Share

Dataran Kabut Hitam

Penulis: Jimmy Chuu
last update Tanggal publikasi: 2025-12-19 18:57:55

Rong Tian melangkah masuk ke Dataran Kabut Hitam. Kabut tebal langsung menyelimuti tubuhnya, jarak pandang menyusut hingga hanya beberapa langkah. Tanah di bawah kakinya lembap, setiap langkah menciptakan suara kecipak pelan yang terdengar terlalu keras di keheningan ini.

Bau busuk menyeruak ke hidung. Bukan bau tanah basah biasa, melainkan bau kematian yang mengendap bertahun-tahun. Bau darah kering yang sudah meresap ke tanah, bau daging yang pernah membusuk di sini, bau logam berkarat yang b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus dan ditunggu2
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Jubah yang Tertinggal Pagi

    Beberapa tamu sekte kecil berbisik ketika melihat dua ahli waris Sekte Bunga Salju berdiri di sisi Rong Tian. Ada yang dulu ikut percaya bahwa Bing Ruoxue dan Xue Lingyin membawa aib dari Laut Timur, dan kini mereka tidak berani mengangkat suara setelah Pedang Rembulan tergantung jernih di belakang aula.Seorang tetua dari sekte luar mencoba menyelamatkan muka dengan berkata bahwa dunia persilatan memang sering salah paham. Murid di belakangnya cepat mengangguk, tetapi wajah mereka memucat ketika seorang murid tua Sekte Bunga Salju membuka catatan lama dan membacakan nama-nama orang yang pernah ikut menyebarkan tuduhan palsu.Rong Tian tidak mempermalukan mereka dengan kata-kata. Justru karena ia hanya duduk tenang di kursi utama tamu, para tamu merasa punggung mereka makin berat, sebab tidak ada yang tahu apakah diamnya seorang abadi berarti memaafkan atau sekadar menganggap mereka tidak layak ditegur.Upacara berlangsu

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Bab 320: Janji di Bawah Salju

    Beberapa hari setelah nama Bing Ruoxue dan Xue Lingyin dipulihkan, Sekte Bunga Salju tidak lagi tampak seperti tempat yang hanya dijaga oleh dingin dan aturan. Aula utama dibersihkan dari catatan palsu, tirai biru pucat diganti, dan tablet pendiri diseka oleh murid-murid tua yang selama lima tahun menelan keraguan tanpa berani menantang Qiao Yulan.Kabar menyebar dari pegunungan utara ke kota-kota kecil di bawah lereng. Orang-orang mulai berbisik bahwa Tuan Jubah Putih datang ke Sekte Bunga Salju, merobohkan ketua palsu tanpa membantai murid, membuka penjara bawah tanah, lalu mengembalikan Pedang Rembulan kepada dua ahli waris yang seharusnya tidak pernah hilang.Di gerbang luar, murid-murid yang dulu ikut menghunus pedang kini berdiri lebih tegak tetapi jauh lebih hati-hati. Mereka tidak lagi berani menyebut Bing Ruoxue dan Xue Lingyin sebagai pengkhianat, dan setiap kali melihat Rong Tian melewati tangga salju, tangan mereka merapikan gaga

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Darah di Atas Pedang Rembulan

    Pedang Rembulan ikut bersinar. Cahaya bulan menyentuh titik-titik segel di bahu, dada, dan pergelangan mereka, lalu menarik keluar qi dingin yang salah seperti benang hitam tipis dari kain putih.Beberapa murid yang mengikuti dari luar pintu menangis tanpa berani mengeluarkan suara. Mereka pernah mendengar dua nama itu sebagai pengkhianat, tetapi pemandangan di depan mereka tidak terlihat seperti pengkhianat yang dihukum, melainkan ahli waris yang dikurung agar tidak bisa bicara.Qiao Yulan menggertakkan gigi, lalu memaksa suara lembutnya keluar lagi. “Mereka dihukum karena membawa bahaya bagi sekte. Jangan tertipu oleh keadaan mereka sekarang, karena orang yang merusak nama Bunga Salju memang harus menanggung konsekuensi.”Bing Ruoxue menoleh ke arah suara itu. Tubuhnya masih lemah, tetapi matanya tetap berdiri lebih tegak daripada banyak murid sehat di belakang Qiao Yulan.“Kau me

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pintu di Bawah Aula

    Segel kecil di gagang pedang pecah. Cahaya bulan yang semula dipaksa mengalir ke arah Qiao Yulan tiba-tiba berbalik, dan perempuan itu memuntahkan darah ketika meridiannya dihantam oleh qi yang selama ini ia tekan dengan paksa.Pedang Rembulan lepas dari tangannya dan berputar sekali di udara. Rong Tian mengangkat lengan, membiarkan gagang pedang jatuh ke telapak tangannya, sementara seluruh aula melihat Qiao Yulan terhuyung mundur dengan wajah yang tidak lagi mampu mempertahankan senyum.“Pedang ini tidak pernah memilihmu,” kata Rong Tian.Aula sunyi, tetapi kesunyian itu tidak kosong. Di dalamnya ada wajah murid yang memucat, napas yang tertahan, jari yang melepaskan gagang pedang, dan tatapan yang mulai menghitung ulang semua cerita yang mereka dengar selama lima tahun.Cai Ruxin paling cepat bereaksi. Ia menunjuk Rong Tian dengan tangan gemetar, lalu berteriak, “Teknik iblis! Di

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pedang di Tangan Pencuri

    Aula utama Sekte Bunga Salju tampak indah dengan cara yang dingin dan tertib. Pilar putihnya dipahat menyerupai batang es, lantai batu beku memantulkan cahaya biru pucat, sementara lambang bulan besar tergantung di balik kursi ketua seperti mata yang menilai setiap orang dari tempat tinggi.Rong Tian masuk di antara dua baris murid perempuan yang sudah mendengar tuduhan pencurian teknik. Beberapa menatapnya dengan kebencian yang dipelajari dari rumor, beberapa lagi mencoba tampak keras meskipun tangan mereka masih mengingat bagaimana formasi gerbang runtuh tanpa satu pun luka besar.Qiao Yulan duduk di kursi utama. Ia bukan perempuan renta, tetapi usia tampak berusaha disembunyikan di balik riasan halus, dan matanya yang licin menatap Rong Tian seperti pedagang tua menaksir barang langka sebelum menawar dengan harga paling rendah.Di samping kursi ketua, sebuah pedang tersandar pada penyangga giok putih. Pedang Rembulan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Salju yang Tidak Mengenali Guru

    Rong Tian tidak mengubah ekspresi. Ia melihat bagaimana nama Bing Ruoxue dan Xue Lingyin menimbulkan reaksi yang terlalu cepat, terlalu seragam, dan terlalu takut untuk disebut sebagai kebenaran yang lahir alami.“Aku hanya bertanya apakah mereka masih hidup,” kata Rong Tian. “Jika kalian tidak tahu, panggil orang yang tahu.”Kalimat itu membuat wajah Cai Ruxin sedikit berubah. Bagi murid-murid muda, ucapan Rong Tian terdengar seperti ketenangan orang yang tidak memahami bahaya, tetapi bagi Cai Ruxin, ketenangan itu terasa seperti seseorang yang sengaja menahan tangan karena belum ingin membongkar meja.“Mulutmu ringan sekali menyebut nama orang berdosa,” ujar Cai Ruxin sambil mengangkat tangan. “Di depan wilayah sekte kami, pria asing sepertimu masih berani menyuruh kami memanggil orang, seolah Sekte Bunga Salju adalah halaman rumahmu sendiri.”Seorang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Pedang yang Berbalik Arah

    Pedang itu berhenti tepat di depan tenggorokan Lin Xuan dengan presisi sempurna. Jarak hanya satu inci yang sangat tipis, cukup dekat untuk merasakan hawa dingin dari logam tajam.Keringat dingin mengalir sangat deras di pelipis Lin Xuan. Matanya melebar penuh ketakutan yang sangat nyata dan melump

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Tuan Berjubah Putih dan Informasi Terlarang

    Rong Tian melangkah masuk melewati ambang pintu kayu phoebe merah dengan tenang tanpa tergesa. Jubah putih kasarnya yang sederhana dari kain katun kasar kontras tajam dengan kemegahan bangunan yang dihiasi ukiran naga berlapis emas, membuat beberapa kepala berjubah sutra menoleh dengan tatapan pena

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Kesombongan yang Buta

    Xiao Yu mengangkat alis tipis dengan ekspresi bingung yang jelas. Ia hanyalah orang biasa tanpa kultivasi sama sekali, bukan kultivator yang mengerti seluk beluk dunia jianghu yang rumit, hanya pelayan yang dilatih untuk melayani tamu kaya dengan sopan dan profesional.Ia tidak memahami makna "Tuan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang   Ritual Penyerahan Diri (Kedua)

    Jubah sutra hijau giok Madam Lan yang sangat mahal terseret di lantai, kusut dan kotor oleh debu. Ujung jubah basah oleh air mata dan darah yang menetes tanpa henti."Mohon ampun untuk ponakan hamba yang bodoh," suaranya keluar sangat gemetar dari bibir yang masih menempel di lantai dingin. "Ia lay

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status