공유

Tanda

작가: nababy
last update 게시일: 2026-03-13 17:14:29

“Lady Marielle, Yang Mulia Raja mencari Anda.” Diana berlari menghampiri mereka berdua sesaat sebelum kesepakatan terjadi.

Cassian datang dengan langkah tegas. Matanya tajam menatap pada Marielle. Amarah dari sorot matanya begitu jelas dan menusuk.

“Yang Mulia….” Marielle terkejut melihat kedatangan Raja.

Cassian menarik lengan Marielle keras, agar mendekat.

“Kenapa kau ada di tempat seperti ini?” Suara Cassian pelan, tapi penuh tekanan.

Bingung, Marielle hanya mampu menggelengkan kepalanya. Ma
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rencana Pencurian

    “Maksud Lady apa?”Marielle mengangkat wajahnya sejenak sebelum ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.“Tadi pagi saat aku pergi ke perpustakaan dengan Diana, aku bertemu dengan Aldric. Dia berucap…” Dia mengingat sejenak apa yang diucapkan Grand Duke tadi pagi.“Aku juga sedang mencarinya. Aku harap, aku bisa bertemu dan mendengar suaranya lagi. Atau… aku mungkin tidak pernah melihatnya lagi.”Marielle menirukan kalimat Aldric sama persis.“Enzo… kita tidak punya banyak waktu.” Suara Marielle pelan. Matanya mulai menjadi dingin dan penuh perhitungan.Enzo menatapnya, sedikit bingung dengan apa yang dimaksud Marielle.“Lady…?”Marielle menghela nafas sejenak. Meski dia berusaha tegar, tapi hatinya yang hancur untuk saat ini tak bisa disembunyikan. Satu tetes air mata mengalir, namun ia cepat-cepat mengusap air matanya dengan punggung tangan.Kematian Robert seperti pukulan telak baginya. Bagaimanapun pria itu tidak bersalah, tapi harus membayar dengan nyawa akibat kekeliruan hanya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kabar Yang Menyedihkan

    “Lady, Anda mau kemana?” Diana langsung menyusul Marielle yang berjalan sendirian di lorong istana.Marielle tak menjawab, ia terus berjalan lebih cepat dari biasanya. Gaun panjang itu ia angkat sedikit, untuk mempermudah langkahnya.“Lady, tunggu. Anda tidak boleh berjalan sendirian.” Diana ikut mengangkat bajunya lalu berlari kecil untuk menyusul wanita yang sudah berada jauh di depan.Sejak semalam, hatinya terus berdebar. Seperti ada firasat tak enak. Langkahnya terus melaju, menuju perpustakaan.Ia tiba didepan pintu besar itu. Lalu menarik nafas dalam sebelum membuka pintu.Kedua tangannya menarik gagang besi keemasan yang terpasang. Pintu terbuka lebar. Bola matanya membulat, hatinya bergejolak kala melihat apa yang pertama kali di depan matanya.Kedua sepasang mata bertemu. Penglihatan mereka beradu.“Lady Marielle?” Suara lembut seorang pria yang tak ingin ia lihat menyapa ramah.Aldric berdiri menghadap ke salah satu rak, dengan membawa sebuah buku di tangannya.“Kau, sedang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Kecurigaan Yang Mendasar

    “Lepaskan, Yang Mulia…”Suara Marielle bergetar pelan di antara nafas yang tidak beraturan.Cassian terdiam. Bibirnya masih sangat dekat, nyaris kembali menyentuh milik Marielle. Tatapannya turun, memandangi wajah wanita itu dengan sorot mata yang sulit ditebak.“Apa kau menolakku lagi?” suaranya rendah, hampir seperti bisikan yang menekan.Marielle menelan ludah. Tangannya yang sejak tadi menahan dada Cassian gemetar halus, tapi tetap bertahan disana.“Saya benar-benar tidak enak badan…” ucapnya lirih, berusaha terdengar meyakinkan.Hening. Beberapa detik terasa begitu panjang. Cassian tidak langsung bergerak. Ia hanya menatap Marielle dalam, seolah mencoba membaca apakah itu sekedar alasan atau benar-benar penolakan.“Kau selalu punya alasan,” gumamnya akhirnya.Nada suaranya tidak keras. Justru itu yang membuat dada Marielle terasa lebih sesak.Perlahan, Cassian menjauh. Tangannya yang tadi menahan pergelangan Marielle terlepas. Ia bergeser, duduk di tepi ranjang dengan punggung me

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Keyakinan dan Kegoyahan Hati

    “Ssst… kalau ingin hidup, sebaiknya Anda diam.”Suara itu rendah, tapi sangat familiar.Mata Marielle membelalak. Perlahan, ia berhenti meronta.Tangan yang membekapnya pun sedikit mengendur.“Enzo…?” bisiknya pelan, nyaris tak terdengar.Pria itu tak langsung menjawab. Ia hanya menarik tubuh Marielle menjauh dari celah rak buku, membawanya ke sudut ruangan yang lebih gelap.“Jangan bersuara,” ucapnya pelan.Langkah kaki terdengar dari arah pintu masuk perpustakaan, dan melihat sebuah lilin tergeletak di lantai yang masih menyala.“Ada orang disini.”“Cepat cari dia.”Suara Aldric dan pria lainnya semakin mendekat. Nafas Marielle kembali tercekat. Tangannya refleks mencengkeram lengan Enzo erat.Enzo menahan napas, tubuhnya berdiri tegak di depan Marielle, seolah menjadi penghalang sekaligus pelindung.Langkah kaki itu semakin dekat. Lalu berhenti.Suasana menjadi hening. Marielle terus menahan nafas, dia takut jika suara nafasnya mampu terdengar Aldric dan Heinry.Beberapa detik tera

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Sebuah Rencana Nirempati

    “Lady Marielle?” Suara Enzo membuyarkan lamunannya. Cepat-cepat Marielle langsung membenarkan posisi duduknya kembali. Ia menjadi salah tingkah. Wajahnya terasa panas hingga membuat pipinya merah merona.“Kenapa jantungku masih berdebar sangat kencang?” rutuknya dalam hati.“Lady Marielle, Anda tidak apa-apa? Wajah Anda terlihat sangat merah.” Enzo mendekat, mencoba memastikan jika Marielle baik-baik saja.Satu tangannya terangkat menyentuh dahi Marielle pelan. Membuat pemiliknya kalang kabut.Wanita itu langsung berdiri, dan menjauh. Sedangkan Enzo hanya melihatnya bingung.“Aku tidak apa-apa,” jawabnya cepat. “Aku rasa aku harus kembali ke kamar. Jadi, sampai jumpa nanti.” Marielle berlari kencang keluar dari perpustakaan. Meninggalkan Enzo sendirian.Enzo melangkah maju, hendak mengejar, namun langkahnya terhenti.“Lady…?” gumamnya pelan.Marielle menutup pintu perpustakaan, wajahnya masih merah seperti kepiting rebus. Ia terus memegangi pipinya, bersandar di tembok untuk mengatur

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Jatuh Cinta Padanya

    Marielle mundur beberapa langkah melihat wajah Cassian yang menunjukkan raut menyeramkan.“Maaf Yang Mulia… perut saya merasa sakit, jadi saya meminta Enzo mengantar saya ke kamar untuk istirahat.” Suaranya lirih, wajahnya penuh pinta belas kasih.Cassian terdiam.Sorot matanya yang semula tajam perlahan melunak saat menatap wanita di hadapannya. Ada kekhawatiran yang tak sempat ia sembunyikan.“Kenapa tidak bilang padaku? Aku sangat cemas mencarimu di aula pesta.” Suaranya merendah. Satu tangannya terangkat, menyibak helaian rambut Marielle dengan gerakan pelan, bertolak belakang dengan aura dingin yang biasa ia tunjukkan.Marielle tak menjawab. Ia menunduk, untuk menghindari tatapan itu.“Kelinci kecil?” Suara Cassian kembali terdengar.Ia mengangkat wajahnya perlahan. “Maaf… saya melihat anda sedang berdansa, jadi tidak mungkin kalau saya mengatakan saat itu juga.”Cassian menghembuskan nafas kasar, tangannya mengusap wajahnya sendiri dengan frustasi yang tertahan. Rahangnya meng

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status