LOGIN“Bukan!” Alena mulai kehilangan kesabarannya. “Nama apa yang mereka sembunyikan?”Selena menatapnya. “Nama yang diberikan kepadamu sebelum Richard membawamu ke dalam keluarga Volkov!”Ruangan menjadi hening! Soren bahkan tidak lagi berbicara, hingga semua orang menunggu.Selena akhirnya berkata. “Namamu saat lahir adalah…,” Ia berhenti. “Alena Sorell!”Alena langsung membeku. “Sorell?”Selena mengangguk. “Nama keluarga dari pihak ibumu,”Richard memejamkan matanya. “Keluarga Sorell adalah keluarga lama yang pernah menguasai sebagian jaringan keuangan bawah tanah sebelum Volkov berdiri,”Kieran langsung menatap Selena. “Jadi… Alena bukan keturunan Volkov?”“Secara darah, dia adalah putri Eleanor,” Selena menghela napas. “Volkov adalah nama yang diberikan Richard untuk melindunginya!”Alena menatap ayahnya. “Jadi selama ini…?”Richard mengangguk perlahan. “Nama Volkov adalah perisai untukmu,”“Dan siapa yang ingin membunuhku?” tanya Alena. Selena yang menjawab. “Semua orang yang takut
“Dan jangan percaya siapa pun yang memakai nama Volkov!” sambungan terputus.Alena terdiam karena kalimat terakhir itu terasa seperti pisau, untuk jangan percaya pada siapa pun yang memakai nama Volkov. Termasuk ayahnya? Termasuk ibunya? Termasuk dirinya sendiri?Tiba-tiba Richard memanggil. “Alena,”Alena mendekat.“Ayah ingin mengatakan sesuatu,” kata Richard. Alena berlutut di hadapannya. “Apa?”Richard menatapnya lama. “Selena bukan pengkhianatnya,”Alena terdiam.“Dia hanya ingin mencoba menghentikan semuanya,” jawab ayahnya. “Lalu siapa yang membuatnya menghilang?” tanya Alena. Richard menarik napas. “Eleanor,”Alena membeku. “A– aapa?”“Bukan karena ibumu yang jahat,” Richard cepat-cepat melanjutkan. “Eleanor melakukannya karena dia percaya Selena telah membahayakanmu,”Alena tidak bisa berkata-kata bahwa selama ini, ibunya sudah menyembunyikan seorang adik.Ayahnya menyimpan rahasia dan Selena mengawasinya dari kejauhan, semua orang mengatakan bahwa mereka melindunginya.Te
Alena menggenggam tangan Kieran dengan erat, karena kali ini bukan lagi takut. Melainkan karena ia tahu, bahwa perjalanan untuk menyelamatkan keluarganya baru saja membuka rahasia yang jauh lebih dalam lagi. Bahkan di balik rahasia itu, ada seorang perempuan yang memiliki darah yang sama dengan ibunya.Bibi yang selama ini tidak pernah diketahui keberadaannya, seseorang yang mungkin memegang jawaban tentang kehancuran keluarga Volkov.Bahkan mungkin juga mengetahui siapa sebenarnya dalang di balik R-09.Suara kendaraan semakin dekat, satu, dua kemudian belasan. Lampu-lampu mobil menembus celah jendela pabrik yang pecah, membuat bayangan bergerak-gerak di dinding.Alena masih memegang foto itu, adik Eleanor.Seseorang yang selama puluhan tahun tidak pernah disebut dalam keluarganya.Seseorang yang bahkan tidak pernah ia dengar namanya.“Siapa dia, Ayah?” tanya Alena. Richard tidak segera menjawab, wajah lelaki tua itu terlihat berat. Seolah satu nama saja mampu membuka luka yang sela
“Tidak!” Richard segera menggeleng. “Bawa dirimu sendiri untuk keluar dulu,”“A– aayah!” panggil Alena. “Alena,” tatapan Richard menjadi serius. “Orang yang mengatur semua ini ingin kamu kehilangan kendali,”Ia menunjuk dadanya. “Jangan berikan itu kepada mereka!”Alena menghapus air matanya. “Aku tidak akan memberikannya pada mereka!”Richard menarik napas.“Kalau begitu dengarkan aku,” Ia mendekatkan wajahnya. “Cari Eleanor,”“Ibu?” tanya Alena. “Dia tahu semuanya,” jawab Richard. “Ayah bilang pengkhianat itu adalah darah kita sendiri?” tanya Alena. Richard terdiam cukup lama kemudian berkata pelan. “Bukan berarti dia masih hidup,”Alena membeku. “Apa maksud Ayah?”Sebelum Richard menjawab, Tiba-tiba saja. BRAK!Pintu samping dihantam dan beberapa pria masuk.Alena langsung berdiri. “Jangan sentuh Ayahku!”Salah satu pria mengangkat senjata, tapi sebelum ia sempat menembak. DOR!Tubuh pria itu terjatuh dan Kieran muncul dari balik asap, wajahnya keras tapi matanya langsung men
Kieran menatapnya tajam. "Jawab!”"Lebih banyak daripada yang sanggup untuk kuingat,” jelas pria itu. Alena menatap pria itu dan untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa di balik semua rahasia itu ada manusia yang juga membawa luka.Namun rasa sakit tidak menghapus sebuah pengkhianatan."Kalau kamu memang melindungi kami…," Alena mengusap air matanya. "Kenapa baru sekarang?"Pria itu menatapnya. "Karena orang yang sebenarnya mengendalikan R-09 sudah bergerak,”"Siapa?" Alena bertanya-tanya. Pria itu tidak menjawab tapi sebaliknya, pintu besar di belakang mereka terbuka. Suara langkah kaki terdengar satu dua dan tiga.Soren muncul dan di belakangnya ada dua orang yang sedang membawa seseorang.Alena langsung mengenali sosok itu. "Ayah!"Richard Volkov didorong ke tengah ruangan dengan tubuhnya yang terlihat lemah. Namun ketika ia melihat Alena, matanya langsung berubah. "Alena…?""Ayah!" Alena hendak berlari.Kieran menahannya. "Jangan!”"Dia ayahku,” pekik Alena. "Ini hanya jebaka
Tangan Alena bergetar lalu ada satu kalimat terakhir, kalimat yang membuat napasnya terhenti. “ Dan jika suatu hari kamu bertanya siapa yang menjual keluarga kita… jawabannya ada di dalam keluargamu sendiri!”Alena perlahan mengangkat wajahnya. "Mustahil…!”Pria di hadapannya tersenyum. "Itulah yang selama ini ingin kami sembunyikan!”Kieran menatap pria itu tajam. "Siapa kamu sebenarnya?"Pria tersebut tidak langsung menjawab, ia hanya menunjuk ke layar dan layar kembali menyala.Kali ini bukan Richard yang muncul, melainkan Eleanor lalu Adrian. Kemudian sebuah rekaman lama, Richard, Eleanor, Adrian dan seorang pria yang berdiri di antara mereka.Alena menatap wajah itu, wajah yang sangat dikenalnya dari masa kecil. Wajah yang selama ini dianggap sebagai bagian dari keluarga dan wajah yang pernah menggendongnya ketika ia masih kecil.Alena membeku dan air mata terus mengalir tanpa suara. "Tidak…!”Kieran memegang bahunya. "Alena…,""Tidak mungkin dia!” pekik Alena. Pria di depan mer
“Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan
Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya
“Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax
"Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R







