Share

Caleb Dan Maxi

Author: Shinee
last update publish date: 2026-06-03 11:29:31

"Bagaimana harimu, Sayang?"

Ibu dan anak itu sedang berjalan menuju kamar sambil bergandeng tangan.

Maxi mengangkat kedua bahunya dengan gaya sok dewasa. "Robby selalu cari gara-gara."

Aurelia langsung terlihat cemas. Bocah bernama Robby itu sudah lama mengusik Maxi. Bahkan Aurelia sempat beradu mulut dengan ibu bocah itu.

"Tapi jangan khawatir," Maxi tersenyum hangat. "Aku bisa menghadapinya," ia menekan dadanya seperti pria dewasa.

Aurelia terkekeh. "Aku tahu kau memang hebat dan selalu bis
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Satu Malam Saja

    "Apa yang kalian bahas?"Aurelia menatap keduanya dengan curiga. Baik Caleb maupun Maxi sama-sama kompak menggeleng.Aurelia memutar bola matanya, dia segera beranjak, membereskan piring kotor dan membawanya ke dapur.Caleb meliriknya sekilasa. Saat Aurelia tidak terlihat lagi, Caleb mengusap kepala Maxi. "Hei, Jagoan, lanjutkan permainanmu."Maxi mengangguk dengan patuh. Caleb mengacak rambut bocah itu lagi. Lalu ia segera menyusul ke dapur. "Biar aku yang cuci."Ucapan dan kemunculannya yang tiba-tiba membuat Aurelia kaget bukan main. Ia langsung menoleh. "Astaga, kau membuatku kaget saja."Caleb tidak menjawab. Dia berjalan santai sambil menggulung lengan bajunya. Dia berhenti di hadapan Aurelia, kemudian melepaskan sarung tangan dari tangan wanita itu."Saranku," kata Aurelia. "Sebaiknya kau pulang saja." Tapi ia tidak menghentikan Caleb melepaskan sarung itu dari tangannya."Aku tidak berniat untuk menginap.""Tidak ada juga yang mengundangmu." Aurelia mundur beberapa langkah,

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Paman Menyukai Ibuku?

    Aurelia menatap pantulan dirinya di cermin. Memastikan penampilannya sudah baik. Ini baju kesepuluh yang ia pilih. Menyadari apa yang ia lakukan, ia meringis malu. "Untuk apa aku peduli tentang pendapatnya atas penampilanku?"Ia segera berbali keluar kamar. Pilihannya jatuh pada pakaian santai yang sedikit longgar. Ia menuruni tangga dan tatapannya terpaku pada Caleb dan Maxi yang sedang terlihat bersama menyusun lego mainannya. Maxi terlihat sangat bahagia dan Caleb terlihat sangat menikmati kebersamaan itu. Hatinya seketika tersentuh. Untuk sesaat ia hanya menatapi dua laki-laki tampan itu. Dua laki-laki yang terlihat benar-benar mirip. Yang tanpa keduanya sadari jika mereka adalah ayah dan anak.Ia segera berjalan mendekati kedua pria itu."Katakan, sebenarnya apa yang kau lakukan di rumahku?" Aurelia menyilangkan tangan di dada, menatap Caleb dengan sinis. Caleb mendongak dan tertegun melihat penampilannya. Di mata Caleb dia malah terlihat lebih menawan dan seksi dengan baj

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Jubah Mandi

    Aurelia baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Uap hangat masih menempel di kulitnya. Jubah mandi berwarna krem membungkus tubuhnya longgar."Ibu!" Maxi berlari ke arahnya.Aurelia. "Hm?""Paman Baik menelepon."Gerakan tangannya langsung terhenti. "Paman Baik?" Ia langsung tahu itu Caleb. "Iya." Maxi mengangguk mantap. "Aku sudah bicara dengannya."Aurelia langsung menyipitkan mata. "Kalian bicara?" Ini masih agak membingungkan baginya."Sedikit.""Sedikit itu berapa lama?"Maxi berpikir sejenak. "Mungkin..." Ia menghitung dengan jari. "Lumayan."Sebelum ia sempat menginterogasi putranya lebih jauh, bel rumah berbunyi. Aurelia mengernyit.Jam segini? Menjelan malam. Barbara biasanya memang datang tanpa pemberitahuan, tapi temannya itu selalu menghubunginya lebih dulu.Bel kembali berbunyi. "Aku buka!" seru Maxi antusias."Tunggu—"Terlambat. Bocah itu sudah berlari keluar kamar. Aurelia menghela napas pasrah lalu menyusul dari belakang.

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Caleb Dan Maxi

    "Bagaimana harimu, Sayang?" Ibu dan anak itu sedang berjalan menuju kamar sambil bergandeng tangan.Maxi mengangkat kedua bahunya dengan gaya sok dewasa. "Robby selalu cari gara-gara."Aurelia langsung terlihat cemas. Bocah bernama Robby itu sudah lama mengusik Maxi. Bahkan Aurelia sempat beradu mulut dengan ibu bocah itu."Tapi jangan khawatir," Maxi tersenyum hangat. "Aku bisa menghadapinya," ia menekan dadanya seperti pria dewasa. Aurelia terkekeh. "Aku tahu kau memang hebat dan selalu bisa diandalkan," sambil mengusap kepala Maxi. "Ya. Nanti aku juga akan membuktikan padanya bahwa aku jago dalam olahraga! Aku akan mengalahkannya! Paman Baik akan mengajariku.""Tidak," kata Aurelia segera. Nadanya cukup tinggi sampai membuat Maxi kaget dan kebingungan. "Maaf, Sayang," Aurelia langsung sadar dan membawa Maxi ke dalam pelukannya. "Maksudku, meski dia baik, dia tetap orang asing." Aurelia sampai menggigit bibirnya karena sudah berbohong dan menipu putranya sendiri. Ia sebenarnya m

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Dia Paman Baik

    Roland muncul dari arah gedung dengan langkah cepat. Jasnya tersampir di bahu, sementara satu tangannya memegang ponsel."Astaga." Ia menggeleng tidak percaya begitu melihat Caleb. "Rupanya kau di sini."Caleb yang sedang berdiri di dekat ring basket hanya melirik sekilas."Aku mencarimu ke mana-mana."Maxi yang masih memegang bola ikut menoleh penasaran.Roland menunjuk wajah Caleb. "Aku bahkan hampir mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk mencarimu."Caleb berdecak. "Itu berlebihan.""Berlebihan bagaimana?" Roland mendelik. "Aurel sampai menghubungi kantor."Caleb mengerutkan keningnya. "Rosie juga sudah berusaha menghubungimu berkali-kali. Jadwalmu berantakan. Semua orang mencarimu."Tatapan Roland turun ke rumput. Baru saat itulah ia melihat jas mahal Caleb tergeletak begitu saja. Ponselnya juga berada di atas jas tersebut, berkedip menampilkan beberapa panggilan tak terjawab. Roland menatap benda-benda itu. Lalu menatap Caleb. Ekspresinya berubah kesal, dan juga geli. "Jadi..

  • Mencuri Malam Pertama Kakak Ipar   Ketakutan Aurelia

    Aurelia menatap layar ponselnya untuk kesekian kalinya. Masih tidak ada jawaban. “Luar biasa,” gumamnya sinis.“Apa?” tanya Barbara yang masih duduk santai di kursi ruang rapat.Aurelia mengangkat ponselnya sedikit. “Pria itu.”“CEO tampan itu?”“Berhenti menyebutnya seperti itu.”Barbara justru tersenyum makin lebar. Aurelia mendecakkan lidah pelan lalu kembali melihat layar ponselnya. Tetap tidak ada balasan dari Caleb, tidak ada panggilan balik.Padahal pria itu yang memaksa wawancara dilakukan hari ini. Pria itu yang mendatangi kantornya pagi tadi. Pria itu juga yang meminta jadwal ulang sore ini.Dan sekarang? Menghilang begitu saja.“Dasar menyebalkan,” gerutunya.Barbara menyandarkan tubuh ke kursi. “Kau terdengar seperti istri yang sedang menunggu suaminya pulang.”Aurelia langsung melotot. “Barbara.”“Oke. Oke.” Barbara mengangkat kedua tangan menyerah. “Lanjutkan omelanmu.”Aurelia mengembuskan napas kesal. “Dia hanya bisa mengobral janji.”Barbara mengangkat sebelah alis.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status