공유

Bab 44

작가: Just Mommy
last update 게시일: 2026-10-19 17:59:00

Fara memegangi kepalanya yang mendadak pening. Ia menatap Reno dengan pandangan memohon.

Namun pria itu justru membuang muka dan pura-pura sibuk membilas piringnya kembali.

"Kamu bener-bener gila, Mbak!" keluh Fara frustrasi seraya menyambar kain pel manual itu dengan kasar. "Awas kamu, ya!"

Fara berbalik dan menghentakkan kakinya keras-keras menuju ruang tengah dengan wajah merah padam.

Clove tersenyum sangat puas dalam hati. Menikmati pemandangan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 55

    Mata Clove hampir melompat karena amarah yang sudah sampai di puncak kepalanya. Dadanya naik turun menahan gumpalan emosi yang siap meledak."Keterlaluan!" ucapnya seraya menepuk meja makan dengan telapak tangannya.Dewa tetap tenang, tidak berkutik sedikit pun dari posisinya. Ia menatap Clove dengan raut kaku yang tak tersentuh."Saya tahu Anda punya kekuasaan. Tapi bukan berarti Bapak bisa bertindak seenaknya!" tegas wanita itu dengan suara bergetar.Clove menggeretakkan giginya rapat-rapat, menatap pria angkuh itu dengan pendar benci. "Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang!"Dewa menaikkan sebelah alisnya, membalas tatapan itu tanpa henti. "Faktanya, kamu butuh uang saya, kan?" sahutnya sangat santai.Wajah Clove seketika merah padam ditelan rasa malu dan emosi yang mebakar. Rasanya ia ingin membalikkan meja makan itu di hadapan wajah Dewa.Ia merasa direndahkan oleh pria yang kini memanda

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 54

    Liam semakin gemas melihat tingkah laku atasannya itu. Namun, sebagai asisten yang profesional, ia tetap patuh pada instruksi bosnya.‘Terserah, deh. Mungkin emang begitu kalau orang lagi jatuh cinta,’ batin pria itu.Sambil menahan gengsi di hadapan Liam, Dewa berusaha keras mempertahankan raut wajah dinginnya. Meski begitu, sesekali senyum tipis yang sarat kepuasan tetap muncul di sudut bibirnya.Pria itu menyambungkan panggilan dan tampak sangat bersemangat bicara dengan Satria di seberang telepon. "Kira-kira kapan surat cerainya resmi terbit?" tanya Dewa langsung pada inti permasalahan tanpa basa-basi.Liam yang berdiri tidak jauh dari sana geleng-geleng kepala dan tidak habis pikir.Bahkan tanda tangan di lembaran kertas itu masih basah, tetapi bos besarnya sudah tidak sabar ingin segera memegang surat cerai tersebut.Satria di balik telepon memberikan tanggapan secara tenang. "Saya akan mengurusnya dan menyelesaikannya sesegera mungkin, Pak."Dewa langsung memberikan protes ker

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 53

    Clove terkejut setengah mati. Tubuhnya tertarik keras hingga menabrak dada bidang pria itu."P-Pak!" pekiknya kaget sambil berusaha menahan dengan telapak tangannya. “B-Bapak mau apa?”Dewa mengunci pergelangan tangan Clove dengan tatapan tajam yang pekat. "Kamu mau mendiamkan saya sampai kapan?"Wanita itu heran dengan pertanyaan pria tersebut. Wajahnya menunjukkan rasa tidak percaya.Padahal sejak awal Dewa yang memulainya dengan kalimat-kalimat pedasnya. Namun sekarang, seolah-olah dirinya yang sedang merajuk tidak jelas."Saya tidak mendiamkan Bapak," sahutnya dengan suara datar tetapi tegas.Clove berusaha menarik pergelangan tangannya yang masih digenggam erat. Namun cengkeraman jemari pria itu sama sekali tidak melonggar."Saya diam karena saya tahu diri. Posisi saya di sini hanya sebatas chef pribadi Anda,” lanjutnya lagi.Clove menatap lekat mata pria itu tanpa rasa takut. "Saya hanya ak

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 52

    Suasana di taman sepi itu seketika menegang. Angin seolah berhenti berembus di antara mereka yang saling menatap penuh kilatan emosi.Namun, orang yang paling tegang menyaksikan pertengkaran itu adalah Liam. Asisten setia itu berdiri di dekat pintu, seraya memegangi dadanya yang berdebar cemas.“Aduh, Bos, kalau caranya begini, gimana bisa dapetn hatinya?" gerutu Liam pelan. "Yang ada Nona Clove malah kabur dan makin benci."Clove yang sudah berada di puncak kemarahannya tidak mau lagi mendengar sepatah kata pun. Wanita itu berbalik dan melangkah pergi begitu saja, meninggalkan Dewa tanpa pamit.Melihat wanita itu menjauh, Liam akhirnya memberanikan diri melangkah mendekati bos besarnya. Sebenarnya, mereka berdua baru saja selesai mengadakan pertemuan penting dengan klien di lantai dua kafe tersebut. Namun saat hendak pulang, Dewa tak sengaja melihat Clove."Pak," panggil Liam pelan dan hati-hati.Dewa mas

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 51

    Sore hari, Clove melangkah keluar dari rumah. Ia sengaja pergi lebih awal agar tidak perlu bertatap muka lagi dengan suaminya.Sebelum ke penthouse Dewa, ia memilih bertemu dengan Maya dan Aldo terlebih dahulu.Maya langsung melambaikan tangan begitu melihatnya tiba di kafe. "Clove! Di sini!" panggilnya penuh semangat.Clove tersenyum tipis lalu menduduki kursi kosong di hadapan mereka. "Udah lama nunggu, ya?""Baru beberapa menit, kok," sahut Aldo dengan nada tenang seraya menggeser segelas minuman untuk sahabatnya itu.Clove menghela napas panjang, lalu mulai menceritakan semua kejadian yang dialaminya belakangan ini. Ia menceritakan momen sejak malam grand opening hotel Aldo hingga drama Fara dan Reno di rumahnya.Mendengar penuturan Clove, wajah Maya seketika memerah padam ditelan amarah. "Brengsek banget si Reno!"Aldo mengepalkan tangannya di atas meja, menggeretakkan giginya rapat.

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 50

    Reno salah tingkah. Dia malu karena ketahuan oleh Bima."Fara, Bim. Gaya hidupnya makin ke sini makin gak masuk akal," curhat Reno dengan raut wajah tertekan. "Barusan dia minta uang tiga puluh lima juta ke Gua.""Anjir! Tiga puluh lima juta?!" mata Bima terbelalak kaget. "Buat apa uang sebanyak itu?""Katanya buat bayar member pilates lima belas juta sebulan, sisanya dua puluh juta buat beli baju dan perlengkapan olahraga branded," jelas Reno frustrasi. "Dia bilang itu standar circle pertemanannya."Pria itu memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening. Penyesalan mendalam mulai menyusup halus di dadanya."Jujur ya, Bim, Fara itu beda banget sama Clove," aku Reno dengan suara melemah. "Selama gua nikah sama Clove, dia gak pernah sekalipun boros atau nuntut barang-barang mahal."Bima mendengarkan dalam diam, membiarkan sahabatnya meluapkan isi hatinya."Clove itu selalu ngenduku

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status