Home / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 163 Elaria dan Hugh

Share

163 Elaria dan Hugh

Author: Wolfy
last update publish date: 2026-06-09 11:39:04

**Bab 163: Elaria dan Hugh**

Beberapa hari telah berlalu sejak Atthy dan anak-anak kembali ke sisi Hugh.

Tidak ada perayaan besar.

Tidak ada pengumuman.

Tidak ada perubahan mencolok yang langsung terlihat dari luar.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJEMPUT ISTRIKU   170 Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali

    **Bab 170: Duke dan Duchess Skythia Telah Kembali**Perjalanan dari Megrav ke Eldoria memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan awal.Badai salju beberapa kali memaksa rombongan berhenti di pos peristirahatan tambang tua, benteng perbatasan, bahkan desa-desa kecil yang nyaris tidak tercatat di peta Skythia.Kereta Elaria tidak pernah dibiarkan tanpa pengawasan.Api modul panas dijaga bergantian sepanjang malam.Sarah memeriksa suhu tubuh Elaria berkali-kali dalam sehari.Dan setiap kali suara batuk kecil terdengar dari dalam kereta, seluruh rombongan ikut menahan napas.Dua kali sistem

  • MENJEMPUT ISTRIKU   169 Perpisahan

    **Bab 169: Perpisahan**Kabut pagi Megrav belum sepenuhnya terangkat ketika kereta itu akhirnya berdiri di halaman benteng.Dua kuda perang berdiri tenang di depannya, napas mereka mengepul putih di udara dingin. Roda besar dari kayu keras berlapis besi tampak lebih tebal dari kereta biasa, dibuat bukan untuk kecepatan, tetapi untuk menahan jalan Utara yang keras.Namun yang paling mencolok bukanlah ukurannya. Melainkan bentuknya yang… tidak biasa.Kereta itu tidak sepenuhnya tertutup, juga tidak sepenuhnya terbuka.Bagian penumpang berbentuk kotak memanjang sekitar dua setengah meter, dengan tinggi hampir dua meter. Dinding luarnya terdiri dari tiga lapisan: kayu ek tebal di luar, lapisan wol padat di tengah, dan kulit yang telah diproses

  • MENJEMPUT ISTRIKU   168 Kereta Untuk Elaria

    **Bab 168: Kereta Untuk Elaria**Pagi di Megrav terasa lebih hidup dari biasanya.Kabut tipis masih menggantung rendah di antara bangunan batu ketika suara dentang logam mulai terdengar dari halaman samping kedai.Clang!Clang!Bukan suara pertempuran. Bukan latihan militer.Pandai besi.Halaman kecil yang biasanya dipakai menyimpan kayu bakar kini berubah menjadi bengkel dadakan. Tungku portabel menyala terang. Bara merah memantulkan cahaya ke dinding batu dan tumpukan peralatan kerja.Atthy berdiri di depan landasan besi.Celemek

  • MENJEMPUT ISTRIKU   167 Elaria

    **Bab 167: Elaria**Di ruang tengah rumah Garran malam itu, suasana terasa jauh lebih tenang dibanding siang sebelumnya.Api perapian menyala pelan di tengah ruangan, mengusir dingin Megrav yang mulai menggigit semakin dalam.Di atas meja kayu, beberapa catatan dan laporan medis terbuka rapi.Sarah duduk di dekatnya sambil memegang lembar terakhir hasil pengamatannya.“Selama seminggu terakhir saya memantau kondisi mereka…” ucap Sarah tenang.Semua perhatian langsung tertuju padanya.Hugh berdiri diam di dekat perapian.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   166 Dua Athaleyah

    **Bab 166: Dua Athaleyah**Pintu kamar tertutup pelan di belakang mereka.Ceklek.Suasana langsung berubah jauh lebih sunyi dibanding ruangan utama.Hangat. Sederhana. Dan terlalu kecil untuk disebut kamar seorang Duchess.Satu perapian kecil menyala di tengah dua ranjang sederhana. Panasnya menjaga udara tetap nyaman di tengah dinginnya Megrav.Salah satu ranjang dipenuhi selimut tebal dan boneka kain kecil yang bentuknya sudah sedikit rusak karena terlalu sering dipeluk anak-anak.Di dekat dinding, beberapa pakaian kecil digantung rapi. Sepasang sepatu mungil tergeletak tidak sejajar di lantai.Dan di meja kay

  • MENJEMPUT ISTRIKU   165 Bertemu Kembali

    **Bab 165: Bertemu Kembali**“Helena mau menemui Ibu?” tanya Cedric.Helena mengangguk. Rasa haru di dadanya masih belum reda, membuat senyumnya bercampur dengan air mata yang belum sepenuhnya kering.“Helena, jangan menangis lagi,” kata Lucien sambil mengusap pipinya.“Pilih satu saja. Mau menangis atau tertawa. Jangan dua-duanya, aneh jadinya,” komentar Alaric datar.Helena tersenyum kecil, sedikit canggung. “Maafkan saya, Tuan muda. Masih sulit bagi saya untuk memilih salah satunya…”Alaric menyilangkan tangan di dada.Cedric memiringkan kepala, masih terlihat bingung.Lucien tetap sibuk mengusap kepala Helen

  • MENJEMPUT ISTRIKU   084 Perjamuan

    **Bab 084 Perjamuan**Aula istana bersinar di bawah cahaya ratusan lilin yang tergantung pada chandelier kristal raksasa. Musik gesekan biola dan dentingan piano mengalun lembut, menciptakan suasana yang tampak hangat tetapi sarat ketegangan tersembunyi. Para tamu mulai berdatangan, mengenakan paka

  • MENJEMPUT ISTRIKU   083 Rapat Tahunan 3

    **Bab 083 Rapat Tahunan 2**Ruangan kembali sunyi sejenak setelah pernyataan Vadim. Kata-katanya tidak menyudutkan secara langsung, tetapi cukup untuk membuat semua orang merenung.Cavero menatap Aldrich dengan ekspresi netral. "Saya ingin bertanya satu hal, Count Veraga. Jika selatan ingin diberik

  • MENJEMPUT ISTRIKU   082 Rapat Tahunan

    **Bab 082 Rapat Tahunan**Tegang menyelimuti para bangsawan selatan seketika itu juga ketika Cavero akhirnya menunjuk giliran mereka untuk tampil bersuara setelah diam hampir di sepanjang rapat.Cavero menatap Aldrich dengan penuh perhatian. Jawaban yang diberikan perwakilan selatan barusan tidak l

  • MENJEMPUT ISTRIKU   081 Dampak

    **Bab 081 Dampak****Di barak para prajurit**''Yang benar saja...'' ujar Kevin dengan nada kesal, matanya menyapu ruangan yang terasa begitu berat oleh ketegangan.''Apa? Baru datang dan langsung mengeluh...'' sahut Saihan, nada suaranya tajam, tak kalah kesal.''Justru itu! Setelah sebulan penuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status