INICIAR SESIÓNกฎการเป็นเมียของเฮคเตอร์มีอยู่ข้อเดียวคือ'เชื่อฟังผัว'แต่เหมือนมันจะใช้ไม่ได้กับเธอ
Ver más"Aku tahu ini berat namun aku harus bisa memulainya sendiri. Aku tak mau dikalahkan oleh cinta yang telah mengambil dia dari sisiku." (Tania)
Senja yang syahdu. Dengan dibaluti kain tenun pemberian ibunda Mike, Tania berjalan seorang diri ke makam kekasihnya, Mike. Langkahnya terlihat pasti namun ingatannya selalu tertuju pada wajah dan seluruh kenangan tentang Mike. Hati kecilnya meratap. Rasanya belum ikhlas.
Tiga hari sudah Tania berada di rumah Mike. Setelah mendapatkan izin dari orang tuanya, ia berangkat seorang diri ke kampung kelahiran kekasihnya, yang seharusnya akan menjadi tempat masa tuanya bersama Mike bila saja lelaki itu kini masih ada.
Orang-orang yang berpapasan dengannya menyapanya dengan lembut. Dalam hati mereka pun merasa iba melihat kondisi Tania saat ini.
"Begitu cintanya ia pada Mike sehingga ia rela datang dan mengunjungi makam kekasihnya."
Tania dibawa kembali ke kampung halamannya oleh ibunya ketika ia ikut mengantarkan jenazah Mike ke kampungnya. Dan hari ini, dengan hati yang tabah ia menemui lagi kekasihnya yang kini tak bisa lagi terdengar suaranya.
Tania duduk seorang diri di tepi pusara Mike, menyalakan dua belas batang lilin lalu dengan khusuk berdoa memohon keselamatan Mike. Tanpa ia sadari, air matanya menetes dan membasahi pipinya.
"Aku telah mengikhlaskanmu, sayang. Berbahagialah di rumah abadimu dan jadilah pendoa ulung bagiku," bisik Tania lembut sambil tangannya mengusapi nisan Mike.
Lagi-lagi air mata Tania jatuh tanpa diundang. Isak tangis Tania seorang diri di samping pusara kekasihnya pertanda ia sesungguhnya belum sanggup menerima semua kenyataan ini. Mike tentu saja mengetahui hal itu. Kekasihnya berbohong.
Setelah ini Tania berencana untuk kembali ke Jakarta seorang diri. Ia akan melanjutkan hidupnya di kota itu, kota yang penuh dengan segala kenangan indah tentang dirinya dan Mike.
"Aku pamit, sayang. Maafkan aku karena tak bisa lagi mengunjungimu di makammu ini. Tapi kau tahu, bukan? Kamu akan selalu hidup dalam hatiku," kata Tania lagi, mungkin untuk sementara itu adalah salam terakhirnya untuk Mike, kekasihnya.
Andai saja waktu itu ibunya tak melarangnya, mungkin saat ini Tania bukan lagi hanya sebatas kekasih melainkan seorang istri, seorang janda muda yang ditinggal pergi oleh suaminya sehari sebelum pernikahan mereka. Ia telah bersih keras untuk tetap menikahi Mike meskipun lelaki itu terbaring kaku dalam keadaan tak bernyawa.
* * * * *
Di ruang tunggu bandara, ibu, ayah dan adiknya telah menantinya. Tania mengenakan baju dan celana berwarna hitam. Sarung tenun pemberian Ibu Mike pun tak lupa ia kenakan; sepanjang perjalanan ia terlihat seperti seorang perempuan dewasa ketika mengenakan sarung tenun.
Ayah dan ibu memeluknya. Sang adik meraih tas koper dan menentengnya. Mereka berjalan beriringan menuju parkiran. Ayah dan ibu tak menanyakan apa-apa. Mereka tahu, putri kesayangan mereka masih terpukul dengan peristiwa ini. Mereka membiarkan Tania beristirahat di dalam mobil taksi.
"Apakah Ibu dan Ayah nemikirkanku?" Tanya Tania memulai percakapan.
Sang ibu dan ayah saling berpandangan. Raut wajah kebingungan nampak jelas terlihat disana. "Apa tidak salah Tania mengajak kita berbicara? Bukankah ia selalu diam tanpa mengatakan apapun sejak kepergian Mike?" Tanya ibu Tania di dalam hatinya.
"Menurutmu Ibu dan Ayah tak perlu melakukannya? Bagaimana mungkin kami bisa tenang kalau kamu pergi seorang diri dengan keadaan hati yang sedang kacau?" Maria, ibunya bertanya balik lalu kembali memandangi wajah suaminya, Yosep.
"Ibu pernah mengatakan padaku bahwa hidup harus terus dilanjutkan, bukan?"
Mendengar itu, Maria dan Yosep semakin bingung kali ini. Keduanya saling beradu pandangan tanpa sepatah kata pun yang terucap.
"Aku akan kembali ke Jakarta dan melanjutkan hidupku seorang diri."
Ayah dan ibunya lagi-lagi dibuat bingung oleh perkataannya. Namun Tania tak pedulikan apa yang dirasakan ayah dan ibunya saat ini. Ia menyenderkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Dan untuk kesekian kalinya, air matanya kembali jatuh dan membasahi pipinya. Ayah dab ibunya hanya diam dan saling berpandangan.
Tania tahu, ayah dan ibunya pasti sangat khawatir dengan situasi dan kondisinya saat ini. Namun ini adalah kesempatan baginya untuk melanjutkan hidup dan melatih dirinya untuk bisa hidup sendiri tanpa Mike.
"Kehilangan bukanlah sesuatu yang mudah untuk kita terima."
* * * * *
Tania masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya seolah-olah ia tak mau diganggu. Ia meletakan kopernya ke atas lantai lalu berjalan perlahan-lahan menuju tempat dimana terpajang bingkai foto dirinya dan Mike.
Ia menatap tajam wajah kekasihnya yang sedang tersenyum bahagia. Tanpa sepatah kata pun. Membisu.
"Terima kasih, sayang. Aku telah tiba dengan selamat," katanya pada Mike yang sedang tersenyum dengan senyum terbaiknya.
Tania meraih kembali kopernya, membukanya dan hendak mengeluarkan isi pakaian kotornya dari dalam koper itu.
Namun...
Matanya terbelalak kaget. Tangannya gemetar ketika meraih secarik kertas yang ia temukan di dalam tas kopernya; di antara pakaian-pakaian kotornya.
Kedua kakinya terasa lemas, tak sanggup berdiri lagi. Ia terjatuh lalu terduduk ke atas lantai. Ia menangis sejadi-jadinya sambil menutup mulut dengan sebelah tangannya. Sesuatu yang sulit dipercaya namun nyata di hadapannya. Secarik kertas berisi tiga bait puisi yang sangat menyayat hatinya.
"Apa maksudnya ini, Mike?"
Tania semakin menangis sejadi-jadinya. Ayah dan Ibunya berlari dengan segera dan membuka pintu kamar Tania tanpa mengetuk.
"Kamu kenapa, Tania?" Tanya Maria, ibunya dengan segera setelah duduk di samping Tania dan langsung memeluknya dengan erat.
Tania tak mengatakan apa-apa. Ia menyenderkan kepalanya pada bahu ibunya dan membiarkan ibunya memeluknya. Sang ayah meraih secarik kertas itu dengan cepat lalu memainkan bola matanya disana, membaca seluruh isi tulisan pada kertas itu.
"Bagiamana mungkin ini bisa terjadi? Kok bisa, ya?"
Ibu Maria pun penasaran lalu merampas kertas itu dari tangan Yosep, suaminya. Pelukan pada putrinya pun semakin kuat. Ia ikutan menangis bersama putrinya setelah matanya selesai melafalkan satu per satu isi tulisan pada kertas itu.
"Ini beneran Mike yang nulis sendiri?" Tanya ibunya heran.
Dear Tania
Dari matamu aku menemukan cinta...
Dari hatimu telah kutemukan tempat paling nyaman
Mata yang selalu membuatku merasa berharga
Hati yang selalu memberiku tempat untuk terus tinggal bersamamu
Andai saja waktu dapat kuputar kembali
Aku hanya ingin menjadi lelaki paling beruntung
Andai saja waktu tidak memisahkan kita
Aku hanya ingin berdiri di hadapanmu saat ini
Lalu dengan yakin mengucap kata paling cinta ...
Untukmu perempuan yang telah memberiku cinta
Aku ingin hidup dan menua bersamamu
Aku ingin mati di sisimu
"Bagaimana mungkin seseorang yang telah tiada meninggalkan secarik kertas untuk kekasihnya yang masih hidup?"
Seisi kamar menjadi hening seketika. Hanya suara isak tangis Tania yang terdengar. Juga ibunya yang ikut menangis sambil memeluk erat putri semata wayangnya.
"Bu, Mike masih hidup. Ia masih disini. Ia tak mungkin meninggalkanku. Ia sangat mencintaiku. Aku tahu itu, Bu."
เฮคเตอร์หลังจากที่เรียนจบได้สองเดือนรู้มั้ยตอนนี้เมียผมท้องแล้วนะเว้ยเป็นไงล่ะทันใจมั้ย ตอนแรกที่รู้ว่าเมียท้องผมถึงกับขาอ่อนเลยนะไม่คิดว่าเขาจะมาเร็วขนาดนี้"เฮคเสร็จหรือยัง"เสียงเมียผมร้องถามรู้มั้ยครับตอนนี้ผมทำอะไรอยู่ผมกำลังตากผ้าไงครับ"เสร็จแล้วครับ ชาจะเอาอะไร"ผมถาม"แค่ถามดู"ผมไม่ให้เมียทำอะไรเลยเพราะช่วงนี้ต้องระวังให้มาก ส่วนเรื่องงานผมก็ไปช่วยคุณตาไปช่วยพ่อบ้างแต่ตอนนี้สิ่งที่ผมต้องทำคือดูแลเมียกับลูก"ฟอด เดี๋ยวพวกไอ้พีตาร์มานะครับ"ผมบอกเมียถึงจะเรียนจบแต่พวกมันก็ยังทำตัวเหมือนว่างยิ่งไอ้กายนี่โคตรว่างเลยเถอะจะเว้นแต่ก็ไอ้ติณณ์เพราะรายนั้นแม่งบ้างาน"เฮคเตอร์เพื่อนรัก"ตายยากกันจริง"ปากหวานขนาดนี้มึงจะเอาอะไร"ผมถามไอ้กายที่เดินเข้ามา"ไม่เอาอะไรครับตอนนี้กูกำลังอยู่ในช่วงมีความรัก"ความรักของมันผมเห็นมีทุกวัน"แล้วพีตาร์ล่ะ"เมียผมถามขึ้น"ไปรับอัญชัญน่ะเดี๋ยวคงมา"ไอ้เป้รีบบอก"พี่น้องท้องชนกันไอ้สัส หวงน้องจนหน้ามืด"ไอ้กายบ่นเพราะอะไรน่ะหรอก็ไอ้พีตาร์มันมีน้องสาวแต่เป็นลูกของเพื่อนพ่อมันนั่นแหละทีแรกก็น้องอยู่หรอกแต่หลังๆ พี่น้องยังไงไม่รู้มันถึงได้ข้ามขั้นให้อัญชัญเป็นเม
เฮคเตอร์หลังจากที่ผมบอกเพื่อนเสร็จผมก็พาเมียมาที่รถทันทีกลับมาคราวนี้เมียผมแม่งรุกแรงว่ะ วันนี้วันเกิดผมแต่ผมดันลืมสะงั้นเพราะมัวแต่ห่วงเรื่องของเมียตัวเองนี่แหละ"จุ้บ....อืม"ผมหันมาจูบปากเมียตัวเองที่กำลังเดินอยู่ข้างๆ"เฮคพอแล้ว""อย่าอ่อยเยอะครับเดี๋ยวจะไม่ได้นอน"ผมพูดเสียงดุ"ไม่ได้อ่อยสักหน่อยเถอะ"ผมหันกลับมายิ้มให้เมียตัวเองที่กำลังยืนเขินอยู่"จุ้บ กลับคอนโดกันครับที่รัก"ผมขับรถพาเมียกลับคอนโดก็คงไม่ต้องบอกนะว่ารีบกลับทำไมผมเองก็อยากจะรู้เหมือนกันว่าของขวัญที่เมียจะให้มันคืออะไรกันแต่ที่แน่ๆ คืนนี้เป็นของผมทั้งคืน"ไหนของขวัญครับ"ทันทีที่เข้าห้องมาผมก็ถามเมียตัวเองทันที"หัวใจชาไง"หึ....ผมรีบเดินตามเมียเข้าห้องนอนก่อนจะจับเมียหมุนตัวมาหา"เรียนจบแล้วมีลูกกันนะชา"ผมบอกเมีย"เดือนหน้าก็จบแล้ว"เมียผมพูดเสียงเบาก่อนที่ผมจะยิ้มออกมา"รักเมียตรงนี้แหละ จุ้บ"มันเป็นสิ่งที่ผมฝันมาตลอดผมอยากมีครอบครัวอยากมีลูกผมว่าผมโตพอที่จะดูแลเมียได้แล้ว ที่จริงผมกับเพื่อนก็ทำธุรกิจกันอยู่แล้วผมก็พอจะรู้เรื่องอยู่บ้างเห็นผมไม่เอาไหนเรื่องความรักแต่เรื่องการเรื่องงานผมโอเคนะเว้ย“เสียเวลาเรามาเริ่
เฮคเตอร์ผมยืนยิ้มให้กับเมียตัวเองก่อนจะเดินเข้าห้องน้ำรีบอาบน้ำ พอแล้วว่ะพอแล้วจริงๆ ตอนนี้ขอแค่ชาไทยคนเดียวผมก็ไม่ต้องการอะไรอีกแล้ว ผมรีบอาบน้ำก่อนจะเดินออกมา“ไหนบอกจะนอนพร้อมกันไง” ผมบ่นพลางก้าวขึ้นเตียงเพราะเมียผมเล่นหลับก่อนสะงั้น“ฮึก...เฮคอย่าไปนะ” ผมก้มมองเมียตัวเองที่พูดทั้งน้ำตาก่อนที่ผมจะยิ้มออกมาเหมือนคนบ้า“ไม่ไปไหนแล้วครับ ไม่ต้องร้องแล้ว” ผมปลอบเมียตัวเองที่ละเมออยู่ผมดึงเมียเข้ามากอดแม่งโคตรจะคิดถึงเลยไม่ได้กอดตั้งนาน ถ้าผมเชื่อพ่อกับแม่และเพื่อนที่เตือนตอนนั้นเรื่องทุกอย่างก็คงจะไม่เกิดขึ้น แต่มันเกิดขึ้นก็ดีนะมันทำให้ผมได้รู้ว่าเมียผมรักผมแค่ไหน“จุ้บ ขอบคุณที่กลับมาหาเฮคนะครับที่รัก” ผมบอกคนที่หลับสนิทในอ้อมกอดของผมจนมาถึงตอนนี้ผมยอมรับว่าผมกลัวมากกลัวว่าจะเสียเมียผมไปอีกยิ่งชาไทยทำให้ผมเห็นว่าไม่มีผมเธอก็อยู่ได้ผมยิ่งกลัว..เช้า“จุ้บ รักเฮคนะ” ที่จริงผมตื่นตั้งนานแล้วแหละแต่ผมอยากจะรู้ไงว่าเมียผมตื่นมาจะทำอะไร“รักเหมือนกันครับ” ผมบอก“เฮคเตอร์ทำไมชอบแกล้ง” ผมหัวเราะออกมาจนลั่นห้อง“จุ้บ ทำไมตื่นเช้าหื้มมมม” ผมถาม“ก็ตื่นเช้าทุกวันอยู่แล้ว” เมียผมพูดก่อนจะขย
เฮคเตอร์ไม่ใช่ว่าที่ผมทำไปทั้งหมดเพราะอยากให้ชาไทยเห็นใจแต่ที่ผมทำทั้งหมดเพราะผมรักเมียผมจริงๆ มาถึงวันนี้ผมรู้แล้วว่าสิ่งที่ผมทำมันผิดและมันทำให้เมียผมทุกข์มากแค่ไหนแต่ผมเสียเมียผมไปไม่ได้จริงๆ"ยังไม่ตอบตอนนี้ก็ได้"ผมผละกอดออกก่อนจะมองหน้าชาไทย"ฮึก......เจ็บมั้ยเฮค"ผมยิ้มออกมาทั้งน้ำตาเมื่อเมียผมถามก่อนจะจับที่แก้มผม"ไม่เจ็บครับแล้วชาเจ็บตรงไหนมั้ย"ผมถามออกไป"ไม่เจ็บ"เราสองคนยืนมมองหน้ากันนิ่งๆ ผมรู้ว่าชาไทยกลัวว่าผมจะเป็นเหมือนเดิมแต่ผมเปลี่ยนไปแล้วจริงๆ นะ ผมรู้ว่าควรจะรักษาเมียตัวเองไว้ก็เมื่อจะเสียเธอไป"กูจะไปหาไอ้กาย"เสียงไอ้ติณณ์บอกผมผมหันกลับไปมองเพื่อนตัวเองที่ยืนอยู่กับพวกไอ้แชมป์ ไอ้แชมป์มันไม่ได้มีเรื่องแค่กับผมแต่มันมีเรื่องกับไอ้กายด้วยและเหมือนวันนี้เพื่อนผมมันกำลังจะจัดการกับศัตรูเบอร์หนึ่งของมัน"กูไปด้วย"ผมพูดขึ้นผมบอกแล้วไงเมียผมผมแตะได้คนเดียวคนอื่นอย่าหวัง ผมหันกลับมามองเมียผมที่ยืนร้องไห้อยู่ก่อนจะเกลี่ยน้ำตาที่ไหลอาบแก้มให้"เดี๋ยวเฮคมานะ"ผมบอกแล้วยิ้มให้เมียตัวเองก่อนจะเดินไปหาไอ้กายแต่...."ฮึก...กลับบ้านกันนะเฮคกลับบ้านกับชานะ"เมียผมวิ่งมาดึงชายเสื้











