Masuk“Jatuh cinta dengan cowok tukang modus atau cowok PHP (Pemberi Harapan Palsu)? Itu tak boleh terjadi.” Sayangnya prinsip tersebut tak mampu dipertahankan Masayu dalam kisah percintaannya. Cewek dingin yang dikenal ahli membuat batasan dengan lawan jenis itu tak bisa mencegah perasaannya untuk tak tertarik dengan cowok bernama Bayu. "Sadar! Gunakan akal sehatmu! ... Kepastian? Kamu ngarepin kepastian sama cowok seperti itu? Bener-bener salah sasaran.” *** Tahun demi tahun berlalu, Masayu masih menunggu Bayu. Disisi lain Aji, ketua angkatan dan mahasiswa paling aktif di kampus tiba-tiba bersikap super perhatian dan super manis pada cewek dingin itu. Masayu mendadak populer dan jadi bahan perbincangan karenanya. Tapi ucapan dan sikap Aji yang mengambang, selalu membuat Masayu bimbang. Dua cowok itu pun membuatnya pusing dalam menentukan pilihan. *** Pada akhirnya, siapakah yang akan dipilih Masayu? Bayu, cowok terkeren di sekolah kakaknya yang telah menjadi cinta pertamanya? Atau Aji, cowok populer di kampus yang selalu berusaha mencari perhatiannya? *** Sebuah kisah yang membuat hati berdebar-debar, berbunga-bunga, terbawa perasaan, geregetan, kesal, benci, hingga rindu, yang disuguhkan dalam komedi seru.
Lihat lebih banyakHari berganti. Perkuliahan berlangsung seperti biasa. Aku masih setia duduk di barisan terdepan, fokus menyimak materi dengan khidmat. “Kelompok berapa?” “Udah dapat belum bukunya?” “Gimana dong?” “Kamu?” “Gimana ini? Deadline-nya udah dekat!” Di tengah jam perkuliahan, desas-desus terdengar di telinga. Dialog lirih bernada kepanikan itu berasal dari para mahasiswa yang duduk di belakangku. Meskipun tahu apa yang sedang dibicarakan, tak kuhiraukan suara itu dengan tetap menghadap depan. Di akhir materi, Aji menghampiriku lalu duduk di kursi terdekat. “Habis ini mau ke mana?” tanyanya basa-basi dengan suara dipelankan. Masih sibuk merapikan buku dan alat tulis, tak kuberi ia jawaban atas pertanyaannya barusan. Kemudian Aji berdehem agar keberadaannya di-notice olehku. “Yu!” panggilnya dengan suara yang masih dipelankan. “Aku? Kamu ngomong sama aku?” tanyaku balik sambil memasang wajah tanpa dosa. “So
Hari H telah tiba. Hari pertemuanku dengan kak Bayu, sesuai janji yang telah dibuat sebelumnya. Pertemuan di kafe dekat kampus, demi mengambil sebuah buku. Buku? Hanya demi sebuah buku? Yakin? Iyalah! Demi apa lagi? Yakin, nggak ada niat tersembunyi? ... Kafe?! Mau ambil buku aja, pake ketemuan di kafe segala. Aneh! Jangan-jangan! ... Hmm .... Udah! Jangan mikir macem-macem, Yu! Ini hanya pertemuan biasa. Nggak ada yang istimewa! batinku, berdebat dengan diri sendiri di depan cermin. “Pakai baju apa ya? Coba kulihat.” Kuperiksa koleksi pakaian dalam lemari, mencari padu padan yang serasi. Sesampainya di kafe.... Setelah celingukan beberapa kali, akhirnya aku memilih meja di dekat pintu agar kak Bayu mudah menemukan keberadaanku. Aku terlalu cepat ya datangnya? Hmm, jam berapa ini? batinku, memeriksa waktu saat ini dalam ponsel. “Maaf ya, aku telat. Udah nunggu lama?” “Ngg-nggak. Aku baru banget datengnya,” sahutku gelagapan, saat tahu kak Bayu tiba-tiba sudah duduk di hadapa
Ponsel berdering di malam hari. Aku pun sudah berada di alam mimpi. Sempat mengganti posisi tidur beberapa kali, akhirnya aku tak tahan lagi. Mataku melek. Kesadaranku pulih seutuhnya. Siapa sih, telepon malem-malem, gerutuku dalam hati, mengambil ponsel di atas meja dekat ranjang. “Halo?” sapa si penelepon, cerah ceria tanpa rasa bersalah. “Hmmm,” sahutku dengan suara serak khas bangun tidur. “Belum tidur? Kebetulan banget! Aku mau tanya sesuatu nih,” sahutnya kegirangan, tak mengerti situasi saat ini. Udah tidur dari tadi tau! Jadi kebangun kan, batinku memendam kekesalan. “Yu? Halo? Aku mau nanya. Penting!” desaknya. Walaupun geram, masih kusempatkan diri untuk meladeni percakapannya. “Nanya apa?” kataku. “Itu! Soal tugas kelompok! Tugasnya dikumpulin minggu depan, ya?” “Iya. Kenapa?” “Nggak apa-apa, cuma mau mastiin aja. Kebetulan tadi aku baru lihat sekilas bab kelompok kita. Aku juga udah baca-baca dikit di buku yang dikasih Dimas. Palingan ... besok atau lusa, bagiank
Dengan penampilan yang tak karuan akibat berkeliaran sepanjang hari, aku berniat langsung mandi saat sampai rumah nanti. Tak betah dengan gerah akibat teriknya sinar matahari, kupercepat laju kendaraan agar segera sampai tujuan. Dah sampai! Kuparkir motor di depan rumah dengan terburu-buru. Tas dan helm yang kubawa pun kutenteng kuat-kuat, meletakkan keduanya di atas meja ruang tamu. “Mandi, mandi, mandi,” gumamku, berjalan cepat menuju kamar mandi. Di tengah perjalanan, aroma kunyit dan rempah kuat lain semerbak harum menusuk hidung. Semakin dekat, aromanya makin kuat, membuat niat awalku melenceng untuk sesaat. Cepat-cepat kuhampiri sumber aroma itu berasal, penasaran akan rupa masakan yang sudah terbayang dalam angan. “Udah mateng, Bu? Aku kemas ya?” kataku pada ibu yang sedang membuka tutup dandang berisi nasi kuning yang mengepul. “Tunggu agak dingin dulu. Biar ibu aja, kamu mandi sana,” ujarnya. “Oke! Kalau selesai, aku
Matahari mulai menampakkan diri. Di dalam taman yang masih sepi, kunikmati pemandangan berharga sambil berdiri. Perlahan tapi pasti, benda bulat kuning itu bergerak ke atas, menyebarkan sinarnya ke seluruh arah. Warna-warni kembali terlihat, kegelapan di sekeliling pun hilang. "Indah." Satu kata itu
“Haah, hah. Cepet banget jalannya! Tumben!” keluhku akibat kewalahan mengejar orang yang ingin melabrak Aji dan Nana di dalam pusat perbelanjaan.Kuatur napas sejenak, kemudian kupercepat langkah kaki agar bisa segera menyusul. Langkah kaki Dini berangsur lambat. Jarak di antara kami makin dekat. Mis
Beginilah akhirnya, sepi lagi, sendiri lagi. Memang selalu seperti itu, hingga terbiasa dengan hal itu. “Haaah ....” Langit biru cerah disinari matahari, burung-burung pun terbang riang ke sana kemari. Saling berkejaran, juga saling bersahut kicauan. Bertengger di atas dahan, lalu berpindah dari da
"Yu! Kirimin jadwalmu dong,” pinta Dini dengan emotikon tangan mengatup sebanyak tiga buah. Tak terasa masa liburan akan berakhir beberapa hari lagi. Para mahasiswa dari berbagai jurusan pun mulai menilik jadwal yang tersedia dalam website untuk menyusun rencana studi mereka masin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan