Startseite / Mafia / Istri Rahasia Sang Taipan / Bab 19. Morning Sickness

Teilen

Bab 19. Morning Sickness

last update Veröffentlichungsdatum: 29.09.2026 00:39:32

"Dengar itu. Bayi kamu tiga. Apa aku tidak salah dengar?" tanya Tina mengangga.

Tina mengerjapkan matanya dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. Sahabatnya mengandung janin 3 sekaligus.

"Benar, aku mengandung 3 bayi kembar. Aku akan jadi Ibu. Dan Aiden akan jadi ayah. Ini luar biasa. Aku mau nangis, Tina."

Anna menangis mendengar kabar bahagia dari dokter. Bayi kembar tiga ada di rahimnya. Di tengah penolakan dari keluarga Aiden dia malah mengandung.

"Iya, Anna. Kamu akan ja
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 23. Dibully Lagi

    "Anna ngidam." Aiden menjelaskan semuanya ke sahabatnya. Jerry menepuk pundak sahabatnya. Ternyata dia diminta ke sini untuk membantunya mencari apa yang Anna minta. "Tenang sahabat, kita akan bantu. Sekarang, kita cari apa yang Anna mau." Aiden mengangguk dia ingin Anna mendapatkan apa yang dia inginkan. Simon datang mendekati Aiden dan sahabatnya. "Maaf Tuan. Saya terlambat. Saya terjebak macet tadi."Aiden mengangguk "tak apa. Kami juga baru sampai. Ayo kita pergi sekarang. Kalian tidak ada kegiatan hari ini?" tanya Aiden. Aiden tidak mau sahabatnya merasa tertekan dengan permintaan dia. Lebih baik dia tanya terlebih dahulu daripada mereka ikut karena merasa tidak enak. "Santai saja. Kami free. Ayo kita bergerak." Rico tersenyum kecil. Dia tidak merasa keberatan untuk ikut dengan Aiden. "Benar. Kamu tenang saja. Kita sahabat pasti kita akan membantu. Tapi, di mana kita mau cari dan perginya memakai satu mobil, ya?" tanya Jerry. "Iya, satu mobil. Di sana mobilku. Ayo naik. K

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 22. Makasih Bunny

    "Anna ngidam." Aiden menjelaskan semuanya ke sahabatnya. Jerry menepuk pundak sahabatnya. Ternyata dia diminta ke sini untuk membantunya mencari apa yang Anna minta. "Tenang sahabat, kita akan bantu. Sekarang, kita cari apa yang Anna mau." Aiden mengangguk dia ingin Anna mendapatkan apa yang dia inginkan. Simon datang mendekati Aiden dan sahabatnya. "Maaf Tuan. Saya terlambat. Saya terjebak macet tadi."Aiden mengangguk "tak apa. Kami juga baru sampai. Ayo kita pergi sekarang. Kalian tidak ada kegiatan hari ini?" tanya Aiden. Aiden tidak mau sahabatnya merasa tertekan dengan permintaan dia. Lebih baik dia tanya terlebih dahulu daripada mereka ikut karena merasa tidak enak. "Santai saja. Kami free. Ayo kita bergerak." Rico tersenyum kecil. Dia tidak merasa keberatan untuk ikut dengan Aiden. "Benar. Kamu tenang saja. Kita sahabat pasti kita akan membantu. Tapi, di mana kita mau cari dan perginya memakai satu mobil, ya?" tanya Jerry. "Iya, satu mobil. Di sana mobilku. Ayo naik. K

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 21. Ngidam

    Aiden mengepalkan tangannya hingga foto tersebut remuk. Aiden percaya kalau foto yang ditangannya nggak benar. Mana mungkin Anna seperti ini. Foto yang diterima Aiden saat ini terlihat Anna sedang bersama pria. Jaraknya sangat dekat dan Anna tersenyum ke arah pria itu. Gesturnya juga dekat. Seperti orang yang sudah lama kenal. "Cari tahu siapa dia. Saya mau tahu dia siapa. Saya tidak mau salah paham terjadi. Apa kamu mengerti?" tanya Aiden ke Simon. "Baik. Saya akan cari. Anda jangan khawatir. Saya akan temukan secepatnya. Apa Anda mau ke kantor?" tanya Simon ke Aiden yang masih terlihat menahan amarahnya. "Tidak. Kamu istirahat saja di rumah. Kabari saya apa yang kamu temui." "Baik. Terima kasih. Secepatnya saya akan kabari. Saya bawa Lili pulang dulu. Permisi Tuan," pamit Simon. Simon pergi dari hadapan Aiden yang menahan amarah. Wajahnya juga mengerikan. Simon heran siapa yang sudah mengambil foto tersebut. Lili sudah menunggu Simon dia mau pamitan tapi dicegah Simon. "Jang

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 20. Aku Rindu Kamu, Lady

    "Kalian bicara sana. Lili, ayo bicara. Jangan buat keadaan makin runyam. Kalian perlu bicara dari hati ke hati." Anna memerintahkan Lili untuk bicara empat mata dengan Simon. Anna tahu betul Lili sudah tidak mau bicara dengan Simon. Karena Simon menuduh dia yang menggodanya. Walaupun benar itu karena obat bukan yang lainnya. "Benar bicara saja. Siapa tahu kalian bisa dapat solusinya." Aiden ikut menimpali dan dia mendekati Anna lalu memeluknya. Rasa rindu kepada istrinya membuncah. Apalagi dia merasa badannya tidak enak dan ingin dekat dengan Anna. Jadi, setelah bertemu dirinya langsung memeluk Anna melepaskan rindu. "Ini pria yang sudah enak tapi tidak mengakuinya. Dia pikir para wanita mau tidur dengan pria sembarangan kalau bukan karena terpaksa. Pria tidak tahu diri." Tina tidak suka dengan Simon yang sudah menyakiti temannya. Simon hanya diam. Dia masih menunggu Lili. Terlebih lagi Lili memegang perutnya. Apa dia sakit. Lili ternyata hamil sama dengan Anna bedanya dia tidak

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 19. Morning Sickness

    "Dengar itu. Bayi kamu tiga. Apa aku tidak salah dengar?" tanya Tina mengangga. Tina mengerjapkan matanya dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. Sahabatnya mengandung janin 3 sekaligus. "Benar, aku mengandung 3 bayi kembar. Aku akan jadi Ibu. Dan Aiden akan jadi ayah. Ini luar biasa. Aku mau nangis, Tina." Anna menangis mendengar kabar bahagia dari dokter. Bayi kembar tiga ada di rahimnya. Di tengah penolakan dari keluarga Aiden dia malah mengandung. "Iya, Anna. Kamu akan jadi ibu. Kamu tidak perlu khawatir aku jamin sekali keluarga suamimu akan menerimamu. Ini keturunan dia. Satu-satunya. Mana mungkin mereka menolaknya." Tina meyakinkan Anna kalau keluarga Aiden akan luluh dengan kehadiran bayi kembar tiga milik Anna. Anna menatap Tina lekat. Ada kesedihan di sorot mata Anna. Tina tahu jika Anna tidak pernah percaya dengan ucapannya. "Sudah. Jangan sedih. Kasihan bayimu. Dia akan ikutan sedih jika kamu sedih. Nanti dipikirkan lagi. Intinya kamy sehat. Ayo, aku t

  • Istri Rahasia Sang Taipan   Bab 18. Hamil

    Anna terdiam mendengar dirinya dikatakan wanita miskin. Anna berbalik ke belakang penasaran siapa yang sudah mengatakan dia wanita miskin. Saat berbalik dia melihat ibu Aiden dan Merry yang tersenyum mengejek ke arahnya. Keduanya terlihat menatapnya dengan sinis. Ibu Aiden, Nyonya Rose mendekati Anna dengan angkuh. "Wanita miskin, mau apa kamu ke sini?" tanya Nyonya Rose yang wajahnya terlihat penuh amarah. Anna menahan emosinya, dia tidak boleh terpancing oleh ibu kandung Aiden. Dia tahu betul kalau ibunya Aiden pasti ingin menjebak dirinya. Jika dia marah ke ibu Aiden maka dia akan diadukan ke Aiden hingga Aiden marah padanya. Walaupun hubungan dia dan ibunya tidak baik tapi Aiden sebagai anak masih baik mungkin. "Nyonya, saya di sini karena ada urusan." Anna menjawabnya lugas dan tegas juga sopan. Anna tetap menatap Nyonya Rose seperti biasanya. Dia tidak sedikitpun takut dengan Nyonya Rose. Baginya Nyonya Rose bukan seseorang yang perlu dia takuti. "Sejak kapan kamu punya uru

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status