เข้าสู่ระบบ"Rin ayam sama lauk yang lainnya udah? " Tanya Icha. Karina mengangguk. "Ayam sudah, bawang-bawangan sama cabai juga di rumah masih ada stok. Jadi aman aja" Ucap Karina. "Rin mau di tambahin nugget gak? Atau ini jamur-jamuran? " Icha menunjukkan sebungkus nugget dan jamur. "Eh iya Cha, boleh ambil aja 3 bungkus, 3 bungkus nugget sama jamurnya. " Ucap Karina. "Okaii"Icha menggelengkan kepalanya melihat Karina, memang seperti inilah orang kaya, kaya nya kaya banget jadi kalau belanja tidak melihat harga hanya langsung saja memasukkan ke dalam troli tanpa pikir panjang. "Ada lagi gak Rin, biar gue ambilin sekalian, daun selada butu gak? " Tanya Icha. "Eh iya tuh kan hampir lupa" Karina berjalan cepat menuju rak sayuran dimana ada daun selada dan sayuran lainnya. Setelah merasa cukup katina dan Icha berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya. "Cha Kamu tidak beli sesuatu kah? Ambil aja kalau butuh" Tanah Karina yang baru menyadari membawa Icha tidak sama sekali mengambil
Karina mengikuti beberapa pelayanan cafe, tak lama dari itu Icha mau sembari membawa kue berwarna biru muda dan taburan toping berbeda-beda. "Happy birthday to you bumil, semoga persalinan berjalan baik ya. Sehat Bunda dan Babynya" Ucap Icha menyodorkan kue padanya. Karina tersenyum, ia menutup matanya untuk berdoa kemudian tak lama ia buka kembali matanya. Ia tiup lilin kemudian ikut menyatukan tangannya untuk bertepuk tangan ria. "Yeyyyyyyyy, prok.. Prokkk" Surakan dan tepuk tangan mereka. Ucapan demi ucapan diberikan oleh para pelayan, bahkan karina mendapatkan doa baik dari mereka mau pun pengunjung lain. Ini bukan pertama kali untuknya dan Icha sebab memanbg ketika ada yang ulang tahun di antara kita berdua kita pasti memberikan kejutan kecil-kecilan. Karina dan Icha berjalan menuju meja yang sudah di tempati Icha sebelumnya, ada juga pelayan yang mengikuti mereka dari belakang sembari membawa kue dan paperbag dari cafe tersebut. "Oyy Rin gue kangen banget sama lo? Lo gim
Ke esok anda harinya, suara sepatu yang bergesekan dengan tangga membuat Karina yang sedang menonton kartun di televisi menatap sedikit ke arah tangga yang ternyata suaminya. Melihat suaminya itu turun dengan seragam lengkapnya Karina kembali mengalihkan pandangannya. "Sayang, i am ready" Ucap Alfan. "Mandiri dulu ya, Karina capek banget" Karina merebahkan tubuhnya di sofa. Alfan hanya mengangguk kemudian berjalan mendekati Karina, ia duduk di sofa sebelah Karina sembari memakai sepatunya yang mengkilap. "Kamu mau titip sesuatu gak? Hari ini Mas mau ke Bandung" Ucap Alfan. Selama hamil ini Karina memang selalu antusias dengan semua makanan, itu sebabnya jika Alfan bepergian pria itu wajib membawa paperbag berisi makanan ketika pulang. "Oh iya mau titip Mas" Karina ambil handphone nya. "Catat Ya Mas, buruan" Ucap Alfan. "Kirim ke WA Mas aja ya" Jawab Alfan. Karina mengangguk kemudian mengetikkan sesuatu di handphone nya. Setelah list pesanan Karina di baca oleh sang suami Ka
Tangisan Karina belum reda sejak yafi ia masuk kekamar, bukankah biasanya Alfan selalu mengerti dengan ke adaannya yang suka berubah-ubah? Lalu kenapa tadi Alfan membentak nya? . Itulah yang dipikirkan oleh Karina dari yafi sampai saat ini makanya ia masih menangis. "Babu, mama tau Ayah ngak sengaja tapi kan Ayah bisa ngomong baik-baik sama Bunda engga harus bentak Bunga kayak tafi kan? " Karina berbicara sembari mengelus perutnya. "Kamu tau gak? Bunda sedih banget karena itu mobil hadiah dari kakek tapi harusnya Bnda bisa Terima kok kalau Ayah bicarain baik-baik gk langsung bentak seperti itu" Ucap Karina lagi. "Baby pokoknya kam harus dukung Bunda buat merajuk sama Ayah, liat aja ya Ayah Bunda marah" Karina sudah membulatkan tekadnya untuk marah kepada Alfan. Jujur saja sebenarnya Karina tidak marah besar kepada Alfan, hanya saja ia tadi shock melihat mobilnya bahkan sekarang pun ia sudah merindukan suaminya itu tapi ingat gengsi nya terlalu tinggi untuk itu. 1 jam lebih ia me
Alfan terdiam sembari mengangguk, jujur saja ia akan mengosongkan waktunya untuk menemui pria bernama Zaki itu apapun rintangannya. Beruntung saja Zaki berhadapan dengan orang sibuk seperti nya jadi tidak punya waktu untuk benar-benar ribut seperti yang dipikirkan oleh Karina. Di sepanjang jalan menuju rumah Karina terus bersenandung, Alfan tidak tau pasti lagi yang ia nyanyikan tapi menurutnya suara istrinya ini cukup enak untuk di dengar."Kemarin jadi periksa baby nya ngak? " Tanya Alfan. "Jadi Mas" Jawab Karina. "Terus gimana hasilnya? " Tanya Alfan tak kalah antusias untuk mendengar cerita dari Karina. "Gak gimana-gimana sih babu nya sehat apalagi bundanya sehat juga, perkembangannya baik mas" Jelas Karina. "Wah, terus dokter Nisa bilang gak kapan bisa liat jenis kelamin nya? Mas mau persiapan cari nama buat babu" Ucap Alfan. "Kok Mas kenal dokter Nisa? " Tanya Karina. "Kan emang kenal, kamu lupa ya? " Jawab Alfan. 'Oh iya lupa, sebenarnya sudah bisa Mas cuma belum yang
Apa maksudnya dari ucapan Zaki? Apakah tiba-tiba Zaki tidak menyetujui dan marah dengan pernikahan mereka? "Kamu tau Abnah selalu tunggu kamu untuk bisa di ajak nikah, kamu gak adil tinggali abang gitu aja bahkan saat abang belum sempat kasih kamu kepastian" Ucap Zaki. "Bang, ini semua sudah terjadi itu tandanya kita tidak jodoh. Dan aku juga di sini di jodohin" Ucap Karina. "Tidak ada yang tidak mungkin, kamu nikah juga Terpaksa kan sama suami kamu? Kalau begitu ceraikan saja dia kemudian nikah bersama Abang "ucap Zaki tidak ada beban di wajahnya. "Untuk calon anak kamu tenang saja abang siap bertanggung jawab untuk itu" Ucap Zaki lagi. "BANG? STOPP YA" Ucap Karina. PLAKKKUcapan stop dari Karina diakhiri dengan bunyi tamparan nyaring di pipi kanan Zaki, Karina pikir Zaki dudah benar-benar merelakannya namun sekarang ia tau Zaki tidak benar-benar mengikhlaskan nya. "Stopp, Karina bilang stopp" Ucap Karina sambil sesegukan. Airm mata Karina menetes"Abang jahat banget, Abang b
Pagi ini Alfan langsung saja datang ke apartemen nya Aldo hanya dengan jaket dan celana jins saja karena tadi pergi terlalu buru-buru. Amarahnya sudah tidak tertahan lagi karena kali ini Salsa memancing singa yang diam untuk mencari masalah dengan nya. "Dan! Lo nggak papa? " Sosok Alfan menyambut
"Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme
Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina
"Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s







