LOGINJaka Srenggi yang berada di dalam neraka sangat tak menduga kalau musuh-musuhnya dari masa lalu akan muncul dan akan membalaskan amarah mereka padanya.
Namun, yang paling membuat Jaka Srenggi kaget adalah keberadaan malaikat Gerbang neraka di tempat itu. "Ternyata kau masih ingat dengan diriku, Jaka Srenggi!" "Aku tak akan melupakan dirimu, malaikat gerbang neraka, kau membuat diriku hampir mati!" kata Jaka Srenggi. "Dan sekarang, aku akan melakukan itu!" Hiatttttt!! Malaikat gerbang neraka melesat maju ke arah Jaka Srenggi, dan menyerang Jaka Srenggi dengan serangan yang sangat kuat. Jaka Srenggi mencoba berkelit dari serangan Malaikat gerbang neraka, namun kecepatan musuh jauh di atas Jaka Srenggi, hingga Jaka Srenggi harus relakan serangan itu masuk ke tubuhnya. Bammmmmmm!! Brakkkkkkk!! Bukit merah sambut tubuh Jaka Srenggi yang dihajar oleh malaikat gerbang neraka, dan ada satu batu yang remuk karena terhantam punggung Jaka Srenggi. "Ada apa Jaka Srenggi, apakah kau kini sudah sangat lemah?" ejek malaikat gerbang neraka. Huppppp!! Musuh lain Jaka Srenggi yang ada di puncak bukit merah melompat, dan dari atas dia menekuk kakinya, hingga lututnya hantam dada Jaka Srenggi. Brakkkkkkk!! Aaaaaaa!! Jaka Srenggi menjerit karena rasa sakit oleh hantaman dari lutut lawan yang datang dari atas. Belum selesai serangan itu, malaikat gerbang neraka datang lagi, dan memaksa Jaka Srenggi untuk berdiri dengan mencekik leher pemuda itu. "Ternyata kekuatan yang kau miliki tak sehebat saat kau masih ada di dunia Jaka Srenggi!" ucap malaikat gerbang neraka. Malaikat gerbang neraka tak tahu kalau sebagian besar tenaga dalam Jaka Srenggi telah dikunci oleh dewa Jasin, dan itu semua agar Jaka Srenggi mampu meredam amarah, dan ini salah satunya. Dewa Jasin tahu kalau di neraka tingkat satu, Jaka Srenggi memiliki banyak musuh, dan bukan hanya di neraka tingkat satu itu, namun di neraka tingkat yang lain, musuh Jaka Srenggi juga bersebaran seperti rumput. "Apakah kau sungguh tak akan ada perlawanan, Jaka Srenggi?" kata malaikat gerbang neraka. "Hahahah, untuk apa aku melawan roh seperti kalian?" kata Jaka Srenggi masih bisa tertawa. "Kurang ajar!" Crasssssss!! Lima jari, Malaikat gerbang neraka menusuk dada Jaka Srenggi, dan itu membuat roh Jaka Srenggi mati dan hilang dari pandangan semua orang. Namun, tak berapa lama kemudian, roh Jaka Srenggi terbentuk lagi, namun ia masih tetap berada dalam kepungan musuh-musuh lamanya. "Asal kau tahu, ini yang aku inginkan. Aku akan membunuhmu di sini, meskipun seribu kali kau akan mati dan bangkit, itu tak akan memuaskan amarahku!" teriak malaikat gerbang neraka. Jaka Srenggi masih tetap bertahan untuk tak marah, karena setiap ia marah, maka waktu yang ia butuhkan akan semakin panjang di neraka itu. Oleh karena itu, sebisa mungkin Jaka Srenggi mencoba menahan diri agar api amarah dalam dirinya tak muncul lagi. Namun, hari pertama dia bebas berkeliaran, harus ia jalani dengan penderitaan, yang mana dia mendapatkan serangan dari musuh-musuh lamanya. Berkali-kali roh Jaka Srenggi mati, namun hidup lagi, dan musuh-musuh Jaka Srenggi tidak pernah bosan untuk membunuhnya, dan menunggu untuk bangkit lagi. "Apa kalian tidak bosan melakukan itu?" kata Jaka Srenggi. "Seperti yang aku katakan tadi, seribu kali kematian di neraka ini, tidak akan memupus api dendamku padamu! Aku sudah menunggu hari ini, karena aku yakin, kau akan masuk neraka!" kata malaikat gerbang neraka. "Aku harus pergi dari sini, bagaimana pun juga, tidak nyaman rasanya mati, dan hidup lagi?" gumam Jaka Srenggi. Haaaaaaaaaaa!! Tiba-tiba saja Jaka Srenggi melepaskan satu pukulan jarak jauh ke arah malaikat gerbang neraka, dan itu kagetkan musuh lama Jaka Srenggi itu. Huppppp!! Dan setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk melarikan diri. Dia tak ingin ada di dalam kepungan mereka lagi. Namun ternyata rencana Jaka Srenggi, tidak sesuai dengan kekuatan yang ia miliki. Hanya dalam beberapa gerakan saja, malaikat gerbang neraka telah berada di depan Jaka Srenggi, dan halangi gerakan Jaka Srenggi yang akan melarikan diri. "Selain lemah, kau juga pengecut Jaka Srenggi!" ejek malaikat gerbang neraka. "Aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti saat di dunia malaikat gerbang neraka, semua ini tidak ada gunanya!" kata Jaka Srenggi yang memilih untuk bersabar. "Diam kau, jika bukan karena dirimu, aku tidak akan mati dan terkurung di neraka ini, keparat!" teriak malaikat gerbang neraka menyalahkan Jaka Srenggi atas atap yang ia alami saat ini. "Jangan salahkan aku atas apa yang kau alami saat ini, semua ini hukuman atas perbuatanmu!" "Kenapa kau masih sok suci, Jaka Srenggi! Kau berada di dalam neraka ini, apa bedanya kau dan kami?" "Kita mungkin sama-sama berada dalam neraka ini, namun kita tetap berbeda jalan saat hidup di dunia!" "Hahaha, jangan munafik Jaka Srenggi, jika kau berbuat baik, apa mungkin kau akan masuk ke dalam neraka? Artinya kau sama dengan kami, sama-sama jahat!" "Itu katamu, namun tidak dengan diriku!" ucap Jaka Srenggi. "Kau masih saja sok suci, seperti saat kau masih ada di dunia!" teriak malaikat gerbang neraka dengan teriakan yang penuh amarah. Jaka Srenggi menarik napas, kini ia tahu alasan malaikat gerbang neraka dan golongan hitam lain ada di neraka tingkat satu itu, hal itu karena mereka tak mampu meredam dan menahan amarah mereka. "Aku akan terus lampiaskan amarah ini padamu, Jaka Srenggi!" teriak malaikat gerbang neraka. Hiatttttt!! Malaikat gerbang neraka maju lagi, dan dengan niat untuk membuat Jaka Srenggi selalu menderita di neraka tingkat satu itu. Whusssssssss!! Namun tiba-tiba saja, cahaya merah api melesat sangat cepat dari samping kanan malaikat gerbang neraka. Blarrrr!! Argggggg!! Roh malaikat gerbang neraka menjerit sangat keras karena cahaya merah itu, cahaya merah yang tak lain adalah api neraka yang membara. Roh malaikat gerbang neraka menggelepar di lantai neraka itu, dan perlahan-lahan rohnya berubah jadi abu. Namun itu tak lama, karena setelah itu, roh malaikat gerbang neraka, kembali muncul dan berada di hadapan Jaka Srenggi. "Malaikat gerbang neraka, sampai kapan kau akan menuruti amarahmu?" teriak satu suara. Mata malaikat gerbang neraka melihat ke arah suara itu, dan ternyata itu adalah salah satu penjaga neraka tingkat satu. "Kurang ajar kau penjaga neraka. Kau hanya merusak kebahagiaan yang aku dapatkan!" bentak malaikat gerbang neraka. Sedikit pun malaikat gerbang neraka tak takut pada penjaga itu, bahkan ia dengan berani bentak penjaga neraka itu. "Jika kau masih membentak diriku, maka kau akan masuk ke dalam ruangan penghukuman!" ancam penjaga neraka. "Ruangan penghukuman, tidak, jangan masukkan aku ke sana!" kata malaikat gerbang neraka dan memilih untuk kabur. "Jaka Srenggi, masuk ke dalam ruanganmu! Kau membuat kami banyak pekerjaan!" bentak penjaga neraka.Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,
Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad
Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.
Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera
Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"
Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima







