LOGINWarning! Banyak episode yang akan membuat kita melayang dan tersipu. Antara Dendam dan Cinta, manakah yang harus dipilih? Suatu ketika dia berkata. "Kau pikir aku menyukaimu, Budak Liar! Kau hanyalah anak seorang wanita jalang. Dan pulau ini akan menjadi penjaramu seumur hidup!" Pria bermata biru itu bahkan meludahi wajah gadis cantik tersebut. Namun, dilain kesempatan dia berkata, "Tetaplah disini menemaniku. Aku tidak akan menyakitimu," ujarnya dengan tangan yang memeluk tubuh gadis itu sangat erat. Rahasia apa sesungguhnya yang membuat pria bermata biru itu membenci gadis bermata hazel? Ikuti ig author yuk untuk info cerita lainnya. @taurusdi_author
View MoreSATU TAHUN KEMUDIAN "Kau sudah pastikan kalau bekal Frans sudah disiapkan Denisa?" Napas Francesca tersengal ketika menanyakan hal itu. "Iya sudah. Jangan mengkhawatirkan hal itu. Frans akan baik-baik saja." Enrico tampak memegang tangan Francesca dengan cemas. Butiran keringat dingin menghiasi kening wanita cantik yang bertambah pucat itu. Tangan dinginnya dalam genggaman tangan Enrico yang hangat. "Frans … apakah … dia menanyakanku?" Sesaat setelah rasa sakitnya mereda Francesca kembali mengkhawatirkan Frans, anak sulungnya. "Tentu saja. Dia sangat merindukanmu. Kau harus kuat dan sehat ya. Kami memerlukan dirimu." Enrico dengan sabar mengelus rambut Francesca.
"Duh, Kak Francesca cakep banget." Anna menautkan tangannya di lengan kakak perempuannya. "Kau juga cantik sekali Anna dan kau juga sangat menawan. Tak di sangka kalian bisa tampil sangat anggun dan dewasa." Di tengah keluarganya, Francesca merasa kebahagiaannya nyaris sempurna. "Kita 'kan sudah dewasa bukan anak-anak lagi," sahut Anna dan Adelaide bersamaan. "Iya, sudah bisa berpacaran." Francesca menertawakan wajah mereka yang seketika manyun. "Apa ada yang sudah memiliki pacar?" "Anna itu banyak yang 'nembak' tapi dia suka pilih-pilih." "Apaan sih, Adelle!" Semburat merah muda membuat wajah Anna bertambah cantik. "Benarkah? Sssttt pacaran saja, jangan seperti
"Nyonya Francesca Torres? Mari lewat sini." Seorang wanita yang anggun menghampiri Francesca.Francesca menatap heran ke arah seorang wanita tak dikenalnya yang bergaun indah. Sebuah alat terselip di telinga yang membuat dia bisa berkomunikasi dengan orang lain. Wanita itu segera memimpin langkah dan memisahkan Denisa dari Francesca. Meskipun heran Francesca tetap mengikuti langkah wanita yang membawa dirinya ke pintu utama.Anggukan kecil dari wanita tersebut merupakan tanda yang dimengerti oleh pengawal, mereka segera membuatkan pintu.Mata hazel Francesca seketika menyipit ketika melihat kemewahan dan kemeriahan acara di dalamnya. Dia termangu menatap ratusan pasang mata yang seketika menatap ke arahnya seolah mereka sudah menantikan kehadirannya.Musik lembut k
Francesca mematut dirinya di depan cermin, perubahan penampilan yang sangat luar biasa terjadi pada dirinya saat ini. Wajah polos, imut dan manis itu telah berubah penuh riasan memukau yang sangat dewasa dan anggun.Dia hampir tak percaya ketika Leonardo mengirimkan seorang penata rias untuk memoles wajahnya dengan warna-warni yang senada. Kecantikan Francesca tampak lebih menonjol setelah tangan-tangan tampil tersebut menghiasi wajahnya. Wajah mungilnya terlihat sangat berbeda membuatnya merasa seakan menatap sosok lain di pantulan cermin."Anda luar biasa cantik dan sangat anggun, Nyonya. Bagaikan putri dalam dongeng." Perias itu memuji kecantikan Francesca. Dia berulang kali memutari tubuh wanita cantik yang baru saja dia dandani.“Sedikit parfum lagi anda akan spektakuler." Perias itu memilih b
Francesca tidak ingin keluar dari kamar malam harinya. Ia membawa sepiring sandwich, kentang goreng dan minuman. Gadis itu memilih menghabiskan makan malamnya sendirian di balkony kamar, setelah memastikan pintu kamar terkunci rapat. Rasa jengkel, marah dan apapun itu semuanya di
**Apakah itu cemburu ketika hatimu terus memikirkan tindakannya pada wanita lain?*** 💝💝💝💝💝"Serra di mana Francesca?" Enrico yang baru saja kelu
"Ja---jangan mendekat!" teriak Francesca dengan gugup.Punggungnya sudah bersandar di dinding. Tidak ada tempat lagi baginya untuk menghindar. Predator itu menyeringai menatap ke arah dirinya. Tatapan yang siap menerkam dan memakan dirinya habis.Tidak ada jalan lagi
Francesca menaiki lantai dua dengan langkah tergesa-gesa. Dia tidak sanggup menghadapi kedua saudaranya yang terasa begitu mengintimidasi dirinya.Lebih lama lagi berada di dekat mereka, Francesca takut sedikit kesalahan yang dia perbuat bisa mencelakakan Conrad dan Aaron.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore