ANMELDENCallista Putri tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah dalam satu hari, dipaksa menikahi Zafran Aryasatya, kakak iparnya yang dingin, demi menjaga dan membesarkan Kayla, keponakan kecilnya yang baru saja dilahirkan juga kehilangan ibunya. Di tengah sikap Zafran yang dingin dan sikap keluarga Zafran yang tak menginginkannya, Callista berusaha untuk tetap kuat. Namun, di saat hatinya rapuh dan kesepiannya kian dalam, Elric Darmawan, cinta masa lalunya, kembali muncul. Dengan janji akan kebahagiaan dan cinta yang pernah hilang, Elric meyakinkan Callista untuk melupakan segalanya. Siapakah yang akan Callista pilih? Seseorang yang selalu menghujaninya dengan cinta ataukah suaminya yang tak pernah menganggapnya ada, dan bagaimana Callista menjalani pernikahan tanpa cinta yang semakin membuatnya menderita? Baca sekarang dan jatuh cinta bersama Callista dan Zafran dalam perjalanan cinta yang tak pernah mudah, tapi sungguh berarti.
Mehr anzeigenCallista menatap layar ponselnya yang berkedip-kedip. Nama "Zafran" tertera di sana. Jantungnya berdegup kencang. Sudah tiga hari sejak dia meninggalkan rumah besar itu dengan membawa Kayla, dan suaminya tidak pernah menelepon atau mencari tahu keberadaan mereka.Panggilan pertama terlewatkan karena tangannya gemetar. Ketika ponsel berdering lagi, Callista menarik napas dalam-dalam sebelum mengangkatnya."Halo?" suaranya hampir berbisik."Ada apa?" Zafran langsung to the point, suaranya datar dan dingin seperti biasa.Callista menggenggam ponselnya lebih erat. "Kayla demam tinggi sejak tiga hari lalu." Dia berhenti sejenak, mencoba mengatur napasnya. "Sekarang kami di rumah sakit. Dokter bilang harus dirawat inap karena...""Berapa biayanya?" Zafran memotong dengan nada yang terdengar terburu-buru.Air mata mulai mengumpul di sudut mata Callista. *Kenapa sela
Zafran duduk di kursi kepala direktur dengan postur tubuh yang kaku, jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja dengan ritme yang tidak beraturan. Sudah tiga hari berlalu sejak kepergian Callosta malam itu dia sama sekali tidak mendapatkan kabar darinya. Dia memandangi ponselnya dengan menyipitkan matanya seolah ingin menghububgi seseorang. Tangannya tampak ragu meraihnponsel itu, tapi sebelum dia benar-benar memegang ponselnya, suara ketukan pintu mengurungjan niatnya."Pak Zafran?"Suara Arman, sahabatnya sekaligus asisten pribadi berusia 30 tahun yang sudah bekerja dengannya selama 8 tahun, mengembalikan kesadarannya ke dunia nyata. Pria berperawakan sedang dengan kacamata bulatnya itu menatapnya dengan ekspresi khawatir."Apa?" jawab Zafran ketus, berusaha menyembunyikan kegalauan yang kini menyelimuti batinnya sejak tadi pagi.Arman menaruh berkas kontrak di meja dengan hati-hati. "Kontrak dengan k
Zafran meletakkan cangkir kopinya dengan pelan, matanya secara refleks melirik ke arah ruang makan melalui kaca jendela ruang kerjanya di rumah. Callista sedang duduk sendirian di meja makan yang panjang, mengaduk-aduk sereal dalam mangkuknya dengan gerakan yang tampak lesu. Rambutnya yang panjang tergerai menutupi sebagian wajahnya, namun Zafran masih bisa melihat ekspresi kosong di mata gadis itu. Berbeda sekali dengan Novita.Mantan istrinya dulu selalu sempurna di setiap kesempatan duduk dengan postur tegak, makan dengan tata krama yang tak terbantahkan, bahkan saat sarapan sekalipun. Novita tak pernah menunjukkan kemalasan atau ketidakpedulian seperti yang terlihat pada Callista saat ini.Zafran menggelengkan kepala, berusaha mengusir perbandingan itu dari pikirannya. Ia kembali fokus pada laptop di hadapannya, namun matanya kembali melayang. Callista bangkit dari kursinya, bergerak dengan langkah gontai menuju dapur. Gadis itu mengenakan kaos oversize berwarna abu-abu dan celana
Malam telah larut ketika Callista terbangun dari tidur singkatnya karena Kayla yang menangis lapar. Ini sudah ketiga kalinya malam ini ia terbangun. Mata yang bengkak dan punggung yang pegal tidak menghentikannya untuk bangkit dan membuatkan susu untuk Kayla dengan penuh kasih.Saat ia duduk di kursi goyang sambil menggendong Kayla, suara langkah kaki berat terdengar dari koridor yang menuju ke kamar Zafran. Pria itu baru pulang setelah hampir 14 jam menghilang tanpa jejak. Bau alkohol dan parfum wanita lain tercium samar menguar dari arah kamarnya.*BRAK!*Suara pintu yang dibanting keras membuat Callista bergidik dan Kayla hampir terbangun dari tidurnya. Bahkan di minggu kedua pernikahan mereka, Zafran tidak pernah sekalipun menanyakan kabar Callista atau keponakan yang kini menjadi tanggung jawabnya sendiri."Papa tidak pernah mau tahu tentang kita, sayang," bisik Callista pada Kayla yang sudah kenyang namun masih rewel. "Tapi tidak apa-apa. Mama akan memberikan cinta yang berlipat












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.