共有

Bab 91 Memaafkan

作者: Nisa Hikaru
last update 公開日: 2026-08-01 13:02:42

“Pada akhirnya, aku juga yang kalah. Aku yang harus patah hati, Rafli ninggalin aku tanpa kejelasan, bahkan menikah dengan perempuan lain. Setelah selesai PPDS, aku sempat mengharapkan kamu, tapi aku tahu diri. Aku nggak pantas buat kamu,” ucap Marsha lagi dalam tangisnya.

Setelah mendengar ucapan Marsha barusan, akhirnya mata Fahmi memilih untuk melihat ke arah perempuan itu. Benar, apa yang diucapkannya barusan. Marsha harus menanggung semuanya sendirian, karena ulahnya sendiri. R
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
Masya Allah, akhirnya setelah drama pra nikah yg panjang tiba juga mo ijab qobul. semoga lancar akadnya, samawa ya fahmi-nabila
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 120 Keponakan

    “Aamiin…” Nabila mengaminkan ucapan yang berisi harapan tersebut. Ia tak menyanggah dengan pertanyaan, kenapa tidak melakukan ANC sendiri saja, toh bisa menghemat biaya, tidak perlu ke dokter obgyn lain. Namun, ia mengerti maksud sang suami. Fahmi mengubah sudut pandangnya sebagai pasien. Ia ingin merasakan hal itu bersama sang istri. Bagaimana rasanya melakukan pemeriksaan kehamilan, mendengar penjelasan dokter tentang kesehatan ibu dan janin. Meskipun, nanti ia juga tahu penjelasan tersebut. Sebuah pemikiran pun terlintas di benak Nabila. “Mas, apa nggak bakalan grogi, dokter obgyn periksa kehamilan istrinya ke obgyn lain?” Fahmi tersenyum tipis. Ada benarnya pertanyaan sang istri. Juga terkesan seperti mengetes kemampuan sesama sejawat. “Betul juga pertanyaan kamu, nanti Mas pertimbangkan lagi, mau ANC sendiri atau ke dokter lain,” jawabnya dengan tenang. Nabila mengangguk. Ia mengikuti saja apa yang dikatakan sang suami. “Mas mau

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 119 Harapan

    Nabila menyadari gerak-gerik sang suami yang terlihat tidak seperti biasa. Tiba-tiba sekali, padahal baru saja mereka berlaku seperti biasanya, bercanda, mengobrol, dan saling menggoda. Dokter obgyn tampan itu nampak berhenti sejenak, matanya tertuju pada sebuah meja yang ditempati oleh dua orang perempuan. Letak meja itu tak jauh dari tempat yang dipilih Nabila. Satu perempuan tersebut Nabila kenali, namun satunya lagi terasa familiar. Kania duduk berhadapan dengan Marsha, posisinya pas sekali untuk dapat bertemu pandang dengan Fahmi yang tengah berdiri tak jauh darinya. Matanya pun langsung tertuju pada teman suaminya itu, sama-sama saling berpandangan. Fahmi tak dapat menghindar dari pandangan Kania, namun ia bisa bersikap seolah tak peduli dengan kehadiran dua perempuan yang sama-sama mencintai Rafli. Setelah antara mata Fahmi dan Kania saling bertemu, Fahmi langsung bergerak lagi seolah tak terjadi apa-apa. Ia langsung meletakkan piringnya di atas

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 118 Masih di Kantin

    Antara rumah sakit dan diri sendiri seperti sudah memiliki ikatan. Kehidupan Fahmi sedari kecil sudah terbiasa dengan gedung tersebut beserta aktivitas di dalamnya. Memiliki orang tua dengan latar belakang seorang tenaga medis tentu saja membuatnya turut menyelam dalam dunia tersebut. Begitu juga dengan Nabila, meskipun berbeda latar belakang dengan keluarga sang suami, ia sendiri juga sudah memiliki ikatan batin pada dunia kesehatan. Meski kedalaman jarak yang ia selami di dunia ini, tak sedalam Fahmi, di dalam hatinya pekerjaan sebagai tenaga kesehatan sudah menyatu dengan jiwa. Saat pertanyaan perawat senior tersebut terdengar oleh telinga mereka, tentu mengundang rasa geli. Tapi, memang diakui, ada rasa rindu pada dunia tersebut. “Ya, dibilang nggak rindu, gimana ya Pak. Antara saya sama rumah sakit itu sudah mendarah daging,” jawab Fahmi dengan tenang. Perawat tersebut tersenyum. Ia sendiri tahu bagaimana anak dari pemilik rumah sakit ini

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 117 di Kantin

    Marsha telah berlalu, ia berjalan tanpa menoleh ke kiri dan kanan. Pandangannya lurus ke depan. Langkahnya pun terkesan buru-buru, seperti ada yang sedang ditunggunya. Pandangan Fahmi tertuju pada temannya itu, dilihat dari belakang pun ia mengenali sosok tersebut. Matanya kini beralih pandang pada dr. Reza yang berada di hadapannya. Dokter anestesi itu nampak agak bingung dengan tatapan Fahmi. “Jangan sama beliau, Dok.” Ternyata dr. Reza mengerti maksud pandangan Fahmi. Tangannya pun bergerak melambai pertanda ia menolak untuk dijodohkan dengan Marsha. Fahmi tersenyum pada dr. Reza. “Nggak kok, mungkin bisa tanya sama istri saya.” Ia menoleh pada Nabila. “Sayang, kayaknya temen-temen kamu di instalasi banyak yang belum menikah,” ucap Fahmi. Nabila tak begitu mempedulikan ucapan sang suami, ia justru terpaku pada panggilan ‘sayang’ tersebut. Sebetulnya ia sudah cukup terbiasa dengan panggilan itu, namun karena diucapkan di depan orang lain ia

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 116 di dalam Lift

    Lift mulai bergerak, tangan Nabila bergelayut pada lengan Fahmi. Lelaki yang lebih tua 10 tahun darinya itu merasa sangat bahagia. Pada lengannya itu, dapat memberikan kenyamanan pada sang istri. Kemudian, beriringan dengan lift yang terus bergerak turun, terdengar ada suara yang mendayu di telinga. Suara yang syahdu menyentuh relung hati. Suara itu mengalun pelan, namun masih dapat ia dengar. “Mas Fahmi, ana uhibbuka fillah…” begitulah kalimat yang terucap. Kalimat yang terdengar mengalun menyentuh jiwa. Kalimat yang ditunggu-tunggunya. Fahmi menoleh pada sang istri. Mata mereka bertemu saling beradu pandang. Sebuah senyum hangat terbit di wajahnya. “Boleh dengar lagi?” tanyanya dengan nada yang sangat lembut, namun tersisip permohonan. Nabila merasa tersipu. Ia sebetulnya ingin berkata diam-diam saja, namun ternyata suaranya justru terdengar oleh telinga sang suami. Seharusnya, ia tadi mengatakannya dalam hati saja. Bibir Nabila be

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 115 Ana Uhibbuka Fillah

    Rumah baru. Dua kata itu terus terngiang di telinga Nabila. Sebelumnya ia tak pernah membayangkan akan secepat itu pindah rumah. Ia hanya mengira, dirinya dan suami akan terus tinggal sementara di rumah sang mertua. Suaminya pun belum pernah membahas soal rumah baru tersebut. Jujur saja, Nabila kaget, sekaligus senang mendengar dua kata tersebut. Namun, seperti terlalu tiba-tiba. Apakah ini memang direncanakan menjadi sebuah kejutan? Ah, entahlah. Di kepala Nabila sekarang tengah membayangkan bagaimana rupa bangunan tersebut. Nabila penasaran sekali, seperti apa rumah baru tersebut. Apakah di dalam komplek perumahan cluster seperti rumah mertuanya atau di perkampungan biasa. Yang jelas, pasti keluarga suaminya memilihkan tempat yang terbaik versi mereka. Hari sudah beranjak siang, Farida—mama Nabila—sudah sadarkan diri. Wanita paruh baya itu nampak masih belum stabil. Matanya yang sayu melihat ke sekeliling ruang rawat inap, dan juga ia menemukan tiga s

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 4 Pemberian Perempuan Lain

    ‘Ah, apa hanya aku saja terlalu heboh? Atau mungkin dia tidak antusias?’ pikiran Nabila mulai berlebihan, namun cepat-cepat ia mengusirnya. “Gimana, Nabila?” tanya Khairul, ia ingin tahu bagaimana respon anak gadisnya. Nabila menoleh ke arah Khairul, tatapannya bingung, lalu i

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 3 Pertemuan

    Nabila, nanti malam keluarganya Om Abdul mau ke rumah kita, silaturahmi. Sekalian pertemukan kamu sama Fahmi. Begitulah isi pesan dari Khairul yang membuat Nabila kaget. “Malam ini?” Nabila mencoba mencerna apa yang tengah terjadi. Terasa dar der dor sekali.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 2 Berdebar

    "Dokter Fahmi?!” Nabila berseru, ia tak salah lihat nama yang tertulis di CV tersebut adalah atasannya. Khairul dan Farida saling menatap, lalu melihat ke arah anak gadisnya. “Kamu kenal?” tanya Khairul semakin antusias. Nabila mengangguk. “Iya, beliau ini atasanku di rumah sakit. Aku asist

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 1 Parfum dan Perjodohan

    “Enak ya jadi Nabila, bisa deket-deket terus sama dokter Fahmi,” ujar salah satu perawat di ruang jaga.“Bagi tipsnya dong, Bu Bidan Nabila,” sahut perawat lain.Nabila, gadis yang tengah memakai scrub dan kerudung berwarna merah muda itu hanya menggelengkan kepalanya sambil ter

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status