مشاركة

Bab 5

مؤلف: Blessy
Sepanjang perjalanan, Thomas asyik bermain ponsel. Dengan bantuan refleksi jendela mobil, Tracy melihat beberapa foto vulgar. Tak perlu ditebak, Thomas sedang mengobrol dengan Yasmin.

Tracy menoleh ke jendela. Dari kaca spion, dia melihat sebuah mobil yang sangat familier mengikuti dari belakang. Itu mobil baru yang baru-baru ini dibeli Thomas.

Setelah diperhatikan lebih teliti, ternyata yang duduk di kursi penumpang adalah Yasmin. Tracy tersenyum sinis. Ternyata mobil itu diberikan untuk Yasmin, bahkan tampaknya dilengkapi sopir yang perhatian.

Di sampingnya adalah Thomas, sementara di belakangnya adalah Yasmin. Tracy merasa dirinya sedang dipermainkan oleh keduanya. Dia menutup mata, tidak lagi memperhatikan mereka.

Sampai di mal, Tracy langsung menuju toko perlengkapan ibu dan bayi. Melihat beragam perlengkapan bayi yang indah, Tracy tak bisa menahan kesedihannya.

"Kamu suka yang mana?" Thomas berjalan ke belakang Tracy, menanyakan dengan perhatian.

"Aku bahkan nggak tahu bayinya laki-laki atau perempuan." Mengingat bayinya, perasaan Tracy semakin sedih.

"Kalau begitu, beli saja semuanya." Thomas memeluk Tracy. "Bayi kita pasti akan cantik seperti kamu. Apa pun yang dipakai, pasti terlihat bagus."

Tracy menengadah dan melihat headset Bluetooth di telinga Thomas. Dia tahu Thomas selalu memakainya agar mudah menerima telepon, jadi tidak terlalu memperhatikannya.

"Aku rasa ini juga cantik. Gimana menurutmu?" Thomas mengambil pakaian kecil berwarna merah muda, tersenyum sambil menatap Tracy.

Mengingat adegan di hotel kemarin, Tracy langsung merasa mual. Dia tersenyum dingin. "Merah muda? Aku nggak suka warna itu lagi."

Tracy tidak lagi memperhatikan Thomas dan mulai memilih barang sendiri. Tak lama kemudian, dia sudah memilih cukup banyak barang.

"Tracy, bisa bantu aku rapikan jasku?" Thomas melarang orang lain ikut dan sekarang tangannya penuh dengan banyak barang.

Tracy menghela napas, tetapi tetap berjalan ke arahnya. Di sela-sela merapikan, Tracy menemukan headset Bluetooth Thomas yang lain. Tanpa Thomas sadar, dia iseng memakainya.

"Aku mau yang merah muda!" Suara Yasmin langsung terdengar di telinganya. Tracy terkejut. Ternyata saat menemani Tracy, Thomas sedang menelepon Yasmin.

"Tracy, yang ini ambil juga yang merah muda ya. Aku punya klien yang juga punya bayi. Aku mau belikan untuknya."

"Thomas hebat, nanti malam aku kasih kamu hadiah!" Suara Yasmin terdengar manja.

Baru saat itu Tracy melihat barang-barang yang dibawa Thomas. Selain yang dipilihnya, ada beberapa barang yang jelas tidak sesuai dengan seleranya.

Tracy melepas headset itu dan diam-diam meletakkannya kembali di pakaian Thomas. Dia mengambil barang-barangnya sendiri dari tangan Thomas.

"Aku sudah selesai pilih. Kamu bisa pilihkan untuk klienmu sendiri."

Thomas terkejut melihat perubahan sikap Tracy yang mendadak. Hingga dia meraba headset Bluetooth lain di saku, dia baru merasa sedikit lega.

"Tracy, cuma satu set ini cukup?"

Tracy menatap satu set pakaian kecil di tangannya. Senyumannya terlihat agak sedih.

"Cukup. Aku pulang dulu." Setelah berkata demikian, Tracy pergi tanpa menoleh lagi.

Thomas ingin mengejar, tetapi mendengar suara Yasmin di headset, dia ragu dan berhenti.

"Tracy, kamu pulang dulu ya. Nanti aku antar barang-barangnya ke klien, terus pulang cari kamu."

Nada Thomas penuh kegembiraan. Tracy tidak peduli. Dia memeluk barang yang dibelinya, lalu keluar dari mal. Setelah itu, dia naik taksi.

"Pak, ke Pemakaman Heaven ya."

Setelah mengalami keguguran, Tracy menemui dokter untuk mengambil bayinya. Dia membeli sebidang tanah untuk bayinya, juga memberi nama untuk bayi yang belum sempat lahir itu. Namanya Elian.

Tracy meletakkan pakaian yang dibeli di samping makam.

"Sayang, Mama datang. Mama beliin baju baru untukmu. Maafkan Mama karena nggak bisa melindungimu. Semoga di kehidupan berikutnya, kamu masih bisa menjadi anak Mama."

Tracy duduk di samping makam sepanjang sore. Kenapa bayi Yasmin bisa aman, sedangkan bayinya harus meninggal dalam kandungan?

Tracy menyesal karena terlalu mudah memercayai perasaan Thomas, menyesal karena emosinya begitu mudah terbawa oleh Yasmin, menyesal karena tidak bisa melindungi bayinya.

Hingga malam, Tracy baru bangkit dan bersiap pulang. Dia naik taksi, lalu membuka ponselnya dan menemukan beberapa pesan dari nomor tak dikenal.

[ Apa gunanya memblokirku? Memblokirku nggak akan membuatku hilang. ]

[ Setelah kamu pergi, Thomas kembali memilih banyak barang bersamaku. Aku lihat kamu cuma beli satu set baju, jadi aku berbaik hati memilihkan yang lain untukmu. Nggak usah terima kasih. ]

[ Thomas bilang, nggak peduli anakku laki-laki atau perempuan, nanti dia akan bagi saham Keluarga Gumarang untuk anakku. ]

[ Omong-omong, Thomas bilang dia nggak bisa memberiku status di dalam negeri, jadi harus nikah di luar negeri. ]

Tracy menaruh ponselnya. Kepalanya terasa sakit. 'Thomas ... Thomas ... kamu memang hebat.'

Tracy mengusap alisnya dan berkata, "Pak, ke Firma Hukum Victory ya."
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 23

    Sejak Thomas kembali ke negara asal, Tracy mulai fokus sepenuhnya mengurus restorannya sendiri.Dia hanya sesekali mengetahui kondisi Thomas lewat percakapannya dengan Shelly."Andai dia tahu hasilnya akan seperti ini, mana mungkin dia melakukan semua itu dulu!"Tracy hanya tersenyum. Menelepon Shelly setiap hari sudah menjadi kebiasaan yang tak pernah berubah. Urusan tentang Thomas dia anggap seperti angin lalu, didengar sebentar lalu dilupakan.Melihat Tracy hanya tersenyum tanpa menanggapi, Shelly tahu bahwa Tracy sudah tidak ingin mendengar kabar apa pun tentang Thomas lagi. Jadi, dia pun mengganti topik."Tracy, hubunganmu dengan Julian gimana sekarang?"Begitu nama Julian disebut, rona merah cepat melintas di wajah Tracy. Sudah lebih dari setahun sejak dia resmi bercerai dari Thomas. Julian juga sudah mengejarnya selama lebih dari setahun."Shelly, menurutmu ... aku bisa percaya pada Julian?"Karena Thomas, Tracy sudah sangat kecewa dengan cinta. Jadi, meskipun selama setahun ini

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 22

    Thomas benar-benar dikirim kembali ke negara asal dengan aman oleh Julian.Hal pertama yang dia lakukan setelah kembali adalah menyuruh orang-orangnya menjemput David langsung ke rumahnya.Thomas duduk di kursi roda, didorong masuk ke ruangan. Saat melihat orang-orang di dalam ruangan itu, pupil mata Thomas langsung menyempit."Yasmin?""Tuan Thomas, kami menemukan David di vila pinggiran kota. Saat itu Yasmin ada di ranjang David, jadi kami membawa mereka berdua sekaligus."Thomas bukan orang bodoh. Seketika, dia mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namun, Thomas hanya tersenyum tipis. "Siapa yang mau bicara duluan?"David tersenyum menjilat. "Kak Thomas, apa maksudmu? Aku sudah susah payah mengatur agar kamu sampai ke Germina, tapi kenapa setelah pulang dari sana kamu memperlakukanku seperti ini?"Thomas menepuk pahanya dan mencibir sinis. "Kedua kakiku ini adalah hadiah darimu. Masa aku nggak membalasnya sedikit?"Setelah berkata demikian, dia menyuruh para pengawal mengambil tongk

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 21

    Baru setelah Tracy berdiri di depan pintu rumah, dia akhirnya tersadar kembali."Tracy!" Suara cemas Kate terdengar dari belakang.Tracy menoleh, lalu melihat Kate berlari ke arahnya dengan dahi berkerut. "Katanya Thomas mencarimu?"Kate menarik Tracy, mengamatinya dari atas sampai bawah.Oscar mengikuti di belakang, alisnya berkerut rapat. "Entah bagaimana bajingan itu bisa menghindari pengawasan orang-orangku."Melihat wajah orang tuanya yang penuh kecemasan, hati Tracy terasa hangat. "Tadi Julian ada di sisiku, Thomas sama sekali tidak menyentuhku. Ayah, Ibu, tenang saja."Oscar mengangguk sambil mengerutkan kening. "Aku sudah dengar. Besok kita pergi ke rumah Keluarga Bahari untuk berterima kasih pada Julian."Tracy tersenyum sambil mendorong orang tuanya kembali ke kamar. "Kalian tenang saja, aku benaran nggak apa-apa."Sementara itu, setelah Thomas dikawal naik ke mobil oleh pengawal Keluarga Indrawan, sebelum sempat sampai ke bandara, terjadi kecelakaan mobil.Saat Thomas terban

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 20

    Tracy mengangguk kepada para pengawal Keluarga Indrawan yang sejak tadi sudah mengepung. Para pengawal pun maju dan menyeret Thomas pergi.Thomas seolah-olah benar-benar terpukul, sampai-sampai tidak mengucapkan sepatah kata pun saat dikawal masuk ke mobil."Nona, maafkan kami. Bocah ini nggak datang dengan pesawat. Saat kami menemukan jejaknya, dia sudah memasuki wilayah Germina."Pengawal yang memimpin melihat Thomas dibawa masuk ke mobil, lalu segera berlari ke hadapan Tracy untuk meminta maaf."Ini kelalaian kami, sampai membuat Nona terkejut."Tracy menggeleng. "Nggak apa-apa. Terima kasih atas kerja keras kalian."Setelah para pengawal membungkuk dan pergi, Tracy tersenyum canggung ke arah Julian. "Maaf, konyol sekali ya. Dia mantan suamiku. Aku memergokinya berselingkuh."Julian menggeleng, menandakan tidak masalah. "Yang penting kamu nggak sampai syok."Karena gangguan Thomas, Tracy juga sudah tidak berminat melanjutkan pemilihan lokasi. "Julian, maaf. Hari ini aku nggak ada mo

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 19

    Sejak Tracy dan Julian saling bertukar kontak, Julian jadi sering mengundang Tracy untuk bertemu dengan alasan konsultasi.Orang tua Keluarga Bahari tentu memahami maksud putra mereka, jadi membiarkannya saja.Hari itu, Tracy justru yang mengundang Julian untuk menemaninya melihat lokasi calon restoran baru.Karena itu, Julian datang lebih awal ke rumah Keluarga Indrawan."Om, aku datang mencari Tracy." Julian menyerahkan hadiah yang dia siapkan untuk Oscar dan Kate kepada pelayan, lalu menyapa Oscar yang duduk di sofa.Oscar melirik Julian sekilas, lalu mengangguk.Kebetulan Tracy turun dari lantai atas. Dia sedikit terkejut melihat Julian. "Bukannya kita janjian ketemu di restoran?""Pagi tadi ada sedikit urusan. Kebetulan lewat sini, jadi kupikir sekalian menjemputmu." Sebenarnya Julian memang sengaja datang, tetapi karena dia mengatakannya dengan serius, Tracy pun tidak berpikir terlalu jauh.Setelah bersiap sebentar, Tracy pun berangkat bersama Julian."Aku sudah meninjau ruko di

  • Janji Kosong Suami Pengkhianat   Bab 18

    Thomas terpental keras akibat tabrakan. Para pejalan kaki yang terkejut segera menelepon ambulans.Saat Thomas dilarikan ke rumah sakit, dia sudah tidak sadarkan diri. Untungnya dia jatuh ke area taman hijau sehingga tidak sampai mengancam nyawa.Rendy bergegas ke rumah sakit dan melihat Thomas terbaring tak sadarkan diri di ranjang. Hatinya terasa sakit hingga dia terkulai lemas di kursi.Ketika Thomas membuka mata, yang pertama dia lihat adalah wajah Rendy yang penuh kekhawatiran. "Ayah."Rendy segera mendekat ke sisi Thomas. "Dasar bocah, kamu hampir membuat ayahmu mati ketakutan.""Ayah, aku mohon, tolong carikan Tracy ya?" Suara Thomas terdengar lemah.Hati Rendy terasa perih. Dia hanya bisa mengangguk berulang kali dan menyetujuinya.....Di sebuah vila di pinggiran kota, Yasmin berbaring di sofa. Kepalanya bersandar di paha seorang pria.Pria itu menggigit sebatang rokok. Tatapannya muram. Dialah David, orang yang memperkenalkan Yasmin kepada Thomas."Belum mati?" Begitu mendeng

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status