Share

Bab 129

Author: Gilva Afnida
last update publish date: 2026-07-08 21:00:15

Sementara di tempat lain, di sebuah rumah yang suasananya sedang sepi, Erma melangkah gontai menyusuri koridor lantai dua. Tangannya membawa sebuah nampan berisi sepiring nasi dan lauk seadanya untuk diantarkan ke kamar Faris.

Begitu membuka pintu kamar putra semata wayangnya itu, Erma mendesah pelan. Ia menaruh nampan di atas meja belajar yang berantakan, lalu berjalan menuju jendela untuk menyibak gorden, membiarkan cahaya matahari menembus masuk dan menerangi kamar yang berantakan ters
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 318

    Debby dan Irfan seketika saling berpandangan, menyadari raut tegang di wajah Devan. Devan menarik napas panjang, mengelus pipi Zahwa, lalu menatap manik mata istrinya.​"Sayang... anak kita Alhamdulillah baik-baik aja. Dia sangat kuat, persis kayak Mamanya."​Zahwa menghela napas lega. "Tapi... kenapa dia nggak ada di sini, Mas?""Waktu proses operasi tadi, asma kamu kan sempat kambuh dan kadar oksigen kamu drop. Hal itu memengaruhi pernapasan si Kecil pas dia masih di dalam kandungan. Begitu lahir, napasnya belum stabil, Sayang."​Mata Zahwa seketika membelalak, bulir air mata langsung menetes membasahi pipinya. "Mas... maksudmu..."​"Sekarang si Kecil lagi dirawat di ruang NICU. Dokter spesialis anak langsung pasang bantuan alat pernapasan khusus buat bantu paru-parunya berkembang dengan sempurna. Dokter bilang ini tindakan terbaik supaya kondisinya cepat stabil."​Isakan kecil seketika lolos dari bibir Zahwa. Rasa bersalah mendadak menghimpit dadanya. "Ini... ini gara-gara asmaku y

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 317

    Panik seketika menguasai Devan. Tanpa membuang waktu, ia langsung memapah Zahwa keluar kamar.Bik Kokom yang melihat hal itu segera menghampiri Devan."Ada apa, Pak Devan? Bu Zahwa kenapa?""Tolong bantu saya, Bik. Kayaknya Zahwa mau lahiran ini."Bik Kokom ikut panik mendengarnya. "Terus saya bantuin apa, Pak?""Tolong bantu bawakan tas persalinan yang ada di atas meja ke dalam mobil, Bik. Nanti tolong kasih tahu Mbok Minah kalau udah pulang dari rumah Ares buat nyusul kami ke rumah sakit."Bik Kokom mengangguk dan bergegas masuk ke kamar, mengambil tas persalinan yang sudah disiapkan oleh Zahwa jauh-jauh hari. Kemudian ia membawanya ke dalam mobil, dimana Devan sudah membawa Zahwa masuk."Bik, jaga rumah, ya. Doakan semoga persalinan Zahwa nanti lancar," kata Devan."Aamiin. Bibik doakan semoga ibu dan adek bayinya sehat dan lengkap." Bik Kokom sambil mengelus perut Zahwa sebentar sebelum menutup pintu mobil.Zahwa yang sudah merasa sangat kesakitan tidak bisa merespons apa-apa.Dev

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 316

    ​Setelah berpamitan dengan Mbak Yuni, Zahwa dan Devan melanjutkan langkah mereka menuju panggung untuk berpamitan kepada Alex dan Kinara.​"Alex, Kinara, kita pamit duluan ya," ujar Devan seraya berjabatan tangan dengan Alex. "Zahwa udah harus istirahat, nggak boleh terlalu kecapekan."​"Siap, Dev! Makasih banyak ya udah datang dari awal sampai akhir," balas Alex sumringah. "Hati-hati di jalan!"​"Zahwa, makasih ya! Hati-hati ya Bumil cantik," seru Kinara memeluk erat sahabatnya sekali lagi."Sekali lagi selamat, ya, Ra. Aku pulang dulu..."​Selama perjalanan, Devan terus memperhatikan Zahwa. Ia memastikan sang istri tetap nyaman dan tidak merasa kelelahan.​"Hari ini kamu senang kan, Sayang?" goda Devan seraya melirik sebentar ke arah istrinya.​"Iya, Mas." Zahwa memutar tubuhnya sedikit, menatap profil samping suaminya yang tetap tampan meski raut lelah mulai terlihat. "Gimana gak senang? Sahabatku yang udah lama menanggung kesedihan itu akhirnya kini bisa menikah dan bahagia dengan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 315

    Alex seketika tertawa sumbang seraya menepuk jidatnya sendiri. "Wah, jangan ditanya, Dev! Tanganku sampek rasanya dingin banget, berasa mau copot jantung pas natap penghulu."​Kinara yang berdiri di samping Alex langsung mencubit pelan lengan suaminya. "Tapi tadi Mas Alex lancar kok, Dev! Cuma latihannya aja yang semalaman sampai gak bisa tidur."​"Hah, semalaman gak tidur?" Devan menaikkan sebelah alisnya, mengulas senyum miring. "Iya sih. Mukamu kelihatan kurang tidur. Tapi tahan-tahan ya... malam ini kan masih malam pertama. Jangan sampai ketiduran duluan."​"Mas Devan!" tegur Zahwa pelan seraya menepuk lengan suaminya.​Suasana seketika pecah oleh tawa.​"Parah kamu, Dev! Belajar dari mana gaya bercanda begini?"​"Pengalaman, Lex. Pengalaman," sahut Devan seraya merangkul bahu Zahwa, membuat riuh tawa kembali membahana.Saat pembawa acara mengumumkan dimulainya inti acara berupa wedding toast dan pemotongan kue pengantin, perhatian seluruh tamu terpusat ke panggung utama. Tepuk ta

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 314

    ​Zahwa dan Devan saling berpandangan sejenak. Devan mengulas senyum manis, lalu menatap istrinya dengan sorot mata penuh tanya. "Gimana, Sayang? Kamu mau tahu sekarang?" ​Zahwa menggeleng pelan. "Nggak usah dulu deh, Mas. Aku pengin jadi kejutan aja pas lahir nanti. Yang penting si Kecil sehat dan lengkap."​Devan tertawa kecil dan mengangguk setuju. "Sama, Dok. Kita sepakat simpan aja dulu rahasianya. Biar jadi kejutan waktu persalinan nanti."​"Siap! Berarti kita keep sebagai rahasia ya. Yang penting dari hasil evaluasi keseluruhan, kondisi Bu Zahwa dan janin sangat sehat. Tinggal dijaga pola istirahatnya."Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruangan untuk menebus obat-obatan.​Begitu selesai dan keluar dari area rumah sakit, Devan membukakan pintu mobil untuk Zahwa dengan hati-hati.​Di dalam mobil, Devan tidak langsung menancap gas. Ia memutar tubuhnya menghadap Zahwa dan menatapnya lekat.​"Senang banget aku bisa dengar detak jantung si Kecil lagi tadi. Suaranya kencang dan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 313

    ​"Mas beneran udah lapang dada melepas Om Adi sama Sherly?" tanya Zahwa, mendongak untuk menatap manik mata suaminya. "Aku tahu, kamu pasti harus menahan rasa kecewa karena ingin menghormati Papa sama Mama."​Devan terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. Mengingat kembali bagaimana Paman dan sepupunya menyalahgunakan kepercayaan keluarga, tentu ada rasa perih yang tak mudah hilang. Namun, mengingat kondisi Tantenya yang juga sedang sakit dan keputusan sang ayah untuk mengasingkan mereka ke desa, Devan tahu itu adalah jalan terbaik.​"Awalnya berat, Zahwa. Aku marah sekali pas tahu mereka sampai berani mencuri berkas penting dan hampir mencelakai banyak orang karenanya." Devan menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Tapi pas aku lihat Tante Lina tadi... aku sadar, Allah sudah memberi hukuman lewat sakit yang menimpa Tante Lina. Mereka juga udah diasingkan ke desa dan harus merawat Tante Lina di tempat yang jauh dari kata mewah dan serba mudah. Bagiku, itu lebih baik dibanding h

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 1

    [Aku minta maaf kalau harus kirim ini, tapi foto ini mulai ramai di media sosial. Bukannya ini suamimu, si Devan?]Zahwa menatap nanar isi pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Kinara. Ia menggeser layar ke bawah dan membaca judul dari tautan berita yang terlampir: "Arsitek Muda, Devan Buana Sakti,

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 7

    "Apa? Devan memintamu mencarikan kado untuk Valerie? Apa dia masih waras?" Zahwa sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar lengkingan suara Kinara."Dan kamu menerima permintaan itu begitu saja?" Suara Kinara terdengar tak terima."Mau bagaimana lagi?" Zahwa menghela napasnya

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 6

    Zahwa menoleh. Jantungnya mencelos. Itu adalah Alex.Alex berjalan mendekat dengan raut wajah terkejut sekaligus bingung. "Kenapa kamu ada di sini? Jangan bilang kamu menguntit Devan lagi? Kamu kira Devan ada di sini? Astaga, Devan masih di luar kota sama Valerie."Resepsionis tadi langsung menund

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 5

    Setelah pertemuannya dengan Kinara, Zahwa pulang dan kembali masuk kamar. Ucapan Kinara di kafe tadi terus terngiang-ngiang dalam benaknya sepanjang perjalanan pulang."...Apa kamu mau menghabiskan sisa umurmu hanya untuk menjadi bayangan pria yang mencintai wanita lain?"Zahwa tak tahu akan keman

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status