แชร์

Bab 50 - Pergantian Formasi

ผู้เขียน: Rizki Al-Mubarok
last update วันที่เผยแพร่: 2025-11-27 12:43:28
Qing Ling menatap ke arah Qing Xuejia sebelum berkata, ‘Kenapa pengembara itu lama sekali?’

Qing Ying menoleh ke belakang, memperhatikan anggota regunya yang sudah mulai kelelahan, karena energi mereka terus-menerus terkuras untuk mempertahankan Formasi Empat Arah Mata Angin ini. ‘Jika terlalu lama, aku khawatir pasukan kita akan kehabisan energi sebelum pengembara itu datang.’

‘Ayolah, Qing Zi, kita habisi saja dia sekarang juga!’ kata Qing Shou. ‘Kita sudah tidak punya banyak waktu lagi.’

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin sedikit
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 108 - Kekuatan yang Tersembunyi

    DUAR!Bola energi merah yang dilesatkan Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu menghantam Formasi Perisai Cahaya, menyebabkan gemuruh yang memekakkan telinga.Kretak!Formasi Perisai Cahaya Luo Yi retak, membuat jantung Yun Xiao seolah akan mencelos.Di tengah pusaran air laut, Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu tidak memberi Luo Yi kesempatan untuk memperbaiki formasinya. Hiu spiritual itu kembali membuat bola energi merah pekat di mulutnya.Luo Yi menyalurkan energi alamnya secara masif ke Formasi Perisai Cahaya, berusaha memperbaiki dinding formasi yang retak secepat mungkin."Aku akan membantu memperkuat formasimu, Kakak Yi!" Yun Xiao mengaktifkan Teknik Pedang Langit, membuat pedang itu mengambang di udara. Ia lalu menapakkan kaki di atas pedangnya seraya membuat segel tangan dengan cepat, mengaktifkan Formasi Bulu Baja.Seketika, Sayap Spiritual di punggungnya pecah menjadi ratusan bulu baja Bangau Putih Seratus Ribu Tahun dan melapisi seluruh dinding Formasi Perisai Cahaya Luo Yi te

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 107 - Hiu Spiritual Satu Juta Tahun

    Dengan Teknik Sayap Baja, Yun Xiao melesat ke lokasi Luo Yi berada dengan perasaan cemas dan panik bercampur jadi satu. Ia menyalurkan energi Qi secara masif ke Pedang Chiyue, membuat pedang itu diselimuti energi merah bagaikan terbakar oleh api merah yang berkobar.Ketika jarak antara dirinya dan lokasi tempat Luo Yi berada sudah cukup dekat, Yun Xiao melihat Luo Yi mengaktifkan teknik yang membuatnya mengeluarkan bola energi raksasa berbentuk cokelat keemasan.Dari jarak seratus tombak, Yun Xiao mengangkat Pedang Chiyue dengan kedua tangannya, lalu mengibaskannya seraya mengaktifkan Teknik Tebasan Taring Bulan.Gelombang energi merah berbentuk bulan sabit berukuran sangat besar melesat ke arah pusaran air itu bagaikan kilat yang menyambar.Teknik Tebasan Taring Bulan Yun Xiao bahkan menyalip Teknik Kombinasi Simfoni Yin-Yang yang baru saja dilesatkan Luo Yi.DUAR!Ledakan pertama terjadi akibat Teknik Tebasan Taring Bulan yang menghantam pusaran arus itu.DUAR!Ledakan kedua terjadi

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 106 - Pusaran Laut Zhenliu

    Luo Yi dan Yun Xiao kembali menuju Laut Zhenliu dengan Teknik Pedang Langit. Namun, kali ini mereka tidak melalui pelabuhan.Dari tempat pohon plum, mereka terbang ke selatan hingga empat li. Setelah itu, baru mereka berbelok ke arah timur untuk menuju ke Laut Zhenliu.Setelah setengah dupa terbakar kemudian, Luo Yi mengangkat tangannya, memberi isyarat pada Yun Xiao untuk berhenti."Ada apa, Kakak Yi? Apa kau sudah melihat hiu itu lagi?" "Aku ingin menjelaskan strategi.""Baiklah, bagaimana rencanamu?"Luo Yi menatap ombak yang bergejolak di bawahnya. "Kau gunakan Teknik Sayap Bajamu untuk terbang dan sebagai perisai pelindung. Kau nonaktifkan saja Teknik Pedang Langit dan gunakan pedangmu untuk menyerang.""Lalu, bagaimana dengan Kakak Yi?""Aku akan menyerangnya dengan Teknik Pedang Langit sambil menembakkan Teknik Kombinasi Simfoni Yin-Yang.""Kakak Yi bisa melakukannya?""Aku pernah melihat ayah dan ibuku melakukannya," kata Luo Yi. "Aku sudah bisa menyatukan energi Yin dan Yang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 105 - Teknik Mata Cakrawala

    Sembilan hari telah berlalu, dan selama waktu itu Luo Yi berhasil menerobos ke Ranah Ksatria Tahap Lima.Namun, begitu ia membuka mata, ia langsung mengunci aura kultivasinya ke Ranah Tinggi Tahap Lima kembali agar tidak menjadi pusat perhatian orang-orang.Sebenarnya, dengan Teknik Pernafasan Alam saja kekuatannya sudah setara dengan Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu. Namun, untuk mengantisipasi bahaya yang tidak disangka-sangka, Luo Yi memutuskan untuk mengajak Yun Xiao kembali guna berkultivasi ke Ranah Ksatria.Luo Yi kemudian menoleh ke arah Yun Xiao. Ia dapat melihat sahabatnya itu masih berkultivasi dan belum berhasil menerobos ke Ranah Ksatria.Ia kemudian berdiri, lalu duduk membelakangi Yun Xiao yang masih berkultivasi itu. Kemudian, ia menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Yun Xiao, menyalurkan energi alam ke tubuh sahabatnya itu.Seketika, Yun Xiao merasa seperti ada energi hangat dan menenangkan mengalir deras di setiap meridian dan masuk ke dantiannya.Pikiran

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 104 - Kembali untuk Berkultivasi

    Setelah satu pembakaran dupa melintasi Laut Zhenliu dengan Teknik Pedang Langit, Luo Yi dan Yun Xiao berhenti untuk melakukan pengamatan.Suasana di tengah laut ini terlihat sangat sunyi. Tidak ada burung laut beterbangan. Tidak ada kapal nelayan. Hembusan angin timur menggerakkan ujung jubah mereka hingga berkibar.Yun Xiao merasakan ada sesuatu yang aneh. Entah kenapa, bulu kuduknya meremang, tetapi bukan karena dinginnya hembusan angin timur.Luo Yi tetap tenang. Ia menunduk ke bawah, menatap air laut seraya mengaktifkan Teknik Mata Cakrawala.Dengan Teknik Mata Cakrawala, pandangan Luo Yi dapat menembus permukaan laut.Awalnya Luo Yi hanya melihat ikan-ikan kecil yang berenang secara berkelompok. Namun, setelah itu ia melihat bayangan besar yang muncul di kedalaman sekitar 1500 tombak.'Sepertinya itu ....' Iris biru langit Luo Yi mengikuti arah gerak bayangan besar itu berenang. Ia menyalurkan energi alam ke matanya, mencoba mendeteksi bayangan besar itu.Beberapa saat kemudian,

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 103 - Misteri Laut Zhenliu

    Keesokan harinya, Luo Yi dan Yun Xiao meninggalkan penginapan Kota Longmen. Semalam, setelah makan di kedai dekat Arena Duel, mereka memang kembali ke penginapan di kota ini lagi.Mereka berjalan menyusuri jalan menuju Gerbang Tenggara seraya berbincang-bincang."Kakak Yi, kita mau ke mana lagi?""Ke Kota Beihai.""Kota yang dibicarakan orang-orang di kedai semalam, ya?""Ya." Luo Yi mengangguk. "Di wilayah Kerajaan Li ini, hanya kota itu yang belum kulewati."Sesampainya di Gerbang Tenggara, Luo Yi dan Yun Xiao menangkupkan tinju dan berterima kasih pada penjaga gerbang karena telah mengizinkan mereka menginap di kota ini.Setelah berbincang-bincang singkat dengan penjaga gerbang, Luo Yi dan Yun Xiao mengaktifkan Teknik Pedang Langit dan terbang menuju Kota Beihai.Setelah melintasi padang rumput yang terbentang luas antara Kota Longmen dan Kota Beihai, dalam empat dupa terbakar akhirnya mereka telah sampai di Gerbang Barat Laut Kota Beihai.Ketika berjalan mendekati Gerbang Barat La

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 7 - Pertemuan Tak Terduga

    “Luo Yi, kaukah itu?”Suara lembut namun penuh rasa tak percaya itu membuat langkah Luo Yi terhenti. Ia menoleh perlahan ke arah sumber suara.Sekitar tujuh tombak dari tempatnya berdiri, tampak seorang gadis berdiri di dekat gerbang Klan Qiau. Jubah putih gading yang dikenakannya tampak berkilau s

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 6 - Kembali

    Luo Yi menghela nafas. “Ternyata Anda Guru, saya pikir orang lain,” katanya seraya menatap Hua Lianyi yang muncul dari pintu masuk tangga spiral.“Aku hanya sedang menguji ketenanganmu,” kata Hua Lianyi dengan tenang. “Tetaplah tenang dalam kondisi apa pun, Yi'er.”“Saya benar-benar tidak menduga k

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 5 - Seruling

    “Hutan Lianhua?” Luo Yin melebarkan matanya mendengar itu, sementara raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. “Hutan itu kan ....”“Tidak perlu khawatir!” potong Hua Lianyi dengan tenang. “Aku pastikan putramu aman. Aku ke sini hanya mewakili Luo Yi untuk berpamitan padamu, karena putramu itu mengat

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 4 - Perpustakaan Bawah Tanah

    “Setelah pulang dari menjalankan misi, ibu pasti terkejut ketika melihat aku tidak ada di rumah,” batin Luo Yi seraya melangkah ke arah kursi. Sesampainya di depan kursi, ia duduk dengan santai, tetapi hatinya masih berkata-kata. “Ibu pasti mencariku. Aku ingin pulang, tetapi aku belum menguasai Te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status