Share

Tawaran Gila Kael

last update Last Updated: 2025-08-24 17:49:52

“Harus berbeda. Karena dirimu yang lama sudah mati!”

Kael berdiri di pintu. Menatapnya tajam. Wajahnya benar-benar garang dan menakutkan. Tapi seiring langkahnya mendekat, Vara menyadari pria itu juga tampan. Luar biasa tampan malah. 

“Bicara yang baik, Kael. Pasienku baru saja sadar. Kau membuatnya terkejut,” cela Dokter Diandra.

“Keluar, Di! Aku perlu bicara dengannya!” perintah Kael. Dokter muda itu merengut mendengarnya.

Oke, situasi ini benar-benar aneh. Seorang dokter diusir pergi oleh seorang berandalan dan anehnya dokter itu menurut saja. Meninggalkannya mereka berdua.

“Biarkan pintunya terbuka, Dok. Tolong!” Vara merengek. Berduaan di ruang tertutup dengan pria brutal sama sekali bukan pilihan bijak.

“Aku tidak minat aneh-aneh dengan zombie tripleks sepertimu, Nona!” Kael berdecak. Menarik sebuah kursi dan duduk di hadapannya. Dia bersedekap dan menatap Vara tajam seperti menerawangnya dengan sinar-X. Membuatnya jengah.

“Dengarkan dan jangan potong ceritaku!” katanya tegas.

“Tapi jawab dulu pertanyaanku!” Vara berusaha melawan tatapan mengintimidasi Kael. Lelaki itu tampak keberatan, tapi akhirnya dia mengiyakan dengan enggan.

“Apa?” tanyanya dengan nada membentak. Sorot matanya menajam. Vara hampir saja gentar. Tapi dia meneguhkan diri.

“Felix. Dia siapamu? Karena dia bagian dari orang-orang yang mencelakaiku di kapal itu. Aku tidak tahu apa kau tahu atau tidak. Tapi dia ... Jahat!”

“Dia tidak jahat, Nona! Dia mata-mataku!”

Vara ternganga. Matanya menatap ke arah pintu yang ditinggalkan Dokter Diandra dalam keadaan terbuka. Mencari kemungkinan untuk melarikan diri. Kael jelas bukan orang baik. Tapi lari darinya tidak hanya butuh kaki cepat. Tapi strategi matang. Kael bisa meringkusnya lagi dalam hitungan detik.

“Jangan salah sangka! Aku tidak terlibat dalam penculikanmu." Kael menambahkan penjelasan mungkin karena menangkap keterkejutan sekaligus ketakutan di mata Vara.

"Aku memasang mata-mata untuk mengawasi pacarmu karena dia dan keluarganya sama sekali bukan orang baik. Tapi Felix kecolongan, dan maaf atas wajahmu karena saat itu dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi dia berhasil menghubungiku!”

Vara berusaha mencerna penjelasan yang sama sekali jauh dari kata jelas itu. Dia semakin bingung dibuatnya.

“Siapa kau, Kael?” Vara menatap lelaki berwajah Asia yang sedang memasang wajah dingin dan ekspresi sebal itu. Berusaha menentang sorot tajam matanya yang mirip tatapan elang pemburu.

“Nanti kau akan tahu.” Jawaban klise. Sialan. Vara mendengus.

"Kau lumayan juga," gumamnya sambil lalu. Membuat Vara melotot.

"Apanya yang lumayan?" Vara tidak bermaksud membentak, tetapi suaranya terdengar serupa bentakan.

"Lumayan kurang ajar dan pemberani. Aku suka itu!" Andai pria itu tidak terlalu jangkung dan berbadan kekar, juga bertampang seram, Vara pasti sudah memukulnya, tapi memukul Kael sama saja dengan cari mati tentunya.

“Kenapa menyelamatkanku?” Vara kembali mengajukan pertanyaan.

“Akhirnya pertanyaan yang masuk akal!” Kael tersenyum. Senyum itu tampak kejam tapi membuat wajahnya makin rupawan. 

“Singkat saja. Karena kau berguna!”

Kesan baik Kael di mata Vara kembali runtuh. Jawaban itu entah kenapa membuatnya sedikit sakit hati. Benar-benar manusia nirempati. Dia diselamatkan hanya karena berguna. Luar biasa sekali lelaki ini.

“Maksudnya?” Suara Vara menajam.

“Aku punya masalah dengan keluarga pacarmu, masalah yang cukup besar. Aku ingin membalas mereka semua, dan kau senjata yang tepat.”

“Apa? Aku tidak mau. Aku bukan penjahat. Aku tidak akan membantumu merusak keluarga Pranata. Apalagi mengganggu Rheiner!” Vara melotot. Sejenak melupakan bagaimana kejamnya tunangannya itu. Insting pertamanya adalah melindungi Rheiner.

Kael menatapnya seolah dia baru saja bertingkah gila. Kemudian tawanya meledak. Terbahak-bahak, menepuk pinggiran ranjang pasien tempat Vara duduk.

“Apa? Kenapa kau tertawa?” tuntut Vara sakit hati karena ditertawakan.

“Lihat dirimu, Nona! Ingat apa yang putra Pranata itu lakukan padamu dan kau masih membelanya? Cinta memang bisa membuat orang benar-benar tolol! Tapi kau? Ckck, kau jauh di atas kata tolol, Nona!”

“Pasti ada penjelasannya! Rachel pasti menghasut Rheiner. Dia ... Dia berusaha menyelamatkanku waktu itu ....” Vara membela diri.

“Siapa yang menyelamatkanmu? Kunyuk Pranata itu? Gadis bodoh! Aku yang menyelamatkanmu, kalau-kalau kau lupa! Aku yang menyuruh Diandra mengusahakan perbaikan wajahmu. Dan itu tidak murah, Nona!” Ekspresi sebal kembali menghias wajah Kael.

“Aku akan kembalikan uangmu. Akan kucicil sampai lunas!” kata Vara, agar tidak direndahkan oleh Kael.

“Aku tidak butuh receh darimu, gadis panti!” Kael menggeram. Berdiri dan mencengkeram bahu Vara.

“Tapi aku tidak mau berbuat jahat pada Rheiner dan keluarganya, Kael!” Suara Vara melunak.

Kael menghela dan menghembuskan kasar. Dia mundur menendang kursi, menciptakan bunyi berdebam ketika kursi meluncur menabrak dinding.

Laki-laki itu tampak kesal sekali. Dia menatap Vara tajam, meski gentar Vara membalas pandangannya, berusaha keras tidak berkedip.

Kael mendengkus lantas keluar dari ruang rawat.

Vara menghela napas lega karena pria itu pergi. Dia benar-benar menakutkan dengan temperamennya yang meledak-ledak dan emosi yang jauh dari kata stabil.

***

“Suara gedebuk apa itu, Kael?” Diandra bertanya kesal. “Kau membuat pasienku kena gangguan mental!”

“Tutup mulutmu, Di. Pergi sana, urus pasienmu!”

Diandra tersenyum mengejek. Melangkah menghampiri Kael.

“Sepertinya setelah sekian lama, kau mendapatkan lawan seimbang, Kael. Dia seperti versi perempuan darimu. Keras. Jarang-jarang ada yang bisa membuatmu berapi-api begini!"

“Jangan mengada-ada, Dian. Dia pionku. Alatku balas dendam pada keluarga sialan itu. Tidak lebih!”

Kael melangkah pergi. Emosinya yang meledak-ledak membuatnya pening. Dia tidak mau kumat dan dilihat Diandra.

“Kael!” Diandra kembali memanggil. Membuat langkah Kael terhenti

"Hmm! Kael menoleh malas.

“Awas, jatuh cinta!” ejek sang dokter.

Kael mengepalkan tangan. Dia berbalik dan melotot pada Dokter Diandra.

“Satu kata lagi, Di. Aku tidak bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada rumah sakit kesayanganmu ini!”

" Oops, takuut!" Diandra melempar tatapan penuh ejekan dan beranjak meninggalkan Kael.

***

Sepanjang malam, Vara tidak dapat memejamkan mata. Berkali-kali dia melirik ke pintu. Hampir yakin Kael atau Felix akan muncul tiba-tiba di sana.

Pukul tiga dini hari. Vara memutuskan keluar dari tempat itu. Dia bukan orang yang tak tahu terima kasih, tapi dia tidak sanggup jadi pembalas dendam dan membuat kekacauan di keluarga Rheiner.

Vara sempat heran karena Kael ternyata tidak memasang penjaga untuk mencegahnya melarikan diri. Apa Kael menganggapnya sebodoh itu sehingga tidak terpikir bahwa dirinya akan kabur?

Ah, persetan. Dia harus pergi dari sini. Menghubungi Ayuna, memviralkan kejahatan Rachel. Dia tidak akan membiarkan Rachel mendekati kekasihnya dan mencuci otaknya.

Rumah sakit lengang. Setelah meminjam ‘tanpa izin' pakaian di loker ruang ganti perawat, dia tidak kesulitan mengelabui satpam.

Vara berhenti di sebuah warung makan. Wangi nasi goreng menyeruak indra penciuman dan membuat cacing-cacing di perutnya menari. Dia lapar. Tapi tentu tak punya uang sepeser pun.

“Maaf, Bu. Boleh pinjam hape? Saya baru keluar dari rumah sakit, hape dan dompet saya hilang. Mau telepon kakak saya.”

Vara berbohong pada ibu pemilik warung. Wanita berdaster itu menatapnya curiga sesaat tetapi kemudian tatapannya berubah iba melihat wajahnya yang terbungkus perban.

Vara menekan nomor Ayuna. Tidak aktif. Dicobanya lagi beberapa kali, tetap tidak aktif. Dengan putus asa, Vara meminta izin untuk membuka akun instagramnya melalui hape ibu itu.

“Hapus lagi aplikasinya kalo sudah. Penuh nanti memori saya!”

Vara mengangguk. Membuka i*******m. Bermaksud mengirim direct messege ke Ayuna. Tapi gerakannya terhenti melihat seliweran berita viral.

Pernikahan Rheiner dan Rachel Selina.

Vara hampir tidak percaya. Secepat ini? Baru tujuh bulan berlalu dan Rheiner benar-benar menikahi gadis jahat itu.

Vara mengklik berita itu. Membaca komentar-komentar yang sebagian besar menghujatnya. Memuji Rachel sebagai penyelamat hidup Rheiner. Memuja Rheiner yang tetap melanjutkan hidup dan menemukan cinta baru setelah dicampakkan oleh Elvara Rish di hari pernikahannya.

Hoax macam apa yang disebarkan Rachel? Sehingga sukses membuatnya jadi bulan-bulanan netizen?

Vara mengembalikan hape itu. Terduduk putus asa tak percaya. Dia tidak lagi punya power apa pun untuk menyerang balik Rachel dan memviralkan kejahatannya. Dia juga tidak punya bukti untuk melaporkannya ke polisi.

Panti. Ya. Dia bisa pulang ke panti.

Vara naik angkot menuju panti Sinar Fajar. Membayarnya dengan cincin emas yang masih menempel di jarinya. Meski bingung, supir angkot itu menerimanya ketika Vara turun.

Tapi tidak ada panti.

Hanya sisa bangunan yang hangus dilalap kebakaran.

“Mbak? Ngapain tengah malem di sini?” Vara mengenali laki-laki itu sebagai satpam rumah mewah yang berada tepat di seberang panti.

“Panti Sinar Fajar di mana ya Pak? Bukannya di sini?” Konyol benar memang mengharapkan dia salah alamat.

“Panti itu sudah ludes terbakar, Mbak. Enam bulan lalu. Anak-anak selamat, kecuali pengasuhnya yang namanya Madam Elya. Tidak sempat diselamatkan.”

Nggak. Nggak mungkin sampai sebrutal ini. Vara gemetaran, lututnya lemas dan tatapannya berkunang-kunang.

“Elvara?” Suara itu terdengar di belakangnya. Vara Mengenalinya. Dia hafal benar suara itu. Dia harus ambil langkah seribu. Dia tidak mau mati konyol.

Sebuah tangan mencengkram bahunya. Membuat langkahnya surut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Terkepung

    El menatap sekelilingnya, matanya waspada. Para anak buah Nyonya Pranata, yang tampaknya seperti preman-preman sewaan yang biasa hidup di jalan. Elvara versi lama pasti akan gemetar ketakutan saat ini, sembarang melangkah, tersandung hingga rebah, tapi itu dulu. Terpujilah Kael yang mengajarinya bahwa hidup itu keras, membawanya ke lingkungan tempat orang-orang sejenis berandal yang mengepungnya ini tinggal.“Lihat mereka, perhatikan wajahnya lekat-lekat, tatap balik matanya. Mungkin suatu saat, kamu akan berada pada situasi harus berhadapan dengan mereka.”Kala itu, El hampir kabur ketakutan, padahal anak buah Kael hanya mengulurkan tangan, seraya menyeringai genit. Dia bersembunyi di belakang punggung kekar Kael, sampai Kael menyuruh orang itu pergi. Tapi kali ini, tidak punggung Kael yang akan melindunginya. Dia harus mengatasi hal ini sendiri.El memasang kuda-kuda, preman-preman itu tertawa meremehkan. Satu dari mereka menjajal maju, El mengelak dengan mulus, satu yang lain berg

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Wajah yang Hilang

    “Bergerak, Bar!” Perintahnya pada Barat. Barat mengangguk singkat, mengetik pesan di ponselnya, lantas kedua pemuda selisih dua tahun itu bergegas kembali ke mobil.***“Pico!”“Apa itu artinya?”“Tolol!”“Hah?”“Ya, kamu. Jauh di atas tolol!”Potongan percakapannya dengan Kael terbertik lagi di benaknya. El benci mengakuinya, tapi memang nyatanya demikian. Dia jauh di atas tolol. Sudah tahu, ada yang tidak beres pada temannya ini, tetapi kenapa dia masih menurut untuk dibawa pergi.Kecurigaan itu datang di toilet warung. Ketika dia menatap wajahnya di cermin. Wajah yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari wajah aslinya. Seperti langit dan Bumi, seperti wajah gadis kampung dan aktris Korea. Tidak ada setitik pun kemiripan. Lantas, bagaimana Ayuna bisa mengenalinya di detik pertama? Tanpa ragu menyapanya? Pasti ada yang memberikan informasi padanya, dan Ayuna tiba-tiba muncul pasti dengan maksud lain.“Yun, kita mau ke mana?”“Ke tempat yang kamu suka.” Ayuna tersenyum manis, ti

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Mengejar Jejak Elvara

    Chapter 17“Di gudang muatan!” Seru Barat pada Kael. Barat dan Kael turun dari mobil dan buru-buru menuju lokasi yang ditunjukkan oleh tracker di handphone Barat. Suasana dermaga pukul satu siang lumayan ramai. Bongkar muat terjadi di beberapa kapal angkut yang siap berangkat, beberapa tujuan luar kota, dan beberapa akan berlayar jauh ke luar negeri.Sebuah pikiran buruk hinggap di benak Kael, jangan-jangan ini ulah keluarga Pranata lagi, istri Rheiner yang sejak awal mencurigai Ellya adalah Elvara yang berhasil selamat dan mengganti wajah, berniat kembali melenyapkan gadis itu.Tak ada El di gudang muatan. Hanya ponselnya yang tergeletak di antara tumpukan peti kemas, tersembunyi di sudut ruangan, hampir tak terlihat. Kael menatap nanar ponsel yang diberikannya untuk El itu. Tangannya gemetaran. Napasnya memburu. Ini jebakan.Seseorang mengambil handphone gadis itu tanpa sepengetahuannya, pasti untuk mengaburkan jejaknya.“Bar, dia di mana Bar?” Suara Kael seperti tercekat di tenggor

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Pesan Misterius

    Chapter 16Lagu ciptaan El lolos menjadi salah satu lagu yang akan dibawakan oleh Kirani Lingga, yang akan rilis di bawah naungan Vermillion Group. Langkahnya semakin mendekat ke keluarga Pranata juga Adrasta. Hari ini dia akan tanda tangan kontrak resmi di hadapan notaris dan para pemegang saham, termasuk Nyonya Rheiner, mantan calon mertuanya.Jantungnya berdegup kencang ketika melangkah memasuki ruang penandatanganan kontrak. Ketika itu, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi whatsapp dari nomor tak dikenal masuk. Elvara sejenak malas membukanya, tetapi ia terbelakak menatap foto profil pengirim pesan itu. dia kenal foto itu. sangat amat kenal. Tapi tidak mungkin kan ... Kael bilang ....[Vara, ini Yuna.][Kita harus bertemu.]Yuna? Ayuna? Ayuna masih hidup dan berhasil selamat dari kecelakaan yang diceritakan Kael?[Sekarang, Ra. tidak ada waktu lagi!]Pesan terakhir terkesan mendesak. El menatap pintu ruang meeting. Dia harus mendapatkan kontrak itu untuk melangkah lebih jauh dala

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Michael Anthony dan Kisah Pilunya

    “MA yang disebut-sebut oleh orang-orang di kampus, adalah ... Michael Anthony? Itu benar-benar kau, Kael?”Kael membuang muka. Diam seribu bahasa. Dia menghela napas, kemudian berjalan meninggalkan El. Tapi El tidak sudi ditinggalkan tanpa penjelasan lagi. Sudah terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan di kepalanya, dia harus memburu jawabannya/“Tunggu, Kael!” El menangkap lengan kekar pria itu, berusaha menahannya, meskipun kalau Kael benar-benar menggunakan tenaganya, badan mungilnya dengan mudah akan terpental.“Aku sibuk!” Kael menepisnya, meskipun kentara sekali wajahnya kesal, dia masih menyingkirkan tangan El dengan lembut, selembut yang mungkin dilakukan oleh orang yang hendak marah-marah dan melemparkan sesuatu.“Kael, itu tidak adil. Kau tahu segala hal tentang aku, kau mengajakku untuk bekerja sama membalas Rheiner dan keluarga Pranata, memintaku jadi sekutu, tapi bagaimana mungkin aku bersekutu dengan orang yang sama sekali aku tidak tahu?”“Elvara, tidak semua hal ....”“Apa

  • Kembalinya Sang Pewaris yang Terbuang   Rahasia Terdalam Kael

    “El, bangun, El! Suara Tara terdengar berisik di telinganya. Yang benar saja. Sepagi ini. Padahal semalam dia harus begadang hingga jam tiga pagi untuk merevisi lirik lagunya.“Bangun! Buruan!”“Apa sih, Ta?”“Nggak ada waktu buat mengejelasin. Pokoknya kamu bangun, cuci muka. Nggak usah mandi, buruan kumpul ke meja makan! Siaga satu dalam waktu sepuluh menit!”“Apaan sih. Kalau nggak?”“Kamu siap-siap angkat kaki dari sini!” Tara menarik selimutnya, membuka jendela, lantas menghidupkan lampu.“Tapi ...!”“Sepuluh menit, El! Atau kamu dalam masalah yang tidak ada seorang pun bisa membantu, bahkan Kael!”Tara meninggalkan kamar. El mengernyit keheranan. Tidak ada yang bisa membantunya bahkan Kael? Memangnya ada yang lebih berkuasa dari Kael di tempat ini? El bangkit dari kasur. Segera ke kamar mandi dan mencuci muka.Ketika turun ke lantai dasar, meja makan sudah penuh dengan seluruh anggota rumah singgah. Berpakaian rapi, duduk tertib dengan piring, sendok, garpu serta segala hal tert

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status