LOGINUmalis si Mikel upang makalimutan ang nobya na nanakit sa kan'ya. Nasira at nasaktan, susubukan niya na buuin muli ang buhay. Iniwan ni Tamara ang kan'yang pamilya dahil sa kapatid na nagbenta sa kan'ya sa isang matandang bilyonaryo na naghahanap ng babae na magsisilang sa kan'yang anak. Dismayado at luhaan, susubukan niya na ayusin ang buhay. Ang dalawang may tinatakasan ay hindi sinasadya na magkrus ang landas isang gabi. Kinabukasan, nagising sila na ikinasal na sila sa isa't isa. Pareho silang tumakbo palayo sa gulo, ngunit ang nangyari noon nakaraang gabi ay nagpagulo lalo sa kanilang buhay. Mananatili kaya ang mga tumakas sa pangako ng kanilang kasal upang makadama ng tunay na pagmamahal? O pareho sila na makakahanap ng dahilan para takasan ang isa't isa?
View More<span;>Laki-laki itu berdiri di hadapan Fara dengan wajah yang begitu dingin. Tatapan matanya tajam seakan menusuk langsung ke dalam jantung. Fara tercekat. Dia membalas tatapan laki-laki itu dengan perasaan bingung. Ada apakah? Adakah yang salah denganku? Kenapa dia menatapku seperti itu? Pandangan matanya seolah penuh kebencian. Padahal baru pagi tadi dia mengucap ijab kabul, menghalalkan aku sebagai teman hidupnya. Lantas, kenapa sekarang dia memandangku tajam seperti itu?
<span;>Saat ini mereka sudah berada dalam kamar pengantin setelah seharian lelah duduk bersanding di pelaminan menyambut para tamu yang datang. Tapi tak ada kemesraan yang terjadi. Tak ada tatapan lembut dan penuh cinta yang Ivan berikan pada Fara, istrinya. Yang ada justru satu tatapan tajam yang membuat Fara seperti terpaku di tempatnya dengan jantung yang berdegup kencang tak karuan.<span;>Fara terus berpikir, mencari penyebab kenapa laki-laki yang baru beberapa jam jadi suaminya itu bersikap seperti itu padanya. Tapi dia tak bisa menemukan jawaban dari pertanyaannya. Fara pun cuma bisa berdiri bengong dengan perasaan bingung yang terus memenuhi rongga dadanya. Sementara Ivan, suaminya, terus memakunya dengan pandangan yang membekukan.<span;>"Ada apa, mas?" tanya Fara memberanikan diri.<span;>Ivander Camilio Gusman, suaminya, mendengus pelan tanpa ingin menjawab pertanyaannya tadi. Laki-laki gagah itu tampak kesal mendengar pertanyaan Fara barusan. Fara pun semakin bingung dibuatnya. Sekali lagi dia mencoba mencari kesalahan apakah kiranya yang telah dia lakukan hingga membuat suaminya jadi kesal seperti ini? Tapi tetap saja dia tak menemukan jawabannya. Fara tak merasa melakukan kesalahan apa pun pada suaminya. Bahkan punya kesempatan untuk berdua dengannya pun baru saat ini. Karena sejak pagi tadi mereka cuma duduk di pelaminan dan sibuk menebarkan senyum kepada para tamu undangan yang datang di pesta mereka itu.<span;>"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" Ivan memberikan satu pertanyaan setelah beberapa saat membiarkan pertanyaan Fara tanpa jawaban.<span;>"Maksud Mas Ivan apa?" Lagi-lagi pertanyaan dibalas dengan pertanyaan.<span;>"Jawab pertanyaanku. Apa kamu bahagia dengan pernikahan kita ini, Fara?" Ivan mengulang pertanyaannya. Raut wajahnya masih tetap terlihat dingin.<span;>"Aku..., aku tidak tahu. Pernikahan ini keinginan orangtua kita, mas," sahut Fara dengan suara yang pelan dan gugup.<span;>"Huh, aku benci pernikahan ini!" ketus Ivan hingga Fara tersentak kaget mendengarnya.<span;>"Mas membenci pernikahan kita ini? Tapi kenapa mas mau menerimanya?" tanya Fara. Suaranya terdengar bergetar karena rasa terkejut yang tak bisa disembunyikannya.<span;>"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Fara. Kenapa kamu menerima perjodohan kita ini? Kamu kan masih bisa menolaknya? Sedangkan aku? Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku cuma bisa diam saat orangtuamu menginginkan pernikahan ini! Aku terjebak! Orangtuamu menuntut balas jasa atas kebaikan keluargamu pada papaku dulu!" sarkas Ivan hingga Fara merasa hatinya tergores luka.<span;>Fara pun memandang Ivan tak percaya. Bagaimana mungkin dia tega bicara seperti itu padanya? Mereka telah saling kenal sejak kecil meski pun tak akrab. Ivan adalah putra sulung dari Pak Arifin Gusman, kakak angkat ayah Fara. Sejak Pak Arifin kecil, kakek Fara-lah yang merawat dan menyekolahkan Pak Arifin hingga dia bisa sukses seperti sekarang ini. Dan ketika bulan lalu ayah Fara mengusulkan untuk menikahkan dia dan Ivan, Pak Arifin dan Bu Elsa, istrinya pun langsung menyetujuinya. Terkesan sebagai satu balas jasa memang. Tapi sungguh kedua orangtuanya tak pernah menuntut balas jasa seperti itu, apa lagi sampai menjebak seperti yang Ivan tuduhkan tadi. Mereka cuma mengusulkan dan ternyata kedua orangtua Ivan langsung menyetujuinya tanpa mempertimbangkannya lagi. Lantas, salah siapakah semua ini?<span;>"Tega Mas Ivan bicara seperti itu. Bapak dan ibuku tidak pernah menuntut balas jasa, mas," sanggah Fara dengan hati terluka.<span;>"Lantas apa namanya kalau tiba-tiba saja mereka datang ke rumah dan memintaku untuk menikahimu? Kalau mereka ingin melihat putri mereka menikah, kenapa harus aku yang mereka pilih? Kenapa tidak laki-laki lain saja? Dan kamu, Fara, kenapa harus kamu terima perjodohan ini Sedangkan kamu bisa untuk menolaknya?!"<span;>Fara memejamkan matanya menahan rasa perih yang menyakitkan. Ivan telah menyayat hatinya teramat dalam lewat kata-katanya itu. Sebegitu menyesalkah dia dengan pernikahan ini? Batin Fara merintih.<span;>"Aku tidak bisa menolak keinginan bapak, mas. Bapak sedang sakit. Aku takut sakit bapak bertambah parah jika aku sampai mengecewakannya. Aku hanya ingin membahagiakan bapak dan ibu," sahut Fara serak.<span;>"Tapi kamu membahagiakan orangtuamu dengan cara mengorbankan aku, Fara. Atau jangan-jangan selama ini diam-diam kamu jatuh cinta padaku?" kata Ivan penuh rasa percaya diri seolah tak mempedulikan luka hati Fara.<span;>Fara menatap Ivan dengan mata yang berkaca-kaca. Tak ditanggapinya kata-kata suaminya barusan. Malam ini dia bisa melihat seperti apa Ivander Camilio Gusman yang sesungguhnya. Ternyata dia tak seperti Ivan yang Fara dan semua orang kenal selama ini. Dia tak lembut, sikapnya tak hangat dan menyenangkan. Bahkan dia seperti tak punya hati, tak bisa menjaga perasaan Fara sama sekali. Dimana Ivan yang sempurna itu? Yang gagah dan tampan, juga penuh kehangatan? Ternyata semua itu cuma topeng. Dia pandai memikat hati semua orang hingga dia terlihat begitu sempurna di depan semua mata yang memandangnya. Tapi malam ini, dia melepas topengnya itu dan memperlihatkan sifat aslinya di depan Fara.<span;>"Apa mas ingin kita bercerai?" tanya Fara akhirnya.<span;>"Bercerai? Bagaimana mungkin? Aku kan harus membayar jasa keluargamu, Fara. Kecuali jika kamu yang menceraikan aku."<span;>Fara menggeleng. "Bapak sedang sakit. Aku tidak mau membuat sakit bapak bertambah parah," sahutnya lirih.<span;>"Jadi pernikahan ini harus kita lanjutkan?" Ivan kembali menatap Fara dengan tajam.<span;>Fara mengangguk.<span;>"Tapi jangan harap aku bisa menjadi suami yang baik untukmu, Fara. Aku tidak mencintaimu dan aku tidak menginginkan pernikahan ini."<span;>Fara pun kembali mengangguk dengan dua bulir air mata yang mengalir di pipinya.<span;>"Kalau kamu bisa, buatlah aku jatuh cinta padamu. Mungkin dengan begitu aku bisa menerimamu menjadi istriku. Tapi saat ini, hatiku bukan untukmu, Fara."<span;>Fara menatap Ivan dengan rasa kecewa yang teramat sangat. Oh, tuhan..., kenapa seperti ini kenyataan yang harus kuhadapi? Padahal tadi di pesta pernikahan itu aku sempat merasa bahagia. Ku pikir, pada akhirnya aku beruntung karena telah menikah dengan laki-laki setampan dan sebaik Mas Ivan Lihat, betapa gagahnya dia. Perempuan mana pun pasti akan bangga jika bisa bersanding dengannya di pelaminan, termasuk aku. Tapi nyatanya, semua itu cuma harapan semu yang jauh dari kenyataan. Sekarang, jika boleh menyesal, sungguh aku menyesali pernikahan ini. Tapi sayangnya tak ada yang bisa kulakukan untuk merubah semuanya. Mau tidak mau aku harus menjalani rumah tangga bersamanya, batin Fara terus merintih.<span;>Fara memanglah bukan termasuk gadis yang beruntung. Di usianya yang ketiga puluh dia belum juga bertemu dengan jodohnya. Semua laki-laki yang pernah singgah dalam hidupnya, pergi mencampakan dia begitu saja. Entah mengapa, Fara seperti dikutuk. Kisah cintanya tak pernah indah. Setiap laki-laki yang menjalin kasih dengannya meninggalkannya demi wanita lain. Berulangkali Fara merasa hancur. Hingga akhirnya satu tahun belakangan ini dia memilih untuk sendiri. Tak ingin lagi mengenal cinta karena dia tahu pasti akan berakhir dengan luka.<span;>Cinta itu kejam. Cinta itu luka. Begitu Fara menanamkan kebencian di hatinya terhadap cinta. Tapi bulan lalu orangtuanya memintanya untuk menikah dengan Ivan, putra Pak Arifin, kakak angkat ayahnya itu. Ah, secercah harapan pun muncul di hati Fara. Mungkin pada Ivan-lah dia bisa melabuhkan cintanya hingga segala mimpi indahnya bisa menjadi nyata. Tapi pada kenyataannya, harapan itu hancur secepat dia melambung. Kini Fara harus kembali menelan kecewa karena laki-laki yang sempat diharapkannya bisa menjadi pelabuhan terakhirnya, ternyata malah menyesali pernikahan dengannya. Oh, sekejam inikah kenyataan?<span;>Setelah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan itu, Ivan pun berjalan santai ke kamar mandi. Fara mengikuti dengan pandangan matanya sampai pintu kamar mandi yang berada di sudut kamarnya itu pun tertutup rapat. Dan tak lama terdengar suara gemericik air di sana.<span;>Oh, Fara menutup wajahnya dengan telapak tangan. Dia pun terisak pelan dalam kecewanya. Pernikahan indah yang diharapkannya seketika menghilang tak berbekas seperti asap yang menipis disapu angin. Perlahan membumbung dan memudar, lalu menghilang.<span;>Mungkin cinta memang tak tercipta untukku. Mungkin aku harus bisa menerima kenyataan kalau impian indah yang kuharapkan itu tak kan pernah bisa kudapatkan. Bahkan laki-laki yang terlihat sempurna itu pun ternyata menampakkan wujud aslinya setelah pernikahan kami. Oh, semua yang indah itu cuma mimpi. Pernikahan yang bahagia, malam pertama yang penuh gairah, semua itu tak kan pernah jadi kenyataan untukku.<span;>Fara pun terus menangis, tenggelam dalam kecewanya yang menyakitkan. Hingga tanpa dia sadari ternyata Ivan telah keluar dari kamar mandi dan kini berdiri tegak di hadapannya hanya dengan menggunakan lilitan handuk di pinggangnya.<span;>"Kenapa kamu terus menangis, Fara? Hentikan tangismu itu dan lakukanlah tugas pertamamu sebagai istriku."<span;>Fara pun tersentak kaget mendengar suara Ivan yang begitu dekat dengannya. Dengan segera dia mengangkat wajahnya dan mendapati Ivan yang sedang berdiri di hadapannya dengan wajah yang dingin.<span;>"Huh?" Fara menatap Ivan dengan bingung.<span;>"Kau pasti tahu tugas seorang istri, kan? Layani aku dengan baik malam ini. Ini malam pertama kita."<span;>Malam pertama? Oh, jantung Fara berdegup kencang mendengar kata-kata itu. Malam pertama! Itukah yang akan mereka lakukan sekarang? Tiba-tiba saja Fara pun diserang oleh perasaan gugup! Terlebih lagi ketika tangan Ivan bergerak hendak membuka lilitan handuk yang ada di pinggangnya. Oh, tubuh Fara pun kembali kaku di tempatnya! Dan jantungnya terasa berdegup kencang tak beraturan!Maraming salamat po sa lahat ng suporta na ibinigay ninyo sa story ko na ito. Ito pa ay entry ko sa MBL contest ni GNPH. Kahit hindi po nanalo sa contest sapat na ang may mga nagbasa at sana po ay nagustuhan ninyo. Hindi perfect ang mga stories ko and I still have a long way to go, but the support that you are giving me warms my heart. Muli, maraming, maraming salamat sa suporta. Hanggang sa susunod po na kuwento. Pa-add din sa library ninyo and pa-support din po sa iba ko na story kay GN. The Invisible Love of Billionaire (Completed) My Back-up Boyfriend is a Mafia Boss (On-going) The Rise of the Fallen Ex-Wife (On-going) Falling for the Replacement Mistress (On-going)
Mikel Lucero and Tamara Ilustre had both never had a good and fulfilling family life. Pareho sila na pinagkaitan ng tadhana na maranasan ang isang masaya at tunay na pamilya. But that was before. Dahil ngayon ay binawi naman ng tadhana ang lahat ng paghihirap na ibinigay sa kanila noon. At bawing-bawi sila sa kasiyahan sa buhay pamilya na mayro’n silang dalawa ngayon. Hindi nila akalain na ang mga problema na tinakbuhan nila ay ang siya rin na magiging dahilan upang magtagpo at magbuklod ang mga landas nila. They were both tested on how far they could hold on to a fake relationship that they had started. And looking back, it started out as a fake marriage, but the emotions and feelings they both felt all throughout their married life were actually genuine. At paulit-ulit nila na ipaparamdam sa isa’t-isa, na kahit isang pagkakamali ang pagsisimula nila, patuloy rin iyon na magiging isang pinakamaganda na pagkakamali sa buhay nilang dalawa. Mikel ran away from problems, but he met and
The Lucero’s. That’s what we are. Kahapon lamang ay natapos na ang binyag ni Mirakel at pormal na rin namin siya na ipinakilala ni Tamara sa aming mga kapamilya at kaibigan. It was a joyous event that was shared with those special to us. Bidang-bida sa okasyon na iyon siyempre ang aming prinsesa na si Mira. It has been three months since our little princess was born. At sa loob ng tatlong buwan na iyon ay sinigurado ko na katulong ako ni Tamara sa bawat paghihirap at pagpupuyat niya. It was never easy for her, lalo na at breastfeeding mom siya, kaya lahat ng kaya ko na suporta ay ibinibigay ko sa kan’ya. Tamara and I are still slowly adjusting to being parents. A tough but very fulfilling job at that. And I wouldn’t trade it for anything in the world. At ipinapangako ko, I wouldn’t be anywhere near what my father is. Ang buong buhay ko ay ilalaan ko para sa mag-ina ko at sa iba pa namin na magiging anak sa hinaharap. Slowly now, the broken pieces of my life are being restored. At
"Diane, nasa opisina niya ba ang magaling na amo mo?" tanong ni Wyatt sa sekretarya ni Mikel na si Diane. "Ay, Sir Wyatt, oo, kadarating lang, pero aalis din agad at kukunin lang daw niya ang ilang mga dokumento na hindi nadala ni Sir Stan sa kanila kahapon." Inginuso pa nito ang direksyon ng opisina kay Wyatt. Tumango naman si Wyatt at isinenyas sa sekretarya na pupuntahan na niya. "Pasok na ako." "Huwag mo painitin ang ulo, Sir Wyatt, ha, good mood siya." "Ikaw talaga, Diane." Kumindat pa si Wyatt saka nagdiretso sa opisina ng pinsan niya. Hindi na siya kumatok pa at basta na lamang na pumasok sa silid. At doon ay naabutan niya si Mikel na nakasandal sa upuan nito at nakapikit. "You look exhausted. Sino ang pumagod sa’yo, ang reyna o ang prinsesa mo?" Dumilat si Mikel nang marinig ang boses ni Wyatt. "Ano ang ginagawa mo rito?" Balik-tanong niya na hindi na sinagot ang nauna na tanong ni Wyatt sa kan'ya. "To talk to you." Maangas na sagot ni Wyatt sa kan’ya na lumakad at umupo
Palakad-lakad sa pasilyo ng ospital si Mikel. Hindi siya mapakali sa kaka-isip sa kan’yang mag-ina. Kanina pa naipasok si Tamara sa loob at ang sabi ng doktora na maghintay na lamang siya. At sa totoo lamang ay sobra ang kaba niya ngayon. Not for himself but for his wife. Ganito pala ang kaba na nar
Mahimbing na ang tulog ni Tamara nang pumasok si Mikel sa kanilang silid. Naging abala kasi siya matapos nila na maghapunan sa inaayos niya na gamit sa silid ng kanilang prinsesa. At dala marahil ng pagod dahil sa pamimili nila ni Tamara ng mga gamit ng bata kanina, ay hindi na siya nahintay pa ng
Nagising ako na wala na si Mikel sa aking tabi. Nang sulyapan ko ang orasan sa aming silid ay maaga pa naman, kaya nagtataka na ako kung nasaan na naman ang asawa ko. Hindi na ako sanay na gumising na wala siya sa aking tabi o ang hindi man lamang maramdaman ang pagpapaalam niya sa akin kapag kinaka
Isang linggo matapos ang araw na tuluyan nang nagtapos ang kasamaan ni Leonardo Lucero, unti-unti na rin na inaayos nina Mikel at Tamara ang buhay nila. Kasabay sa pagkakakulong ni Leonardo ay ang pagsuko at pagkakakulong din ni Chad upang pagbayaran ang nakaraan niya na kasalanan na pagtatangka kay






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviewsMore