/ Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 160 Siapa Yang Berani?

공유

Bab 160 Siapa Yang Berani?

작가: Tristar
last update 최신 업데이트: 2026-01-17 17:22:52

Beberapa menit kemudian, Polisi datang, bersamaan dengan pemilik cafe.

"Siapa yang berani mengacau di cafe saya?" teriak seorang pria dewasa, dengan nada penuh amarah.

Semua orang menatap ke arah kedatangan pria dewasa dan beberapa polisi itu.

"Kau sudah habis bajingan!" teriak Robi, dengan gila ke arah Erfan.

Erfan menyeringai sinis, sambil menatap para polisi dan pria dewasa itu.

"Pak! dia...dia yang mengacau di sini!" teriak pria teman Robi, sambil menunjuk ke Erfan.

Pria dewasa dan para polisi menoleh ke arah Erfan. Ekspresi pria dewasa itu penuh amarah, berbeda dengan para polisi, yang ekspresinya seketika ketakutan.

Sebelum para polisi berkata, pria dewasa itu maju ke depan Erfan.

"Kau, berani berani mengacau di sini hah? kau tidak tahu siapa saya?" teriak pria dewasa itu.

"Memangnya siapa kau? apa kau hebat?" tanya Erfan acuh tak acuh.

Pria itu menunjuk wajah Erfan sambil berteriak.

"kau...kau...sangat," sebelum perkataannya itu selesai, pukulan keras menghantam wajahnya.

BUG
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 217 Mencari Keindahan Lain

    Erfan belum merasa mengantuk, dia pun keluar dari kamar dan ingin mencari udara di luar Hotel. Erfan pergi ke area kolam berenang hotel, dia berharap ada wanita cantik menggoda yang sedang berenang di sana. Walau dia baru saja bercinta, tapi pikiran kotornya itu tidak pernah hilang dari otaknya.Sampai di area kolam berenang, mata Erfan langsung tertuju ke satu arah di dalam kolam berenang, matanya itu menangkap empat wanita cukup cantik sedang berenang di sana.Empat wanita itu tampak sangat menggoda, mereka semua memakai pakaian berenang seksi, yang menjadikan mereka pusat perhatian di sana.Erfan yang tidak ingin melewatkan hal baik seperti itu, dia langsung pergi ke tempat duduk santai yang cukup dekat dengan para wanita itu, dia duduk di sana, membakar rokok, kemudian mulai menikmati.Melihat para wanita itu yang menggoda saat tubuhnya basah, muncul ide bagus di pikiran Erfan."Sepertinya nanti harus mengajak semua wanitaku berenang, pati akan menciptakan pemandangan yang indah

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 216 Malam Panas Bersama Diva++

    "Ahh...gadis nakal, apa sekarang kamu merasakan sakit?" ejek Erfan.Diva membuka matanya menatap Erfan dengan tatapan tegas."Enggak kok! aku...aku hanya salah bicara!" ucapnya dengan nada tinggi.Diva benar-benar tidak mau di anggap lemah.Erfan tertawa kecil, karena merasa lucu dengan gengsi wanita muda ini.Air mata yang sedikit keluar dari sudut mata Diva langsung Diva hapus."Hey, kamu menangis!" goda Erfan."Apa sih! enggak juga," balas Diva dengan kesal.Erfan mengelus pipi merah muda wanita itu, lalu berkata dengan penuh penghargaan."Wanitaku ini benar-benar kuat! aku salut," Diva mendengus bangga, lalu dia membalas."Hmph, tentu saja! aku memang lah kuat, rasa sakit sedikit ini tidak ada apa-apanya untukku," Erfan mencium bibir seksi wanita itu dalam-dalam, Diva langsung menanggapi yang akhirnya mereka berciuman dengan panas.Setelah puas berciuman bibir mereka terpisah."Sayang, aku mau foto dulu!" ucap Diva sambil mengambil ponsel miliknya yang tidak jauh darinya."Memfo

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 215 Diva Sangat Tangguh++

    Tidak lama Diva kembali. Saat Erfan menatap penampilan wanita itu, api hasrat di tubuhnya semakin membara.Diva mengenakan lingerie seksi berlubang berwarna hitam, yang yang menempel erat di tubuh menggodanya itu."Sayang, apakah indah?" tanya Diva sambil berpose menggoda.Erfan menelan ludah, lalu menganggukkan kepalanya. Matanya tidak berkedip, menatap lekat tubuh panas itu.Diva berjalan menghampiri Erfan, dengan gerakan perlahan dia naik ke atas tempat tidur, matanya terus menatap Erfan dengan tatapan panas dan penuh godaan.Tanpa membuang waktu Erfan langsung menarik wanita itu kemudian menekannya di bawah tubuhnya."Ahh...sayang ayo makan aku!" goda Diva.Erfan dengan ganas menyerang bibir wanita, Diva tidak menghindar dia menanggapinya secara langsung. Mereka pun berciuman dengan panas, lidah keduanya saling melilit, menari, di dalam sana.Tangan Erfan meremas gundukan besar yang kenyal dan padat milik Diva dengan keras, yang membuat wanita itu mengeluarkan suara desahan merdu

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 214 Rido Menjalankan Tugasnya

    Beralih ke Dika, dia nampak sedang berjalan ke menuju ke arah lift hotel berada.Tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggilnya."Dika!" Dika langsung menoleh ke arah suara itu."Kamu Do, mau ke mana?" tanya Dika.Rido terkekeh, sambil berkata."Hehe, aku mau mengajakmu bersantai di tempat kolam berenang!" Ternyata pria itu adalah Rido, setelah Rido pulang dari kamar tempat Erfan berada dia pergi ke kamarnya untuk merancang rencana lalu pergi mencari Dika, akhirnya dia bertemu Dika di tempat tersebut."Bersantai? ayo kalo gitu!" Dika setuju begitu saja."Ehh, ke mana pacarmu? tumben gak ngikut," Rido basa basi menanyakan Geya."Dia lagi mencari uang untukku!" ucap Dika dengan santai, tapi tidak mengatakan hal spesifiknya.Mendengar pertanyaan Dika, Rido mengerutkan keningnya."Mencari uang? apa maksudmu?" tanya Rido.Dika mengibaskan tangannya."Udah, jangan banyak tanya dulu! ayo kita cari tempat bersantai," Dika tidak mau memberi hal spesifiknya.Rido mengangguk saja, dia tidak

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 213 Geya Kembali Di Jual++

    Sambil berjalan, Rido dan Bayu mengobrol."Do, kamu pikirkan baik-baik cara mendapatkan bukti itu, jangan sampai Dika tahu ataupun curiga," ucap Bayu dengan serius.Rido mengangguk tegas."Tenang saja, aku pasti hati-hati,"Bayu berpikir sejenak, lalu berkata."Kalo bisa, bukti itu harus berbentuk rekaman audio jika bagusnya video. Karena itu akan menjadi bukti yang kuat!" Rido berpikir sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Bayu."Tapi gimana cara aku mendapatkannya?" Rido belum memiliki ide yang bagus.Bayu berpikir sejenak, kemudian berkata."Aku ada saran untukmu!" Rido menatap Bayu dengan serius.Bayu melanjutkan."Gali informasi langsung dari mulut Si Dika! kamu ajak dia mengobrol tetang hubungannya dengan Geya sampai dia mengucapkan semua rahasianya. Jangan lupa kamu rekaman obrolan itu, jika bisa rekaman video,"Mendengar ide dari Bayu, Rido langsung setuju. "Ya...ya itu ide bagus! Si Dika pasti mengatakan semuanya," "Tapi ingat jangan sampai menim

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 212 Berkhianat Karena Uang!

    Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhatikan para gadis itu, sambil sesekali memberi pembelajaran ke para gadis itu.Sedangkan Erfan dan Dosen Erika berbaring di kasur dengan posisi intim. Dosen Erika berada di atas tubuh Erfan.Bibir keduanya terjerat dalam ciuman panas.Tangan Erfan meremas pantat gagah wanita itu dengan penuh gairah."Ahh...sayang, jangan nakal! Dosen Ratna ada di sini," ucap Dosen Erika, tapi tidak ada rasa malu sama kali di ekspresi wajahnya.Erfan menyeringai nakal, lalu berkata."Ciuman sama meremas pantat apa bedanya?" Dosen Erika terkikik genit."Hihi, kamu emang nakal yah!" Erfan kembali mencium bibir wanita itu, tangannya meremas area-area yang nyaman di remas di tubuh wanita itu termasuk payudara.Do

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status