LOGINRosa Nugroho, wanita yang terkenal dengan kecantikannya, memiliki wajah rupawan bak boneka hidup. Hidupnya penuh gelimang harta, tetapi sayangnya suatu hari ia melakukan taruhan dengan teman-teman saat menonton pertandingan bola antar dua negara. Tim yang Rosa dukung telah kalah, dan Rosa dengan terpaksa harus menaklukkan Mr Alim di kampusnya sebagai balasan karena Tim yang di dukungnya kalah.
View MoreMendung menyelimuti hati Rosa , seperti awan yang kini menghalangi sang mentari menyinari dunia. Wanita itu menggeliat, melihat sekelilingnya yang sepi nan sunyi. Ia menghela nafasnya pelan. Rasanya masih sama saat dirinya masih gadis, mungkin bedanya sekarang ia sudah tidak perawan lagi. Sebulan usia pernikahannya dengan Alfa, ia merasa tidak ada yang berubah. Ia masih tinggal di rumah kakeknya dan Alfa yang sesekali mengunjunginya. Rasanya ia seperti simpanan saja. Saat di kampus pun Alfa seringkali menganggapnya tidak ada, meskipun berpapasan Alfa jarang sekali menyapanya. Tidak mungkin Alfa malu, karena saat acara akad cukup banyak teman-teman nya maupun Alfa yang datang, jadi Rosa merasa Alfa tidak menginginkannya. Rasanya ia ingin menangis saja,karena merasa cemburu dengan rasa yang dimiliki Alfa untuk wanita lain. Ia tau Alfa masih menyimpan rasa untuk Fitriani, buktinya saja Alfa selalu membicarakan wanita itu ketika dirinya tidak ada. Tidak ingin berlarut larut dalam keg
Rosa tersenyum senang melihat Alfa memakai piyama yang telah ia siap kan. Ah betapa indahnya hari ini. Hari yang bersejarah bagi nya. Meskipun ia sempat demam di pagi hari namun semuanya terbayar karena ternyata suaminya adalah sosok yang ia kejar kejar dahulu. Mr alim nya yang begitu ia idolakan. “Nggak ganti baju? " Tanya Alfa dengan senyumnya yang terkulum. Ia bisa melihat semburat merah di pipi Rosa saat melihat perut miliknya yang bisa di bilang sixpack. “Nggak he he." Rosa tertawa salah tingkah. Apalagi tatapan Alfa yang, uh .. menggoda iman."Jadi gimana nih? Kita buat bayinya sekarang?" Alfa menggoda Rosa hingga pipi gadis itu semakin memerah karenanya. Dengan malu malu Rosa mendekati sang suami dan duduk di sebelahnya. “Ganti bajunya gih. Pakai lingerie yang hitam." Alfa berbisik membuat tubuh Rosa meremang. Ya ampun, ia tidak menyangka ternyata otak Mr Alim bisa ke situ juga. Padahal dulu ia sering mengenakan pakaian super minim untuk menggoda Alfa, tapi hasilnya tidak
Takdir dibagi menjadi dua bagian, yaitu takdir ikhtiar dan takdir mutlak. Pun dengan jodoh yang menjadi substansial nya takdir ikhtiar dan dengan ke MAHA kuasaan sang pencipta telah menetapkan seorang yang akan menjadi pasangan hidup seseorang. Timbul pertanyaan yang sering kali terdengar, 'kalau jodoh udah ditentuin ya ngapain nyari ntar juga dateng sendiri ' atau 'Udah takdir saya nikah sama orang nggak bener' dan beberapa kata yang sering terlontar dari mahluk yang bernama manusia. Artinya sama saja dengan kita mengatakan ' Nggak usah sekolah, kalau Allah takdirin gue pinter ya pinter' sama juga dengan perumpamaan seseorang yang sengaja meminum racun kemudian berkata 'Kalau belum ajal ya nggak bakalan mati' memang benar, kalau ajal belum tiba seseorang tidak akan meninggal, tapi bukankah meminum racun adalah tanda kutip penyebab seseorang meregang nyawa. Allah Azzawajalla memberikan pilihan kepada seseorang hamba, menjadi baik dan Allah Azzawajalla akan membalasnya dengan yang
"Khitbah itu lamaran. Jadi gini deh, kan ta'aruf tujuan nya nikah. Nah biasanya kan ta'aruf itu tujuannya adalah berkenalan, tentunya harus di temani mahrom. Dalam proses ta'aruf itu nggak boleh pake hati, nanti baver kalau ujungnya tidak ada kecocokan. Tapi setau gue sih ulama menyarankan agar mengkhitbah terlebih dahulu baru ta'aruf. Ya ini sih buat orang yang udah kita kenal tap__"Intinya aja sih, nggak sabar gue." Lana menyela penjelasan Rosa. Ia juga tidak sebodoh itu dalam urusan perta'arufan. "Intinya ada cowok yang nge-khitbah gue dan udah di terima sama kakek." "W H A T ?! Elo yakin?" Rosa tersenyum mengiyakan suara toa Maya dan teman-temannya. Ia sudah menebak reaksi keempat sahabatnya saat dirinya mengatakan sudah di Khitbah. "Kita belum lulus Ros, ya elah jangan bilang elo nggak tahan pengen ena ena mangkanya jadi ngebet pengen nikah." Komentar Lana. Wanita itu tidak mempedulikan reaksi keempat sahabatnya minus Rosa yang menatapnya garang. "Aww, sakit!!" Lana meringi
"Udah tau gue amnesia. Elo aja yang sombong." Rosa tak mau kalah. Ia menatap sengit ke arah Alfa yang tampak biasa saja."Nggak penting juga." Jawab Alfa. Pria itu menyerahkan piring kepada Rosa dan Zany."What? nggak penting gimana? Bagi gue masa kecil itu penting." Rosa berkoar tak sabar. Wanita
Dentingan sendok yang beradu dengan piring mengawali pagi Rosa yang cerah. Wanita itu begitu menikmati nasi goreng seafood karyanya. “Kamu nggak kuliah dek?” Rosa mengalihkan pandangannya dari piring ke sosok tampan kakaknya yang sudah rapi dengan setelan jasnya.“Nggak, aku mau ikut ke kantor ba
Hall jazaaa ul_ihsaani illal_ihsaan....Fa bi'ayyi aalaaa'i robbukumaa tukazzibaan...Alfa terisak, berusaha meneruskan tilawahnya hingga selesai. Ia tidak menyadari sosok gadis yang memperhatikan gerak geriknya dari tadi. Pria itu kerap kali menangis jika membaca surah Ar - Rahman. Apalagi saat me
Dua minggu sudah berlalu semenjak Rosa mengetahui arti, "Jazakallahu khairan", wanita itu benar-benar mengamalkannya.Arka bahkan kaget mendengar putri centilnya mengucapkan kata-kata keramat itu. Padahal dari dulu Arka sudah mengajarkan Rosa melalui buku-buku hadis ataupun kitab yang ia koleksi un






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.