Home / Romansa / Di Ranjang Majikanku / 271. Kedatangan Nurma

Share

271. Kedatangan Nurma

Author: Keke Chris
last update publish date: 2026-04-06 22:17:14

Tak ada yang tahu Nurma akan datang ke rumah Bhaga malam itu. Nurma tidak menghubungi siapa pun sebelum datang, dia pergi secara impulsif karena terpicu oleh rasa penasaran.

Mobilnya terparkir di halaman rumah Bhaga saat hari mulai malam. Sopirnya baru saja turun, berniat untuk membukakan pintu, tapi Nurma sudah berjalan duluan.

Saking terburu-burunya, dia tak mengganti pakaiannya dan masih mengenakan sandal rumah. Tak ada barang lain yang dibawanya kecuali tas yang kini ada di genggamannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sahariah Ambo Dali
di update lg Thor dah 2 hari tak di update....
goodnovel comment avatar
Sahariah Ambo Dali
apa ni Thor update 2 bab yg sama
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Di Ranjang Majikanku   271. Kedatangan Nurma

    Tak ada yang tahu Nurma akan datang ke rumah Bhaga malam itu. Nurma tidak menghubungi siapa pun sebelum datang, dia pergi secara impulsif karena terpicu oleh rasa penasaran.Mobilnya terparkir di halaman rumah Bhaga saat hari mulai malam. Sopirnya baru saja turun, berniat untuk membukakan pintu, tapi Nurma sudah berjalan duluan. Saking terburu-burunya, dia tak mengganti pakaiannya dan masih mengenakan sandal rumah. Tak ada barang lain yang dibawanya kecuali tas yang kini ada di genggamannya. Dia mengetuk pintu dan Maryam yang membukakannya dengan wajah yang sedikit terkejut, tapi kemudian tersenyum ramah. “Nyonya Besar,” sapanya. “Silakan masuk.” “Dimana semua orang?” Tanya Nurma saat dia melangkah masuk. “Sedang di ruang makan, Nyonya. Bersiap untuk makan malam. Mari saya antar, Nyonya.” Tangan Nurma terangkat. “Tidak perlu. Aku bisa sendiri.” Maka, Maryam pun sedikit membungkuk dan undur diri dari sana. Nurma melangkah dengan langkah cepat. Dari dalam terdengar suara tawa

  • Di Ranjang Majikanku   270. Nurma Penasaran

    Sore itu Nurma tiba-tiba saja menelepon ke rumah Bhaga. Semua sedang sibuk dengan urusannya masing-masing dan Maryam yang menerima panggilan itu.Seperti biasa, Ardan adalah hal pertama yang ditanyakan. Setelahnya keadaan rumah dan kesehatan Bhaga. Dan Maryam menjawab semua dengan jujur."Iya, Nyonya. Den Ardan sehat. Minggu lalu baru saja mengadakan piknik kecil di halaman belakang rumah dengan beberapa teman sekolahnya.""Piknik? Siapa yang urus?""Non Binar dengan Tuan Bhaga, Nyonya. "Nurma diam sebentar di ujung telepon. Maryam tidak menyadari keheningan itu sebagai sesuatu yang salah. Dia kembali melanjutkan ceritanya, karena Nurma bertanya lagi, "Apa-apa saja yang disiapkan?"Maryam bercerita dengan detil tentang acara kecil itu dan Nurma mendengarkan dengan suara yang masih terdengar ramah.Lalu Maryam menyebutkan sesuatu yang membuat Nurma terdiam lebih lama."Tuan besar juga beberapa kali datang dan bicara dengan Non Binar di ruang kerja, Nyonya. Dan belakangan Non Binar dis

  • Di Ranjang Majikanku   269. Cium Yang Banyak

    Matahari masih cukup tinggi, saat Bhaga memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Dia pulang dengan wajah tanpa beban, tak seperti hari-hari sebelumnya. Kakinya melangkah dengan ringan ketika masuk ke dalam rumah, dan menyaksikan kebersamaan yang selalu dia sukai.Binar dan Ardan sedang duduk di karpet ruang keluarga, tenggelam dalam potongan mainan puzzle bergambar dinosaurus. Potongan-potongan kecil tersebar di antara mereka, dan keduanya begitu antusias dalam merangkai gambar itu, sampai tidak menyadari kedatangan Bhaga.Ardan sangat serius, dia kadang sampai mengernyit, dan menggigit bibirnya. Sedangkan Binar di sampingnya, begitu sabar membantu menemukan potongan yang tepat.Bhaga melewati ruang keluarga sambil menyapa keduanya, membuat Binar mengangkat kepala. "Besok aku mau ke toko buku sama Ardan. Jam dua siang."Bhaga berhenti. Sejenak dia menatap Binar, lalu mengangguk. "Oke.""Aku akan hubungi Hendra."Sedetik. Mata Bhaga berkilat lega dan menahan senyuman. "Baiklah."Dia lanj

  • Di Ranjang Majikanku   268. Pengawal Baru

    Dua hari terlewat tanpa ada yang lagi membahas tentang hari itu. Seolah semua sudah baik-baik saja, tapi ada yang berubah.Bhaga menghabiskan waktu lebih lama di meja makan. Dia makan dengan lebih lambat, membuka ponsel di sana, bahkan terkadang sembari membalas beberapa pekerjaan.Pria itu selalu teratur, dia melakukan semua sesuai tempat dan waktunya.Binar sempat melirik dan memperhatikan beberapa kali, tapi dia tak mengubris. Mungkin memang belum ada hal penting di kantor, atau pria itu hanya mau menghabiskan waktu lebih lama bersama Ardan.Namun, saat Ardan sudah berangkat ke sekolah, Bhaga masih di rumah. Hanya duduk sambil sibuk dengan ponselnya.Binar membereskan piring. Dari dapur, dia melihat Bhaga berdiri, mengambil jas, menyampirkannya di lengan, lalu duduk lagi. Dia mengernyit, apa yang dilakukan Bhaga sebenarnya?Jam delapan kurang lima, Bhaga berdiri. Menghampiri Binar, mencium kening dengan cepat dan pergi tanpa kata. Binar hanya diam sambil menatap punggung itu menjau

  • Di Ranjang Majikanku   267. Pindah Tengah Malam

    Binar tidak bisa tidur tenang. Beberapa kali dia terbangun dan berusaha untuk tidur lagi.Pintu kamar terbuka. Binar tidak bergerak. Matanya terbuka, menatap ke arah jendela yang tertutup. Pikirannya ke mana-mana. Memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang.Dia tidak menoleh, dan mendengar langkah Bhaga masuk. Pria itu berhenti sebentar. Binar merasakan tatapan di punggungnya. Lalu langkah itu bergerak ke kamar mandi.Pintu kamar mandi tertutup. Suara air menyala.Menit terlewati, dan sekarang, suara air berhenti. Pintu kamar mandi terbuka.Langkah Bhaga keluar kembali terdengar, kini suara pintu lemari. Ada benda ringan yang terjatuh, lalu langkah itu menjauh dari ranjang.Binar menahan napas.Langkah itu berhenti. Sofa.Binar mendengar tangan Bhaga menepuk pelan bantal di sofa. Lalu suara tubuh besarnya duduk, berbaring. Binar menahan sejenak, merasakan sesak, tapi dia tetap diam.Dia berbaring menatap gelap, mendengarkan suara detak jam dinding di kamar yang sunyi. Binar menutu

  • Di Ranjang Majikanku   266. Tak Kembali Ke Kamar

    Suasana terasa begitu canggung. Meja makan yang biasa berisi obrolan ringan dan ramai dengan celotehan Ardan, malam ini begitu sepi. Hanya ada denting piring dan sendok, juga helaan napas Ardan yang makan dengan malas.Mata Ardan berulang kali menatap ke arah Bhaga dna Binar, dan mukanya sedikit merengut.“Papa sama Bunda lagi berantem ya? Kok pada diem aja, sih, dari tadi?”Binar tersentak kecil, dia melirik Bhaga sesaat yang tetap datar dan fokus pada makanannya, lalu menoleh pada Ardan. “Enggak kok, Sayang. Papa cuma lagi kecapean aja.”Ardan mengangguk, lalu menatap Bhaga dengan serius. “Tadi aku jatuh, Pah, pas kejar burung merpati.”Bhaga melirik tajam ke arah Binar, mendengkus kecil, dan berdeham pelan. “Burung sudah pasti akan terbang saat merasa terancam, Nak. Otak punya sistem sendiri, saat merasa akan sesuatu yang berbahaya dia akan memerintahkan tubuh untuk berlindung.”Binar tersedak kecil dan tangannya dengan cepat meraih gelas minumnya dan meminumnya rakus.Ardan turun

  • Di Ranjang Majikanku   33. Ini Yang Terakhir Kali

    "Masuk." Suara Bhaga yang dalam membuatnya merinding. Dia membuka pintu dan menemukan Bhaga sedang duduk di belakang mejanya, menatap dokumen. "Ada perlu apa, Binar?" tanya Bhaga tanpa mengangkat kepala. Binar menarik napas dalam. "Saya... ingin mengundurkan diri, Tuan. Besok pagi saya akan perg

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Di Ranjang Majikanku   36. Pilih Kak Binar Atau Mama

    Hening. Semua seolah sunyi, tak ada suara. Tenggorokan Bhaga tercekat, hatinya serasa diremas kuat. Sakit sekali. Rasa bersalah dan penyesalan perlahan mulai memenuhi dirinya. Kenapa, Bhaga? Dia bertanya dalam hati. “Ardan,” lirihnya. Bhaga terdiam, menatap telapak tangannya sendiri yang masih te

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Di Ranjang Majikanku   40. Kita Belum Selesai

    Kilatan flash dari ponsel Celia menyambar bagai kilat di kegelapan, membekukan momen memalukan antara Bhaga dan Binar di dalam mobil. Celia tersenyum puas. Bhaga mendesis kesal. Matanya menyipit karena silau, sebelum amarah yang membara meledak. “Celia!” Dengan gerakan kasar dia menarik celananya

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Di Ranjang Majikanku   35. Peringatan Papi

    Udara di ruang kerja Bhaga terasa membeku. Bhaga yang masih berdiri kehilangan tenaga untuk bergerak. Setiap kata dari Djati menghunjam harga dirinya. Berselingkuh dengan pembantu. Lalu bagaimana dengan Celia? Apa merasakan kebahagiaan itu dilarang? Bersama Celia, bahkan untuk tersenyum saja teras

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status