LOGINProlog: Kisah tentang seorang gadis polos yang selalu dikhianati dan disakiti oleh pasangannya namun rasa cintanya tak pernah berkurang sedikitpun hingga suatu kebenaran terungkap dan merubah segalanya. *** Sarah adalah seorang gadis dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Dia merantau ke kota lain yang masih diprovinsi jawa timur untuk kuliah. Di kota itulah kisahnya bermula saat dia mengenal seorang pemuda bernama ivan. Ivan adalah seorang pemuda berusia 30 tahunan dengan perawakan badan kekar dan perut sedikit buncit. Kulitnya kuning langsat terlihat sangat terawat. Tinggi sekitar 160 cm dan rambut cepak model kekinian. Ivan merupakan seorang karyawan salah satu bank milik pemerintah. Awal perkenalan mereka adalah dari sebuah aplikasi chatting. Berawal dari saling berkirim pesan akhirnya terjalinlah sebuah hubungan asmara antara keduanya. Hubungan itu bukan membuat sarah bahagia namun malah sebaliknya dia merasakan hatinya terluka dan hidupnya tersiksa. Hubungan penuh air mata dan pengkhianatan. Sesuatu indah yang diharapkan tak didapatkannya namun malah sakit yang dirasakan. Kebohongan, pengkhianatan hingga ancaman dan bahkan kekerasan dirasakannya.
View MoreUsai mengantarkan Sarah pulang ke kosnya, Ivan kembali melajukan motornya entah kemana. Pamitnya sih pulang namun hingga beberapa jam berlalu lelaki itu tak mengirimkan pesan atau menghubungi Sarah seperti biasanya. Jika sebelumnya ia akan memberikan kabar pada Sarah melalui pesan atau telepon saat dirinya sudah tiba dirumahnya, namun hari ini ia tak melakukannya.Sarah memandangi ponselnya yang begitu hening tak ada notifikasi apapun. Entah apa yang ia harapkan dari ponsel itu.'Ya Tuhan aku sudah seperti p*lacur saja. Setelah dipakai diabaikan begitu saja' batin Sarah dalam hatinya. Hatinya begitu sakit mengingat dia bertahan karena ancaman dari Ivan dan hanya dimanfaatkan sebagai pemuas nafsu lelaki itu saja. Sebenarnya ia merasa lelah dan frustasi namun ia tak bisa mengorbankan harapan ibunya di kampung halaman dan membuat sang ibu kecewa. Sarah hanya bisa menahan semua tekanan dan penderitaan yang dialaminya sendiri. Hanya Olivia yang selalu ada di sisinya dan mendukungnya selama
Esok harinya,,, Sarah sudah pergi ke kampus sejak pukul tujuh karena hari ini ia ada janji dengan dosen pembimbingnya. Saat memasuki area kampus tubuhnya terpaku melihat mobil Ivan yang juga memasuki kampusnya. 'Ngapain dia kesini?' batin Sarah cemas Ivan hanya menoleh sejenak dan menyeringai pada Sarah tanpa menyapa gadis itu. Pandangan Sarah terus mengikuti arah kepergian mobil Ivan yang ternyata berhenti di lobi kantor rektorat. Sarah gelisah sejak melihat kedatangan Ivan yang menuju kantor rektorat mengingat ancamannya kemarin siang. Gadis itu tau jika Ivan akan menemui kakaknya di dalam gedung itu, namun untuk tau siapa kakak dari lelaki tersebut tidak memungkinkan bagi Sarah untuk mencari tahunya. Sarah hanya seorang mahasiswa yang hanya tau kuliah dan belajar. Ia jarang bersosialisasi dengan mahasiswa atau mahasiswi dari fakultas lain jika tak ada kuliah bersama. Bahkan ia hanya mengikuti kegiatan ekstra yang hanya diwajibkan saja. Dengan hati gelisah dan penuh tanya, Sara
Sarah menaiki motor Ivan dengan kesal. Bibirnya mengerucut. Tak ada perbincangan apapun selama dalam perjalanan. "Kamu kenapa gak izin sama aku kalo mau pergi sama temenmu?" tanya Ivan ketika mereka telah tiba di kos Sarah "Masa iya apapun yang mau aku lakuin harus izin kamu dulu. Ayolah kita itu cuma pacaran bukan suami istri yang apa-apa aku harus izin. Aku juga pengen bebas gak dikekang terus sama kamu Van" Sarah meluapkan isi hatinya. Tak ada lagi panggilan sayang darinya. "Oh kamu pengen bebas iya?" sentak Ivan membuat Sarah diam membeku. "Jawab" sentaknya lagi saat tak ada jawaban dari Sarah "Aku juga pengen nikmati masa-masa mudaku layaknya remaja lain. Jalan sama temen, nongkrong apapun itu selayaknya remaja normal. Bukan dikekang gini" ucap Sarah dengan suara bergetar menahan bulir yang akan jatuh di sudut matanya. Ivan mengusap rambutnya kasar. Ia harus meninggalkan pekerjaannya untuk menyusul Sarah dan membawanya pulang, padahal tak ada siapapun yang memintanya. "Mendi
Sesampainya dirumah, Ivan langsung menelepon Sarah untuk memastikan kekasihnya itu masih berada di kos dan tak pergi lagi dengan orang lain setelah diantarkannya tadi."Ada apa?" suara Sarah terdengar malas"Kangen aja yank" jawab Ivan di seberang sana.Hanya helaan nafas yang terdengar dari tempat Sarah."Kamu lagi ngapain yank?" tanya Ivan"Rebahan. Mau tidur" jawab Sarah seadanya."Yaudah kamu istirahat ya yank. Nice dream" ucap IvanTak menanggapi kata-kata Ivan, Sarah langsung mengakhiri panggilan begitu saja.'Apa aku putus aja ya sama dia. Aku gak mau terus-terusan jadi pemuas nafsunya aja. Tapi gimana sama ibu yang udah tau aku pacaran sama dia? Lalu bagaimana masa depanku setelah dia merenggut kehormatanku?' batin Sarah. Banyak tanya dan pertimbangan yang berkecamuk dalam pikirannya. Tak menemukan solusi, Sarah merasa frustasi hingga menjambak rambutnya sendiri."Aakkhh" pekik Sarah tertahan saat merasakan sakit di rambutnya yang ia jambak."Kamu kenapa mbak?" tanya Olivia"L
Perlahan Sarah menaiki motor sport itu dengan berpijak pada footstep yang terdapat di bagian samping bawah motor."Sudah siap?" tanya Ivan"Sudah." jawab Sarah sambil membetulkan posisi duduknya.Sarah merasa agak canggung harus pergi berdua dengan Ivan karena sebelumnya dia tak
Setiap hari Sarah melakukan rutinitas kuliahnya sambil melakukan persiapan program magangnya di pulau Bali.Sarah pun juga semakin intens berkirim pesan dengan teman barunya yang bernama Ivan. Semakin hari mereka semakin dekat dan saling mengenal kepribadian masing-masing.Ivan semaki
Esok harinya, Sarah pergi ke kampus untuk mengajukan proposal magangnya pada kepala jurusan untuk ditandatangani.Setelah selesai dengan urusan penandatanganan berkas, Sarah lalu bergegas mengirimkan proposal magangnya ke salah satu perusahaan pembangkit listrik yang lokasinya masih di Jawa
"Olivia...." teriak Sarah saat memasuki kamar kosnya."Ada apa sih mbak pulang-pulang kok teriak-teriak gitu kayak orang kesurupan aja." jawab Olivia sambil tertawa melihat kelakuan Sarah."Kamu sengaja ngerjain aku ya. Nyuruh aku ke tempat kamu ditilang eh saat aku disana kamu malah sudah pulang."












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.