Compartir

Bab 56

Autor: Nayla
Namun, pihak itu tetap menolak. Menurut laporan manajer bisnis yang dikirim untuk bernegosiasi, setelah ditolak, dia masih sempat menjelaskan dengan hati-hati bahwa perusahaan itu adalah milik Keluarga Laksmana.

Namun, pihak lawan sama sekali tidak ragu dan berkata, "Aku tahu itu perusahaan Keluarga Laksmana, tapi tetap nggak akan bekerja sama."

'Sombong sekali. Jadi, ternyata orang itu adalah dia.'

Devan kembali menatap foto pria itu.

Sejak kecil, Pamela memang selalu unggul. Dia memiliki ingat
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 529

    Florence balik menggenggam tangan Mavin, lalu menepuk punggung tangannya."Kalau Scarlett nggak bisa datang, setidaknya kamu bisa lebih sering berkunjung ke rumah Keluarga Lutharsa untuk menemuiku. Sekalian ceritakan kabar Scarlett dan Edric."Saat menyebut Edric, Florence kembali berdecak dengan tidak puas. "Kak, kamu benar-benar nggak becus.""Katanya yang dekat biasanya yang lebih dulu dapat kesempatan. Kamu sudah di sisi Scarlett selama bertahun-tahun, tapi malah membiarkan orang lain merebutnya."Florence menghela napas, lalu menggelengkan kepala dengan pura-pura kecewa.Mavin mengangkat tangan dan mengetuk kepalanya pelan. "Kurang ajar."Florence menjulurkan lidah dan membuat wajah usil padanya. "Tapi aku serius. Meskipun Edric sangat baik, dengan kondisinya sekarang, akan sulit bagi mereka untuk terus bersama selamanya. Kalau kamu mau berusaha memperjuangkannya, kamu masih punya kesempatan."Kemudian, dia meneruskan dengan nada penuh penyesalan, "Dulu kamu bahkan mendirikan UME

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 528

    "Kak."Florence berdiri, lalu berlari cepat dan langsung menjatuhkan diri ke dalam pelukan Mavin sambil menangis tersedu-sedu.Mavin merangkulnya pelan sebagai bentuk penghiburan.Nadya berdiri di tempat. Melihat itu, dia tidak tinggal lebih lama lagi. Setelah diam-diam menutup pintu, dia pun pergi.Hampir satu menit kemudian, Florence baru melepaskan diri dari pelukan kakaknya. Dia mengusap air matanya, lalu bertanya, "Kenapa kamu datang? Kalau Scarlett? Apa Scarlett datang juga?"Saat menyebut nama Scarlett, nada suaranya terdengar rumit. Di saat seperti ini, dia sebenarnya ingin bertemu Scarlett.Namun pada saat yang sama, dia juga tidak ingin Scarlett mengetahui keadaannya sekarang, agar sahabatnya itu tidak kembali bersedih.Dengan sifat Scarlett, besar kemungkinan dia akan langsung mendatangi Harris untuk meminta pertanggungjawaban. Florence tidak ingin Scarlett kembali berada dalam bahaya karena dirinya.Mavin menggeleng. "Nggak."Mendengar itu, Florence menghela napas lega. "Ka

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 527

    Kalimat Florence bahkan belum selesai ketika Harris tiba-tiba menahannya. Mengabaikan perlawanan Florence, dia membungkuk dan mencium bibir Florence. Dia memaksa membuka gigi Florence, lalu menyuapkan bubur yang ada di mulutnya ke dalam mulut Florence.Begitu menyadari apa yang sedang dia lakukan, Florence langsung mendorongnya menjauh.Mual.Perutnya langsung bergejolak hebat. Dia membungkuk dan batuk keras, berusaha memuntahkannya. Namun perutnya hampir kosong, bahkan untuk muntah pun tidak ada yang bisa dimuntahkan."Kalau kamu masih nggak mau makan, aku akan mengikatmu di tempat tidur dan menyuapimu dengan cara seperti ini sampai semuanya habis!" bentak Harris dengan kesal.Florence memang sangat membenci sentuhannya.Kalau dulu, demi menghindari sentuhan Harris, Florence tetap akan berusaha menuruti perkataannya meski merasa marah. Namun kali ini, dia tidak marah. Karena tidak bisa memuntahkan apa pun, Florence hanya mengusap bibirnya.Melihat ekspresi Harris yang begitu kehilanga

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 526

    Scarlett melirik layar ponselnya sekilas, lalu langsung menolak panggilan itu. Namun, Pamela tidak menyerah dan kembali menelepon. Melihat itu, Scarlett akhirnya mengangkat telepon."Kakakku ada di tempatmu?" Begitu panggilan tersambung, suara Pamela yang terdengar agak cemas langsung terdengar dari seberang.Scarlett menjawab singkat, "Nggak.""Aneh." Pamela berkata dengan bingung, "Kalau begitu, ke mana dia pergi? Sejak keluar kemarin, dia sama sekali nggak bisa dihubungi. Dia juga nggak pulang ke rumah, bahkan hari ini nggak masuk kantor."'Mungkin dia menerima pukulan yang cukup besar dan ingin menenangkan diri sendiri.' Scarlett diam-diam berpikir demikian."Kalau nggak ada hal lain, aku tutup dulu.""Jangan tutup dulu." Pamela tiba-tiba berkata, "Kak Scarlett."Scarlett langsung mengoreksinya. "Aku dan Devan sudah lama bercerai. Aku bukan kakak iparmu lagi."Pamela melanjutkan, "Dokumen perjanjian pengalihan saham yang kamu tanda tangani untuk Keluarga Laksmana, ternyata kakakku

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 525

    "Kamu ini kakak Florence. Aku berharap kamu bisa lebih banyak membujuknya."Mavin menatap matanya. "Jadi semua yang kamu lakukan hari ini adalah supaya aku bisa datang ke rumah Keluarga Lutharsa secara wajar dan nggak buat Scarlett curiga?"Nadya mengangguk. "Kamu juga sudah lihat sendiri. Demi Scarlett, adikku hampir kehilangan nyawanya. Aku nggak ingin Florence celaka, juga nggak ingin Scarlett celaka."Di kamar tamu, Edric membaringkan Scarlett di atas ranjang dan menciumnya dengan lembut. Ciuman yang datang bertubi-tubi membuatnya linglung.Saat Scarlett mengira Edric akan melangkah lebih jauh, pria itu justru melepaskannya. Begitu membuka mata, Scarlett kebetulan melihat ekspresi kesakitan yang sekilas melintas di wajah Edric."Ada apa? Lukamu tertarik?" Dia buru-buru bangkit dan duduk.Namun, karena bangun terlalu cepat, pandangannya menggelap dan dia hampir terjatuh. Edric yang sedang berlutut di samping kakinya bereaksi sangat cepat. Dia langsung merangkul pinggang Scarlett dan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 524

    Di dalam kamar mandi.Nadya bersandar di kusen pintu, sebatang rokok terselip di antara jemarinya. Melalui cermin besar di hadapannya, dia melihat Mavin yang sedang berjalan ke arah sana."Bu Nadya, aku kurang mengerti, apa maksudmu melakukan ini?" tanya Mavin.Nadya tersenyum, lalu menjentikkan abu rokok di ujung jarinya. "Aku sudah melakukannya sejelas itu. Bahkan Scarlett saja sudah bisa melihatnya. Masa kamu nggak bisa?"Mavin sedikit mengernyit. Bukannya dia tidak bisa melihatnya, hanya saja menurutnya dia dan Nadya tidak punya banyak hubungan. Dia tidak memiliki perasaan terhadap Nadya. Selain itu, menurutnya perasaan Nadya terhadapnya muncul terlalu tiba-tiba. Di matanya, sikap Nadya itu lebih mirip permainan.Setelah berpikir sejenak, Mavin berkata dengan sopan, "Maaf, Bu Nadya. Kamu pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik."Nadya mengangkat alis. Dia berdiri tegak dan mematikan puntung rokoknya, lalu melangkah perlahan mendekati Mavin. "Gimana kalau menurutku kamu sudah y

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status