LOGINPamela Kanditha Kilmer menjadi buronan Damian Airlangga, tunangannya sendiri. Ia bertemu Ace Andreas Wiratmaja, duda satu anak yang merana sejak istri tercintanya tiada. Di pertemuan dalam keadaan yang menawarkan berbagai rintangan dan kebersamaan yang mendekatkan mereka, mustahil bagi Pamela dan Ace mengabaikan daya tarik-menarik di antara mereka hingga tak mampu menolak sesuatu yang mendebarkan hati dan peringan duka. Masalahnya sebuah peluru Damian Airlangga melumpuhkan mimpi-mimpi mereka. Bisakah keduanya memiliki kesempatan bersama atau masa lalu mereka terlampau sulit dilupakan?
View MoreāDi mana sih kamu mas?ā Pamela Kandhita Kilmer berkacak pinggang di belakang villa. Lampu-lampu kecil berwarna-warni di taman memantul di selaput matanya.
Pamela mengedarkan pandang, nihil. Tidak ada orang yang dia cari. Pamela kembali ke aula. Para penikmat pesta membanjir di situ, membawa gelas-gelas anggur merah bergagang panjang sambil berdansa atau membawa piring makanan di kursi dan meja cantik berhias bunga-bunga dengan perpaduan warna putih dan ungu.Pamela mengerang, hawa perayaan pernikahan itu bercampur dengan kesuraman karena dia tidak menemukan Damian Airlangga atau Sassy di aula villa.Di antara rekan-rekan satu divisi personalia dan general affair, Pamela menanyakan mereka.āAku lihat tadi ke atas, lewat pintu samping!ā bisik pria berbadan kurus.Sambil menggerutu tidak jelas, bayangan sekertaris sang tunangan yang bertubuh elok dan berambut coklat pucat itu menjajah kewarasannya. Sassy, janda tanpa anak itu!Pamela menarik napas, pertama-tama dia melepas sepatu hak tingginya agar tidak mengeluarkan suara saat melangkah. Yang kedua, dia ingin mengintip apa yang di lakukan Damian dan Sassy di tempat berbeda dengan tamu undangan lainnya.Pamela mengendap-endap dari bawah anak tangga. Di ujung anak tangga paling atas, dia mengangkat kepala sekilas lalu merunduk lagi. Ada ruangan-ruangan yang di peruntukkan untuk pertemuan private dan bar kosong tanpa pelayan.āMereka sembunyi. Kurang ajar!ā batin Pamela. Dia kembali mengendap-endap tanpa suara ke ruangan paling dekat. Tubuhnya menempel di dinding ketika terdengar kursi bergeser dari ruangan itu. Detak jantung Pamela meningkat.āMiranti gak tau kalo uang perusahaan yang aku lobi berhasil aku ambil setengah m. Sy, kamu ingat nilai saham dari perusahaan minyak di timur tengah? Aku rekayasa sebisa mungkin. Miranti bakal pusing tuh habis pesta nikahannya.ā ucap Damian dengan nada jumawa.Pamela terpukau begitu pun wanita yang merangkul lehernya. Pamela merangkak semakin dekat ke ambang pintu.āJadi kamu banyak uang dong sekarang, sayang?ā tukas Sassy, badannya bergelayut manja pada tubuh pria yang mengenakan pakaian gelap, bermata halus berbentuk almond dan rambut gelap yang di tarik ke belakang.Sassy membelai wajah nakal Damian dengan tangannya yang menggunakan sarung tangan renda.āLupain Pamela, Damian. Ada aku yang siap memujamu setiap hari!ā rayu Sassy.Jarak yang sebegitu dekat, memudahkan Damian melingkarkan lengannya di pinggang Sassy lalu merapatkan diri gadis itu kepadanya. Damian menciumnya dengan lembut dan hati-hati, tapi bukan kelembutan yang Sassy inginkan. Sassy membalasnya dengan ciuman sensual, membuat mulut Damian terbuka agar memberikan keseluruhan nikmat yang dapat dirasakan.Damian mengerang rendah di tenggorokannya. Mereka berciuman begitu mesra sampai terjatuh bersama di meja yang menjadi sandaran tubuh Damian. Sassy tertawa sambil menepuk dada Damian dengan gemas. āMau sewa hotel aja, Babe?āDada Pamela bergemuruh. Amarah membakar nyalinya dengan cepat. Pamela membanting pintu seraya menampakkan dirinya di hadapan bedebah yang terkejut melihatnya hadir di tengah suasana mesra mereka.āApa yang kalian lakukan?ā bentak Pamela berapi-api.Sekonyong-konyong Damian dan Sassy bertatapan di atas meja setelah melepas ciuman mereka.Damian mendorong tubuh Sassy seraya gegas bangkit dari meja. āMel... Mel... Aku bisa jelasin!ā serunya dengan nada gugup.āBASI!ā maki Pamela. Tatapannya beralih pada Sassy yang berusaha merapikan gaunnya. Pandangan jijik dan tidak percaya mengacaukan serangkaian perasaannya yang sudah kalang kabut sejak Damian memilih Sassy sebagai sekretarisnya dan membuang sekretaris-sekertaris lain yang lebih berkompeten.āJadi bener ya kabar yang beredar di kantor! Kalian selingkuh di belakangku! Kalian ada main. Jahat banget sih.ā Pamela mendekati Damian seraya melayangkan tamparan keras di pipinya.āKita udah tunangan, bodoh. Kamu gak mikir apa perasaanku gimana? Orang tua kita?āāKamu bilang aku bodoh, Mel?ā Damian mencekal pergelangan tangan Pamela seraya menatapnya dengan sorot mata terluka. Marah.āSebagai tunangan dan atasanmu, aku gak terima kamu bilang aku bodoh! Kamu yang bodoh, Mel. Kamu yang bodoh karena selama ini aku tipu!āāKamu yang bodoh Damian!ā maki Pamela dengan emosi.Damian yang kalap langsung menampar balik Pamela. Pamela tersentak, pipinya terasa panas.Alih-alih menangis, kemarahan memberinya kekuatan untuk melawan. Dia menatap Damian lalu Sassy. Kesabaran mulai menipis seiring dengan pergerakan kedua manusia laknat yang saling mendekat itu. Sebuah senyuman menertawakan terukir di bibir Sassy.āAku bakal laporan ke Bu Miranti kalo kamu menggelapkan uang perusahaan!ā Ancam Pamela.Mendengar nada mengancam itu, Damian dilanda kepanikan. Karir, kedudukan dan penjara terbayang-bayang dibenaknya.Pamela tersenyum sedih melihat reaksi di wajah Damian yang berubah.āKalian jahat, kalian bakal kena karma!ā ungkapnya sebelum pergi.Damian mengejar Pamela dan menarik tangannya yang hendak menuruni anak tangga. Tubuh Pamela berputar dengan gerakan cepat sebelum terpelanting ke lantai dengan keras. Pamela memekik keras bersamaan dengan suara retakan tulang.Damian mengangkang di atas tubuhnya seraya menarik Pamela agar berdiri. Damian menggeram. āKamu bakal nyesel seumur hidup kalo sampai Miranti tahu perbuatanku!āPamela berusaha memberontak. āLepasin, mas. Lepasin! Kamu jahat banget. Mas, jahat!ā serunya lalu melolong meminta tolong.Sassy mendekat. Dia menjambak rambut panjang nan hitam milik Pamela. āKamu gak denger di bawah lagi pada dugem? Sekalinya goblok tetap goblok!āPamela merasakan kulit kepalanya tertarik samlia lehernya mendongak ke belakang. Pamela kesusahan bernapas. Matanya menoleh, memandang wajah-wajah orang yang menyakitinya. Damian dan Sassy tampak klop, tampak sama-sama jahatnya.āKaget ya, baru tau kalo kita selingkuh?ā cibir Sassy. āKasian banget si!āTarikan tangan Sassy semakin mencengkeram kuat di rambutnya. Rasa sakit semakin merajam tubuhnya, Pamela menangis.Damian dan Sassy tertawa, āNggak ada yang bakal tolong kamu, Mel. Sekarang ikut kita!āDamian menarik Pamela menuruni anak tangga dengan cepat. Dengan kondisi patah tulang yang lebih menyakitkan dari patah hati, Pamela tidak kuasa menangis.āAku gak akan tinggal diam dengan perbuatanmu, Dam. Kalian patut di penjara!āāDIAM!ā bentak Damian dan Sassy bersama-sama.Damian melihat kondisi sekeliling, situasi aman karena seluruh penikmat pesta dan pengantin sedang menikmati puncak kemeriahan pesta, Damian menyuruh Sassy mengambil mobilnya.Sebelum pergi, Sassy menuding Pamela dengan wajah bengis. āSampai Miranti tahu skandal kita, kamu bakal semakin tersiksa!āPamela meraung. āLepasin aku, Dam. Lepas!āDamian membekap mulut Pamela dan menariknya ke lobi. Tak ingin menarik perhatian para petugas kemanan villa, Damian melingkarkan tangannya di pinggang Pamela.āKamu diam, kamu bakal selamat!ā bisiknya sebelum mengigit kecil telinga Pamela.āAku slalu menginginkanmu, Pamela. Tapi kamu slalu jual mahal dan menolak. Jadi terima saja akibatnya. Aku selingkuh!āSekujur tubuh Pamela merinding semua. Sakit semua. Dalam semalam dia merasakan sakit yang tak terkira. Pengkhianatan, kekerasan, dan luka batin yang membuatnya trauma di kemudian hari. Tapi seakan dewi fortuna masih berpihak padanya, Sassy kesusahan mengeluarkan mobilnya di antara padatnya parkiran villa, sementara dari dalam aula keluar dua orang tamu undangan yang mengenali mereka berdua.Damian merangkulnya erat seraya membawanya pergi dari tepi lobi seakan tidak mendengar panggilan itu. Clary dan Antoni mengendikkan bahu, tidak mau ikut campur dengan kemesraan Pamela dan Damian yang memang terkenal bucin di perusahaan.Pamela menoleh ke belakang sebelum rahangnya di cengkeram Damian.āDiam!ā Ancam Damian sebelum mengambil ponselnya di kantong jas.Pamela menatap sekeliling, villa itu dekat dengan pantai, banyak orang yang akan menolongnya. Pamela spontan merebut ponsel Damian dan melemparkan jauh-jauh saat ponsel itu sedang terhubung dengan Sassy.Damian menggeram, dua kepentingan di hidupnya mengoyak kebingungannya. Damian menoleh ke sana kemari sementara Pamela sudah lari tunggang langgang tanpa alas kaki.Pamela memegangi tangannya yang patah sembari melongok ke belakang. Kesedihan menderanya bagai jarum menusuk ujung jemari tanpa di sengaja. Kejutan itu mengagetkan dan menyakitkan.āMel... Pamela...ā seru Damian. Lelaki tiga puluh lima tahun itu menggunakan lampu senter hp untuk menerangi tempat-tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi.āMel... Keluar kamu. Aku tau kamu ada di sini!āPamela menempelkan punggungnya di batang pohon kelapa seraya menyeret tubuhnya ke bawah. Sekuat tenaga dia mengurangi isakan tangisnya dengan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Kemurungan terlihat begitu jelas di wajahnya. Tubuhnya menggigil ketakutan, Damian terus meneriakkan namanya sambil menendang benda-benda di dekatnya sampai-sampai menjadikan jantung Pamela terus berdetak kencang.āMel, orang tuamu bakal nyesel kamu putus dariku, Mel. Aku slalu mereka banggakan! Keluarlah, aku gak bakal nyakitin kamu lagi. Aku minta maaf ya. Aku salah. Kita ke rumah sakit ya, kita obati lukanya!ā bujuk Damian dengan nada tegas. Alih-alih merayu.āBohong, dia cuma bohong. Dia gak nyesel, Damian cuma ngerayu aku buat keluar dan kasar lagi sama aku!ā batin Pamela.Damian menendang tong sampah didekatnya. Spontan kekagetan Pamela semakin menjadi-jadi, tanpa pikir panjang ia berlari ke bibir pantai.āMEL!ā Damian meludah, seringai di bibirnya terlihat. Dia mengejar Pamela dengan semangat.Pamela menoleh ke belakang, kakinya yang tidak seimbang kontan membuatnya terjatuh di pasir.Damian meringis lebar. āUdahlah sayang, baikan yuk. Aku minta maaf.ā ucapnya sambil mendekat. Matanya terlihat seperti pemangsa.āGak akan! Aku gak akan baikan sama kamu.ā seru Pamela sambil ngesot ke belakang. āTOLONG....āDamian berjongkok di depannya. Dengan ekspresi tajam dia mencengkeram rahangnya.āTeriak aja terus, Mel. Kita baru di private beach! Sepi.āPamela melolong permintaan tolong sekuat tenaga lalu melempari wajah Damian dengan segenggam pasir.Damian kelabakan dengan tubuh tersentak kaget, kesempatan itu Pamela gunakan untuk berlari ke arah pria yang mengendarai ATV. Pria tanpa baju dan berwajah murung.Pamela mencegatnya hingga membuat Ace Andreas Wiratmaja mengeram.āTolong bantu aku, Pak. Aku mau di rudapaksa. Tanganku patah!āPamela menunjukkan tangannya yang bengkak di bawah gelapnya langit malam pulau Bali. Dan tanpa persetujuannya, Pamela langsung naik ke atas motor itu.āAku mohon tolong aku, Pak. Tolong aku...ā***Pamela siap menjumpai Damian di tengah kebahagiaan pria itu. Mau tak mau, penantian panjang atas getirnya sebuah perasaan lama harus dia sanjung dengan senyuman dan pujian kepada mereka yang mengambil sebagian isi pikirannya dalam beberapa bulan.Pamela melewati jalan setapak yang membelah kebun pisang sebelum memberi seulas senyum pada sebagian besar tamu Asih yang merupakan keluarganya sendiri dan teman kerja di Jakarta.Ada Burhan dan Wulan, mereka akan menyusul ke jenjang pernikahan satu bulan lagi untuk memberi jeda bagi Ace mengatur keuangannya yang luber-luber. Ada pula Arinda dan Seno, puzzle-puzzle yang berserakan membuat mereka perlu mencocokkan satu persatu kesamaan dengan percekcokan, marahan, dan rayuan, meski begitu mereka tetap berada di dalam pengawasan mak comblangāAceāhingga membuat kedekatan mereka tetap terjalin secara terus menerus. Di dekat meja prasmanan, Anang Brotoseno bersama anak-anaknya mirip juri ajang lomba masak-memasak, mereka menyantap semua makanan
Damian dan Asih tidak mempunyai waktu yang begitu lama untuk mengumumkan keberhasilan cintanya. Maka pada pukul lima sore. Dua bulan setelah mereka memastikan tidak ada lagi yang menghalangi pendekatan mereka, Asih menagih janji Ace di ruang kerjanya.Ace tersenyum lebar setelah menaruh ponselnya. Dengan hangat dia memberikan selamat atas keberhasilannya mengambil hati Damian. Dekatnya hubungan kekeluargaan mereka menandakan prospek bagus. Usahanya berhasil, Asih tidak menjadi beban sepenuhnya, tidak di goda ayahnya, tidak menjadi perawan tua. Itu hebat, dan Asih membalas ucapan selamat itu dengan senyum ceria.āBapak tidak lupa dengan hadiah kemarin, kan?āāMau nikah di mana?ā kata Ace.āDi rumah.ā Asih berkata sebelum menyunggingkan senyum. āBapak ibuku mau semua rangkaian acaranya di rumah, katanya biar jadi kenangan terindah mereka melihatku nikah.ā Ace mengangguk. āKamu sendiri sudah yakin sepenuhnya menikah dengan Damian?ā āKalau aku tidak yakin sudah lama aku minta bubar, Pak
Asih masih mengingat dengan jelas percakapan antara dirinya dengan Pamela saat mereka bersama-sama menenangkan si kembar sambil membahas orang tua Damian. Tetapi tidak ada satupun percakapan yang meredakan kegalauan di hatinya. Asih dapat membayangkan sosok galak bermata tajam Ayah Damian, dia juga dapat membayangkan mulut besar dan cerewet ibunya. Sekarang, selagi masih dalam perjalanan ke rumahnya, dengan keluwesan yang bersifat grogi, Asih memeluknya. Damian memberikan penegasan bahwa memeluknya boleh saja dengan meremas punggung tangan Asih. āTumben... Kenapa? Grogi mau ketemu mama?ā kata Damian. Suaranya terdengar riang apalagi waktu merasakan tangan Asih begitu dingin.Asih ingat ketika Damian mengatakan bahwa Ibunya santai. Tapi tetap saja kan bertemu dengan seseorang yang akan menjadi ibu mertua itu rasanya seperti sensasi naik rollercoaster. Jantung deg-degan parah, adrenalin terpacu, dan grogi itu sudah pasti. āItu pertama kali bagiku, Mas. Emangnya kamu sudah keseringan
Damian dan Asih sampai di parkiran gudang penyimpanan Mirabella Mart ketika jam makan siang baru di mulai. Kedatangan Damian yang sangat terlambat pun memancing rasa tidak suka Arinda yang melihat kedua orang itu masuk kantor dengan keadaan semringah."Professional bisa nggak sih, Dam?" katanya lantang. "Tanggal ini kamu sudah janji handle pengepakan barang dan pengiriman ke toko cabang, tapi mana? Ini kamu makan gaji buta setengah hari."Damian memberikan tempat duduknya untuk Asih. "Aku mulai dulu pekerjaanku, ya. Kamu tidak masalah aku tinggal-tinggal?" Asih jelas tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka sudah menghabiskan waktu dengan sarapan dan makan siang bersama sambil menonton film di home teather rumah Ace. Dan itu sesungguhnya sangat bagus karena dia bisa bernapas dengan tenang."Kamu dibikinin kopi dulu?" Asih menawarkan. Damian mengangguk seraya mencari kursi nganggur di dekat Seno. "Bentar lagi kamu dapat projects bagus dari Pak Ace, di terima, jangan di tolak." bisiknya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore