MasukBab 78: Biarkan Aku Pergi"Menikah?"Edward balas menatapnya dengan raut wajah serius."Memangnya kenapa, Pa? Aku ingin segera meresmikan hubungan dengan Naina. Aku ingin menikahinya secepat mungkin, meskipun secara siri dulu sambil menunggu urusan cerai dengan Cherry tuntas di pengadilan," ujar Albert mantap. Suaranya penuh ambisi, seolah-olah pernikahan adalah sebuah transaksi yang bisa ia putuskan sepihak.Edward menghela napas panjang, dia yang duduk disamping putranya itu. "Al, kamu harus ingat satu hal. Menikahi Naina bukan hanya soal kemauanmu. Dia sudah terlalu lama disakiti, terlalu sering menjadi korban dari keadaan yang kamu buat. Belum tentu dia bersedia menjadi istrimu lagi setelah semua babak belur yang ia rasakan.""Dia butuh perlindungan, Pa. Dan satu-satunya cara melindunginya adalah dengan menjadikannya istriku," bantah Albert keras kepala."Tapi bukan begitu caranya," ujar sang papa dengan ketenangan yang terukur."Dari awal kamu sudah salah. Kamu memperkosa
Bab 77 Mereka tidak langsung keluar, tetapi mengintip dari balik kaca. Dua orang pria segera datang dan memeriksa sebuah bungkusan kresek hitam. Albert sudah stand by dengan ponselnya. "Apa isinya?" tanya pria itu setelah ia melihat dua pria kepercayaannya membawa benda itu menjauh dari halaman rumah. "Tidak apa-apa, Tuan. Ini hanya benda yang tidak berguna. Kami bisa mengatasinya, percayalah," sahut salah satu dari mereka, yang memang sedang menggenggam benda pipih itu. Sementara temannya tengah menjinjing bungkusan kresek. "Apa ada yang ingin mencoba bermain-main denganku?" "Sepertinya iya, tetapi Tuan jangan khawatir. Kami sudah terbiasa mengatasi masalah seperti ini. Nanti akan kami laporkan juga perihal ini kepada...." "Jangan laporkan kepada Papa! Kamu boleh meminta bantuan kepada para pengawal yang lain, tapi jangan lapor kepada Papa dulu." "Baik, Tuan, kami mengerti." Albert segera memutus panggilan dan tepat saat ia baru saja memasukkan ponsel ke dalam saku
Bab 76Gayatri terdiam untuk sesaat. Perasaannya sulit untuk ia jabarkan. Dia hanya bisa menatap bayi yang baru saja bisa duduk itu. Memang, Bilqis terlihat sangat cantik. Wajahnya pun sangat mirip dengan Albert. Tak diragukan lagi jika Bilqis memang darah daging Albert, putra mereka. Namun, entah kenapa rasanya dia tidak bisa menerima kenyataan, kenapa putranya harus menanamkan benih di dalam rahim seorang wanita rendahan seperti ini?Bagaimana tanggapan keluarga besarnya kelak jika dia mengangkat seorang menantu dari kalangan rendahan, dari rakyat jelata, kasta terendah. Gayatri yang memiliki nama lengkap Dewi Ajeng Gayatri adalah wanita berdarah bangsawan. Silsilah keluarganya tersambung dengan keluarga kerajaan di masa lalu. Adat dan tradisi masih melekat dalam keluarganya, sehingga dia tidak bisa memilih orang sembarangan sebagai menantu.Seperti halnya dia sendiri yang akhirnya menikah dengan pria yang masih kerabat kerajaan Inggris, namun memilih menjadi mualaf dan tinggal di
Bab 75"Akhirnya Mama sudah tahu, kan, gimana menantu kesayangan Mama itu? Makanya, Ma. Jangan memandang sesuatu itu hanya dari bebet, bibit dan bobot saja. Keturunan yang baik tidak menjamin, contohnya Cherry. Mungkin Mama menganggap jika dia itu anak sahabat mama, cucunya orang terkenal di negeri ini, artis terkenal. Tapi kenyataannya?""Iya, Mama mengerti. Mama akan pikirkan semuanya," sahut Gayatri. Sebenarnya dia sudah muak dengan bujukan suaminya. Namun sepertinya kali ini Edward pantang menyerah, dan Gayatri terpaksa meladeni.Entah apa yang dilihat Edward dari Naina. Perempuan itu cuma perempuan kampung yang tidak punya keluarga dan hidupnya pun pas-pasan. Bahkan untuk bertahan hidup saja, harus menjadi ibu susu anak dari mantan kekasihnya sendiri. Betapa mirisnya."Jangan cuma dipikirkan, Ma, tetapi dilakukan. Papa ingin sekali menjemput cucu papa agar tinggal di sini. Rumahnya di sini, di rumah utama keluarga kita.""Tapi Mama nggak suka dengan ibunya.""Nyatanya cucu kita
Bab 74"Aku pikir kamu bisa diajak kerjasama, Cher, mengingat di antara kita tidak ada hubungan apapun. Pernikahan kita murni karena bisnis. Aku bisa menerimamu sebagai wanita pilihan Mama, tapi sayangnya kamu tidak bisa menjaga harga dirimu sendiri. Bukan aku yang mempermalukan keluargamu, tetapi justru kalian mempermalukan diri kalian sendiri. Kalian yang tidak bisa menjaga diri dan nama baik." Dadanya turun naik. Namun tangannya tanpa sadar menggenggam tangan Naina. Tidak ada penolakan dari perempuan itu. Rasa hangat menjalari tubuh Albert. Tangan lembut dan rapuh yang sudah lama tidak ia sentuh. Genggaman yang selanjutnya ia tarik perlahan. Albert mencium tangan itu dengan lembut dan penuh perasaan cinta di hadapan semua yang ada di sini. Seketika Cherry dan Jelita membuang muka."Aku pastikan tidak akan mundur sedikitpun, walaupun kamu dan kedua orang tuamu melakukan segala cara untuk menggagalkan perceraian kita. Aku tidak akan pernah mau rujuk kepadamu!""Dan ingat...." Alber
Bab 73Namun Albert tidak terlihat terkejut, berbeda dengan Naina dan Novia. Bahkan keduanya saling bertukar pandangan dalam durasi beberapa menit."Kurasa itu tidak masalah buatku. Setelah perceraian kita, kamu bisa minta tanggung jawab kepada bapak biologisnya," ujar Albert santai."Al!" pekik Cherry tertahan. Dia menatap semua orang di sini secara bergantian. Malunya luar biasa. Dia yang membuat pengakuan, tapi dia sendiri yang malu. Dia tidak menyangka reaksi Albert begini."Tidak usah sok bikin drama, Cher. Aku nggak kuat buat bayar kamu menjadi tokoh utama di dalam sinetron. Kamu cukup hubungi para produser atau sutradara, lakukan cara yang biasa kamu lakukan agar kamu menjadi bintang utama sinetron yang akan mereka buat." Albert kembali berujar sinis. Dari Yolanda dia berhasil mengetahui semua seluk beluk tentang perempuan itu. Ini bukan cuma soal Erka, bahkan Albert jadi ragu siapa sebenarnya ayah biologis Queen. Bagaimana kalau dia bukan anak Erka, tetapi anak dari seseorang
Bab 37Beberapa hari kemudian, akhirnya Roy datang juga. Naina menyambut dengan segelas teh saat pria itu baru saja menghempaskan tubuhnya di sofa. Pria itu terlihat letih, namun tetap saja mengembangkan senyuman saat Naina meletakkan teh di atas meja kaca depan tempat duduknya kini.'Beberapa hari
Bab 36Setelah selesai semuanya, Gayatri kembali ke kamar perawatan. Desi tampak sudah selesai makan, dan dia duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.Untuk sementara situasi masih bisa dikendalikan karena bayi itu belum terbangun.Sementara Gayatri melangkah menuju sofa. Sebentar lagi
Bab 35"Hanya itu saja yang ingin saya sampaikan, Nyonya. Mohon maaf, saya tidak masalah jika Nyonya ingin mengembalikan saya ke yayasan. Hanya ada satu obat yang bisa membuat Nona Queen berhenti menangis, yaitu pelukan ibunya. Selama ini dia terbiasa mendapatkan ASI langsung dari ibunya....""Kamu
Bab 34"Kenapa menangis, Non? Ada apa?" Perempuan tua itu barusan memasuki dapur dan terkejut saat melihat wajah Naina yang basah."Cerita sama Emak, apa ada yang mengganggu perasaan Non?""Enggak Mak."Namun perempuan itu malah menatap Naina dalam-dalam sembari meminta Bilqis agar masuk ke dalam







