เข้าสู่ระบบNamun ketika debu mulai menipis, sebuah sosok tiba-tiba terlihat di kejauhan. Lebih dari seratus meter dari tempat semula, Nathan berdiri dengan tenang.“Tuan Nathan!” Velisa langsung berseru lega.Semua orang serentak menoleh. Mata mereka membelalak ketika menyadari Nathan bukan hanya masih hidup, tetapi juga berdiri tanpa luka sedikit pun.Haland yang sejak tadi menahan napas akhirnya menghembuskan napas panjang. Ketegangan di wajahnya sedikit mereda.Sebaliknya, ekspresi Osric berubah drastis. Dia menatap Nathan seolah sedang melihat sesuatu yang mustahil. “Tidak mungkin... Ini tidak mungkin!”Serangan yang baru saja dia keluarkan merupakan salah satu kekuatan terbesarnya. Namun Nathan bahkan tidak terlihat terluka.Nathan hanya tersenyum tipis. Kemudian, tangannya bergerak dan Panah Kaisar Langit muncul bersama anak panah di genggamannya.Nathan mengangkat busur tersebut, lalu menarik talinya perlahan dengan tangan kanan. Semakin jauh tali itu ditarik, semakin banyak energi di sek
Osric tidak peduli dengan reaksi mereka, dia akhirnya bergerak. "MATILAH!"Pedang-pedang terbang yang mengelilingi tubuhnya langsung melesat bersamaan menuju Nathan, membentuk hujan bilah yang memenuhi seluruh ruang di depan mereka.Nathan segera menghunus Pedang Aruna. Dalam waktu bersamaan, Tubuh Vajra Naga Emas menyelimuti seluruh tubuhnya dengan lapisan pertahanan kuat.Kemudian Nathan menerjang maju.KLANG! KLANG! KLANG! KLANG!Dentang bilah terdengar bertubi-tubi ketika Pedang Aruna beradu dengan pedang-pedang terbang milik Osric. Setiap benturan mengguncang ruang di sekitar mereka, ledakan energi terus menggema di seluruh lembah.Nathan sengaja tidak menggunakan kekuatan bintang. Dia juga tidak mengeluarkan Panah Kaisar Langit. Kedua kekuatan tersebut masih dia simpan sebagai kartu truf terakhir.Osric awalnya yakin serangan pertamanya akan langsung menghabisi Nathan. Namun, setelah benar-benar bertarung, ekspresinya perlahan berubah. Kekuatan Nathan ternyata jauh lebih besar d
"Dasar bajingan! Kau memang pantas mati!" raung Osric.Dia sudah tidak ingin membuang waktu untuk berdebat dengan Nathan. Aura di tubuhnya langsung meningkat ketika dia bersiap menerjang lawannya.Namun, sebelum Osric sempat bergerak, tekanan mengerikan tiba-tiba muncul dari luar lembah.Beberapa sosok melangkah masuk dan langsung berdiri di sisi Nathan."Beraninya kau bersikap tidak sopan kepada Tuan Nathan. Kau benar-benar ingin mati!"Haland menatap Osric dengan amarah yang tidak disembunyikan. Dia hanya mengibaskan tangannya, tetapi gelombang kekuatan dahsyat langsung menghantam tubuh Osric dan melemparkannya jauh.BRAAKK—!Ledakan keras terdengar ketika tubuh Osric menghantam tanah.Kemunculan Haland membuat semua orang terkejut. Mereka masih mengingat kekuatan mengerikan yang pernah dia tunjukkan sebelumnya, terutama aura Transcendent yang sempat membuat mereka ketakutan.Osric bangkit dengan susah payah. Wajahnya pucat ketika dia menatap Haland dengan penuh kewaspadaan.Haland
"Tuan Nathan!" Velisa berseru kegirangan saat mengenali sosok tersebut."Itu lembah!" Mahesa juga segera mengenali tempat yang terlihat dalam tirai cahaya itu. "Nathan berada di lembah yang ada di dalam jurang!"Namun, gambar tersebut hanya bertahan beberapa detik. Cahaya di tirai merah mendadak padam, lalu seluruh koin tembaga di tangan para murid pecah secara bersamaan.Krak!Tubuh Rayan ikut terhuyung. Dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah dengan keras. Jelas bahwa teknik tersebut telah memberikan tekanan besar pada tubuhnya.Melihat kondisi Rayan, Haland segera mengulurkan tangan dan mengalirkan energi ke dalam tubuhnya untuk membantu menstabilkan kondisinya."Aku sudah cukup tenang setelah melihat Tuan Nathan masih hidup," ujar Rayan dengan napas lemah. "Tuan Haland, tidak perlu mengkhawatirkanku. Kalian segera pergi cari Tuan Nathan, aku hanya perlu beristirahat beberapa hari."Haland mengangguk. "Baik, kau tetap di sini dan pulihkan tubuhmu. Kami akan segera kembali."
Sementara Nathan sibuk mengumpulkan kekuatan di dalam lembah, Osric dan kelompoknya berada di jurang yang terletak di luar sana.Selama berhari-hari, mereka terus mempelajari teknik yang diajarkan Damian. Setelah melewati latihan panjang, mereka akhirnya berhasil memahami inti dari teknik Kultivator Jahat tersebut.Osric mengepalkan tangannya dengan penuh semangat. "Pantas saja banyak orang rela menerima hukuman daripada memilih menjadi Kultivator Jahat."Dia merasakan kekuatan yang tersimpan dalam teknik tersebut. "Teknik ini memang sangat kuat, tetapi cara menggunakannya benar-benar brutal dan penuh darah."Harland yang berada di dekatnya justru tidak menganggap hal itu sebagai masalah. "Di dunia ini, kekuatan adalah segalanya. Ini memang dunia yang kejam, jadi tidak ada gunanya terlalu memikirkan apakah caranya brutal atau tidak."Tatapannya kemudian beralih ke gerbang lembah. "Ayo kita buka gerbangnya, aku sudah tidak sabar."Osric mengangguk, dia menatap gerbang yang telah tertut
Pusaran itu segera menghasilkan daya hisap yang luar biasa kuat. Debu, batu-batu kecil, dan segala sesuatu di sekitarnya mulai terangkat sebelum terseret menuju pusat lubang tersebut.Para mayat hidup pun tidak luput. Satu demi satu tubuh mereka terangkat dari tanah dan melayang ke udara. Dalam hitungan detik, gerombolan mayat hidup yang memenuhi kawasan itu tersedot masuk ke dalam lubang hitam."Cepat! Ayo!" Abyssal Shade langsung mendesak Nathan.Nathan baru hendak membuka mulut ketika Abyssal Shade tiba-tiba mengangkat tangannya dan menghantamkan telapak tangan ke arahnya.Tubuh Nathan terdorong kuat ke depan dan langsung mendekati lubang hitam. Daya hisap yang sangat besar segera menangkap tubuhnya dan menyeretnya masuk."Apa kau—" Nathan bahkan tidak sempat menyelesaikan ucapannya.Tubuhnya menghilang sepenuhnya ke dalam pusaran.Setelah Nathan pergi, Abyssal Shade mengangkat tangan. Lubang hitam di langit perlahan mengecil hingga akhirnya lenyap tanpa meninggalkan jejak.Abyssal
Aura ketegangan belum sempat reda di aula utama Sekte Bloody ketika Irarki dari Sekte Herbivor bangkit berdiri dengan senyum sopan, namun tak bisa menyembunyikan ketidaktulusannya yang mengendap bagai racun di air bening.“Tenang saja, Tuan Nathan,” ucapnya, suaranya lembut, terlalu lembut untuk se
KRAK!Tiba-tiba sebuah suara retak terdengar jelas ketika Lucas menginjak kepala Nathan dengan satu kaki. Tubuh Nathan sudah remuk, namun matanya—meski nyaris tertutup darah—masih menatap ke atas dengan sorot yang membakar kebencian.“Tua bangka... Kalau punya nyali, bunuh aku sekarang. Tapi selama
Arriola menoleh dan menatap Sheerena dengan senyum menghina. “Lihatlah bantuanmu, Nyonya. Bodoh dan lemah. Bahkan tubuhmu kau tawarkan untuknya, tapi apa yang kau dapat? Tak satu pun datang membantumu!”Ia tertawa puas, dan mendekat pelan. “Menurutku, saatnya kau bersikap bijak. Tunduk padaku, dan
Kaidar menelan ludah, jantungnya berdetak kencang, bukan karena takut, melainkan kegelisahan yang menggerogoti. Dia mengerjap, mencoba menenangkan detak nadinya, sementara bayangan masa lalu berkelebat, wajah ayahnya yang terluka oleh serangan mendadak di desa terpencil mereka. Rasa dendam dan keba







