LOGINDi belakangnya, pintu baja mulai terbuka.Dari balik pintu itu terdengar suara seorang pria yang selama ini dianggap telah mati.“Jangan biarkan dia membawa William keluar,” katanya. “Kali ini, kita harus menyelesaikan apa yang dimulai dua puluh tujuh tahun yang lalu!”Selena memandang William, kemudian menutup panggilan tanpa menjawab pertanyaan Alena. Di layar kamera, mobil Kieran mulai terlihat mendekati gerbang.Perang keluarga Volkov akhirnya memasuki babak terakhir dan kali ini, Alena tidak hanya akan menemukan siapa yang mengkhianati keluarganya, tetapi juga siapa yang sejak awal menjadikan hidupnya sebagai bagian dari sebuah rencana.Deru mobil Kieran berhenti tepat di depan gerbang besi ruang arsip bawah tanah keluarga Volkov, hujan mengguyur kaca depan tanpa ampun.Sementara puluhan pria bersenjata mulai bermunculan dari balik bangunan tua, mereka tidak lagi bersembunyi. Malam ini, ada seseorang yang dengan sengaja membuka seluruh kartu untuk memaksa Alena datang dan menyak
Alena merasa lututnya hampir kehilangan kekuatan karena ia mengenali goresan kecil di bagian pengait, bekas yang muncul ketika William pernah terjatuh saat bermain di halaman rumah.“Mereka benar-benar membawanya,” bisik Alena. Kieran berdiri di sampingnya, wajahnya berubah dingin ketika melihat gelang itu. Tetapi sebelum ia sempat berkata apa-apa, ponsel di dalam tas itu menyala.Sebuah panggilan masuk.Alena langsung mengangkatnya. “Kalau kamu ingin anakmu tetap bernapas dengan tenang, berhentilah mengejar orang-orangku!”Suara pria di seberang terdengar berat dan tenang, seolah ia sedang membicarakan urusan bisnis biasa.“Di mana William?” desak Alena.“Tempat yang tidak bisa kamu jangkau sebelum waktumu habis!” kata pria itu.“Kalau kamu sampai menyentuhnya!” pekik Alena. “Kamu akan melakukan apa, Alena Volkov?” pria itu tertawa pendek. “Menghidupkan kembali nama keluargamu? Merebut perusahaan yang sudah hancur? Atau meminta suamimu menjadi monster lagi?”Alena menutup mata seje
Kieran melirik Alena sesaat karena di tengah kepanikan, Alena masih mampu berpikir secara jernih. Perempuan yang dahulu pernah menjadi tawanannya itu, kini menghadapi jaringan mafia yang jauh lebih besar daripada dirinya, tetapi tak sedikit pun ia berniat untuk berlutut.“Samuel sedang melacaknya! Damar dan anak buahku sudah bergerak menuju rumah William,” ucap Kieran berusaha untuk menenangkan. “Tidak!” Alena menggeleng tegas. “Kalau mereka hanya menjaga rumah, mereka hanya akan menunggu di sana! Aku ingin mereka mencari jalur keluar, kendaraan dan orang yang bertugas memindahkan William! Kita tidak boleh hanya mengejar bayangan,”Kieran mengangguk dan untuk pertama kalinya di malam itu, ia menyerahkan kendali rencana kepada Alena tanpa membantah sedikit pun.Tiba-tiba ponsel Alena bergetar, sebuah pesan baru muncul dari nomor tak dikenal. “Jangan buang waktu, kami sudah meninggalkan rumah itu!” Di bawahnya terdapat foto ruang tidur William yang kosong, selimut kecilnya tergeletak
Alena terdiam dan untuk pertama kalinya di malam itu, ada celah kecil di antara semua tuduhan yang mereka dengar.Mungkin ayahnya memang mengatur agar Kieran berada di dekatnya, mungkin Richard memang menyembunyikan sesuatu.Namun itu belum cukup untuk membuktikan bahwa seluruh cinta mereka adalah bagian dari rencana.“Siapa yang bisa mengubah dokumen ini?” tanya Alena.Lalu Samuel menatap Anton.Anton menggeleng perlahan. “Orang yang memiliki akses ke rekening lama Volkov, arsip keamanan, dan data keluarga,”Kieran menatap mereka satu per satu. “Berapa banyak orang yang memiliki akses seperti itu?”Samuel menghela napas. “Tidak banyak,” Ia mengambil sebuah daftar, nama-nama di dalamnya membuat ruangan semakin sunyi. Victor, Gabriel Armand, Leonard dan satu nama lain yang telah lama mereka cari yaitu Ethan Volkov.Alena menatap daftar itu. “Berarti… Ethan masih memiliki akses ke semua ini?”“Bisa jadi,” jawab Samuel.“Dan dia tahu tentang R-10?” tanya Alena. “Ya,” jawab Samuel. Ale
Namun kehidupan tidak pernah memberinya waktu terlalu lama untuk beristirahat, tiba-tiba ponsel Kieran berdering kembali. Nama Samuel muncul di layar.Kieran segera menjawab. “Bicara lah,”Suara Samuel terdengar terburu-buru. “Kieran, kita punya masalah!”“Apa?” tanya Kieran. “Aku berhasil memulihkan sebagian data dari ponsel tua yang kalian bawa, aku menemukan ada rekaman lain di dalamnya,”“Rekaman apa?” tanya Kieran. Samuel menarik napas. “Rekaman percakapan Richard dengan seseorang sebelum kalian menikah,”Kieran menegang. “Putar sekarang!”Beberapa detik kemudian, sebuah berkas video masuk. Kieran menghubungkannya ke layar mobil.Alena mengangkat wajahnya dan dunia mereka kembali berguncang.Dalam rekaman itu, Richard Volkov sedang duduk di sebuah ruangan gelap. Wajahnya terlihat lebih muda, tetapi kerutan di dahinya menunjukkan bahwa ia sedang menghadapi masalah besar.Di seberangnya duduk seorang pria, wajah pria itu sengaja tertutup oleh bayangan.Richard membuka percakapan.
Air mata mulai menggenang di mata Alena, sebab ayahnya memang merencanakan pertemuan jual beli mereka, apa lagi yang telah diatur tanpa sepengetahuannya?Apakah pernikahannya juga bagian dari rencana? Lalu apakah kehidupan yang ia bangun bersama Kieran sejak awal telah berada di bawah pengawasan seseorang?Alena menoleh kepada suaminya. “Kieran…?”Kieran mengangkat tangannya, menggenggam wajah Alena dengan lembut. “Dengarkan aku,”Air mata Alena jatuh. “Kalau pertemuan kita memang direncanakan... apakah semua yang terjadi setelah itu juga sudah direncanakan?”Kieran menatapnya dalam-dalam.“Aku tidak tahu siapa yang mempertemukan kita pertama kali,” ia mengusap air mata di pipinya. “Tetapi aku tahu siapa yang memilih untuk tetap tinggal,”Kieran menempelkan dahinya pada dahi Alena.“Aku,” suaranya bergetar. “Aku yang memilih mencintaimu! Aku yang memilih menikahimu! Aku yang memilih pulang kepadamu setiap malam,”Ia mencium kening istrinya. “Tidak ada satu pun dari semua itu yang bisa
“Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax
"Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R
“A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem
“Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K







