัวนอนหงายลงบนเตียง “มาครับ พี่พร้อมให้หนูกินแล้ว หล่อๆ แบบนี้อย่าปล่อยให้หลุดมือ จับพี่กินทั้งคืนไปเลยที่รัก”“หึ มั่นมากพ่อลูกแฝด” พริกหวานหรี่ตามองสามีอย่างหมั่นไส้ ก่อนที่จะคลานเข่าไปหาเขา แล้วถกดึงกางเกงชั้นในออกให้ ก่อนจะหันมาจัดการถอดชุดชั้นในของตัวเอง“หุ่นหนูยั่วมาก มาขึ้นพี่เร็วที่รัก” เขามองเมียสาวด้วยแววตาหื่นกาม หุ่นเธอช่างยั่วยวนมาก หน้าอกใหญ่เต่งตึงที่ชวนให้ดูดเลีย เอวคอดกิ่วที่ดูรับกันกับสะโพกผายงอ
Chapter 100“เฮียไม่ได้ถามเธอ เฮียถามคนที่ยืนอยู่ข้างเธอน่ะ” พัตเตอร์จ้องมองหญิงสาวที่ยืนอยู่ข้างวาวีด้วยแววตาที่ยากจะคาดเดา“น้องนับดาว” วาวีเอ่ยตอบแทน“ไม่มีปากเหรอ ถึงพูดไม่ได้ว่าตัวเองชื่ออะไร”“แกจะแรงไปไหนอะพัตเตอร์” โมนาหน้าเหวอที่พัตเตอร์พูดแรงใส่นับดาวทั้งที่ไม่ได้รู้จักกัน พัตเตอร์นี่ความร้ายเต็มร้อยจริงๆ“ยังไม่พูดอีก”“นะ...นับดาวค่ะ” หญิงสาวหน้าตาจิ้มลิ้มราวกับตุ๊กตายิ้มสีหน้าเจื่อนตอบผู้ชายหน้าตาหล่อร้ายตรงหน้า“หึ ก็พูดเองได้นี่ เป็นเพื่อนวาวีเหรอ ไม่เคยเห็นหน้ามาก่อน”“เฮียก็ไม่ใช่ทะเบียนราษฎร์ไหมคะ จะได้รู้จักเพื่อนของหนูทุกคน น้องนับดาวไม่ใช่เพื่อนของหนูหรอกค่ะ แต่เธอเป็นหลานรหัสหนูเอง น้องเป็นเด็กน่ารัก ขยันด้วย หนูเลยพาน้องมารับจ็อบน่ะ”“รับจ็อบอะไร”“โธ่ น้องนับดาวน่ารักใช่ไหม ถึงได้สนใจเรื่องของน้องนัก” วาวีถามหยั่งเชิงพัตเตอร์ด้วยสีหน้าทะเล้น“น่ารักตรงไหนวะ” พัตเตอร์ยักไหล่อย่างไม่ใส่ใจนัก“ทุกตรงแหละค่ะ” วาวีตอบกลับทันที“เข้าไปในงานได้แล้วค่าคุณชายทั้งสาม” พริกหวานเอ่ยบอกแก๊งหล่อร้ายที่ยืนเกะกะอยู่หน้าโต๊ะแจกของชำร่วย“พี่วิกกี้ครับ อุ้มผมหน่อยครับ” คิงส์ตันช
Chapter 99หนึ่งเดือนต่อมา...“แม่คร้าบ” คิงส์ตันเอามือน้อยๆ กระตุกดึงชายกระโปรงชุดราตรีมินิมอลของคุณแม่เขาเบาๆ“ครับ” พริกหวานก้มลงมองลูกชายที่แหงนหน้ามองเธออยู่ วันนี้ลูกชายของเธอหล่อมาก เขาสวมใส่ชุดสูททักซิโด้สีดำเหมือนนักธุรกิจตัวน้อย“หนูจีบพี่วิกกี้ได้ไหมครับแม่” คิงส์ตันถามคุณแม่ของเขา แล้วมองไปที่สาวสวยหน้าหมวยสวมชุดเดรสเกาะอกสีชมพู ยืนอยู่ที่โต๊ะจุดแจกของชำร่วยให้แขกที่มาร่วมงานฉลองมงคลสมรสระหว่างคิมหันต์และพริกหวาน“หนูจะเรียกแบบนั้นไม่ได้ลูก นั่นป้าวิกกี้ไม่ใช่พี่วิกกี้”“ป้าอะไรแม่ พี่วิกกี้ยังไม่แก่เลย” คิงส์ตันเถียงคุณแม่ของเขา ก่อนจะวิ่งเข้าไปหาวิกกี้ทันที“ลูกชายพี่เอาเรื่องอยู่นะคะ” พริกหวานหันไปพูดกับเจ้าบ่าวของเธอ ที่ตอนนี้ยืนป้อนนมขวดให้ลูกชายอีกคน“เด็กฉลาดก็งี้ พัฒนาการไว” คิมหันต์เอ่ยตอบด้วยสีหน้ายิ้มร้าย และหอมแก้มเจ้าสาวสุดสวยด้วยความรัก วันนี้เจ้าสาวของเขาช่างดูสวยน่ารักน่าทะนุถนอมมาก ยิ่งเธอสวมใส่ชุดราตรีมินิมอลกระโปรงสั้นสีขาว ทำทรงผมแบบถักเปียใหญ่เกล้าต่ำมีดอกไม้เล็กๆ ประดับที่ผม ทำให้เธอยิ่งดูน่าหลงใหลเป็นอย่างมาก“อะแฮ่ม อดใจไว้เฮีย เดี๋ยวก็ถึงเวลาส่งตัว
Chapter 70อ้วก! อ้วก! แหวะ! แค่กๆ ฉันอ้วกจนหมดไส้หมดพุงจนรู้สึกเพลีย ฉันหอบหายใจแรงด้วยความเหนื่อยล้าเหลือเกิน“บ้วนปากก่อนลูก” พ่อของฉันยื่นแก้วน้ำที่มีน้ำเปล่าจรดปากของฉัน ฉันบ้วนปากทำความสะอาด “ดีขึ้นไหม เวียนหัวหรือเปล่า เจ็บตรงไหนหรือเปล่า” ปะป๊าเอาผ้าเช็ดปากเช็ดหน้าให้ฉัน อีกทั้งยังยกมือลู
Chapter 64“อย่ามาอธิบายในตอนที่หนูไม่อยากฟัง หนูรอให้พี่พูดความจริงมาตลอด แต่พี่คิมกลับโกหกหนูเหมือนควายโง่ๆ ตัวหนึ่ง! สนุกมากไหมที่เล่นกับความรู้สึกหนูแบบนี้!” พริกหวานกระชากคอเสื้อเขาอย่างแรง มือเล็กกำคอเสื้อด้วยมือไม้สั่น มองเขาด้วยแววตาเจ็บปวดเธอรักเขามากที่สุด แต่ตอนนี้ความรักมันจบลงแล้ว เธอ
Chapter 53/114 กุมภาพันธ์ 25XXพริกหวานก็ยังคงเป็นพริกหวาน หญิงสาวที่ไม่ถอดใจอะไรง่ายๆ ถึงจะทำอะไรไม่สำเร็จในครั้งแรก เธอก็ไม่เคยท้อ จะลองทำอีกครั้งจนกว่าจะสำเร็จ เหมือนที่ไม่เคยเซอร์ไพรส์เขาได้สำเร็จ แต่ก็ใช่ว่าเธอจะเข็ด มันไม่มีคำนั้นผุดในหัวของเธอแน่ และวันนี้ก็มาถึง วันที่เธอรอจะเซอร์ไพรส์เขา
Chapter 49“หึ..” คิมหันต์กดยิ้มมุมปากอย่างถูกใจ เขาถอดชุดคลุมออก จนปรากฏร่างกายล่อนจ้อนต่อหน้าแฟนสาวที่นอนมองเขาด้วยแววตาหวานเยิ้ม มือสากชักรูดแก่นกาย จนปลายหัวมนมีน้ำสีใสปริ่มไหลออกมา“หนูเป็นเมียพี่ ตั้งแต่โดนพี่เสียบลำเข้าไปในนี้แล้ว” เขาเอามือลูบเนินสามเหลี่ยมเบาๆ“มันใหญ่ขึ้นหรือเปล่าคะ” พริก





