Share

Bab 79

Author: Gilva Afnida
last update publish date: 2026-06-18 21:00:17

Belum sempat Zahwa membuka suara untuk menjawab, Devan sudah masuk dengan raut wajah penuh khawatir.

Zahwa refleks menarik kedua lututnya mendekati dada, mencoba menutupi tubuhnya yang terendam di bawah air.

"M-Mas... kok malah masuk?" cicitnya merasa gugup, matanya bergerak gelisah menghindari tatapan langsung Devan.

Devan mendekati tepian bathtub, lalu berlutut di lantai, menyejajarkan posisinya dengan Zahwa.

Ia menempelkan kembali punggung tangan ke kening Zahwa, lalu meng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
mamadavi
bagus ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 314

    ​Zahwa dan Devan saling berpandangan sejenak. Devan mengulas senyum manis, lalu menatap istrinya dengan sorot mata penuh tanya. "Gimana, Sayang? Kamu mau tahu sekarang?" ​Zahwa menggeleng pelan. "Nggak usah dulu deh, Mas. Aku pengin jadi kejutan aja pas lahir nanti. Yang penting si Kecil sehat dan lengkap."​Devan tertawa kecil dan mengangguk setuju. "Sama, Dok. Kita sepakat simpan aja dulu rahasianya. Biar jadi kejutan waktu persalinan nanti."​"Siap! Berarti kita keep sebagai rahasia ya. Yang penting dari hasil evaluasi keseluruhan, kondisi Bu Zahwa dan janin sangat sehat. Tinggal dijaga pola istirahatnya."Setelah selesai, mereka pun keluar dari ruangan untuk menebus obat-obatan.​Begitu selesai dan keluar dari area rumah sakit, Devan membukakan pintu mobil untuk Zahwa dengan hati-hati.​Di dalam mobil, Devan tidak langsung menancap gas. Ia memutar tubuhnya menghadap Zahwa dan menatapnya lekat.​"Senang banget aku bisa dengar detak jantung si Kecil lagi tadi. Suaranya kencang dan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 313

    ​"Mas beneran udah lapang dada melepas Om Adi sama Sherly?" tanya Zahwa, mendongak untuk menatap manik mata suaminya. "Aku tahu, kamu pasti harus menahan rasa kecewa karena ingin menghormati Papa sama Mama."​Devan terdiam sejenak, menatap lurus ke depan. Mengingat kembali bagaimana Paman dan sepupunya menyalahgunakan kepercayaan keluarga, tentu ada rasa perih yang tak mudah hilang. Namun, mengingat kondisi Tantenya yang juga sedang sakit dan keputusan sang ayah untuk mengasingkan mereka ke desa, Devan tahu itu adalah jalan terbaik.​"Awalnya berat, Zahwa. Aku marah sekali pas tahu mereka sampai berani mencuri berkas penting dan hampir mencelakai banyak orang karenanya." Devan menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis. "Tapi pas aku lihat Tante Lina tadi... aku sadar, Allah sudah memberi hukuman lewat sakit yang menimpa Tante Lina. Mereka juga udah diasingkan ke desa dan harus merawat Tante Lina di tempat yang jauh dari kata mewah dan serba mudah. Bagiku, itu lebih baik dibanding h

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 312

    Keesokan harinya, Devan yang sedang menikmati sarapan bersama Zahwa terkejut saat Mbok Minah berkata kedua orang tua Devan datang untuk berkunjung.Devan dan Zahwa pun segera menyambut mereka di depan pintu.Namun begitu membuka pintu, Zahwa bukan hanya mendapati kedua mertuanya yang datang, melainkan ada juga Tante Lia yang sedang mendorong sebuah kursi roda dengan perlahan.​Zahwa tercekat. Di atas kursi roda itu, duduk Tante Lina. Kondisinya semakin memprihatinkan, tubuhnya tampak lebih kurus dari terakhir kali yang ia lihat. Wajahnya pucat, dan sudut mulutnya semakin tertarik miring ke kiri.​Di belakang Tante Lia, ada Adi dan Sherly berjalan dengan kepala tertunduk. Tidak ada lagi keangkuhan atau sorot mata licik dari yang biasa mereka lakukan.​"Devan, Zahwa... Papa sama Mama sengaja bawa mereka ke sini hari ini. Sesuai keputusan keluarga besar semalam, Adi dan Sherly harus minta maaf secara langsung di hadapan kalian berdua."​Lia menghentikan dorongan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 311

    "Saudara Martin, Saudara Adi, dan Saudari Sherly... harap ikut kami ke kantor kepolisian sekarang juga untuk menjalani pemeriksaan resmi."​"Tunggu sebentar, Pak Polisi!"​Seruan berat itu memecah keheningan, menghentikan langkah kaki polisi dan membuat semua orang menoleh ke arah sumber suara. Irfan melangkah masuk. Pandangannya sempat menyapu seluruh ruangan sebelum tertuju pada Adi dan Sherly, lalu beralih pada Devan.​"Papa?" Devan mengernyit heran, agak terkejut melihat kehadiran ayahnya yang mendadak.​Irfan meminta waktu pada petugas polisi sejenak, lalu berjalan mendekati Devan dan mengajaknya bergeser sedikit ke sudut ruangan.​"Devan. Papa mengerti amarah kamu. Apa yang dilakukan Adi dan Sherly memang sudah melampaui batas, apalagi sampai hampir merugikan seluruh bawahanmu."​"Terus kenapa Papa malah menghentikan polisi. Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatannya secara hukum, Pa."​"Untuk Martin, silakan lanjutkan proses hukumnya. Di

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 310

    Begitu keluar dari aula, Kevin langsung berjalan mendekat. ​"Pak Devan, tadi saya sudah mengamati Martin. Dan benar saja, sesuai dugaan Bapak, Martin baru saja meninggalkan aula dan langsung menuju mobilnya. Dia seperti sedang menelepon seseorang."​"Dia pasti sedang mencoba menghubungi Om Adi atau Sherly," gumam Devan dingin. "Tapi nomor mereka berdua udah kamu matikan, kan?"​"Sudah, Pak. Semua alat komunikasi milik Pak Adi dan Sherly sudah disita dan diamankan oleh tim di kantor. Martin gak akan bisa menghubungi mereka sama sekali."​"Bagus. Kita kembali ke kantor sekarang. Jangan biarkan Om Adi sama Sherly dilepaskan."​Sementara itu, di area parkir, Martin menghempaskan tubuhnya ke kursi belakang mobil. Ia membanting pintu mobil dengan keras.​"Sialan! Brengsek!"Martin meremas ponselnya yang terus-terusan mengeluarkan nada sambung tak terbalas.​"Angkat teleponnya! Kenapa hp mereka mati semua?!" teriak Martin frustrasi.​Ucapan Devan beberapa me

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 309

    ​"Jangan, Mas Devan! Tolong jangan lapor polisi!" tangis Sherly seketika pecah. "Ini semua gara-gara Papa punya utang banyak setelah kasus skandalku kemarin! Martin janji bakal lunasin semua utang Papa dan kasih bonus besar kalau kami berhasil ambil berkas itu sebelum besok!"​Om Adi menunduk, tak sanggup lagi mengelak. "Devan... Om mohon... Om melakukannya karena terdesak. Martin mengancam akan mencelakakan keluarga Om kalau Om gak mau bantu dia..."​Devan menatap sepupu dan pamannya dengan tatapan dingin. Rasa kasihan di hatinya pada keluarga pamannya sudah padam sejak ia dimaki-maki di WA grup beberapa waktu lalu.​"Urusan utang kalian bukan tanggung jawabku," ujar Devan, lalu menoleh ke arah Kevin. "Kevin, bawa mereka berdua. Kunci di ruangan kantor sampai besok pagi setelah proses penyerahan tender selesai. Jangan biarin mereka berhubungan dengan siapa pun, terutama Martin."​"Baik, Pak Devan," sahut Kevin sigap.​Devan membalikkan badan dan segera menuju mo

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 7

    "Apa? Devan memintamu mencarikan kado untuk Valerie? Apa dia masih waras?" Zahwa sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar lengkingan suara Kinara."Dan kamu menerima permintaan itu begitu saja?" Suara Kinara terdengar tak terima."Mau bagaimana lagi?" Zahwa menghela napasnya

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 3

    Zahwa merasakan dadanya sesak. Ia meremas flashdisk di tangannya hingga pinggirannya yang tajam melukai telapak tangannya.Valerie yang sejak tadi diam, menyesap minumannya lalu menyandarkan kepala di sandaran sofa dengan anggun. "Sudahlah, jangan bahas itu. Aku nggak keberatan, kok. Bagiku, berad

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 2

    Zahwa tersentak. Ia segera menyembunyikan ponselnya di balik punggung. "E... Enggak kok, enggak ada apa-apa."Devan melangkahkan kakinya mendekati Zahwa. Ia menarik paksa tangan Zahwa, merebut ponsel dari genggamannya sebelum Zahwa sempat mengunci layar.Mata kehitaman Devan menyapu layar ponsel Z

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 1

    [Aku minta maaf kalau harus kirim ini, tapi foto ini mulai ramai di media sosial. Bukannya ini suamimu, si Devan?]Zahwa menatap nanar isi pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Kinara. Ia menggeser layar ke bawah dan membaca judul dari tautan berita yang terlampir: "Arsitek Muda, Devan Buana Sakti,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status