ANMELDEN“Diam!”Grant langsung melirik putrinya dengan tajam, memaksanya untuk tidak ikut campur. Setelah itu, dia kembali menghadap Nathan dengan sikap penuh hormat.“Tuan Nathan, bisakah kita membicarakan masalah ini secara pribadi? Ada beberapa hal yang ingin kujelaskan.”“Baik. Sebaiknya kau memang memberikan penjelasan yang masuk akal.” Nathan menyerahkan gadis yang sedang digendongnya kepada seorang penjaga di dekat mereka.“Rawat dia dengan baik.”Penjaga itu segera menerima gadis tersebut, namun tidak berani langsung membawanya pergi. Baru setelah mendapat isyarat dari Grant, dia buru-buru meninggalkan halaman.Gavriel mengerutkan kening menyaksikan semua itu. Dia semakin penasaran dengan identitas Nathan. Pemuda itu bukan hanya berani menegur Grant, tapi juga membuat Grant memperlakukannya dengan begitu hormat.Grant membawa Nathan keluar dari halaman. Setelah menemukan tempat yang cukup sepi, dia akhirnya membuka suara dengan wajah serba salah.“Tuan, pria tadi adalah Gavriel dari O
Kilatan niat membunuh melintas di mata Nathan. Dia segera mengulurkan tangan dan menangkap cambuk tersebut. Keduanya pun terlibat adu kekuatan.Pria tua itu mengerutkan kening. Sesaat kemudian, gelombang kekuatan dahsyat mengalir melalui cambuk dan menghantam Nathan.“Tuan Gavriel, mohon tenangkan diri!” Danendra bergegas masuk dan segera menghentikan pria tua itu. Setelah itu, dia menoleh kepada Nathan.“Tuan Nathan, lepaskan cambuknya. Ini hanya kesalahpahaman. Semuanya salah paham!”Nathan akhirnya melepaskan tangannya. Dia sadar bahwa sekalipun terus bertahan, dirinya belum tentu mampu menahan kekuatan yang dikerahkan lawannya. “Tetua Danendra, sebenarnya apa yang terjadi? Siapa pria ini?”Gavriel menatap Danendra dengan wajah tidak senang.“Tuan Gavriel, mohon tenang. Tuan Nathan juga merupakan tamu kehormatan Kaisar kami!” Danendra buru-buru menjelaskan sambil meminta maaf.“Aku tidak peduli siapa dia! Suruh dia pergi sekarang juga. Jangan sampai dia merusak kesenanganku!” Gavri
“Kenapa Anda berada di sini, Tetua Danendra?” tanya Nathan dengan heran. Dia semula mengira tetua itu hanya datang untuk menemuinya.“Kaisar menugaskanku untuk menjaga dan melayani Tuan Nathan. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan, aku harus segera membantu Anda.” Danendra menundukkan kepala sedikit.“Apa yang ingin Tuan Nathan lakukan? Silahkan beri tahu aku.”“Aku hanya merasa bosan setelah berdiam diri terlalu lama. Jadi, aku ingin berjalan-jalan sebentar.” Nathan tersenyum tipis. “Silahkan lanjutkan pekerjaan Anda.”“Tempat ini mungkin masih asing bagi Tuan Nathan. Bagaimana kalau aku menemani Anda berkeliling?” ujar Danendra.Danendra tidak berani meninggalkan Nathan sendirian. Kaisar Iblis telah memerintahkannya untuk terus mendampingi tamu tersebut, jadi dia harus memastikan tugasnya terlaksana dengan baik.“Baiklah.” Nathan mengangguk.Dia memang belum mengenal ibu kota kekaisaran dengan baik. Berkeliling sendirian juga berisiko membuatnya berhadapan dengan orang-orang yang tidak
Sepanjang perjalanan, kepala desa terus membungkuk dengan senyum penuh kepatuhan. Dia berusaha menyenangkan kedua tamunya meskipun hatinya terasa perih.Ketika pandangannya sempat tertuju pada jasad penduduk yang tergeletak di tanah, kesedihan mendalam melintas di matanya. Namun, dia segera menyembunyikan ekspresi tersebut agar tidak memancing kemarahan kedua orang itu.Demi menyelamatkan lebih banyak nyawa, dia terpaksa menelan penghinaan dan melayani orang-orang yang telah membunuh warganya.Setelah rombongan itu pergi, kepala desa kembali menghadap kerumunan."Sudah, semuanya pulanglah dan makan malam!"Dia melambaikan tangan, meminta seluruh warga membubarkan diri.Kepala desa sengaja melakukan itu karena khawatir ada penduduk yang kehilangan kendali dan nekat menyerang Leva atau Zavian. Jika hal tersebut terjadi, korban yang berjatuhan mungkin akan jauh lebih banyak.Di dunia yang kejam ini, orang-orang kecil seperti penduduk Desa Buena bahkan tidak memiliki martabat yang lebih b
Desa Buena.Di alun-alun desa, seorang penduduk tengah menerima hukuman kejam dari Zavian. Cambuk di tangannya terus menghantam tubuh pria malang itu hingga kulitnya terkoyak dan darah membasahi sekujur tubuhnya.Puluhan warga menyaksikan kejadian tersebut. Namun, tak seorang pun berani mengeluarkan suara, apalagi mencoba menghentikannya.Mera berdiri di antara kerumunan dengan kedua mata menyala penuh amarah. Melihat penduduk desa disiksa hingga tubuhnya nyaris tak berbentuk, dia benar-benar ingin melawan.Namun, dia tahu betul akibatnya jika berani menunjukkan perlawanan. Leva dan Zavian tidak akan segan-segan membantai seluruh penduduk Desa Buena jika ada yang berani menentang mereka.Di mata kedua murid Ordo Tungku Alkemia itu, penduduk desa terpencil seperti mereka hanyalah orang-orang rendahan yang bahkan tidak layak dibandingkan dengan para kultivator."Mera, kalau terus begini, Paman bisa mati dipukuli..." Lukas berbisik dengan wajah cemas.Mera tidak menjawab. Dia hanya bisa
Namun, Nathan justru mengangkat tangan untuk menghentikannya."Tak perlu sampai sejauh itu. Untuk saat ini, aku belum memiliki urusan yang mengharuskanmu mempertaruhkan nyawa."Nathan memang percaya bahwa Grant akan setia kepadanya. Meski demikian, dia tidak ingin penguasa itu maupun seluruh rakyatnya harus menderita demi melindunginya."Penguasa, kondisi Anda masih belum pulih. Saya memiliki sejumlah ramuan berharga di kota ini yang mungkin bisa membantu mempercepat pemulihan Anda. Selain itu, saya juga sudah mengundang seorang ahli alkimia ternama. Beliau bisa memeriksa kondisi tubuh Anda." Grant menawarkan bantuannya."Tak perlu. Aku hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatanku sendiri." Nathan kemudian mengingatkan dengan tegas, "Satu hal lagi. Jangan sampai siapa pun mengetahui identitasku yang sebenarnya.""Tenang saja, Penguasa. Saya tidak akan membocorkannya kepada siapa pun." Grant mengangguk penuh hormat sebelum meninggalkan ruangan.Di luar, Isadora dan Danendra masi
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







