공유

Bab 74

작가: Risya Petrova
last update 게시일: 2026-08-06 22:29:34

Langkah Wildan yang baru saja hendak membawa Maya pergi mendadak terhenti. Dari arah kerumunan tamu VVIP, sesosok pria tua berseragam militer lengkap dengan lencana penghargaan melangkah maju membelah jalan. Itu adalah Jenderal Soebroto.

Melihat ayahnya mendekat, kepanikan Indra yang sejak tadi ia tahan kini meledak tak terkendali. Otaknya berasumsi bahwa ayahnya pasti melihat keributan kecil tadi dan akan mempertanyakan siapa pria yang berani menyentuh menantunya. Terdorong oleh rasa takut yan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kuli Gagah Spesialis   Bab 84

    Di dalam kediaman mewah yang dijaga ketat oleh puluhan pasukan Black Wolf, realitas perang seakan tertahan di luar gerbang tinggi bangunan tersebut. Kontras dengan Indra yang sedang sibuk merancang pembantaian berdarah bersama aliansi mafianya, suasana di kediaman Wildan justru terasa luar biasa hangat dan damai.Aroma masakan rumahan yang lezat menguar dari arah dapur, menyapu bersih sisa-sisa trauma psikologis yang selama ini bersarang di dada Maya. Wulan, dengan celemek melingkar di pinggangnya, berjalan ke ruang tengah dan meletakkan semangkuk sup kaldu ayam kampung yang masih mengepulkan asap ke atas meja. Sedangkan satu orang asisten rumah tangga lainnya membersihkan perlengkapan masak yang habis digunakan oleh Wulan."Ayo dimakan mumpung masih hangat, May," ucap Wulan lembut, mengelus bahu Maya yang sedang duduk bersantai di sofa. "Mbak sengaja masak sup kaldu ini pakai rempah-rempah pilihan biar fisikmu cepat pulih. Kamu lagi hamil muda, nutrisinya harus dijaga ekstra ketat.

  • Kuli Gagah Spesialis   83. Dendam Indra

    Kembali ke ruang kerjanya yang tertutup rapat, napas Indra memburu liar bagaikan seekor binatang buas yang terperangkap. Di tangannya, lembaran salinan rekam medis yang baru saja ia tebus seharga tiga miliar rupiah dari Bisma itu bergetar hebat. Wajah sang jaksa korup memerah padam, sementara urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol keras akibat menahan emosi yang siap meledak.Dengan rahang yang mengeras tajam, Indra merobek-robek dokumen rekam medis yang menunjukkan kemandulan permanennya itu dengan sangat brutal. Ia mengoyak kertas-kertas sialan tersebut menjadi serpihan kecil, lalu melemparnya ke udara. Potongan-potongan kertas itu berserakan jatuh mengotori karpet Persia mahalnya, seolah menjadi simbol dari harga dirinya yang telah hancur berkeping-keping."Sialan! Bangsat kau, Wildan!" raung Indra tertahan, mengacak-acak rambutnya sendiri dengan frustrasi.Kepanikan yang sempat mencekik lehernya kini melebur sempurna dengan egonya yang terluka, melahirkan sebuah dendam yang

  • Kuli Gagah Spesialis   Bab 82

    Bisma dengan santai menepis tangan Indra. "Tenanglah, kawan. Dokumen ini dikirimkan dalam paket anonim pagi ini. Tahu siapa tujuannya? Langsung ke meja Jaksa Surya."Indra menelan ludah dengan susah payah, matanya membelalak ngeri."Beruntung aku yang sedang bertugas menjaga meja sortir pagi ini," lanjut Bisma dengan senyum meremehkan. "Kau tahu apa yang akan dilakukan Surya jika dia memegang dokumen ini, kan? Kariermu akan hancur lebur, ayahmu sang Jenderal akan menanggung malu besar, dan kau akan berakhir membusuk di penjara karena bukti korupsimu juga terlampir sangat lengkap di dalam tas ini.""Siapa bajingan yang mengirimnya?!" geram Indra dengan suara bergetar menahan amarah yang siap meledak-ledak."Aku tidak peduli siapa yang mengirimnya," jawab Bisma santai, matanya memancarkan keserakahan. "Yang aku pedulikan sekarang adalah, berapa harga yang berani kau bayar agar aku menghancurkan seluruh dokumen ini detik ini juga?"Indra mengatupkan rahangnya. Harga diri maskulinnya sera

  • Kuli Gagah Spesialis   81. Membongkar aib Indra!

    Bab 81Pagi itu, awan kelabu menggantung rendah di atas gedung Kejaksaan Negeri Jakarta, seolah menjadi pertanda akan datangnya badai besar. Sesuai dengan instruksi mutlak Wildan semalam, Sonia telah mengeksekusi langkah hukum yang sangat mematikan.Pengacara berotak licin itu telah meretas beberapa sistem pendukung dan mengirimkan salinan rekam medis kemandulan permanen Indra, lengkap beserta bukti konkret aliran dana korupsi serta pencucian uang sang jaksa, dalam sebuah paket anonim.Targetnya sangat jelas: Jaksa Surya, rival terberat Indra di kejaksaan yang pastinya akan dengan senang hati menghancurkan karier pria arogan itu demi memperebutkan kursi Kepala Kejaksaan. Namun di dunia birokrasi hukum yang dipenuhi oleh intrik dan rayap berdasi, sebuah rencana sebaik apa pun bisa hancur berantakan hanya karena satu variabel kecil.Sonia melakukan satu kesalahan kecil namun fatal dalam perhitungannya. Alih-alih mengirimkan dokumen tersebut langsung ke tangan Jaksa Surya secara persona

  • Kuli Gagah Spesialis   Bab 80

    Bibir Maya menyambut tautan ciuman basah itu dengan kepasrahan total. Sapuan bibir Wildan dan sentuhan lidahnya yang mendominasi membuat jantung Maya berdegup sangat kencang. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu yang mencekik mereka.Wildan mengangkat tubuh Maya dengan mudah, lalu membaringkan wanitanya secara perlahan di atas sofa panjang berlapis kulit di sudut ruangan."Nggak ada lagi rahasia di antara kita, Maya. Malam ini, esok, dan seterusnya, kamu sepenuhnya milikku," bisik Wildan dengan napas memburu."Aku milikmu, Wil. Cuma milikmu," balas Maya. Suaranya bergetar menahan gairah yang mulai membakar sekujur tubuhnya.Tidak seperti penyatuan-penyatuan mereka sebelumnya di kamar kontrakan kumuh yang masih dibayangi oleh kabut rahasia dan kesepakatan transaksional, cumbuan mereka siang itu terasa jauh lebih memabukkan. Penyatuan ini murni dilandasi oleh rasa saling memiliki yang sepenuhnya transparan.Tangan besar Wildan bergerak cekatan, melucuti pakaia

  • Kuli Gagah Spesialis   79. Sapuan bibir

    Maya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tangisannya kini bukan lagi karena merasa dikhianati, melainkan karena penyesalan yang teramat dalam."Ya Tuhan, Mbak Wulan ... aku benar-benar nggak tahu," isak Maya dengan suara bergetar. "Aku malah menuduh Wildan memanfaatkanku. Aku membentaknya, menuduhnya sebagai bajingan manipulatif, padahal dia yang paling hancur akibat kekejaman pria yang masih berstatus suamiku."Wulan menggeser duduknya, lalu merangkul bahu Maya yang bergetar. "Wildan tidak pernah marah padamu, May. Dia hanya marah pada keadaan, dan marah pada ketidakmampuannya menyelamatkan ibu kami dari ketidakadilan itu di masa lalu. Kamu tidak tahu apa-apa, jadi jangan terlalu keras menyalahkan dirimu sendiri.""Tapi aku sudah menyakitinya, Mbak," balas Maya. Ia mengusap sisa air mata di pipinya dengan kasar menggunakan punggung tangan. "Semalam dia rela menukarkan nyawanya, menerobos penjagaan ketat aparat Mas Indra, dan mengeluarkan begitu banyak uang hanya untuk m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status