Share

134. Racun?

Penulis: Murlox
last update Tanggal publikasi: 2025-11-27 19:07:59

Pedang muncul di genggaman Feng Longwei, bilahnya berselimut Qi api yang berkobar seperti napas naga. Panasnya menekan udara, membuat dedaunan di halaman kediaman gubernur itu bergetar sebelum akhirnya hancur menjadi abu.

Tanpa menunggu satu detik pun, ia mengayunkan pedang itu ke depan. Tebasan pertama langsung membakar dua Dark Sorcerers yang berdiri paling dekat.

Api menelan tubuh mereka, membuat jeritan tercekat lenyap begitu saja dalam kobaran yang memuakkan.

Tangan kiri Feng Longwei berg
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yang sangat bagus
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   162. Alkemis Gila

    Bao Sanpao.Nama itu bukan sekadar dikenal, tetapi juga ditakuti.Di dataran tengah, siapa pun yang pernah mendengar kisah tentang alkemis gila atau eksperimen yang melampaui batas kemanusiaan, hampir pasti pernah mendengar namanya. Seorang pria tua yang tidak tunduk pada aturan sekte maupun hukum dunia. Seorang peneliti yang menjadikan tubuh manusia sebagai bahan uji coba, dan kehidupan sebagai harga yang wajar untuk sebuah penemuan.Sudah puluhan tahun ia menghilang.Banyak orang mengira ia mati. Ada juga yang percaya ia bersembunyi karena sudah tua dan tak sanggup muncul di dunia.Dan hari ini, ia malah muncul lagi.Tepat di hadapan Longyi.Tatapan Bao Sanpao tidak lepas dari tubuh Longyi sejak awal. Bukan sekadar melihat, tetapi mengamati. Setiap aliran Qi, getaran energi, bahkan stabilitas tubuh fisik yang tampak biasa di permukaan—semuanya ia teliti dalam diam.“Menarik…” gumamnya pelan.Ia melangkah perlahan di atas batang pohon, seperti seseorang yang sedang menikmati pemanda

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   161. Pria Tua Misterius

    Pertempuran besar tengah berlangsung di benteng pertahanan wilayah barat daya Provinsi Guangli.Benteng itu, yang sebelumnya dibangun tergesa menjadi garis pertahanan darurat, kini berubah menjadi lautan kekacauan. Dinding kayu yang kokoh mulai rusak di beberapa titik. Api berkobar di sepanjang menara pengawas. Teriakan prajurit dan raungan monster saling bertumpuk, menciptakan suasana yang nyaris tak bisa dibedakan lagi antara hidup dan mati.Pasukan kota Linglong bertahan sekuat tenaga.Namun jumlah musuh terlalu banyak.Gelombang monster dari jurang kegelapan datang tanpa henti. Satu kelompok belum sepenuhnya dihancurkan, kelompok lain sudah muncul dari balik kabut hitam. Tubuh mereka berbeda-beda—ada yang menyerupai manusia dengan anggota tubuh terdistorsi, ada yang berbentuk binatang raksasa dengan mata merah menyala, dan ada pula yang tak memiliki bentuk jelas.“Jangan mundur! Tahan garis depan sekuat tenaga!” teriak salah satu komandan, suaranya serak karena terlalu lama berter

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   160. Perintah Dewa

    Dari jarak yang sangat jauh, perubahan itu sudah bisa dirasakan bahkan oleh orang biasa.Udara yang semula hangat berubah dingin dalam waktu singkat. Bukan sekadar dingin biasa, melainkan dingin yang merayap perlahan hingga ke tulang. Angin yang berhembus tidak lagi terasa alami. Setiap hembusannya membawa tekanan aneh, seperti sesuatu yang hidup sedang mengintai dari baliknya.Orang-orang yang berada ratusan kilometer dari pusat kejadian mulai merasakan kegelisahan tanpa sebab. Kuda-kuda menjadi liar, burung-burung berhenti terbang, dan hewan buas yang biasanya mendominasi hutan justru bersembunyi tanpa berani keluar.Aura bengis itu menyebar seperti gelombang tak kasat mata.Ia tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan dengan jelas. Tekanan yang dibawanya membuat dada terasa sesak, seolah-olah dunia itu sendiri sedang ditekan oleh sesuatu yang jauh lebih besar.Di pusat dari semua itu, berdiri sebuah bangunan yang seharusnya tidak ada di dunia ini.Kastil Dewa Kegelapan.Menjulang tingg

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   159. Ritual Pemanggilan

    Di bawah reruntuhan istana kekaisaran yang telah lama ditinggalkan, terdapat sebuah ruang bawah tanah yang tak pernah tersentuh cahaya matahari.Lorong menuju tempat itu sempit dan lembap. Dindingnya dipenuhi retakan tua, sebagian runtuh, sebagian lagi ditumbuhi lumut hitam yang aneh. Udara di sana dingin, namun bukan dingin biasa. Ada sesuatu yang membuat napas terasa berat, seolah-olah tempat itu sendiri menolak kehidupan.Di ujung lorong, terbentang sebuah ruang luas berbentuk lingkaran.Namun ruangan itu tak gelap.Cahaya merah darah menyinari seluruh area, berasal dari sebuah lingkaran sihir besar yang terukir di lantai batu. Garis-garisnya rumit, saling terhubung membentuk pola bintang dengan banyak sudut tajam. Di tengahnya berdiri sebuah altar tua yang retak, seolah sudah menyaksikan ratusan ritual selama bertahun-tahun.Energi yang terpancar dari lingkaran itu tidak stabil. Ia berdenyut pelan, seperti jantung yang berdetak.Di sekitar lingkaran sihir, enam sosok berjubah hit

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   158. Tanpa Kehormatan

    Sementara itu, di sisi lain kota Linglong, suasana berbeda terasa di tempat tinggal rombongan kekaisaran.Mereka tidak lagi diperlakukan seperti tamu terhormat.Meski tidak diusir, posisi mereka jelas berubah. Tak ada pengawalan khusus, apalagi penghormatan berlebihan. Mereka hanya diberi tempat tinggal sederhana.Seperti orang biasa.Di sebuah kamar sebuah bangunan yang cukup luas, Kaisar Feng Zhuqu duduk di kursi utama. Wajahnya terlihat lebih pucat dibanding beberapa hari lalu.Di sekelilingnya, beberapa pejabat tinggi dan jenderal yang tersisa berdiri atau duduk dengan ekspresi serius.Jumlah mereka tidak banyak.Kehilangan yang terjadi sebelumnya masih membekas.Jendral Mo Fuchen berdiri di sisi kiri, wajahnya penuh tekanan.“Yang Mulia,” ucapnya, memecah keheningan. “Kabar menyebutkan bahwa monster dari jurang kegelapan sudah mendekati wilayah ini.”Ia melanjutkan tanpa menunggu tanggapan.“Jika situasi ini terus berlanjut, kota Linglong tidak akan mampu bertahan lama di tangan

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   157. Kabar Dari Barat Daya

    Barat daya Provinsi Guangli berubah dalam waktu yang terlalu singkat untuk disebut wajar.Padang rumput yang biasanya hijau dan luas kini tampak mati. Rumput-rumput menguning, lalu mengering seperti disedot sesuatu. Tanah yang lembap berubah keras, dan tak lagi mampu menopang kehidupan.Pohon-pohon berdiri kaku tanpa daun. Batangnya menghitam, seolah terbakar dari dalam. Bahkan suara serangga dan kicau burung pun sunyi.Keheningan itu bukanlah sebuah ketenangan, melainkan ketegangan yang mencekik.Di kejauhan, langit tampak berbeda. Awan gelap menggulung perlahan, tidak seperti badai biasa. Warna hitam pekat bercampur merah samar, bergerak seperti sesuatu yang hidup. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menarik semuanya ke satu titik.Udara menjadi berat. Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup batu....Di dalam kediaman pemimpin kota Linglong, suasana berubah tegang.Seorang prajurit penjaga berlari memasuki halaman dalam keadaan terengah. Keringat membasahi wajahnya, napas

  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   127. Bala Bantuan

    Kepuasan di wajah Violen hanya bertahan sekejap. Belum sempat napasnya tenang, angin tiba-tiba berembus dari arah selatan. Membawa aroma logam dan hujan.Butiran embun menampar wajahnya, lembut tapi dingin seperti belaian tangan kematian. Ia tertegun. Ada sesuatu yang salah.Tombak yang ia lemparka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   126. Apakah Ini Akhir?

    Sementara itu, jauh di belakang, pertarungan lain mencapai puncaknya. Feng Longwei masih berhadapan dengan pasukan Violen. Aura suci di tubuhnya bergetar hebat, tapi sinarnya belum padam. Ia sudah menghabisi sebagian besar Dark Sorcerers dan kini berdiri di antara sisa-sisa meriam baja yang melele

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   125. Kekacauan Medan Perang

    Garis belakang pasukan Dinasti Barat tampak kacau. Ledakan demi ledakan menghiasi langit malam, tapi kali ini suara meriam baja mereka mulai melemah. Tembakannya kini melambat. Para pengisi amunisi berteriak panik, sebagian mati terbakar, sebagian lagi melarikan diri dari area yang dipenuhi ledaka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem   120. Perang Dimulai

    Feng Longwei melangkah keluar dari tenda komando, dan pemandangan yang menyambutnya membuatnya mengatupkan gigi. Hampir semua prajurit di kamp utama, yang berjumlah ribuan, tergeletak di atas tanah atau di dalam barak mereka, tertidur pulas. Senjata mereka terlepas, dan kobaran api unggun redup tan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status