Home / Romansa Pria / Cincin Ajaib Pangeran Terbuang / Bab 257. Pak Bambang Ngamuk Lagi

Share

Bab 257. Pak Bambang Ngamuk Lagi

last update publish date: 2026-10-13 22:43:30
“Dan kamu, Parto …,” bisik sang manager setengah baya dengan perut agak buncit itu penuh nada mencekam, tapi tak kalah tajam. “Kamu ini keliatannya saja tenang, sok dewasa, sok berwibawa! Tapi di lapangan? Kerjaannya sok ngatur! Kamu itu cuma satpam sok manager, Parto! Jangan merasa kamu yang punya gedung ini atau merasa paling jagoan!”

Mendengar ucapan tajam penuh kritik dari Pak Bambang, Parto merasa sangat kesal sekali. Selama ini posisinya yang hanya sebagai satpam baru, sudah berkali- kal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 276. Perangkap

    Dua hari kemudian.Malam kian larut, menyisakan bising musik remix yang meredup di balik dinding tebal ruang karaoke. Di pos pantau lorong lantai dua, Vico berdiri tegak mengawasi situasi.Meskipun rencana jebakan Mita berhasil dia patahkan dua hari sebelumnya berkat bantuan Koko, Vico tidak sedikitpun menurunkan kewaspadaannya. Ia tahu pihak manajemen pasti sedang menguji dirinya.Samar … Vico mendengar langkah kaki maju mendekat dari arah tangga darurat. Vico menoleh cepat dan dari balik bayang - bayang koridor, munculah Sisca.Siska berhenti tepat beberapa langkah di hadapan Vico. Ia menarik napas panjang, meremas jemarinya sendiri yang bergetar hebat."Mas... Mas Vico," panggil Siska dengan suara lirih dan bergetar, hampir tak terdengar di atas dengung AC koridor.Vico menyipitkan matanya, menatap Siska dari atas ke bawah dengan tatapan waspada. Satpam senior itu tidak langsung melunak. "Ada apa, Siska? Kenapa malam-malam nan

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 275

    Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terbuka. Siska yang merupakan kasir yang terkadang diperbantukan sebagai pemandu lagu junior, masuk dengan sopan. Dia adalah seorang ibu tunggal yang bekerja keras untuk menghidupi anaknya dan selama ini terkenal paling pendiam di antara semua pekerja perempuan di tempat itu.“Ada apa, Pak Bambang memanggil saya?” tanya Siska pelan, ia berdiri canggung di depan meja sang manager.Dari sudut matanya perempuan itu melihat Mita duduk dengan satu kaki bertumpu pada kaki lainnya dan tangannya sedang mempermainkan kuku - kuku yang lentik.Sedangkan pria setengah baya itu tidak membalas dengan senyuman. Pria paruh baya itu justru membuka laci mejanya, mengambil sebuah foto cetak berukuran sedang, lalu melemparkannya ke atas meja tepat di hadapan Siska.Mata Siska terbelalak seketika. Wajahnya mendadak pucat pasi bagai kertas. Di dalam foto tersebut, terekam jelas gambar dirinya yang sedang di peluk dan bercumbu dengan seorang pelanggan di dalam ruangan y

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 274. Target Selanjutnya

    Beberapa hari kemudian di rumah karaoke jalan Rambutan.Vico berjalan dengan wajah dinginnya menyisiri lorong gedung karaoke. Dari pengalamannya terkena grebek di gedung karaoke cabang lain dia lebih berhati - hati. Sebagai pengganti Gufron di cabang rambutan ini, pria itu tak mau melakukan sebuah kesalahan yang sama yang membuat malu agen Sentosa. Vico dengan wajah yang minim senyuman, terlihat dingin dan penuh kewaspadaan. Saat jam operasional mulai ramai, Mita mulai muncul di balik lorong. Sesuai dengan tujuan awalnya, dia menggunakan gaun merah dengan tatanan rambut yang sengaja dibuat berantakan untuk memberi kesan tak berdaya. Dengan wajah yang cemas dan langkah yang tak beraturan, Mita mendekati Vico yang sedang berdiri siaga di pos bagian dalam. “Mas … Mas Vico, tolongin Mita dong,” ujarnya dengan suara manja, matanya tampak berkaca - kaca seolah sedang ketakutan. “Di ruangan VIP 4 ada lampu yang mati terus. Hidup mati gitu …

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 273. Batas Antara Mimpi dan Nyata

    “Ough!” Sepasang mata pemuda itu langsung mendelik. Ia merasakan hangat di antara kedua kakinya. Raka menegakkan tubuhnya. Napasnya masih terengah. Jantungnya masih berdebar dengan kencang. Tapi … ia sama sekali tak melihat bayangan Shakira di sekelilingnya. “Sialan!” Makinya sambil tertawa. Tentu saja semua itu hanya mimpi. Perempuan seperti Shakira tidak mungkin akan melakukan hal seperti itu padanya. Tembok yang berdiri di antara mereka terlalu tinggi. Dan … mungkin, seharusnya Raka bersyukur bisa mengenalnya walau hubungan mereka hanya bisa sebatas teman. Raka menatap jam di dinding rumahnya. Jarum masih menunjuk ke angka tiga. Ia segera bangkit dan cepat menarik sprei nya yang basah, sebelum ke kamar mandi untuk membebaskan diri dari rasa lengket di kedua pahanya. Ia menatap bayangan dirinya di cermin dan tersenyum sendiri saat memikirkan perubahan nasibnya. Lelaki kurus kerempeng berkulit hitam tanpa masa de

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 272. Malam Panas Penuh Gairah

    Raka merasakan sentuhan jemari itu bergerak perlahan menyentuh kulitnya. Tubuhnya menegang seketika saat perempuan cantik yang biasanya tampil anggun dan elegan di setiap perjumpaannya itu mendekatkan wajahnya. Tak ada noda sedikitpun di wajahnya, bahkan dalam jarak yang begitu dekat, kulitnya terlihat begitu halus bagai porselen. Ia benar-benar bagai dewi yang turun ke bumi. “Raka —” Suara desahnya begitu sensual di telinga Raka, membuat tubuh lelaki itu panas dingin seketika. Ia tak pernah merasakan hal seperti ini, bahkan dulu saat pertama ia merasakan sentuhan seorang wanita. Shakira mendekatkan bibirnya di telinga Raka. Kehangatan dan sensasi basah itu terasa begitu nyata dan membuatnya melayang seketika. “Aku mau kamu, Ka.” Suara lembut itu membuat dada Raka berdebar semakin kencang. “Aku bukan cuma mau tahu kamu luar dalam. Tapi aku mau kamu utuh. Cuma buat aku.” Raka menelan ludahnya. Ia dapat merasakan sentuhan basah itu menyentuh jakunnya, menurun hingga dada telanjang

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 271. Malam Tenang Yang Gelisah

    “Dulu aku pikir, selama aku bisa mengatasi semuanya, aku nggak perlu merepotkan orang lain,” katanya lirih. “Aku selalu berusaha terlihat baik-baik saja, sampai kadang-kadang aku sendiri lupa bagaimana caranya mengakui kalau aku sedang nggak baik-baik saja.”Raka mendengarkan tanpa menyela. “Lalu … ketika aku mengenal kamu, aku merasa kamu nggak jauh berbeda denganku. Selalu berusaha tetap tegar, walau terus ditempa kesulitan,” lanjut Shakira, “karena itu aku ingin mengenalmu lebih lagi. Bukan karena aku kasihan, Raka. Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang kamu.” Jemari Raka bergerak menyentuh benda kecil yang melingkar di jarinya. Untuk sesaat, ia kembali memandangi lingkaran keemasan itu.Selama ini ia sering bertanya-tanya apakah perhatian yang diterimanya benar-benar ditujukan kepadanya atau hanya kepada sesuatu yang melekat pada dirinya. Ia tidak ingin menghabiskan sisa hidup dengan meragukan ketulusan setiap orang yang mendekat.

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status