Teilen

Bab 119

last update Veröffentlichungsdatum: 11.08.2026 22:17:48

"Tuan Edgar melarang Anda melangkah ke area rooftop pagi ini, Nyonya," ujar seorang pengawal tegap seraya membentangkan tangannya di depan pintu kaca. "Mohon kembali ke dalam kamar Anda."

Selina menghentikan langkahnya, menatap dua pengawal berseragam hitam yang berdiri kokoh menghalangi jalannya.

Rasa sesak langsung memenuhi dadanya melihat barikade manusia yang mengawasi setiap gerak-gerikannya.

"Aku hanya ingin menghirup udara segar di taman atas selama sepuluh menit," pangkas Selina dengan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 121

    "Kartu akses eksekutif ini masih aktif, bukan?" tanya Luna dengan nada dingin kepada petugas keamanan lobi. "Jangan coba-coba menghalangiku untuk naik ke atas."Petugas keamanan lobi tertegun menatap kartu akses lama di tangan Luna. "Maaf Nyonya, tetapi area penthouse membutuhkan verifikasi ulang dari pengawal internal Tuan Edgar.""Aku adalah ibu mertua pemilik gedung ini dan urusanku sangat mendesak!" gertak Luna seraya membusungkan dadanya penuh dominasi. "Jika kau membuang waktuku, kubuat kau dipecat hari ini juga!"Petugas yang ragu-garu itu akhirnya mundur, membiarkan Luna melangkah masuk ke dalam lift khusus eksekutif.Luna menekan tombol lantai teratas dengan sudut bibir terangkat memamerkan senyum culas. Dia tahu betul bahwa Edgar sedang memimpin rapat direksi luar kota yang tidak bisa ditinggalkan.Di dalam unit penthouse, Selina sedang duduk di sofa ruang tengah seraya menyesap teh hangat.Denting pintu lift yang terbuka di dalam unit seketika mengejutkan dirinya dan dua pe

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 120

    "Surat teguran ketiga dari bank sudah tiba pagi ini, Tuan Thomas," ujar sekretaris dengan suara bergetar seraya meletakkan berkas di meja. "Jika kita tidak membayar cicilan utang sebelum akhir pekan, seluruh aset utama akan disita."Thomas mengepalkan tangannya kencang hingga kertas di hadapannya meremuk seketika.Pemutusan jalur bahan baku oleh Anderson Group telah membunuh seluruh pendapatan perusahaannya secara instan."Keluar dari ruanganku sekarang juga!" bentak Thomas dengan napas memburu dan mata memerah. "Biarkan aku berpikir mencari jalan keluar dari masalah ini!"Thomas membuka laci terbawah meja kerjanya yang terkunci rapat menggunakan kunci khusus. Jemarinya yang gemetar mengambil bundel dokumen tebal berkover hitam dengan stempel rahasia milik ayahnya, Anthony Theodore."Maafkan aku, Ayah," bisik Thomas pada ruangan yang kosong dengan raut wajah penuh keputusasaan. "Tetapi ini satu-satunya cara agar Theodore Group tidak punah digilas oleh Edgar Anderson."Thomas segera me

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 119

    "Tuan Edgar melarang Anda melangkah ke area rooftop pagi ini, Nyonya," ujar seorang pengawal tegap seraya membentangkan tangannya di depan pintu kaca. "Mohon kembali ke dalam kamar Anda."Selina menghentikan langkahnya, menatap dua pengawal berseragam hitam yang berdiri kokoh menghalangi jalannya.Rasa sesak langsung memenuhi dadanya melihat barikade manusia yang mengawasi setiap gerak-gerikannya."Aku hanya ingin menghirup udara segar di taman atas selama sepuluh menit," pangkas Selina dengan nada suara yang mulai bergetar. "Aku tidak akan pergi meninggalkan penthouse ini.""Maafkan kami, Nyonya Selina," sahut pengawal kedua dengan raut wajah tanpa ekspresi."Perintah Tuan Edgar sangat jelas, Anda harus tetap berada di dalam ruangan utama."Seorang perawat pribadi berseragam putih mendekati Selina seraya membawa nampan berisi obat dan tensimeter. "Nyonya, saatnya pemeriksaan tekanan darah dan minum vitamin harian Anda."Selina membalikkan badan, menatap perawat dan tim medis pribadi

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 118

    Selina duduk termenung di sofa ruang tengah penthouse, menatap kosong ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota.Wajahnya pucat pasi, sementara napasnya terdengar berat dan tidak teratur.Ponsel di genggamannya terus bergetar tanpa henti, memuat ratusan notifikasi teror dan pesan kebencian yang menembus masuk ke akun pribadinya."Kenapa mereka begitu membenciku?" bisik Selina dengan suara serak pada pelayan yang berdiri cemas di sampingnya."Aku bahkan tidak pernah merugikan hidup mereka sedikit pun.""Nyonya Selina, sebaiknya letakkan ponsel itu sekarang juga," bujuk pelayan itu dengan raut khawatir yang amat sangat."Tuan Edgar sudah berpesan agar Nyonya tidak melihat media sosial lagi."Selina mencoba berdiri dari sofa, namun kepalanya mendadak dihantam rasa pusing yang teramat hebat.Pandangannya berputar seketika, disusul rasa mual tak tertahankan yang membakar kerongkongannya.Selina memegangi perut bagian bawahnya yang mendadak melilit tajam dan menyakitkan.

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 117

    Pintu ruang kerja pribadi Edgar terketuk cepat, memecah keheningan di lantai atas gedung Anderson Group.Sekretaris eksekutif masuk dengan wajah cemas seraya menyerahkan sebuah tablet yang menampilkan tren media sosial.Berita perundungan digital terhadap Selina telah mencapai puncak popularitas di seluruh portal daring."Tuan Edgar, kampanye negatif terhadap Nyonya Selina makin liar di internet," lapor sekretaris dengan nada tegang."Apakah kita perlu mengaktifkan tim kehumasan untuk memblokir seluruh platform berita tersebut?"Edgar mematikan layar tablet itu tanpa memamerkan sedikit pun riak kepanikan di wajahnya.Pria itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit kebesarannya, lalu tersenyum miring dengan pandangan dingin.Bukannya panik, Edgar justru melihat manuver kotor Luna sebagai celah sempurna untuk menghabisi Thomas."Tidak perlu membendung berita sampah itu sekarang," ujar Edgar dengan suara bariton yang amat tenang."Biarkan wanita tua itu menghabiskan seluruh simpanan uan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 116

    Luna membanting pintu kamar tidurnya di kediaman utama Theodore dengan amarah yang memuncak.Wajah wanita paruh baya itu merah padam membayangkan kekalahan memalukan Rafael dan Thomas di pengadilan.Dia tidak bisa tinggal diam melihat reputasi keluarganya diinjak-injak oleh Selina."Dua pria di rumah ini benar-benar tidak berguna!" bentak Luna seraya melempar tas mewahnya ke atas ranjang."Kalian membiarkan pengacara Edgar membungkam kita begitu saja di depan hakim!"Thomas yang baru masuk ke kamar hanya bisa menghela napas berat seraya memijat pelipisnya."Edward membawa bukti rekaman dan rekam medis yang sah, Luna! Kita tidak bisa melawan bukti hukum otentik itu!""Kalau hukum tidak bisa menghancurkannya, maka media yang akan menghancurkan wanita itu!" jerit Luna dengan mata berkilat penuh kelicikan."Aku akan memastikan Selina tidak akan pernah bisa menunjukkan wajahnya lagi di kota ini!"Luna segera membuka brankas pribadinya dan mengambil beberapa kartu kredit serta simpanan dana

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 4: Tuduhan yang Keji

    Selina melangkah pelan mengekor di belakang Luna dengan langkahnya yang pincang akibat luka lebam yang belum sembuh sepenuhnya.Benar saja, begitu mereka menginjakkan kaki di ruangan luas itu, pemandangan di depannya membuat nyali Selina menciut.Di sana sudah ada Rafael yang duduk santai sambil me

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 3: Ada yang Membelanya

    Selina buru-buru bangkit berdiri dan mengabaikan rasa perih yang menjalar di pergelangan kakinya. Dia lalu melemparkan kain handuk di tangannya ke atas lantai dengan gerakan panik, dan memalingkan wajahnya sejauh mungkin hingga menyentuh bahunya sendiri.“M-maaf! Aku benar-benar tidak sengaja, Pama

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 2: Pertemuan yang Mengejutkan

    “Pergi ke kamar paling ujung di sayap barat. Ambil semua pakaian kotor di sana dan cuci sampai bersih!” perintah Luna tanpa memandang wajah lelah menantunya.Selina mengerutkan keningnya sembari menahan rasa perih yang menjalar dari telapak kakinya karena terlalu banyak pekerjaan yang dia kerjakan

  • Hasrat dan Obsesi Paman Suamiku   Bab 1: Bukan Menantu Idaman

    “Sudah satu bulan kita menikah, tapi kau tidak pernah mau menyentuhku, Rafael.”Selina akhirnya menyuarakan apa yang selama ini selalu dia pendam. Kalimat itu lolos bersama remasan kuat pada jemarinya sendiri. Sebulan penuh dia terjebak dalam keheningan yang menyiksa, mengubur pertanyaan yang terus

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status