Share

Bab. 65

Author: WinaraBZ
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-01 20:42:23

Setelah tawa itu mereda, Bunda Zayna perlahan kembali tenang. Sisa hangat suasana tadi masih terasa, namun kini berganti dengan kesungguhan yang lebih dalam. Ia meraih proposal yang sebelumnya diberikan oleh Soraya, lalu menyerahkannya kembali dengan kedua tangan yang mantap.

“Nona Soraya,” ucapnya lembut namun jelas, “saya dan suami sudah mempertimbangkan keputusan ini dengan sangat matang. Kami juga sudah berikhtiar… saya sendiri melakukan sholat istikharah… dan saya sampai pada satu keputusa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Investor Asing   Bab. 119

    Zayna mulai merapikan portofolionya ke dalam lembar Excel. Sesekali matanya melirik kalender di sudut layar laptop."Hem... masih ada tiga hari perdagangan sebelum akhir bulan," gumamnya pelan.Malam ini ia bertekad menyelesaikan seluruh catatan transaksinya. Laporan harus rapi agar lebih mudah memahami pergerakan dana dan penempatan portofolio yang selama ini dikelolanya. Dari tiga kelompok investasi yang ia pisahkan, pekerjaan kali ini terasa sedikit lebih merepotkan karena sebagian besar dana masih berada dalam posisi cash balance. Kondisi itu membuatnya harus ekstra hati-hati selama melakukan transaksi di sela-sela liburan beberapa hari terakhir.Zayna kembali membuka catatan transaksi yang berserakan di meja."Hem... Alhamdulillah, ternyata laporan kedua ini masih bisa menghasilkan tambahan 'gaji' juga," gumamnya sambil tersenyum tipis.Ia mulai menelusuri satu per satu transaksi yang telah dilakukan.Pada hari pertama, ia sempat menjual lima puluh persen kepemilikannya di saham

  • Investor Asing   Bab. 118

    Bunda Zayna mulai mengatur kembali portofolionya ketika masa liburan keluarga memasuki hari kelima. Selama empat hari sebelumnya, aktivitas pasar saham berhenti karena bertepatan dengan cuti panjang dan libur nasional bursa. Kesempatan itu benar-benar ia manfaatkan untuk fokus menikmati waktu bersama keluarga tanpa terganggu oleh pergerakan pasar.Memasuki hari pertama perdagangan setelah libur panjang, saldo kas (cash balance) di rekening investasinya bertambah. Sempat terlintas di pikirannya untuk kembali aktif melakukan trading di sela-sela liburan. Namun, karena dana yang dikelolanya kini semakin besar, Zayna menyadari bahwa setiap keputusan membutuhkan konsentrasi yang lebih matang. Ia tidak ingin kesalahan kecil terjadi hanya karena perhatiannya terbagi antara keluarga dan pasar. Karena itu, ia memutuskan untuk lebih fokus menambah dana investasi dan melakukan penyesuaian portofolio seperlunya.Pada hari pertama trading tersebut, Zayna menjual separuh kepemilikan salah satu saha

  • Investor Asing   Bab. 117

    Eksel masih sibuk dengan pikirannya. Pujian dari ayahnya beberapa waktu lalu masih membekas hangat di dalam hati.Ia menutup laptopnya perlahan, lalu bergegas menuju kamar."Aku harus segera tidur. Besok hari yang penting," gumamnya pelan.Eksel merebahkan tubuh di atas ranjang sambil tersenyum. Pikirannya melayang pada pertemuan esok hari. Ia akan bertemu ayahnya, dan tentu saja Soraya.Perasaan itu membuatnya sulit menahan senyum."Ziyan... Ziyan..."Suara Karim terdengar memanggil dengan lantang."Astagfirullah, Ziyan!""Eh, Bos! Maaf..." Ziyan tersentak kaget dari lamunannya. "Sudah waktunya pulang ya?"Karim menatapnya dengan kesal."Laporanmu belum selesai. Kalau memang mau pulang, silakan. Sekalian saja mampir ke HRD.""Jangan begitu dong, Tuan. Cari orang seperti saya susah, lho," jawab Ziyan sambil nyengir lebar.Karim hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak buah kepercayaannya itu."Gimana Bunda Zayna?" tanyanya kemudian."Beliau sudah sampai dengan selamat, Tuan. Se

  • Investor Asing   Bab. 116

    Ziyan masih memikirkan ucapan Karim tentang Eksel. Rasa penasarannya semakin besar. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan pemuda itu. "Tapi bagaimana caranya?" gumamnya pelan. Tidak mungkin seseorang dengan kemampuan seperti itu bisa terus-menerus bersembunyi dari perhatian orang lain. Pertanyaan lain juga muncul di benaknya.Apakah Kelvin mengetahui semua ini? Ziyan menyandarkan tubuhnya di kursi, lalu tersenyum tipis."Hem... aku akan mencobanya."Ia teringat sistem keamanan berlapis yang pernah dipasang untuk melindungi butik Soraya. Dari situlah sebuah ide muncul. Ia sengaja membuat sebuah celah kecil, bukan agar Kelvin menemukannya, melainkan agar dapat menarik perhatian Eksel.Perlahan ia mencoba mengakses jalur komunikasi yang terhubung dengan ponsel Soraya."Semoga Soraya tidak mematikan ponselnya." Menurut perhitungannya, cepat atau lambat Eksel pasti akan mencoba menghubungi Soraya atau mencari tahu keberadaannya. Karena itu, Ziyan memasang sistem pemantauan jarak jauh

  • Investor Asing   Bab. 115

    Genap sepuluh hari akhirnya keluarga Zayna kembali ke Parepare."Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi kita sampai di rumah," ujar Zayna dengan wajah sumringah."Iya, Bund," jawab Aim sambil tersenyum dan tetap fokus mengemudikan mobil.Zayna teringat semua kebaikan yang mereka terima selama berada di Jakarta, Bogor dan Daerah sekitar pinggiran kota yang menjadi Perjalanan Dinasnya."Tuan Karim benar-benar baik kepada kita. Bahkan semua pakaian yang kita pakai selama di sana dibolehkan untuk dibawa pulang." Yang tidak diketahui oleh Zayna dan keluarganya, pakaian-pakaian tersebut sebenarnya merupakan pesanan khusus dengan kualitas terbaik. Mereka hanya merasakan betapa nyaman dan enaknya pakaian itu dikenakan tanpa mengetahui nilai sebenarnya."Semoga barang-barang yang kita kirim lewat ekspedisi sudah sampai di rumah," kata Zayna."Insya Allah Bund," jawab Aim.Tak lama kemudian mereka memasuki halaman rumah."Yeay... akhirnya sampai!" seru Ana dan Zayan bersamaan. Kedua anak itu ta

  • Investor Asing   Bab. 114

    Kelvin tetap awasi setiap gerak-gerik Soraya."Baik, Nyonya," jawabnya singkat."Oh iya, bukankah Eksel yang berhasil mengetahui Soraya bertemu dengan Zahra itu?" tanya Sonia."Benar, Nyonya. Kebetulan saat itu dia memang berada di kafe yang sama," jawab Kelvin.Sonia tersenyum. "Mana dia? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.""Dia ada di depan, Nyonya," kata Kelvin, yang merupakan ayah Eksel."Suruh dia masuk. Sudah saatnya dia menerapkan ilmu yang didapatnya selama ini di perusahaan.""Baik, Nyonya."Kelvin segera keluar dan memanggil putranya.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka."Tante Sonia!" Eksel langsung masuk dengan wajah ceria. Ia menghampiri Sonia dan mencium punggung tangan wanita itu dengan penuh hormat, kedekatan mereka memang sudah terjalin sejak lama. Sonia menganggap Eksel seperti anaknya sendiri, sementara bagi Eksel, Sonia adalah sosok yang selalu memberinya perhatian layaknya seorang ibu."Gimana, Eksel? Siap bekerja di kantor Tante?" tanya Sonia sa

  • Investor Asing   Bab 45

    Setelah menutup panggilan dengan Ziyan, Soraya masih memandangi layar ponselnya beberapa detik lebih lama.Ia berharap setidaknya Ziyan akan memberinya sedikit petunjuk arah, nama atau… apa pun yang bisa mempercepat langkahnya. Namun yang ia tangkap justru keengganaa, tidak menolak tapi juga bukan b

  • Investor Asing   Bab. 44

    Tatapannya mantap, tidak goyah sedikit pun. “Dan saya tidak ingin terburu-buru… hanya untuk terlihat siap.” Ia memberi jeda singkat, membiarkan makna itu sampai. “Masalah itu…” ucapnya pelan, “akan kita bahas lebih lanjut.”Soraya sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. “Ketika saya sudah benar-b

  • Investor Asing   Bab 6

    Ruang VIP hotel itu masih menyimpan kehangatan pertemuan yang baru saja usai. Dokumen kontrak telah ditandatangani. Map hitam eksklusif kini tertutup rapi di atas meja marmer. Lampu kristal memantulkan cahaya lembut di wajah-wajah yang baru saja mengikat kerja sama besar. Karim berdiri lebih dulu.

  • Investor Asing   Bab 5

    Aim kembali melangkah ke tempat Daeng Dirman berdiri. Wajahnya terlihat ragu, seolah masih menimbang sesuatu yang berat di kepalanya. “Jadi… bagaimana, Pak Aim?” tanya Dirman dengan nada tenang, meski di balik sorot matanya tersimpan rasa ragu.Aim menghela napas panjang sebelum membuka suara. “Se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status