Masuk"Gugurkan saja kandunganmu itu, sudah tahu ekonomi lagi pas pas an!" ucap calon nenek dari anak yang berada dalam kandunganku. Dia, ibu dari suamiku. Saat aku tak kunjung hamil, ibu sering menyindirku mandul. Tapi saat aku sudah hamil, dia malah menyuruhku menggugurkan. Memang aneh mertuaku itu.
Lihat lebih banyakGADIS
Aku mematut bayanganku di cermin. Aku meraba kalung berlian yang tak terlihat seperti berlian itu. 'Hhh' aku mendesah dan pikiranku terbang ke waktu itu.
“Ini adalah gaji pertamaku Dis, aku harap kamu suka dengan hadiah kecil ini.”
Aku tersenyum pahit. Pahit sekali. Dan tak terasa aku meloloskan satu air mata dan berhasil membasahi pipi tembamku. Aku menyekanya secepat kilat. 'Gue nggak mau inget-inget semuanya lagi.'
Setelah memutuskan untuk tidak ingin ber-mellow ria, dalam sekejap aku sudah berada di dalam mobil. Aku menelepon kakakku, Celine.
“Kak, gue udah otw nih. Lu tunggu di lobby ya.” Yah, beginilah nasib wanita karir yang sudah lama melajang. Aku tidak ingin terlihat sebagai tamu kesepian, jadi kuputuskan untuk mengajak Kak Celine sebagai partner acara malam ini.Malam ini aku harus menghadiri pertunangan anak pemilik perusahaan yang aku pimpin. This is a bad idea. Radit –anak pemilik perusahaan– pernah menyatakan cintanya kepadaku dan dengan bergidik ngeri aku langsung menolaknya. Jangan berpikiran bahwa Radit itu jelek. No, he's fuckin’ handsome. Tapi dia memang bukan seleraku. Otot-ototnya terlalu kekar untuk wanita mungil sepertiku. Aku tidak bisa membayangkan betapa sesaknya jika dia memeluk tubuhku.
“Dis!” panggil Kak Celine sesampainya aku di lobby hotel yang super mewah ini. Aku berjalan menghampirinya.
“Ih cie masih gamon juga nih?” Dia mengerling pada kalungku.
“Apaan sih kak, sayang kan kalo barang bagus gini nganggur di apartemen?” jawabku sekenanya ketika menyadari apa maksud dari ucapan Kak Celine.
“Btw lo masih kontak-kontakkan sama Kavaleri? Terakhir itu sih dia nelfon gue, katanya kangen sama kita sama Ibu Bapak juga. Dia bilang mau main, kalo boleh sama lo”.
Aku tertegun. Memandang Kak Celine tak percaya. Kak Celine yang sadar aku berhenti, langsung menghadap ke belakang dengan muka bertanya-tanya.
“Come on, jangan nanya aku kenapa.” Aku memperingatkan Kak Celine agar tidak mengucapkan sepatah kata pun dan berjalan melewatinya.Pesta pertunangan ini berjalan sangat meriah. Aku duduk menyaksikan Radit dan Sherri bernyanyi bersama. Mereka terlihat sangat cocok, dan aku mulai teringat padanya...
“Apapun yang terjadi, kamu harus selalu ada di sampingku Dis! Kamu harus jadi istriku! Kamu yang udah nemenin di masa susah-senengku. Dan kamu layak ngedapetin balesannya!”
“I still remember that words, Kav...” batinku.
Entahlah, di setiap kesempatan ramai seperti ini hatiku masih saja merasa sepi dan kosong. Kehilangan orang yang paling dicintai memang tidak mudah, dan aku telah membuktikannya.
Para tamu undangan bertepuk riuh saat Radit mencium kening Sherri. Aku pun ikut memeriahkan acara itu dengan menyumbangkan satu lagu favorit Radit. Ini adalah permintaan pribadinya. Ia ingin aku menyanyikan lagu A Thousand Years di hari pertunangannya ini. Aku mengiyakan saja karena menghormati dia sebagai atasanku dan sebagai teman yang pernah ada rasa terhadapku.
“Kak gue balik apartemen duluan ya. Besok ada janji sama Valerie mau ngurus keberangkatan ke Singapur.” pamitku ditelinga Kak Celine, setelah turun dari panggung. Suasana yang begitu riuh membuatku harus berteriak di telinga Kak Celine.
“Iya sono, lu ati-ati ya. Jangan lupa kabarin Ibu sama Bapak kalo lu mau ke Singapur.”
Kak Celine memutuskan untuk kembali ke apartemennya menggunakan ojek online karena aku tidak sempat mengantarkannya pulang. I’m sorry, kak…
☺☺☺
Tangan kananku sibuk merapikan riasan sedangkan satunya lagi mengecek iPhone-ku apakah Valerie sudah di lobby. Aku menyambar sling bag pemberian Kavaleri dan bergegas turun ke lobby. Aku pikir tidak ada ruginya menunggu Valerie di lobby.
Beberapa staf mencoba menyapaku dan aku membalas sapaan mereka. Saat pintu lift terbuka, berdirilah seorang wanita seksi yang berhasil membuat aku terkejut. Dia menampakkan senyum miringnya. Aku memandangnya untuk sejenak dan saat tersadar aku langsung masuk ke dalam lift.
“How are you buddy?” sapanya mencoba ramah. Aku menghembuskan nafas.
“Fine.” Nada jawaban itu kubuat setenang dan senormal mungkin. Jangan sampai aku terlihat gagap di hadapan wanita ini. Dia tersenyum geli.
“Apa ada ceritanya cewek baik-baik aja setelah ditinggalin cowoknya karena paksaan dari orang tuanya? You are a liar, Miss. Gadis...”
Aku menoleh padanya dan tersenyum semanis-manisnya. “Apa anda buta? Apakah anda tidak bisa melihat jika saya baik-baik saja? Apakah anda berpikir saya hidup bergantung dengan laki-laki yang sekarang ada di pelukan anda? No, Miss. Asha. Permisi!”
Aku keluar lift dan meninggalkan Asha –wanita PHO– yang sekarang berhasil menyandang status sebagai "pacarnya Kavaleri". Menggeser namaku dengan cara-cara liciknya. Sungguh memalukan! Aku melihat Swift milik Valerie masuk di halaman apartemen, dan aku segera berlari masuk ke dalamnya.
Aku memasang muka cuek sekaligus jutek. Valerie yang menyadarinya langsung menanyakan keadaanku.
“Lu kenapa sih Dis? Perasaan di telefon tadi lu semangat banget.” Mobil kami mulai meninggalkan kawasan apartemenku.
“Ketemu sama nenek lampir gue. Sebel deh, ngapain juga tuh orang pindah ke apartemen gue. Jadi nggak betah gue di apartemen.” semburku murka.
Valerie terkekeh geli. “Sabar aja deh. Dia tuh sengaja pindah ke situ biar bisa mata-matain lu. Dia mah nggak ada puas-puasnya nyakitin elu Dis. Orang kaya begitu mah nggak ada matinya. Apalagi dia kalah cantik dari elu, was-was aja kalo Kava bisa balikan ama elu.”
“Ya tapi kan gue udah ngasih Kavaleri buat dia Val, mau apa lagi dia dari gue? Kavaleri adalah satu-satunya orang berharga di hidup gue yang gue relain buat dia. Buat dia nikahin!”
Valerie memandangku, merasa iba. Aku pun mendesah, mencoba menahan lelehan air mataku. "Gue gaboleh cengeng, gue gaboleh nangis di depan sahabat gue."
“Gue tau Dis, kapten pilot lu itu emang bener-bener cinta mati lu, tapi kita semua nggak bisa apa-apa kan kalo bokapnya Kavaleri yang nyuruh elu sama Kava harus putus di tengah jalan? Gue malah nggak mau, suatu saat lu nikah tanpa restu orang tuanya Kava dan pernikahan kalian dihancurin orang-orang jahat macem Asha.” Valerie mulai serius. Aku mulai memikirkan kata-katanya yang sudah empat tahun ini menjadi sahabatku.
“Sebenernya bukan masalah bokapnya Kava atau Asha yang ngeganggu gue Val, tapi soal Kava yang masih pengen balik sama gue. Gue nggak bisa ngebohongin perasaan gue sendiri kan Val? Gue nggak bisa bilang kalo gue udah nggak cinta dia lagi. Tapi mau gimana Val? Bokapnya disantet ama si Asha makanya bisa berubah gitu ke gue.”
“Yaudahlah Dis, sabar aja. Gue tau gimana rasanya nggak direstuin orang tua. Lu kencengin doanya, kalopun elu jodoh ya semoga masa-masa kritis macem gini cepetan selesainya. Tapi kalo memang nggak bisa bersatu, gue yakin Tuhan punya seseorang yang lebih baik dari dia.”
Aku mengangguk dan benar-benar susah payah menahan air mataku agar tidak meluncur. Dua jam kuhabiskan untuk merias wajahku, dan aku tidak ingin merusaknya begitu saja dengan air mata. Aku berusaha untuk memandang langit-langit mobil, menahan bendungan air mata agar tidak jebol dan membasahi pipi. Dan, berhasil!
Aku dan Valerie turun dan segera menuju ke meja ticketing. Setelah cukup lama dan cukup alot memilih flight, akhirnya kami menjatuhkan pilihan ke penerbangan Garuda Indonesia pukul 12.45.
Janin yang Kau Suruh Gugurkan Bab 44Sesi pemakaman selesai, Alan hendak pulang kembali ke rumah. Tapi ada seseorang yang memanggilnya."Mas Alan." panggil Indri. Alan menghentikan langkah kakinya."Mas, maaf kan aku ya." Ucapnya sambil menangis."Sudah, yang lalu biar lah berlalu. Yang peting kita harus lebih baik dari pada sebelumnya." ucap Alan lalu meninggalkan Indri.***Tok tok tokPalu diketuk tiga kali oleh hakim. Pak Robert jadi tersangka kasus korupsi. Ditahan selama 15 tahun penjara dan denda sebesar 10milyar rupiah.Pak Robert dibawa ke sel tahanan. Sementar Kayla, dia juga ditetapkan sebagai orang yang terlibat prostitusi online. Dia disatukan dengan Indri karena dia juga terjangkit penyakit menular seksual juga.Zein keluar dari ruangan sidang. Pak polisi memanggilnya. "Pak Zein, setelah sidang tadi. Kami memutuskan Pak Zein tidak usah membayar denda yang telah diinvestasikan oleh Pak Robert, k
Janin yang Kau Suruh Gugurkan Bab 43 Dia menarik lembut tangan Zein lalu keluar dari cafe. "Sebentar, aku kirim pesan dulu sama Danish biar dia yang handle kerjaanku." itu cuman alasan Zein saja. Padahal Zein mengirimkan pesan pada polisi. "Kita mau kemana?" tanya Zein pada Kayla. "Kita ke hotel." 'Astaga, gimana kalau aku yang terlebih dahulu tiba di hotel? Semoga saja polisi gercep datangnya. Gak mau aku kalau harus ke hotel sama dia.' batin Zein. Mereka masuk kedalam mobil. Satya, Danish, serta Alan kaget. Ini semua diluar rencananya. "Anjirrr itu si Zein mau dibawa kemana sama si Kayla?" tanya Satya. "Chat dia coba, suruh aktifin gpsnya biar kita tau dia dimana." usul Alan. Danish pun mengechat Zein. Tak lama dari itu, Zein membalasnya. [Gue udah aktifin dari tadi, udah ngasih tau polisi juga. Kalian ikutin gue dari belakang, takutnya polisi telat datangnya.]
JANIN YANG KAU SURUH GUGURK4N Bab 42Tiba saatnya acara akan dimulai, dua mobil polisi berhenti di parkiran kedai. Para polisi masuk ke dalam kedai. "Pak Zein, anda ikut kami ke kantor polisi sekarang.""Sebentar, ada apa ini, Pak? Kok anak saya mau di bawa ke kantor polisi, emangnya dia salah apa?" tanya Bella tak terima anaknya dibawa oleh polisi."Anak ibu tidak bersalah, Bu. Kami hanya akan meminta keterangannya saja." jelas polisi tersebut.Zein pun dibawa oleh para polisi tadi. Sementara acara ulang tahunnya Arga dihentikan sejenak sampai Zein pulang kembali.Hening. Semuanya larut dalam pikiran masing masing. Kecuali Arga, dia asyik bermain. Melempar lempar balon, juga berlari lari.Satu jam kemudian, Zein kembali. Semua orang yang ada disana langsung menyerbu Zein dengan berbagai macam pertanyaan. Zein tidak menjawab satu pertanyaan pun. Membuat orang orang semakin penasaran saja."Gak ada apa apa. Ayo
JANIN YANG KAU SURUH GUGURKAN BAB 41Alan berbalik menghampiri bu Narti. Ia tak dapat berbicara apa apa. Tak kuasa mengeluarkan suara sedikitpun. Ia hanya merutuki takdirnya. Apakah ini adalah karma untuknya karena ia telah berani mempermainkan rumah tangga saat bersama Tiara?"Lan, ada apa? Kasih tau ibu dong." "Eh iya ruang rawat Indri dimana? Dia dirawat di rumah sakit ini kan? Ibu mau jenguk dia. Gitu gitu pun dia menantu ibu yang suka ngasih uang.""Ayo anterin ibu ke ruangannya dia."Alan - Alan, sialnya nasibmu. Istri tukang ju4l dir1, mertua b4ndar jud1.Alan mengantarkan ibunya ke ruang rawat inap Indri, tapi saat akan masuk ruangan, Alan menahan ibunya agar ia tak masuk."Suuttttt" Alan memberi petuntuk bu Narti untuk diam sambil menunjuk ke dalam ruangan. Bu Narti melihat ke arah ruangan yang ternyata sedang dijenguk oleh seseorang yang tak diketahui bu Narti.Alan menarik tangan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.