Compartilhar

BAB 94

Autor: Riichan
last update Data de publicação: 2026-06-03 17:16:40

Maris menatap Robert beberapa saat sebelum akhirnya menundukkan kepala pelan.

“Terima kasih.”

Ucapan itu sederhana. Namun cukup membuat Robert menghentikan langkahnya sejenak.

“Kau tidak perlu berterima kasih.”

“Jika kau tidak membawaku kembali ke laut...” Maris berhenti sesaat. “Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.”

Robert menatapnya sebentar.

“Berterima kasihlah pada lautmu. Bukan padaku.”

Jawaban itu terdengar datar seperti biasa. Namun cukup membuat Maris menahan napasnya karena ucapan Rob
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 100

    Beberapa minggu telah berlalu sejak malam gerhana itu. Laut kembali tenang, nyanyian laut kuno kembali terdengar seperti biasanya dan tidak ada bekas luka yang tersisa di tubuh Maris. Segalanya terlihat normal, setidaknya dari luar.Malam itu, Maris kembali muncul ke permukaan seperti biasa. Lycander sudah menunggunya di atas batu besar yang kini terasa terlalu familiar bagi keduanya.“Kau datang terlambat.”Maris langsung cemberut sambil menatap ke arah Lycander, namun tatapannya kini berpindah dan tertuju ke arah lehernya. Ia yang berniat menggerutu berubah jadi tersipu.“Se-sejak kapan kau memakai kalung?” tanya Maris akhirnya. Lycander sontak menunduk dan memegang kalung yang melingkari lehernya. Ia tersenyum sesaat tanpa sadar.“Ah… ini,” ucapnya sambil menunjukkan kalungnya.“Kau menyadarinya, ya. Ini mutiara hitam pemberianmu. Bagaimana menurutmu, apakah cocok dijadikan kalung?” lanjutnya. Maris mengamati mutiara hitam itu terbingkai sempurna, lalu dijadikan bandul dari ranta

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 99

    Malam sudah larut saat Lycander meninggalkan pesisir. Ia baru saja berpisah dengan Maris beberapa saat lalu, langkahnya santai menyusuri jalur hutan yang sudah sangat dikenalnya. Namun belum jauh berjalan, ia melihat sosok yang berdiri di bawah pohon besar di depan sanaㅡRobert.Pria itu bersandar pada batang pohon dengan kedua tangan terlipat di dada, seolah sudah menunggu cukup lama. Lycander bahkan tidak terlihat terkejut.“Jadi sekarang kau sudah tidak repot-repot bersembunyi lagi?” tanya Lycander. Robert mengangkat alis.“Aku tidak bersembunyi sebelumnya,” jawabnya. “Tapi kau mengawasiku,” sahut Lycander “Benar,” jawab Robert. Jawaban yang terlalu jujur dari Robert membuat Lycander mendengus.“Setidaknya kau tidak berusaha menyangkalnya,” ucap Lycander. Robert mendorong tubuhnya menjauh dari pohon.“Aku tidak melihat gunanya menyangkal sesuatu yang sudah kau ketahui.”Lycander berhenti beberapa langkah darinya.“Lalu?” tanyanya.Robert menatapnya beberapa saat sebelum akhirny

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 98

    Malam di pemukiman duyung berjalan tenang seperti biasanya. Maris baru saja kembali setelah menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah bersama Seraphine, ia bahkan tidak menyadari sudah berapa lama berada di luar. Begitu memasuki rumah, aroma makanan langsung menyambutnya.Maris sedikit terkejut."Ibu?" ucapnya. Ibunya yang sedang merapikan meja langsung menoleh."Kau sudah pulang."Maris mengangguk lalu matanya jatuh pada hidangan di meja. Ada makanan favoritnya yang dulu selalu membuatnya senang."Oh..." ucap ibunya saat menyadari tatapan Maris. Ibunya tersenyum kecil."Ibu kebetulan menemukannya tadi."Itu jelas bukanlah kebetulan. Karena Maris tahu makanan itu tidak mudah ditemukan. Namun ia tidak memikirkannya lebih jauh."Terima kasih, Ibu."Ibunya mengajaknya duduk dan mencicipi makanan itu sedikit. Rasanya masih sama, tetap enak dan hangat. Namun entah kenapa ia tidak terlalu lapar malam itu.Pikirannya masih tertinggal pada percakapannya dengan Lycander beberapa mal

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 97

    Beberapa hari setelah gerhana berlalu, kehidupan di daratan atau di dalam laut kembali berjalan seperti biasa, namun bagi Maris, ada sesuatu yang sedikit berubah. Ia tidak bisa menjelaskannya dengan tepat, bukan karena laut berbeda atau nyanyian laut kuno kembali terdengar seperti biasanya. Tapi karena… beberapa hal terasa terlalu teratur akhir-akhir ini.Maris berenang perlahan melewati jalur karang yang sama, ia tidak bertemu Seraphine sejak beberapa waktu terakhir. Bukan karena menghindar, hanya saja tidak ada kesempatan yang tepat. Dan anehnya, tidak ada yang benar-benar membicarakan Seraphine di sekitarnya.“Apa kabar Seraphine, ya? Sudah lama aku tak bertemu dengannya,” gumamnya dalam hati.Maris tak pernah lagi datang ke rumah Seraphine sejak terakhir kali ke sana dan bertemu ibunya Seraphine. Sekarang ia hanya berenang ke tempat-tempat yang biasanya didatangi Seraphine. Tetapi ia tak menemukan Seraphine sama sekali.Maris tak ingin bertanya ke duyung lain, sebab ia sudah tahu

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 96

    Beberapa hari terakhir terasa berbeda bagi Seraphine. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Nerion tinggal lebih lama di pemukiman jadi bisa ditemui kapan saja tanpa harus menunggu bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Dan itu sudah cukup membuat hatinya terasa lebih ringan.Malam itu, Seraphine duduk di dekat rumah Nerion. Cahaya tumbuhan laut menerangi sekeliling mereka dengan warna biru lembut, sementara arus bergerak perlahan, tenang, tanpa gangguan. Nerion sedang memperbaiki salah satu batu yang retak di dinding luar rumahnya dan Seraphine memperhatikannya sejak tadi tanpa berkedip."..."Nerion menghela napas pelan."Kau sudah menatapku cukup lama, bisa-bisa wajahku berlubang."Seraphine langsung tertawa ringan."Wajahmu sepertinya tak berlubang. Tapi aku memang sedang menatapmu. Meskipun Itu bukan sesuatu yang seharusnya kubanggakan."Nerion menoleh dan menemukan senyum puas di wajahnya. Ia hanya menggeleng kecil."Kau tidak berubah,” ucapnya akhirnya."Aku bisa mengatakan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 95

    Malam kembali terasa sunyi diantara Maris dan Lycander setelah Robert pergi. Hanya tersisa suara ombak dan angin laut yang bergerak perlahan di antara mereka. Maris masih berada di perairan dangkal, sementara Lycander duduk di batu di dekatnya, kakinya sesekali tersapu air laut. Tidak ada yang langsung berbicara diantara keduanya, seakan masih terhanyut dalam pikiran masing-masing tentang hal yang samaㅡgerhana. Malam yang hanya berlangsung beberapa jam, namun telah mengubah terlalu banyak hal. Maris menundukkan pandangannya ke permukaan air.“Aku masih tidak percaya itu benar-benar terjadi.”Lycander tersenyum tipis.“Bagian yang mana?” tanya Lycander. Maris menelan ludah pelan sebelum menjawabnya.“Semuanya,” jawab Maris. Jawaban itu membuat Lycander mengalihkan pandangannya ke laut. Ia kembali teringat banyak kejadian dalam waktu singkat. Tentang gerhana, sentuhan dan pelukan serta mutiara hitam yang kini digenggamnya dengan erat itu. Beberapa jam yang terasa seperti mimpi.“Aku

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status