ホーム / Romansa / Dekapan Hangat Paman Kekasihku / 117. Permintaan Sebelum Pergi

共有

117. Permintaan Sebelum Pergi

作者: Dita SY
last update 公開日: 2026-07-16 10:00:00

​Diego membuang napas kasar, menatap Yoss dengan sorot mata tajam seolah ingin menelan pria itu hidup-hidup.

Kedua tangannya mengepal erat di atas meja kerja porselen hingga membuat kuku-kuku jarinya memutih.

​Menyadari tatapan intimidasi yang luar biasa mematikan itu, Yoss tidak sanggup lagi berdiri. Ia langsung berlutut sambil menundukkan kepala dalam-dalam, menatap lantai marmer dengan tubuh gemetar.

​"Maafkan saya, Tuan. Maaf

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   134. Bukan Hanya Karangan?

    ​Ketegangan di ruang kerja Diego membuat suasana di dalamnya terasa panas membara. Hal itu berbanding terbalik dengan keadaan di kamar tidur utama.​Tiara tampak tengah mengajak Freya berbicara berdua di balkon kamar sambil memandangi gumpalan awan dan bintang-bintang di langit malam.​"Kamu kelihatan sangat sehat, Nak," ucap Tiara tersenyum lembut sambil menatap wajah cantik Freya. Ada sedikit rasa sesal di hatinya karena wanita pintar itu batal menjadi menantunya akibat ketololan Dani yang mengkhianati perjodohan mereka.​"Ya, aku sudah makan banyak dan minum vitamin," jawab Freya datar. Masih konsisten memainkan aktingnya sebagai penderita amnesia.​Tiara tersenyum maklum. "Kamu pasti tidak mengingat siapa Bibi, kan?"​Freya hanya mengangguk tipis, pandangannya tetap tertuju pada hamparan luas pemandangan Kota yang indah pada malam hari.​"Bibi ini kakak ipar Diego. Diego hanya memiliki satu saudara laki-laki, dan Bibi menikah dengan kakak laki-lakinya itu."​Freya bergeming. Bagin

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   133. Harga Diri Dipertaruhkan

    ​"Freya sudah tidur." Setelah sekian detik membisu, Diego menjawab singkat dengan nada dingin.​Mendengar jawaban datar itu, Dani menyunggingkan senyum miring. "Sudah tidur di jam makan malam begini?" sindirnya sambil melirik jam dinding berukuran besar di depan.​"Freya sedang mengandung. Wajar kalau dia banyak istirahat, apalagi dia baru saja mengalami kram perut," balas Diego santai.​Dani mendengus kasar. Sama sekali tidak percaya jawaban itu. "Kalau memang begitu, tolong beri kesempatan untuk Mami melihat keadaannya di dalam kamar. Mami sangat merindukan Freya karena selama ini Mami sudah menganggapnya seperti anak kandung sendiri. Bukan begitu, Mi?" Dani mengalihkan pandangan pada Tiara.​Wanita paruh baya itu langsung mengangguk cepat. Apa yang diucapkan Dani memang benar, ia merindukan Freya yang sudah lama tidak bisa ditemui.​"Boleh, kan, Diego?" tanya Tiara menatap adi

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   132. Ingin Sekali Bertemu

    ​Di depan pintu gerbang utama, Santoso, Tiara, dan Dani tampak sedang menunggu gerbang dibuka.Wajah ​Dani terlihat cemas, pucat pasi, padahal ia sendiri yang tadi ngotot memaksa kedua orang tuanya datang ke sini untuk melihat keadaan Freya.​"Kamu yakin Pamanmu yang mengundang kita ke sini, Dani? Jangan membohongi kami!" tanya Tiara dengan nada curiga sekaligus tidak percaya mendengar ucapan anaknya.​Dani hanya diam sambil menghela panjang. Ia memang berbohong dengan mengatakan kalau Diego mengundang keluarga mereka ke mansion untuk melihat keadaan Freya dan menikmati makan malam bersama.Padahal, jangankan mengundang, tulang-tulang Dani saja ingin dipatahkan oleh Diego malam ini.​"Tidak mungkin Dani berbohong, Mi. Dia dan Diego 'kan tadi sempat berbicara panjang lebar di ruang kerja. Mungkin saja Diego membahas soal undangan makan malam itu di sana. Lebih baik kita datang saja, daripada Diego mengira kita tidak menghargai undangannya," bela Santoso meyakinkan istrinya.​Tiara meli

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   131. Dani Datang

    ​"Kopi itu mengandung obat penenang dosis tinggi, Tuan. Dan mengenai kedatangan Dani ke rumah kedua orang tuanya, itu karena dia memang berniat membalas dendam pada Anda. Sepertinya saat ini Dani benar-benar dikendalikan oleh Nadia."​Diego menyimak penjelasan dari orang suruhannya dengan tatapan dingin. Bukan hanya Yoss yang sengaja ia tugaskan di lapangan untuk memata-matai gerak-gerik Dani, tapi seluruh tim terbaik dari agensi Detektif profesional miliknya ikut diturunkan langsung.​Mungkin Dani lupa siapa yang sedang ia hadapi. Diego bukan pria idiot yang mudah dijatuhkan, apalagi hanya dengan rencana murahan seperti itu.​"Bagaimana, Tuan? Apa Anda akan membalas perbuatan Dani pada Anda?" tanya anak buahnya di ujung sambungan.​"Aku pasti akan memberinya pelajaran," jawab Diego datar tanpa emosi.​"Lalu, bagaimana dengan Nadia? Apa Anda juga berniat memberinya pelajaran? Wanita itu sangat berbahaya, dia ular berbisa yang bisa kapan saja menggigit Tuan, bahkan Dani sendiri. Saya y

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   130. Detektif Sewaan

    ​"Sudah dapat informasi lengkap tentang Freya?" Dani berbicara setengah berbisik dengan seseorang di seberang telepon sambil mengawasi area sekitar.​"Sudah, Pak. Kami berhasil mendapatkan rekam medis dan informasi terkait kecelakaan yang menimpanya satu bulan lalu. Wanita bernama Freya itu sempat mengalami koma akibat benturan keras di kepala. Setelah menjalani operasi besar, dia berhasil selamat, tapi dia mengalami amnesia berat. Semua memorinya terhapus total, bahkan dia tidak mengenali identitasnya sendiri. Dan saat ini, dia tinggal bersama seorang pria yang mengaku sebagai suaminya."​Dani terdiam sejenak mencerna penjelasan dari Detektif swasta sewaan, sebuah agensi penyelidikan independen yang cukup ternama.​Meski kapasitas agensi ini bukan level Detektif profesional papan atas seperti lembaga milik Diego Foster, informasi yang mereka berikan tergolong sangat cepat dan mendalam.​"Amnesia?" Dani membeo, memastikan tak salah dengar.​"Benar, Pak. Selain amnesia, kondisi fisik w

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   129. Buah Cinta

    ​"Bagaimana? Sudah merasa agak enakan?" Diego menatap Freya lekat-lekat, meski wanita di hadapannya itu terus saja mengalihkan pandangan dan menghindari tatapannya.​Freya mengangguk pelan, lalu menjawab ketus, "Bukan berarti kamu boleh pergi dari kamar ini! Aku tidak mau merasakan sakit perut lagi."​Diego tersenyum tipis, menyadari wanitanya mulai menunjukkan sisi manja yang ia rindukan."Artinya anakku tahu kalau Daddy-nya sedang dibenci oleh Mommy-nya. Dia sengaja membuat perutmu sakit agar kita selalu dekat, dan dia ingin kamu bisa secepatnya mengingat siapa aku."​Freya berdecak kasar. "Entahlah, mungkin ini cuma bawaan bayi." Ia memberanikan diri membalas tatapan Diego, lalu beralih pada bekas kemerahan di pipi pria itu yang masih terlihat jelas. "Kamu ... tidak marah?"​Diego menaikkan sebelah alisnya. "Marah? Kenapa aku harus marah?"​"Itu ... pipimu merah. Tadi aku menamparmu cukup keras. Kenapa kamu tidak marah? Bukannya kamu tidak pernah diperlakukan serendah itu oleh wani

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   6. Paman yang Mengerikan

    "Tuan Diego sudah menunggu Anda, Nona." Kalimat itu bagai sambaran petir yang mengejutkan Freya. Entah sudah berapa lama ia berdiri mematung, menatap sosok pria yang berdiri di dekat kolam renang.Freya menelan ludah, mengangguk pelan lalu mengangkat kaki yang terasa seberat besi baja menuju tempat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   5. Haruskah?

    Freya terhenyak kaget, langkahnya tertahan di depan pintu klinik saat melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir manis di tengah parkiran.Dua orang pria bertubuh tegap dengan setelan formal tampak berdiri tegak, lalu dengan gerakan serempak melangkah menghampiri Dokter Cantik itu.​"Nona, kami dat

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   4. Awal Dari Kehancuran

    Dengan langkah gontai yang tak lagi mampu menahan bobot tubuh, Dani ke luar dari ruang kerja Diego.Saat ia mendongak menatap ke depan, sekilas ia menangkap bayangan seorang wanita yang sangat ia kenal sedang melangkah masuk ke dalam lift.​"Nadia?" gumamnya tak percaya.​Mencurigai ada sesuatu yan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status