3P อาหมวยโดนอาเฮียใหญ่ทั้งสองจับทำเมีย

3P อาหมวยโดนอาเฮียใหญ่ทั้งสองจับทำเมีย

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-09-22
Oleh:  Sadistic_XTamat
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
10
7 Peringkat. 7 Ulasan-ulasan
224Bab
136.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

พ่อของ ‘ถังหูลู่’ แต่งงานใหม่ นั่นทำให้เธอได้สนิทชิดเชื้อกับ ‘พี่ชายฝาแฝด’ ต่างสายเลือดของเธอมากยิ่งขึ้น จนกระทั่งความสัมพันธ์นี้กลายเป็นร้อนเร่าอย่างน่าเหลือเชื่อ...

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1 : ถังหูลู่

Pada tahun kedua pernikahan mereka, saat Chastine sedang menyiapkan hadiah ulang tahun pernikahan untuk suaminya, dia menemukan sebuah surat cerai di dalam brankas.

Surat cerai siapa ini?

Dia membuka surat cerai itu dan tertegun saat melihat nama beserta foto dirinya dan suaminya tercantum di sana.

Sejak kapan dia bercerai tanpa mengetahuinya?

Terlebih lagi, tanggal yang tertera pada surat cerai itu adalah 30 hari kemudian, tepat pada hari ulang tahun suaminya, Elric.

Dengan hati gelisah, Chastine mendatangi kantor catatan sipil untuk mencari tahu.

Setelah memeriksa sistem, petugas menatapnya dengan heran dan berkata, "Bu, di dalam sistem cuma ada catatan pernikahan Ibu. Nggak ada catatan perceraian."

"Surat cerai ini palsu. Fotonya juga hasil editan. Tapi cetakannya nyaris sama dengan yang asli, bahkan stempel resminya pun sulit dibedakan."

"Apa Ibu ditipu seseorang?"

Mendengar penjelasan petugas, wajah Chastine memucat.

Kekhawatirannya ternyata benar.

Elric telah membuat surat cerai palsu.

Akan tetapi, untuk apa dia melakukannya?

Chastine menyimpan surat cerai itu dan mengucapkan terima kasih, lalu bergegas menuju Grup Wicaksana dengan pikiran kacau dan syok. Dia ingin meminta penjelasan langsung dari Elric, tetapi malah memergoki suaminya berselingkuh dengan Karina, adik tirinya yang berbeda ibu.

Pria tinggi dan tampan itu sedikit membungkukkan tubuh, membiarkan wanita muda nan cantik di hadapannya berjinjit dan mengecup pipinya.

Saking terkejutnya, pikiran Chastine mendadak kosong. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Terima kasih, Kakak Ipar."

Suara manja Karina menyadarkannya kembali.

Chastine mendorong pintu hingga terbuka dan bertanya, "Apa yang kalian lakukan?"

Karina langsung terlihat panik dan buru-buru menjelaskan, "Kak, ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Makalah penelitianku dapat penghargaan, Ayah dan Ibu juga sedang nggak di rumah, jadi Kakak Ipar mau ngasih aku satu set perhiasan untuk merayakannya."

"Kalau Kakak nggak suka, aku nggak akan menerimanya."

Meski berkata demikian, Karina malah memeluk kotak perhiasan itu begitu erat sampai buku-buku jarinya memutih. Sementara itu, kelembutan di wajah Elric langsung menghilang. Tangannya yang ramping terangkat dan menepuk lembut bahu Karina, seolah sedang menenangkannya.

"Kamu keluar dulu."

Karina mengangguk patuh. Namun, ketika melewati Chastine, sorot matanya justru dipenuhi rasa puas dan provokasi. Dada Chastine terasa begitu sesak hingga hampir tak bisa bernapas.

Di sisi lain, Elric sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah meski baru saja dipergoki. Dia berjalan menuju kursi kerjanya dan duduk dengan tenang, lalu menatap Chastine dengan ekspresi datar.

"Mau apa ke sini?"

Dua tahun menikah, Elric semakin tenggelam dalam pekerjaannya dan sikapnya terhadap Chastine pun makin dingin. Kini, kelembutan yang begitu jarang dia tunjukkan itu, malah diberikan kepada wanita lain.

Hati Chastine terasa sakit dan dipenuhi kekecewaan. Jemarinya yang mengepal menusuk telapak tangannya sendiri. Rasa sakit itu memaksanya untuk tetap tenang.

"Kita cerai."

Chastine mengira Elric setidaknya akan menanggapi perkataannya dengan serius. Namun, tatapan Elric hanya berhenti padanya selama sedetik sebelum beralih ke dokumen yang dibacanya. Ketidaksabaran tampak jelas di matanya.

"Kenapa harus mempermasalahkan hal kecil sama adikmu sendiri?"

Sikap acuh tak acuh itu membuat hati Chastine semakin dingin.

Nolan, asisten Elric, berjalan masuk sambil membawa setumpuk dokumen. Elric bahkan tidak repot-repot melirik Chastine lagi.

Melihat mereka memperlakukannya seolah tidak ada, hati Chastine makin membeku. Dia berbalik dan pergi, berniat membicarakan perceraian mereka lagi setelah pulang malam nanti.

"Pak Elric, soal rencana mengambil alih Grup Wibisono, sebaiknya Bapak kasih tahu Nyonya," ujar Norlan dengan sedikit khawatir.

Elric mengangkat kepala dan memandang punggung Chastine yang menjauh. Bibir tipisnya terbuka dan berkata, "Nggak perlu."

Diberitahukan 30 hari lagi juga belum terlambat.

Kalau masalah sekecil ini saja tidak bisa diterima oleh Chastine, bagaimana dia bisa menghabiskan sisa hidup bersamanya?

Elric teringat ekspresi Chastine saat menatap perhiasan dalam pelukan Karina tadi, lalu menambahkan dengan datar, "Alihkan satu rumah atas namanya."

....

Setelah Chastine keluar dari ruang direktur utama, Karina langsung menghalangi jalannya. Karina mengusap-usap kalung zamrud di lehernya dengan sorot mata penuh kemenangan.

"Kak, aku sarankan kamu pura-pura nggak tahu saja. Itu lebih baik untuk kita berdua."

Chastine sedikit mengernyit. "Apa maksudmu?"

"Setelah surat cerai kalian keluar, Kak Elric akan menikah denganku. Nanti kita tetap menjadi keluarga. Kita masih akan sering bertemu. Nggak baik kalau hubungan kita sampai rusak."

Ucapan Karina membuat Chastine tiba-tiba memahami semuanya.

Surat cerai palsu itu dibuat Elric untuk membujuk Karina.

Chastine teringat masa lalu. Saat ibunya sedang mengandung dirinya, ayahnya berselingkuh, lalu ibu Karina datang dan memaksa ayahnya untuk memilih dirinya.

Ketika hubungan kedua orang tuanya hancur, ayahnya memperebutkan hak asuh Chastine demi saham yang dimiliki ibunya. Akibatnya, Chastine harus hidup menumpang di rumah orang lain selama bertahun-tahun dan menerima begitu banyak penderitaan.

Elric tahu semua itu.

Namun, dia malah berselingkuh dengan wanita yang selama ini menindas dan menyakitinya.

Elric sudah lama tidak mencintainya. Atau mungkin, sejak awal Elric memang tidak pernah mencintainya. Dia menikahi Chastine hanya karena dijodohkan.

Rasa terima kasih Chastine kepada Elric karena pernah menyelamatkan nyawanya juga semakin terkikis oleh sikap dingin pria itu dari hari ke hari.

Padahal, di awal pernikahan, mereka juga pernah bahagia ....

Chastine menatap Karina dengan dingin dan berkata, "Sekeluarga denganku? Memangnya kamu pantas?"

"Kamu dan ibumu sama saja. Kalian merebut suami orang, menghancurkan keluarga orang lain, lalu mengambil tempat yang bukan milik kalian dengan nggak tahu malu. Sama-sama pelakor."

Ucapan itu langsung menyulut emosi Karina. Dia meninggikan suaranya. "Yang nggak dicintai itulah yang pelakor!"

Cinta?

Cinta Elric?

Chastine sudah tidak menginginkannya lagi.

Teringat surat cerai palsu di dalam tasnya, dia mencibir, "Kamu yakin dia bakal menikahimu?"

Karina buru-buru membantah, "Tentu saja! Dia belum bilang ke kamu cuma karena ingin menjaga harga saham perusahaan tetap stabil. Setelah perusahaan gabungan Grup Wibisono dan Grup Wicaksana resmi melantai di bursa, kamu harus angkat kaki!"

Tiga puluh hari lagi, setelah Kak Elric mendapatkan surat cerai, pria itu pasti akan menikahinya. Saat itu, dialah yang akan menjadi Nyonya Wicaksana dan Chastine hanya akan menjadi wanita yang dicampakkan suaminya.

Chastine menatap Karina yang terlihat marah, lalu pergi tanpa ekspresi.

Soal Elric akan menikahi Karina atau tidak, ataupun apakah pria itu ingin menceraikannya atau tidak, semua itu sudah tidak ada hubungannya dengannya lagi. Dia akan meninggalkan Elric.

Setelah kembali ke mobil, Chastine menelepon balik Aires.

"Kak Aires, aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan tim penelitianmu dan pergi ke Lembah Silika untuk ikut dalam penelitian dan pengembangan."

Mereka berdua belajar di bawah bimbingan mentor yang sama. Aires adalah salah satu pakar terkemuka di bidang semikonduktor yang berfokus pada pengembangan cip berskala nanometer rendah.

Dari seberang telepon, Aires terdengar terkejut sekaligus lega, "Syukurlah akhirnya kamu berubah pikiran. Tapi bagaimana dengan ibu mertuamu ...."

Dia tahu betul betapa Chastine mendambakan sebuah keluarga.

Setelah menikah, Chastine memusatkan seluruh perhatiannya pada keluarga dan perlahan mundur dari dunia penelitian. Namun, Aires tidak serta-merta melupakan Chastine begitu saja.

Sejauh ini, Chastine adalah salah satu ilmuwan paling berbakat yang pernah dia temui. Karena itulah, dia berkali-kali mengundang Chastine untuk bergabung dengan lembaga penelitiannya.

Hanya saja, Keluarga Wicaksana merupakan keluarga elite papan atas dengan aturan keluarga yang sangat ketat. Kalau Chastine pergi selama setahun, Keluarga Wicaksana mungkin akan keberatan.

Chastine memahami kekhawatirannya dan menjawab dengan yakin, "Itu sudah bukan masalah lagi."

Aires langsung mengerti.

"Kalau begitu, bagus. Siapkan paspormu dan antarkan ke aku besok pagi supaya aku bisa mengurus keperluan keberangkatanmu ke luar negeri. Tim penelitian kita akan berangkat 30 hari lagi."

"Sekalian akan kukenalkan kamu dengan Pak Zevan, mitra kerja sama kami."

"Pandangan dia tentang perjalanan kuantum ternyata sangat mirip dengan pandanganmu. Kurasa kalian akan punya banyak hal untuk didiskusikan."

"Baik."

Tiga puluh hari lagi adalah hari ulang tahun Elric, hari ketika dia berencana berpura-pura bercerai dengan Chastine.

Hari itu juga merupakan hari keberangkatan Chastine ke luar negeri.

Setelah meninggalkan Grup Wicaksana, Chastine menerima telepon dari kediaman utama keluarga Wicaksana. Setiap tanggal satu dan lima belas tiap bulannya, mereka selalu pulang ke kediaman utama untuk makan bersama.

Awalnya Chastine tidak berniat datang. Namun, dia masih membawa dokumen yayasan amal yang perlu ditandatangani Rosalie, ibu Elric, terkait dana yang sebelumnya sudah dijanjikan Rosalie.

Chastine mengambil dokumen itu dan bergegas menuju kediaman utama. Setibanya di sana, dia melihat Karina duduk berdampingan dengan Elric.

Elric bahkan berani membawa Karina masuk ke kediaman keluarga mereka tanpa memikirkan harga diri Chastine sedikit pun.

Sementara itu, Rosalie menggenggam tangan Karina sambil memujinya, "Aku dengar dari ibumu, skripsimu kali ini bahkan berhasil diterbitkan di jurnal. Kamu memang hebat."

"Dulu entah apa yang merasuki ommu sampai dia tega memisahkan pasangan serasi seperti kalian ...."

"Kamu jauh lebih baik daripada dia."

Karina tersenyum dan merendah dengan sopan. "Kak Chastine juga lulusan Universitas Cendana. Dia juga nggak kalah hebat."

"Dia?" Rosalie mencibir. "Dia tuh cuma kuliah biar dapat gelar untuk mempercantik diri. Mana bisa dibandingkan sama kamu?"

Awalnya, Chastine mengira hubungan antara menantu dan ibu mertua memang selalu sulit. Karena itu, dia selalu berusaha sebisa mungkin untuk membuat Rosalie puas.

Namun, belakangan dia baru mengetahui bahwa Rosalie selalu mempersulitnya karena Elric.

"Kenapa masih berdiri di sana?"

"Nggak tahu waktu ya. Kamu sudah bikin begitu banyak orang menunggumu. Cepat ke dapur dan lihat makanannya sudah siap belum!"

Mendengar bentakan Rosalie, Chastine mengabaikan tatapan mengejek Karina dan menoleh ke arah Elric. Elric bukan anak kandung Rosalie. Meski dari luar hubungan mereka terlihat harmonis, sebenarnya ada banyak perselisihan di antara mereka.

Dulu, setiap kali Rosalie mempersulit Chastine, Elric selalu membelanya. Namun, sekarang Elric tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia membiarkan Rosalie mengomeli Chastine.

Bukan hanya itu.

Di depan semua orang, Elric yang biasanya angkuh bahkan menuangkan teh untuk Karina dengan tangannya sendiri dan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Dia benar-benar menghancurkan harga diri Chastine di depan semua orang.

Hati Chastine benar-benar membeku. Dia berbalik dan berjalan ke luar.

Bulan Maret di Kota Marina diselimuti gerimis yang tak kunjung reda. Tubuh Chastine yang basah kuyup menggigil diterpa angin.

Setelah masuk ke rumah, dia mengembalikan surat cerai palsu itu ke dalam brankas, lalu membuat surat perjanjian cerai dua rangkap.

Besok adalah ulang tahun pernikahan mereka yang kedua dan Chastine akan menceraikan Elric.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

Ulasan-ulasanLebih banyak

อธิษฐ์ ปิยะอัษฎารัตน์
อธิษฐ์ ปิยะอัษฎารัตน์
เยึ่ยมมากมาก
2026-06-25 09:57:12
0
0
Natta Sammathit
Natta Sammathit
.........
2026-05-22 22:14:54
0
0
ปภาดา เล็กทรงเจริญ
ปภาดา เล็กทรงเจริญ
เริ่สพดเ่รร
2026-05-12 10:24:25
1
0
Rainbow Yanee
Rainbow Yanee
ตอนแรกที่อ่านไม่ได้ดูรูปคิดว่าน้องถังจะอ้วนน่ารักซะอีกเห็นเป็นคนมีความสุขกับการกิน
2026-03-22 23:16:27
1
0
พอลล่า ภัทรพร
พอลล่า ภัทรพร
เนื้อหา น่าสนใจ น่าลุ้น ทุกตอนเลยนะนี่ เป็นกำลังใจนะคะ มีผลงานให้ติดตามแบบนี้ตลอดไปน่ะครับ
2026-03-10 23:05:35
2
0
224 Bab
Chapter 2 : อาหมวยมูมมาม
二บนเวทีเจ้าบ่าวเจ้าสาวที่ยังยืนเคียงข้างกันมองเหตุการณ์นี้ด้วยรอยยิ้มขำขันแต่คนที่ดูจะสนุกที่สุดกลับเป็น หยวนยิง และ หยวนหลง สองพี่ชายฝาแฝดต่างสายเลือดจอมเย้าแหย่ของถังหูลู่ พวกเขาคือลูกชายของหยวนชิงหลานหยวนยิง มีรูปร่างสูงโปร่ง ผิวขาวผ่อง ใบหน้าคมคาย ดวงตาเรียวดูเจ้าเล่ห์ ปากหยักบางที่มักแต้มด้วยรอยยิ้มมุมปากเสมอหยวนหลง แม้จะเป็นฝาแฝด แต่เขามีลักษณะต่างจากพี่ชายเล็กน้อย ใบหน้าเนียนเกลี้ยงกว่าและดูอ่อนโยนกว่า ดวงตากลมโตและรอยยิ้มสดใสทำให้เขาดูเข้าถึงง่ายทั้งคู่ปรบมือด้วยสีหน้าเจ้าเล่ห์ ก่อนที่หยวนหลงจะเอนตัวกระซิบพี่ชาย “เฮียหยิง เฮียว่าช่อดอกไม้นี่มันตั้งใจเลือกอาหมวยถังของพวกเรารึเปล่า?”หยวนยิงหัวเราะเบา ๆ แต่เต็มไปด้วยความหมาย “เฮียว่ามันไม่ได้แค่เลือกนะ แต่มันคงอยากไปอยู่กับน้องถังตั้งแต่แรกแล้วล่ะ...”คำพูดนั้นทำให้ทั้งสองมองหน้ากันพร้อมรอยยิ้มเจ้าเล่ห์ และเสียงหัวเราะขบขันที่ดังขึ้นตามมา...หลังจากพิธีจบลงแขกหลายคนทยอยกันมาถ่ายรูปกับเจ้าบ่าวเจ้าสาว แต่ระหว่างนั้นถังหูลู่กลับตกเป็นจุดสนใจมากพอ ๆ กับคู่บ่าวสาวบรรดาญาติ ๆ และเพื่อนสนิทต่างแวะมาร่วมแสดงความยินดีที่เธอได้ช่อ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya
Chapter 3 : พวกเฮียก็เหี้ย
三ถังหูลู่หัวเราะคิกคักก่อนจะอุ้มเป่าเปาขึ้นไปนอนกอดบนเตียง ทั้ง ๆ ที่มันยังส่งเสียงอู้อี้ในลำคอเหมือนอยากบอกว่ามันไม่เต็มใจสักเท่าไร“เฮ้อ…หวังว่าอาเฮียทั้งสองจะไม่รังเกียจเรานะ ที่เรากินมูมมามแบบนั้น” เธอพึมพำเสียงแผ่ว ขณะที่ความทรงจำถึงรอยยิ้มเจ้าเล่ห์ของหยวนยิงและเสียงหัวเราะล้อเลียนของหยวนหลงก็ย้อนกลับมาเล่นงานเธออีกครั้งเพียงแค่คิดถึงสายตาของทั้งสองคนที่จ้องมองมาเหมือนรู้ทันทุกอย่าง เธอก็แทบอยากจะกรีดร้องออกมา “คงไม่หรอก...เพราะถ้ายังหัวเราะแบบนั้นได้ พวกเฮียก็เหี้ยพอสมควรเลยที่มารังแกเรา...ใช่ไหมเป่าเปา...”แมวตัวน้อยทำได้แค่ร้องเหมียวเบา ๆ อย่างน่าสงสารในอ้อมกอดของเธอ ท่ามกลางความสับสนและความอายที่ยังคงตีกันยุ่งอยู่ในหัวของถังหูลู่เธอถอนหายใจเฮือกใหญ่ก่อนจะกอดเป่าเปาแน่นขึ้น “โชคดีนะที่ยังมีแกอยู่ ไม่งั้นแม่คงบ้าตายไปแล้ว” ว่าแล้วเธอก็หลับตาลง ปล่อยให้เจ้าก้อนขนนุ่มในอ้อมกอดช่วยปลอบใจเธอจากความโกลาหลของวันนั้น...หลายวันต่อมา... บรรยากาศยามเช้าที่สดใสปกคลุมไปด้วยแสงแดดอ่อน ๆ ของวันใหม่ ถังหูลู่รู้สึกตื่นเต้นจนอดไม่ได้ที่จะยิ้มกว้าง เมื่อถึงวันที่ครอบครัวจะย้ายเข้าไปอยู่ในบ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya
Chapter 4 : เฮียเหงื่อซก
四คำพูดนั้นทำให้ถังหูลู่ถึงกับหน้าแดงก่ำ “หยุดล้อหนูสักที!” เธอโวยวายก่อนจะอุ้มเป่าเปาออกจากห้องนั่งเล่น ทิ้งเสียงหัวเราะขบขันของพี่ชายทั้งสองไว้เบื้องหลัง เมื่อกลับมาที่ห้องของตัวเอง ถังหูลู่นั่งลงบนเตียงพร้อมกับเป่าเปาในอ้อมกอด “เป่าเปา...พวกเฮียก็ชอบแกล้งแม่แบบนี้ตลอด แต่แม่ไม่ถือหรอก...ใช่ไหมลูก” เธอกระซิบเบา ๆ พร้อมกับลูบขนสีขาวนุ่มอย่างอ่อนโยน เสียงเหมียวเบา ๆ ที่ตอบกลับมาทำให้เธอยิ้มออกมาในที่สุด...เวลา 20:00 น.ทันทีที่ถังหูลู่ลงมายังชั้นล่างกลิ่นหอมของอาหารจีนลอยมาจากห้องครัวชวนให้น้ำลายสอ เธอพบหยวนชิงหลาน แม่เลี้ยงของเธอ กำลังสวมผ้ากันเปื้อนยืนจัดการกับหม้อซุปที่ส่งไอร้อนกรุ่นไปทั่วครัวโต๊ะอาหารถูกจัดเรียงด้วยจานชามที่เตรียมไว้รออาหารจานหลัก ราวกับเป็นฉากในภาพยนตร์ที่แสนอบอุ่น “น้องถัง...เห็นพวกอาเฮียบ้างไหมลูก?” หยวนชิงหลานเอ่ยถามด้วยน้ำเสียงนุ่มนวล เป็นกันเอง เธอยิ้มขณะหันมาเช็ดมือกับผ้าขาวสะอาด “ไม่เห็นเลยค่ะ...” ถังหูลู่ตอบพลางเดินเข้าไปในครัว สายตาเธอสอดส่องไปยังเตาอาหารและโต๊ะที่พ่อของเธอกำลังหั่นผักอย่างคล่องแคล่ว รอยยิ้มและบทสนทนาเล็ก ๆ น้อย ๆ ระหว่างพ่อกับแ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya
Chapter 5 : ช่วยเหลือตัวเอง NC
五“ทำไงได้...ก็เฮียดันมาทำให้หนูตกใจเองนี่...” เธอกล่าวเสียงเบา พร้อมกับหลบสายตาของทั้งคู่ที่จ้องมองมาอย่างลึกซึ้ง หยวนหลงยื่นมือมาแตะหน้าผากของเธอเบา ๆ “หน้าแดงขนาดนี้ เป็นไข้รึเปล่า?” คำพูดของเขาแฝงความห่วงใย แต่สายตานั้นทำให้เธอรู้สึกราวกับถูกมองทะลุถึงหัวใจ หัวใจของถังหูลู่เต้นแรงจนแทบจะหลุดออกมา...เธอหลบสายตาและรีบเบี่ยงตัวออกจากห้องไปอย่างรวดเร็ว “ไปกินข้าวกันเถอะ...” เสียงของเธอแผ่วเบา แต่เต็มไปด้วยความกระวนกระวายหยวนยิงและหยวนหลงมองแผ่นหลังเล็กที่ลับสายตาไป ก่อนที่ทั้งสองจะหันมายิ้มให้กันอย่างเข้าใจความหมายในใจของกันและกัน...ในห้องครัวโต๊ะอาหารยาวเหยียดถูกจัดเตรียมไว้อย่างประณีต บนโต๊ะเต็มไปด้วยอาหารจีนหลากหลายเมนูที่ล้วนแล้วแต่เป็นของโปรดของถังหูลู่ถ้วยและจานกระเบื้องลายครามบรรจงจัดวางอยู่คู่กับตะเกียบไม้ไผ่ที่มันวาว เธอเห็นทั้ง ‘เป็ดปักกิ่งหนังกรอบ’ ที่กลิ่นหอมของเครื่องเทศโชยขึ้นมาทำให้น้ำลายสอ‘หมูสามชั้นตุ๋นซีอิ๊ว’ ที่ดูนุ่มจนแทบละลาย เพียงมองก็รู้ว่าตุ๋นด้วยไฟอ่อนมาหลายชั่วโมง และยังมี‘กุ้งอบวุ้นเส้น’ ที่มีกลิ่นของกระเทียมเจียวและพริกไทยลอยมาแตะจมูกอย่างเย้ายวน
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-13
Baca selengkapnya
Chapter 6 : เฮียอย่า NC (เฮียหลง)
六‘หนูขอจินตนาการภาพของเฮียสองคนในเชิงสวาทเลยนะ…ถึงเฮียจะไม่อนุญาต แต่มันก็ไม่ทันแล้ว…’ เธอคิดอย่างรู้สึกผิด แต่ก็ปนเปด้วยความสุขที่ยากจะอธิบายเสียงลมหายใจของเธอเริ่มถี่ขึ้น ท่ามกลางห้องที่เงียบสงบ เสียงกระซิบของจินตนาการและความปรารถนาของเธอดังขึ้นอย่างชัดเจนในใจ ทุกสัมผัสที่เธอมอบให้ตัวเองเต็มไปด้วยความเร้าอารมณ์ ราวกับไฟที่โหมกระหน่ำไม่ยอมมอดดับในตอนนั้นเอง ถังหูลู่รู้เพียงอย่างเดียวว่า เธอไม่อาจหนีจากความรู้สึกนี้ได้อีกต่อไป…หยวนหลงที่เพิ่งอาบน้ำเสร็จ ร่างกายยังคงชุ่มไปด้วยละอองน้ำที่เกาะพราวตามแผงอกและกล้ามเนื้อแน่นกระชับผ้าขนหนูผืนเดียวที่พันรอบสะโพกของเขาเผยให้เห็นร่องรอยของความเป็นชายที่น่าหลงใหล ความคิดเจ้าเล่ห์ผุดขึ้นในหัวทันทีเมื่อเขานึกถึงถังหูลู่ น้องสาวบุญธรรมที่เขาชอบกลั่นแกล้งมาตั้งแต่ไหนแต่ไร‘สงสัยจะต้องแกล้งให้เธอหน้าแดงเล่นอีกแล้ว...’ หยวนหลงยิ้มมุมปาก เดินตรงไปยังห้องของถังหูลู่ด้วยท่าทีสบาย ๆ เขาหมุนลูกบิดประตูเข้าไปโดยไม่ได้เคาะตามนิสัย และสิ่งที่ปรากฏตรงหน้าก็ทำให้เขาชะงักไปชั่วขณะร่างเปล
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya
Chapter 7 : แลกลิ้น
七หยวนหลงไม่ได้ตอบในทันที เขาเดินเข้ามาใกล้ช้า ๆ สายตาคมกริบของเขาจับจ้องเธออย่างไม่ละสายตา และทันทีที่ถังหูลู่เหลือบมองไปยังผ้าขนหนูตรงช่วงล่างของเขา เธอก็ต้องเบือนหน้าหนีด้วยความตกใจ เพราะสิ่งที่เธอเห็นใต้ผ้าขนหนูนั้น โป่งนูนจนยากจะปฏิเสธว่าเขาได้รับผลกระทบจากสิ่งที่เพิ่งเห็น‘หรือว่าเฮียเขาจะมีอารมณ์กับเรา?’ ถังหูลู่อดคิดไม่ได้“เฮียสิที่ต้องถามว่าหนูกำลังทำอะไรอยู่...” น้ำเสียงของเขาแฝงด้วยความดุร้าย ปลายประโยคเปรียบเสมือนคำสั่งที่กดดัน‘อา...อย่าบอกนะว่าเธอกำลังครางเรียกเราอยู่...ร้ายไม่เบาเลยนะอาหมวย...’ เขาเองก็ยากที่จะปฏิเสธความคิดที่แสนโสมมของตัวเอง ซึ่งอาจจะเป็นความจริงที่ยากจะยอมรับได้ในขณะนี้หยวนหลงหยุดยืนตรงข้างเตียง จ้องมองเธอที่กำลังนั่งขดตัวอยู่ใต้ผ้าห่ม ดวงตาคู่นั้นของเขาราวกับสัตว์ร้ายที่เพิ่งพบเหยื่ออันโอชะ“เฮีย...คือ...เอ่อว่า...หนู...” เสียงของถังหูลู่ขาดห้วง เธอไม่รู้จะหาคำอธิบายอะไรให้ตัวเองดี ความจริงมันชัดเจนเกินไป ภาพที่หยวนหลงเห็นนั้นได้บอกทุกสิ่งที่เธอไม่สามารถปฏิเสธได้‘ทำไงดี...ทำไงดี...ทำ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-14
Baca selengkapnya
Chapter 8 : น้ำทะลัก
八 “เป็นไงบ้าง...ชอบรึเปล่า?” เสียงกระซิบของหยวนหลงดังใกล้ใบหู ทำให้ขนอ่อนบนร่างกายของเธอลุกชัน ความอบอุ่นจากลมหายใจของเขาทำให้ใบหน้าของเธอร้อนวูบจนแทบลุกเป็นไฟ ‘อื๊อ~เฮีย...อย่ามาพูดใกล้ ๆ หูแบบนี้สิ...มันยิ่งทำให้หนูเงี่ยน...' เธอคิดแต่ไม่ได้พูดออกมา “เฮีย...หนูเสียว...อ๊า...เสียวมากเลย...” ส่วนคำพูดที่หลุดออกมาจากปากของถังหูลู่ก็แทบจะกลืนหายไปกับเสียงครางหวาน ร่างกายของเธอร้อนระอุจนหยาดเหงื่อไหลซึมออกมาตามไรผมและแผ่นหลัง เธอพยายามห้ามตัวเองไม่ให้หลุดปล่อยความรู้สึกออกมามากกว่านี้ แต่ทุกการเคลื่อนไหวของนิ้วของหยวนหลงกลับทำให้เธอรู้สึกเหมือนกำลังถูกผลักให้จมลึกลงไปในห้วงแห่งความเสียวซ่าน “ทำแบบนี้มานานแค่ไหนแล้ว...” เขาถามด้วยน้ำเสียงเจือความสนุก ราวกับพึงพอใจที่ได้เห็นเธออยู่ในสภาพนี้ ถังหูลู่หลบสายตาคมกริบของเขา หัวใจเต้นแรงจนแทบหลุดออกมานอกอก “ก็ตั้งแต่ที่กินข้าวเสร็จ...อึ๊ก...อ๊า...” เธอตอบออกมาพร้อมเสียงสะอื้นอย่างขัดเขิน ใบหน้าของเธอแดงซ่านจนลามไปถึงลำคอ แจ๊ะ! แจ๊ะ! แจ๊ะ! เสียงน้ำที่ดังขึ้นอย่างชัดเจนระหว่างนิ้วของเขาและร่องรักของเธอทำให้เธอยิ่งอับอาย แต่กลับไม่สามารถหยุ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya
Chapter 9 : จูบแทนคำตอบ
九 หลังประตู เสียงเคาะประตูดังขึ้นสามครั้ง ทำลายความเงียบที่เพิ่งกลับคืนมาในห้อง ถังหูลู่สะดุ้งเฮือก หัวใจเต้นระส่ำเมื่อเสียงนั้นมาพร้อมกับน้ำเสียงที่คุ้นเคย “น้องถัง! เห็นเฮียหลงบ้างไหม?” เสียงของหยวนยิงดังขึ้นจากอีกฟากของประตู หยวนยิงอยู่ในชุดนอนลำลอง ผ้าขนหนูพาดบ่า บ่งบอกว่าเขาเพิ่งอาบน้ำเสร็จใหม่ ๆ ผมเปียกยังมีหยดน้ำเกาะพราว บ่งบอกถึงความสดชื่นที่ตัดกับสถานการณ์ตึงเครียดที่กำลังเกิดขึ้นภายในห้อง ถังหูลู่รีบปรับสีหน้าพลางตอบกลับไปด้วยเสียงที่พยายามทำให้ราบเรียบ แต่ไม่อาจปิดความร้อนรนในน้ำเสียงได้ทั้งหมด “ไม่เห็นเลยค่ะ...” หยวนยิงเงียบไปชั่วครู่ก่อนถามต่อด้วยน้ำเสียงสงสัย “แล้วตอนนี้ทำอะไรอยู่?” “อาบน้ำอยู่ค่ะ...แป๊บนะเฮีย...” เสียงตอบกลับดังออกมาจากหลังประตูอย่างเร่งรีบ เธอเหลือบมองหยวนหลงที่นั่งสงบอยู่บนเตียง ขณะที่ตัวเธอพยายามรวบรวมสติและทำให้ดูเป็นปกติที่สุด หยวนยิงยืนรออยู่ครู่หนึ่ง ก่อนที่เสียงปลดล็อกประตูจะดังขึ้น ประตูแง้มออกเพียงเล็กน้อยพอให้เห็นร่างของถังหูลู่ที่อยู่ในชุดผ้าขนหนูพันรอบกาย ผ้าขนหนูผืนน้อยเผยให้เห็นไหล่ขาวเนียน และช่วงขาเรียวเล็กที่ชวนมองโดยไม่ตั้งใจ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya
Chapter 10 : ไม่น่าทำบนเตียง
十 ‘ทำอะไรของเขาเนี่ย…’ ถังหูลู่คิดในใจ แม้จะอยากปฏิเสธ แต่เธอกลับไม่อาจต่อต้านได้ ความอบอุ่นจากมือของเขาที่ลูบไล้แผ่นหลังของเธอ และสัมผัสราวกับไฟที่กำลังเผาไหม้หัวใจของเธอ ทำให้เธอคล้อยตามไปโดยไม่รู้ตัว หยวนหลงผละออกช้า ๆ น้ำลายใสเชื่อมโยงระหว่างเขาและเธอ ริมฝีปากของเขายังเปื้อนรอยยิ้มเล็ก ๆ “เอาไว้ก่อนนะ...” เขาพูดขณะที่มองดูเธอที่ยังคงตกอยู่ในภวังค์ แก้มแดงเรื่อของเธอทำให้เขายิ่งมองด้วยความพึงพอใจ “ถึงหนูจะตะกละ...” เขาพูดด้วยน้ำเสียงหยอกเย้า ก่อนจะยิ้มกว้าง “แต่เฮียกก็รักหนูนะ...อาหมวยของเฮีย” พูดจบ หยวนหลงก็เดินไปทางหน้าต่าง ก่อนจะทำสิ่งที่ทำให้ถังหูลู่ตกใจจนแทบลืมหายใจ เขากระโดดลงจากหน้าต่างชั้นสองราวกับไม่ใช่เรื่องใหญ่ “เฮีย!” ถังหูลู่รีบวิ่งไปดูที่หน้าต่าง ใจหายวาบ แต่เมื่อมองลงไปก็เห็นเขายืนอย่างปลอดภัย เขายิ้มพร้อมทำรูปหัวใจด้วยแขนทั้งสองข้าง ก่อนจะเดินจากไปเหมือนไม่มีอะไรเกิดขึ้น “เอางี้เลยเหรอ... ประตูก็มีไหม?” ถังหูลู่พึมพำกับตัวเองด้วยความตกใจ ก่อนจะเผลอยกมือแตะริมฝีปากของตัวเองที่ยังคงรู้สึกถึงสัมผัสจากเขา รสชาติ กลิ่น และสัมผัสอันอบอุ่นยังคงหลงเหลืออยู่ใน
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-15
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status