ホーム / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

共有

39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

last update 公開日: 2026-06-24 21:31:52

“Sempak! Dasar duda mesum!”

Di lorong sunyi lantai eksekutif gedung Vastu Chandra, caci maki meluncur deras dari mulut Jimmy yang masih menempelkan ponselnya erat-rekat di pipi.

Orang kepercayaan Raymond itu berjalan cepat, menjauh dari pintu ruang rapat utama agar suaranya tidak menggema ke dalam.

"Sialan kamu, Ray! Bisa-bisanya kamu menghilang di jam krusial begini!" desis Jimmy dengan napas memburu karena menahan geram.

Tatap mata Jimmt tertuju pada jam dinding, lalu melanjutkan dengan nad
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Ray....kalau sudah seperti ini mau gimana lagi??
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Istri Rahasia Om Raymond   40. Proyek Baru Vs Candu Baru

    Raymond mengangguk hormat ke arah Haryo Adhiwangsa dan para investor, lalu mengambil posisinya di ujung meja utama tanpa menunjukkan riak kepanikan sedikit pun.Melihat ketenangan yang ditunjukkan Raymond setelah membuat jantungnya hampir copot, Jimmy hanya bisa mendengus kesal dalam diam, memutar bola matanya jengah melihat tingkah sahabatnya yang berlagak suci itu.Rapat akhirnya resmi dibuka. Suasana di dalam ruangan mendadak hening dan penuh fokus begitu Raymond berdiri di depan layar proyektor utama, siap mempresentasikan mahakarya terbaru dari biro arsitek Vastu Chandra.Arcade Square, mega-proyek mall terbesar yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru pusat perbelanjaan modern.Di atas layar, Raymond menampilkan maket digital tiga dimensi yang memukau. Desain Arcade Square memadukan lekukan fasad kaca antipanas yang megah dengan integrasi hutan vertikal di sepanjang dinding luar mall.Begitu Raymond mengambil posisinya di depan layar proyektor utama, suasan seketika berubah m

  • Istri Rahasia Om Raymond   39. Rahasia yang Masih Tersimpan Rapi

    “Sempak! Dasar duda mesum!”Di lorong sunyi lantai eksekutif gedung Vastu Chandra, caci maki meluncur deras dari mulut Jimmy yang masih menempelkan ponselnya erat-rekat di pipi. Orang kepercayaan Raymond itu berjalan cepat, menjauh dari pintu ruang rapat utama agar suaranya tidak menggema ke dalam."Sialan kamu, Ray! Bisa-bisanya kamu menghilang di jam krusial begini!" desis Jimmy dengan napas memburu karena menahan geram. Tatap mata Jimmt tertuju pada jam dinding, lalu melanjutkan dengan nada mendesak yang tidak menerima bantahan."Dengar, kamu harus segera datang ke sini sebelum rapat dimulai!” Wajah Jimmy masih terlihat tegang memikirkan proyek besar yang akan sangat menentukan masa depan perusahaan mereka.“Investor dari konsorsium Singapura sudah sampai di lobi. Mereka cuma punya waktu dua jam sebelum harus mengejar penerbangan siang ke Jakarta. Kalau kamu tidak ada di sini untuk mempresentasikan langsung revisi draf makro bangunan komersial itu, proyek bernilai ratusan miliar

  • Istri Rahasia Om Raymond   38. Suara yang Lolos

    Napas Jovita dan Raymond berangsur normal, menyisakan keheningan yang intim di dalam kamar hotel yang sejuk.Jovita meringkuk lelah, merebahkan kepalanya dengan menjadikan dada bidang Raymond sebagai bantal. Detak jantung pria itu yang berdegup konstan di bawah telinganya memberikan sensasi nyaman yang aneh.Raymond mengulas senyum tipis, melingkarkan lengan kekarnya untuk memeluk tubuh polos Jovita, lalu mendaratkan kecupan-kecupan lembut di puncak kepala gadis itu.Tidak bisa dipungkiri, di balik rasa takut dan bersalah yang terus membayangi, Jovita menikmati setiap sentuhan intens yang diberikan Raymond.Tapi, di saat yang sama, akal sehatnya berontak. Logikanya berbisik kejam, mengingatkan bahwa dia mungkin hanya dijadikan pelampiasan semata.Sebuah pelarian instan bagi Raymond yang sudah lima tahun menduda, dan hubungannya dengan Karina yang sulit mendapat restu dari ViolaMeski sempat ragu, Jovita bergerak gelisah lalu memberanikan diri bersuara.“Om... apa kita akan terus seper

  • Istri Rahasia Om Raymond   37. Di Balik Pintu Hotel

    Begitu pintu kamar hotel tertutup, Raymond tidak memberikan kesempatan bagi Jovita bahkan untuk sekadar meletakkan tas ranselnya. Pria itu langsung membalikkan tubuh Jovita, menyudutkannya ke daun pintu yang kokoh, dan mengunci pergerakan gadis itu dengan kedua lengan kekarnya.Tas ransel di bahu Jovita merosot begitu saja ke atas lantai karpet, menimbulkan suara debum halus yang langsung tenggelam oleh suara napas mereka yang memburu.“Om Ray….”Kalimat Jovita langsung dibungkam oleh lumatan sepihak yang teramat menuntut dari Raymond.Berbeda dengan ciuman lembut yang penuh kehati-hatian di rumah sakit semalam, kali ini Raymond menciumnya dengan intensitas yang menggebu-gebu, seolah ada kemarahan dan ego maskulin yang teramat besar yang perlu diredam.Jovita mengerang pelan di dalam sela ciuman mereka, tangannya yang gemetar meremas kemeja Raymond, berusaha mencari pegangan ketika lututnya mendadak terasa lemas.Aroma maskulin Raymond yang bercampur dengan kehangatan kamar hotel yang

  • Istri Rahasia Om Raymond   36. Pack Isi 10

    “Dylan, makasih ya udah mau datang,” ucap Viola lembut, nadanya sengaja dilembutkan, mengemis perhatian. “Aku beneran nggak nyangka kamu bakal langsung ke sini.”Viola memajukan tubuhnya sedikit, mencoba bersandar pada bantal yang ditumpuk, berharap pemuda itu akan duduk di tepi ranjangnya dan menggenggam tangannya dengan mesra.Dylan yang berdiri satu meter di samping brankar hanya tersenyum tipis, senyum formal yang terasa berjarak. Bukannya mendekat atau menanyakan bagaimana kondisi tubuh Viola pasca insiden mengerikan itu, Dylan justru melirik jam tangan digital di pergelangan kirinya.“Ternyata kondisimu tidak semenakutkan seperti yang dikabarkan.” Suara Dylan datar, tanpa kepedulianPemuda itu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan yang kosong, seolah mencari sesuatu yang sudah tidak ada di sana.“Oh ya, tadi Om Ray bilang... bibimu mau datang, kan? Kira-kira jam berapa sampai?”Pertanyaan itu seketika membuat senyum di bibir Viola membeku. Ia menelan ludah, berusaha m

  • Istri Rahasia Om Raymond   35. Seperti Keluarga Utuh

    Senyum menghiasi bibir Raymond pagi ini, kala merasakan kehangatan yang amat asing tapi sangat dia rindukan. Perasaan seperti memiliki sebuah keluar yang utuh.Raymond duduk di tepi brankar, memegang mangkuk berisi bubur hangat, dengan telaten menyuapi Viola yang sudah semakin membaik.Sementara di sudut berbeda, Jovita seperti sedang menjalankan tugas sebagai istri dan ibu yang baik. Dia tampak sibuk dan bergerak lincah melipat selimut sofa, merapikan bantal, dan menata botol-botol air mineral di atas meja.“Papa datang jam berapa?” tanya Viola di sela kunyahannya, menatap sang ayah dengan mata yang sudah jauh lebih segar."Kurang lebih jam dua belas malam, setelah urusan pekerjaan Papa dengan Om Jimmy selesai," jawab Raymond tenang sembari meniup sendok bubur berikutnya.Viola mendengus kecil, menatap sang papa dengan selidik. "Bukan setelah urusan dengan Tante Karin selesai?"Raymond mengembuskan napas kasar, lalu meletakkan sendoknya sejenak. "Papa hanya mengantarnya pulang sampai

  • Istri Rahasia Om Raymond   32. Ancaman Viola

    SUV hitam yang dikendarai Ray akhirnya behenti di depan lobi menara apartemen mewah tempat Karin tinggal.Perempuan anggun yang duduk di kursi penumpang itu tidak langsung melepas sabuk pengamannya. Ia menoleh, menatap lekat samping wajah lelah Raymond dengan pandangan menuntut yang sulit disembuny

  • Istri Rahasia Om Raymond   31. Firasat Perempuan

    Jovita memilih menyingkir dari pusat ketegangan, bergeser duduk di kursi tunggu yang terletak di dekat pintu keluar ruang perawatan.Gadis itu menundukkan kepala, menyibukan memainkan ponselnya untuk mengusir kecanggungan. Jari-jarinya membuka sebuah aplikasi portofolio yang berisi gambar-gambar de

  • Istri Rahasia Om Raymond   30. Medan Perang

    Suara tangis Felisa, mantan istri Raymond menggema pilu, mendominasi ruang perawatan VIP.“Maafin mama, Sayang. Tidak seharusnya mama membiarkanmu menghadapi dunia ini sendiri.”Raymond mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, kepalanya menggeleng samar dengan seulas senyuman sinis yang coba

  • Istri Rahasia Om Raymond   29. Perempuan-perempuan di Kehidupan Raymond

    Begitu jam magang berakhir, Jovita tidak memikirkan hal lain selain langsung bergegas menuju rumah sakit. Sejak siang pikirannya sudah tidak tenang, sesak oleh rasa bersalah.Setibanya di depan ruang perawatan VIP, langkah Jovita melambat. Di sana, Raymond berdiribersandar pada dinding koridor yang

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status