แชร์

Talak

ผู้เขียน: Jannah Zein
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-07 23:16:55

Bab 65

Novia bergegas membuka pintu. Saking bergegasnya, dia melupakan ritual mengintip tamu yang datang melalui jendela kaca depan, sehingga dia sangat terkejut manakala sosok tinggi menjulang itu muncul di hadapannya.

Perempuan itu langsung membeku, menatap pria itu dengan pandangan horor.

Albert. Laki-laki itu tersenyum sopan.

"Siapa yang datang, Mbak?" Suara Naina dari arah dalam. Langkah-langkah kaki yang terus mendekat, seirama dengan detak jantung Novia. Dia tahu pasti kesalahannya. Dia
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
madul
knp up nya cm 1 bab aja thor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Muara Waktu

    Bab 84: Muara Waktu​Naina mencengkeram ponselnya dengan tangan gemetar, menatap layar yang menampilkan kontak nama Albert. Dadanya sesak. Rintihan Bilqis yang terus memanggil "Papa" di tengah igauan demamnya bagai sembilu yang mengiris hati.​Tidak, Naina. Jangan goyah sekarang, bisik batinnya, mencoba mengais sisa-sisa ketegaran. Jika dia menelepon Albert malam ini, pria itu pasti akan langsung datang, dan benteng pertahanan yang baru ia bangun seharian ini akan runtuh seketika. Albert akan kembali merasa memiliki hak penuh atas dirinya.Tenang, Naina. Jangan panik!​Naina menarik napas dalam-dalam, memaksa logikanya bekerja di tengah kepanikan. Dia segera menekan tombol darurat di dinding kamar untuk memanggil Santi, asisten rumah tangga yang sudah disiapkan Albert di rumah baru ini.​"Mbak Santi! Tolong bantu aku, Mbak. Bilqis badannya panas sekali," ujar Naina dengan suara serak saat Santi mengetuk pintu dengan wajah mengantuk yang langsung berubah panik.​"Astagfirullah, Non! Y

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai

    ​Bab 83: Aku Tidak Sedang Mengusirmu, Nai​Malam beranjak semakin larut, namun sepasang mata Albert masih menatap langit-langit kamar dengan nanar. Kamar yang luas itu terasa begitu sunyi dan mencekam. Kalimat sang papa terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak.​“Carikan rumah baru... Jangan tinggal seatap selama belum ada ikatan resmi. Itu tidak baik untuk ketenangan jiwa Naina sendiri. Dulu papa pikir bisa memberikan Naina perlindungan saat berada di rumah ini. Itulah kenapa Papa memintanya untuk kemari, tapi ternyata sampai setahun berlalu, dia masih tetap menolak kamu. Nak, jangan terlalu dipaksakan. Seorang wanita yang sudah terlanjur disakiti tidak akan mudah untuk kamu bujuk... Papa bisa mengerti perasaan kamu. Tapi jangan sampai kamu kehilangan akal sehat."​Albert mendengus, membalikkan tubuhnya ke samping. Hatinya bergejolak hebat. Melepaskan Naina keluar dari rumah utama ini rasanya seperti mencabut separuh nyawanya sendiri. Meskipun dalam satu tahun terakhir keadaan

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Mau Sampai Kapan, Al?

    ​Bab 82: Mau Sampai Kapan, Al?​Klek.​Gagang pintu kuningan itu berputar dengan mudah karena memang tidak dikunci dari dalam. Dengan dada yang bergemuruh oleh amarah dan rasa muak, Gayatri mendorong daun pintu itu dengan kasar, siap melabrak kebejatan yang ia pikir sedang terjadi di dalam sana.Dia sudah membayangkan Albert dan Naina tengah bergumul hebat, berbagi kenikmatan. Gayatri tahu jika mereka masih saling mencintai.Dalam kurun waktu setahun, mustahil jika tidak pernah terjadi apa-apa. Itu yang ia takutkan. Jangan sampai ia memiliki cucu lagi yang tidak jelas statusnya.Dia memang jarang berada di rumah ini, namun dia selalu memantau lewat kepala pelayan di rumah ini. Wanita itu sangat bisa dipercaya. Kinara selalu melapor semua perkembangan yang terjadi di rumah. Namun anehnya, Kinara tidak pernah melaporkan soal keintiman Albert dan perempuan itu. Apa memang ada hal yang terlewat?​"Albert! Apa-apaan kamu—"​Kata-kata Gayatri mendadak tercekat di tenggorokan. Matanya membe

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Apa Aku Terlalu Lemah?

    Bab 81: Apa Aku Terlalu Lemah?Pertahanan Albert akhirnya runtuh, wajahnya yang tegas perlahan melembut, dia memeluk Naina erat sekali. "Maafkan aku, Nai. Aku nggak kepikiran sampai sana. Waktu itu yang ada di otakku hanya keinginan untuk memilikimu seutuhnya. Aku nggak punya cara lain lagi, karena pernikahanku dengan Cherry sudah terlanjur.""Kamu egois, Al! Kamu nggak mikirin gimana menderitanya aku setelah kejadian itu. Kamu pergi gitu aja, nggak ada tanggung jawab. Aku pikir kamu sudah bahagia dengan istrimu. Rasanya....""Stop!" Albert buru-buru menyela. "Aku sudah menerima hukuman dengan kehilangan dirimu masa itu, saat kamu memutuskan untuk menikah dengan Revan. Dalam ketidakberdayaan, apa yang bisa kulakukan, Nai? Aku hampir gila waktu itu, menyadari jika kamu lepas dari jangkauan, padahal saat itu aku tahu kamu telah mengandung Bilqis.""Sayang... tolong, jangan pergi. Kita sudah sampai sejauh ini, kita bisa sama-sama, walaupun kamu tidak mau diajak untuk menikah. Kalau anak-

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Bukan Inginku Diantara Kalian

    Bab 80: Bukan Inginku Ada Diantara Kalian Suasana restoran ini tidak terlalu ramai. Ini bukan restoran untuk kelas menengah ke atas, tetapi hanya restoran sederhana, meski letaknya juga di mall. Harga makanannya juga tidak terlalu mahal. Naina sengaja memilih itu, dari beberapa rekomendasi restoran yang di sebutkan oleh Albert, karena tahu sendiri gimana kondisi keuangan Albert sekarang. Meskipun Albert sudah terlihat cukup mapan dengan perusahaan barunya, tapi bagi Naina, jika memang tidak terlalu urgent, dia tidak akan meminta Albert untuk mengeluarkan uang.Ini hanya sekedar perayaan kecil, meskipun bagi Naina, tetaplah bukan sebuah perayaan. Ini hanya sekedar makan-makan, dan dia tidak ada sedikitpun rasa senang dengan perceraian Albert dan Cherry.Hatinya sudah lama hambar. Albert bercerai dari Cherry atau tidak, itu bukan urusannya.Dia hanya mengikuti alur yang di buat oleh pria itu, karena sulit baginya untuk keluar dari jeratan Albert."Bukan inginku ada di antara kalian!"

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Jangan Menangis, Nai

    Bab 79: Jangan Menangis, Nai"Jangan menangis, Nai." Pria itu menegakkan wajah Naina, lalu membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Aku janji, aku nggak akan membuat kamu menangis. Aku akan berusaha untuk bersabar....""Kurang sabar apalagi aku sama kamu, Al?" sergah Naina dengan nada putus asa. Dia memejamkan matanya sejenak. Kalau boleh jujur, luka dengan Albert sudah terlalu dalam. Luka yang tak pernah Albert sadari, karena dia sibuk menyalahkan orang lain yang menyebabkan hubungannya dengan Naina di masa lalu kandas. "Sejak kita memiliki hubungan, aku seperti terperangkap dalam satu labirin, dan aku tersesat. Kamu nggak akan tahu gimana rasanya....""Aku tahu, meski dalam bentuk yang berbeda. Kita sama-sama menderita." Pria itu mengusap-ngusap pundak Naina dengan lembut. "Ayo kita jalani semuanya sama-sama. Kalau memang kamu nggak mau menikah sekarang, oke. Bisa nanti-nanti, tapi yang jelas, aku akan selalu menunggumu. Aku nggak akan maksa...""Tapi caramu menungguku, seolah-olah

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Pertemuan (3)

    Bab 62"Aku nggak mau merusak rumah tangga kamu. Please, jangan paksa aku menjadi perebut suami orang. Ingat status kamu. Diantara kita memang ada Bilqis, tapi bukan berarti aku serendah itu, hingga mau menggadaikan harga diri. Jadi, Al, tugas kamu hanya bilang pada Roy, kalau aku ingin ikut sama k

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Pertemuan (2)

    Bab 61"Maaf Sayang, aku nggak bermaksud...." Pria itu menghela nafas. Masih dengan menggendong Bilqis, dia berdiri di depan perempuan itu. Nyaris tak ada jarak di antara mereka. Siapapun yang melihat pemandangan itu pasti menyangka mereka adalah suami istri dengan dua orang anak."Aku hanya ingin

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Pertemuan

    Bab 60Naina benar-benar bimbang. Di satu sisi dia tidak ingin kembali berurusan dengan Albert, tapi di sisi lain dia tidak bisa lepas dari pria itu. Sejauh apapun ia melangkah, tetap saja Albert akan bisa menjangkaunya.Dari dulu sampai sekarang. Walaupun ia sudah menikah dengan Revan, tetap saja

  • Bukan Inginku Ada Diantara Kalian    Gelisah

    Bab 59"Masa sih?" Perempuan itu berusaha mengingat-ingat momen saat mereka berada di restoran. Namun dia benar-benar tidak memperhatikan tempat itu, kecuali saat mereka membayar di kasir. Mereka memang sedikit agak lama karena harus mendengar penjelasan dari kasir yang mengatakan jika semua tagiha

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status